
Rani adalah wanita egois yang tentu saja tidak akan mungkin terpengaruh dengan apapun yang diinginkan oleh orang orang sekitarnya,bukan karena takut miskin atau nanti tambah melarat hanya saja ia benar benar tidak mau membantu jika itu menyangkut anak dari Rosa.
Apalagi sekarang Anita malah datang kesitu lalu dengan percaya diri Meminta sesuatu yang tidak mungkin, sebab anak itu datang dan Meminta bertemu dengan Kevin padahal jelas-jelas kalau hubungan mereka tidak akan pernah bisa bersatu Sampai kapanpun.
Dalam pikirannya Rani jika Anita dan Kevin itu adalah saudara kandung maka otomatis tidak akan pernah bisa bersatu,karena jika hal itu bisa terjadi maka mereka adalah ciri manusia yang tidak punya hati nurani.
"Bisakah kamu pergi sekarang , karena saya masih punya banyak kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan sekarang? Kalau kamu tidak pergi juga nanti hanya mengganggu kehidupan orang lain saja, padahal kita kan beda tidak mungkin harus sama apalagi sampai di ganggu terus kan?" Tanya Rani dengan tatapan yang tidak bersahabat.
"Aku mohon Tante,untuk kali ini izinkan aku untuk bertemu dengan Kevin karena hanya dia yang aku mau untuk saat ini!" pinta Anita lagi bahkan sampai tidak merasa malu ketika harus bersujud di depan Rani yang jelas-jelas dari tadi tidak peduli sedikitpun dengan dirinya.
Rani tertawa begitu keras sebab ia benar-benar merasa Dejavu,disatu sisi dirinya ingin bertemu dengan Firman dan menunjukkan padanya bagaimana kelakuan anaknya itu disisi lain ia ingin menunjukkan pada Rosa jika anak dari wanita itu terlalu bucin dengan anaknya sampai mau melakukan apapun.
Menurut Rani kalau istri nya Firman saat ini merupakan pelakor yang pantas nya di hempaskan sejauh mungkin tidak perlu harus di pertahankan manusia yang seperti itu,ya meskipun sekarang wanita itu lah yang menjadi pilihan dari Firman untuk saat ini.
"Anak saya sudah pergi mengikuti wanita yang saya jodohkan dengan dia dan tentunya dia lebih segala galanya dari kamu,yang intinya lebih cantik dan juga lebih pantas serta jangan lupakan kalau dia itu juga lebih kaya!" Jelas Rani yang sengaja melakukan semua itu agar Anita Segera pergi dari situ dan tidak perlu kembali lagi.
Anita yang tadi sedang berlutut layaknya pengemis kini langsung bangkit dan menatap tajam kearah Rani,dirinya otomatis tidak terima ketika pria yang ia cintai harus bersama wanita lain dan itu bukanlah dirinya.
"Aku tidak mau kalau Kevin menikah dengan orang lain sampai kapanpun, dan kalau hal itu terjadi maka aku bakal mencari wanita pelakor itu dan membunuhnya!" Amarah dari Anita benar-benar bergemuruh sampai ia pun tak sanggup untuk melawannya.
Rani ya tentu saja tidak terima ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Anita tadi, sebab wanita itu tidak punya hak untuk mengatur jalan kehidupan Kevin yang hanya boleh di atur oleh nya.
"Apa kamu bilang? Oh Iya ,Pelakor?" Tanya Rani yang sedikit menjeda perkataannya itu hanya ingin melihat respon dari Anita Bagaimana.
"Iya memang dia itu kan Pelakor, yang sukanya mengambil milik orang lain sampai tidak sadar kalau dia itu sudah mengambil punyaku!" Ujar Anita yang tidak mau kalah dari Rani yang terlalu sinis dan tidak suka padanya.
__ADS_1
"Terus menurut kamu, wanita yang kamu panggil Mama itu sebutan nya Apa? Pelakor atau wanita murahan yang tidak tahu diri sukanya mengambil milik orang lain,lalu setelah itu berbuat seolah-olah itu adalah hak miliknya yang tidak akan pernah berbagi kepada orang lain?" Tanya Rani dengan tatapan yang mengejek.
Anita kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Rani tadi, wanita itu seolah-olah sedang menyalahkan dirinya dengan apa yang terjadi kepada hubungan mereka padahal jelas-jelas Ia tidak tahu sama sekali.
"Maaf kenapa sampai Tante mengatakan kalau Mama saya itu merupakan pelakor, padahal Setahu saya papa itu tidak punya istri lain lagi selain Mama kan? jadi Sepertinya di sini itu yang salah paham Tante deh soalnya sudah mengklaim apa yang menjadi milik Mama sebagai miliknya Tante, tidak masalah sih tetapi kalau bisa lain kali jangan seperti itu lagi ya Soalnya mama itu memiliki temperamen yang sangat buruk!"Anita memang tidak tahu apapun tentang masalah yang terjadi maka dari itu jangan salahkan dirinya kalau mengatakan semua itu ya Meskipun akhirnya Rani tersinggung pun tidak masalah karena memang kebenarannya seperti begitu.
"Wah kamu mau mengancam saya sekarang Dengan mengatakan kalau saya itu setiap kali berbicara harus dipikir dulu, kamu sadar kalau kamu itu anak kecil tidak tahu masalah apapun yang terjadi jadi lebih baik kamu harus diam saja kan? " tanya Rani dengan tatapan membunuhnya karena ia paling tidak suka ketika ada orang yang mencoba-coba untuk mengatur kehidupannya.
"Bukan seperti itu! Hanya saja saya kasihan kalau sampai nanti Mama bakalan marah-marah kepada Tante karena sudah ngomong seperti tadi, nanti kalau misalnya ada masalah apapun ngomong ke saya saja biar nanti saya sampaikan ke Papa tapi kalau bisa jangan ada sangkut pautnya dengan Mama ya! "jelas Anita karena dirinya tidak ingin gara-gara perbuatan dosa membuat dirinya dan juga Kevin tidak jadi menikah.
"kamu lebih baik pergi dari sini sebelum kesabaran saya habis meladeni kamu, pergi dan juga tanyakan kepada orang tua kamu kenapa sampai saya bersikap kasar dan juga menolak kehadiran kamu! karena orang seperti kamu ini sebenarnya tidak pantas untuk dikasihani lebih enaknya dibuang dan juga ditendang sejauh mungkin supaya jangan kembali lagi, saya heran kok bisa-bisanya Kevin mau berhubungan dengan keluarga benalu dan juga tidak tahu malu seperti kalian? "omel Rani lalu mendorong tubuh wanita agar menjauh tetapi Anita malah menarik kopernya dan memilih untuk masuk ke rumah Lalu setelah itu memasuki kamar yang dirinya juga itu adalah milik Kevin dan mengunci pintunya dari dalam.
"Eh kamu buka pintunya ngapain kamu masuk di dalam, kehadiran kamu itu tidak diharapkan di sini jadi lebih baik kamu pergi! kamu tuh orang yang tidak punya malu sama sekali sudah diusir dari tadi tetapi tidak sadar diri, jadi sebelum kesabaran saya habis lebih baik kamu pergi sekarang juga atau saya bakalan teriak kepada seluruh warga agar menyeret kamu pergi dari sini. "ancam Rani tetapi Anita memilih untuk tidak peduli sama sekali karena menurutnya biarkan wanita itu berteriak sampai capek nanti juga pasti bakalan berhenti sendiri ketika ia tidak menanggapi apapun yang ia katakan.
Rani benar-benar merasa frustasi ketika melihat bahwa Anita itu keras kepala susah sekali diatur, padahal dirinya sudah berteriak sekencang mungkin tetapi sepertinya tidak dihargai sama sekali soalnya sampai sekarang anak di dalam kamarnya Kevin itu tidak merespon sedikitpun.
Kevin tidak pernah tahu apapun kejadian yang terjadi di rumahnya saat ini karena sekarang dirinya sedang sibuk untuk kuliah, ingin memper pintar diri sendiri supaya nantinya tidak akan dianggap remeh oleh orang lain Dan intinya ia bisa mempunyai pekerjaan yang membuat kehidupannya bisa berubah.
"kamu kok serius sekali mengerjakan tugas itu padahal masih bisa besok ataupun nanti malam, Jadi sekarang tidak perlu harus terlalu mencemaskan Semuanya kan dan juga lebih baik kita pergi bersenang-senang? " Nagumi mendekati Kevin yang sedang sibuk dengan segala macam tugas yang diberikan padahal seharusnya nanti malam baru bisa dikerjakan tetapi tidak tahukah wanita itu jika Kevin itu sebenarnya adalah para pekerja bahwa waktu jadi otomatis mau sore atau malam tidak pernah ada waktu untuk libur.
Kevin menatap ke arah suara yang tengah berbicara kepadanya dengan memasang tatapan datarnya sebab menurutnya orang lain tidak perlu harus mencampuri segala macam urusan pribadinya, jika akhirnya mereka akan membuat dirinya yang kebingungan sendiri sebab terlalu banyak pekerjaan yang membuat dirinya harus bisa bergerak dengan cepat.
"Bisa minggir tidak dari hadapanku sekarang, karena kamu itu pengganggu dan aku sekarang tidak suka diganggu oleh siapapun! Jika punya malu pasti kamu sadar dengan apa yang aku katakan saat ini, tetapi jika tidak punya perasaan malu ya lebih baik kamunya saja dari hadapanku ! "usir Kevin dengan tatapan mata yang begitu nyalang membuat Nagumi sedikit merasa kebingungan dengan kepribadian pria yang ada di hadapannya untuk saat ini.
"kamu tidak suka dengan wanita atau gimana sih sampai-sampai setiap hari didekati kamu seolah-olah menolak, kalau memang iya Tolonglah kembali ke jalan yang benar soalnya wanita itu lebih dari segala-galanya? "tanya Nagumi yang benar membuat Kevin merasa tersinggung.
__ADS_1
"saya tidak peduli Mau kamu keponakan dosen ataupun tidak dan juga saya tidak peduli Mau kamu itu wanita atau tidak, tetapi saya mohon dengan sangat Tolong pergi dari hadapan saya sekarang sebelum saya melakukan kekerasan yang tidak pernah kamu duga sebelumnya! "tugas Kevin membuat Nagumi memilih untuk pergi daripada dirinya lebih dipermalukan lagi.
"dia itu kenapa sih setiap kali didekati pasti akhir-akhir ini akan seperti ini, memangnya ada yang kurang dengan diriku atau gimana sih sampai-sampai Terus aja berulang kali ditolak?" omel Nagumi.
"Kamu itu sebenarnya cantik hanya saja kamu mendekati orang yang salah, dia itu datang jauh-jauh dari negaraku hanya untuk fokus pada belajar bukan fokus mencari wanita! "jelas Ryan.
"eh pria pendek bisa tidak jangan sok tahu di dalam kehidupan Kevin, kamu itu hanya orang lain yang tidak pantas untuk membicarakan hal itu di hadapanku! "ujar Nagumi tidak terima membuat Kevin hanya mengangkat kedua bahunya karena memang kenyataannya seperti itu.
"Ya sudah terserah dari kamu saja yang penting intinya aku sudah menjelaskan kepada kamu, tinggal terlihat dari keinginan kamu saja untuk mau diatur atau tidak! "sahut Rian tidak peduli karena yang penting intinya ia sudah Memberitahukan apa yang harusnya diberitahukan Tetapi kalau memang wanita itu tidak mau mendengarkan Ya sudah Persetan dengannya.
Kevin hari ini mood-nya benar-benar hancur karena ia sangat tidak suka dengan orang-orang yang selalu mengganggu ketenangannya, sudah capek dirinya berurusan dengan nama makhluk yang namanya wanita jadi sekarang ingin menenangkan pikiran dengan melakukan sesuatu hal yang menguntungkan diri sendiri.
maka dari itu yang memilih untuk menghubungi Rani Soalnya kalau berbicara dengan ibu yaitu maka terasa beban berat di dalam pikirannya langsung meluap pergi begitu saja, dan juga jika berbicara dengan ibunya itu ia bisa berbagi keluh kesah tentang pahitnya hidup di tempat ini Dan intinya Rani akan selalu memberikan solusi yang terbaik baginya.
"ya ampun Tuhan Kevin Terima kasih akhirnya kamu mau menghubungi Ibu, tadi itu sebenarnya Ibu mau menelpon kamu hanya saja pulsanya habis jadinya Ibu menunggu kira-kira kamu telepon tidak hari ini bersyukur akhirnya kamu telepon Juga! "ujar Rani yang begitu bahagia karena akhirnya anaknya itu mau menelponnya sebab Ia harus membuat Kevin begitu membenci Anita.
Kevin mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan yang dilontarkan oleh ibunya itu, seolah-olah ada masalah berat yang tengah ia hadapi dan tidak mampu untuk diselesaikan sendirian maka dari itu memilih untuk menelponnya.
"Memangnya ada apa Bu, apa ada orang yang mengganggu Ibu? kenapa tidak panggil orang-orang di situ untuk dimintai tolong karena mereka kan biasanya kalau ibu kenapa-napa kan Pasti cepat membantu, Jangan biarkan ibu sendiri yang menghadapinya nanti kalau misalnya ibu diapa-apain sama dia nanti siapa yang bakal memperhatikan Ibu? "Kevin mengira ada orang jahat yang sedang mengganggu ibunya Maka dari itu ya segera memberikan solusi seperti hal-hal tadi.
Rani menggelengkan kepala seolah-olah saat ini anaknya itu Tengah menatap ke arahnya, dirinya tahu kalau Kevin salah sangka jika mengira bahwa ada orang jahat yang datang ke rumahnya untuk saat ini.
"Kamu ingat wanita jahat yang sudah merebut Papa kamu, dan juga yang sudah membiarkan hidup kita sengsara seperti saat ini ? " tanya Rani penasaran kira-kira anaknya itu masih mengingat tidak soal keberadaan doa di sekitar Firman.
"jangan bilang mereka sekarang Ada di rumah dan sedang melakukan hal yang tidak tidak kepada ibu, lebih kasih ponsel ini kepada mereka karena aku ingin berbicara dan juga mengingatkan wanita itu jangan macam-macam! "perintah Kevin yang merasa khawatir takutnya jangan sampai Rani diapa-apakan sama Rosa dan juga suaminya.
__ADS_1
"ini tidak menyangkut wanita itu atau juga menyangkut papa kamu tetapi ini menyangkut anak mereka yang dulu pernah berhubungan dengan kamu, Ibu yakin kamu pasti tidak melupakan wanita itu kan yang jelas-jelas sudah kamu bawa ke rumah ini untuk berkenalan dengan ibu yang kamu katakan sebagai calon menantu?" tanya Rani penasaran dan juga ingin mendengar kira-kira jawaban apa yang akan diberikan oleh Kevin untuknya.