
Adinda ingin berusaha menjadi orang yang paling kuat tidak harus terpuruk seperti itu dan juga tidak perlu harus menangis setiap saat, karena ada kalanya kehidupan seseorang itu bak roller coaster kadang di atas kadang di bawah kadang ia selalu bahagia jangan lupa bawa terkadang dirinya juga bisa menangis.
Silvia tidak ingin memaksakan agar anaknya itu harus mengikuti langkahnya dengan tetap bahagia, karena sebenarnya ia tidak pernah mengalami masalah yang seperti dialami oleh Adinda saat ini jadi percuma saja berpura-pura kuat jika alhasil masalahnya tidak akan pernah semudah yang dibayangkan.
maka dari itu wanita tersebut memilih untuk bersikap santai saja layaknya seorang ibu ketika diperlukan dan menjadi teman curhat ketika Adinda lagi butuh, tidak perlu harus memiliki ikatan pertemanan untuk saling berbagi tetapi ketika ada masalah yang menimpa usahakan untuk berbagi dengan keluarga terdekat karena itu rasanya sangat nyaman dan rahasiamu tetap aman terkendali.
"Ya sudah Mama tinggal dulu ya soalnya sepertinya papa kamu sudah pulang dari tadi, Kalau ada yang ingin kamu bicarakan katakan saja karena nanti Mama bakalan ngomong sama Papa agar Bagaimana caranya kamu menyikapi masa depan kamu yang sempat tertunda beberapa bulan lagi! "ujar Silvia yang merasa kasihan dengan anaknya itu sebab harus mengalami semua ini Di Saat usianya yang masih sangat muda.
Adinda menghembuskan napas di pasar ketika mendengar perkataan dari mama yaitu, sebenarnya dirinya bukan tidak punya melanjutkan masa depan yang sempat terindah berpikir dengan baik terlebih dahulu.
"kayaknya Nggak perlu deh ngomong sama papa Soalnya nanti kalau mood ku sudah baik aku pasti bakalan ngomong sendiri, soalnya kalau apa-apa harus Mama yang ngomong rasa-rasanya Percuma saja aku sudah besar tetapi tidak bisa mandiri tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat kalian bangga! "jelas Adinda karena memang seperti begitu yang ada dalam pikirannya saat ini tidak ingin membebankan siapapun dengan apa yang ingin ia lakukan dan juga tidak ingin membuat orang lain menjadi kesulitan atas apa yang terjadi kepadanya saat ini.
hidup itu hanya sekali seharusnya dinikmati dengan begitu baik agar tidak ada penyesalan untuk kemudian hari, Namun tergantung lagi kepada pribadi masing-masing kira-kira mau menghargai hidup seperti apa kalau misalnya hanya ingin berjalan di tempat dan mencari zona aman yaitu juga balik lagi kepada keinginan diri sendiri.
"Ya sudah kalau memang keinginan kamu seperti begitu tidak masalah Mama bakalan mendukung apapun yang penting Intinya jangan terjun kesalahan yang sama seperti dulu lagi, Karena manusia itu harus bersyukur diberikan kesempatan kedua sebab tidak semuanya kesempatan kedua itu bakalan datang Terkadang ia bakalan hanya dipikiran saja tetapi tidak akan pernah menjadi kenyataan! "jelas Silvia lalu pergi meninggalkan Adinda yang katanya sedang ingin beristirahat.
"Oh iya mah kalau boleh tahu manusia aneh tadi yang Melambaikan tangan kepadaku itu sebenarnya siapa sih, kenal sok dekat sok akrab lagi padahal jangankan melihat wajahnya bayangannya saja aku tidak pernah tahu sama sekali?"tanya Adinda dengan wajahnya yang terlihat begitu sewot dengan sosok yang mengganggu pikirannya dan juga sosok yang menurutnya sangat aneh masa ia bertamu di rumah orang tapi tidak ada sopan santunnya sama sekali.
"Nah itu dia permasalahannya hampir Mama lupa kalau katanya dia itu merupakan teman masa kecil kamu itu siapa sih namanya Devon Taylor, dulu yang tinggal di depan rumah kita loh yang biasa datang barengan sama Arga kalau ke rumah untuk kalian sama-sama pergi ke sekolah! "jelas Silvia merasa bersyukur karena akhirnya Adinda mengingatkan dirinya tentang sosok yang mengganggu ketenangannya tadi dan juga sosok yang menurutnya sangat nyeleneh bin ajaib.
Adinda mengerutkan keningnya ketika berusaha mengingat sosok yang menurutnya sangat asing dan juga sepertinya sudah mulai menghilang di dalam ingatannya, hanya saja kalau mama Devon Taylor ya memang dulu pernah ya kenal karena mereka berteman dekat hanya saja tingkah di Devon dulu sangat menyebalkan jadi membuat Adinda sangat emosi ketika bertemu dengannya.
__ADS_1
"Oh si buluk itu! Mama usahakan ya kalau dia datang lagi ke sini usir dia sampai sejauh mungkin soalnya aku tidak pernah ingin berdekatan dengannya, karena asal Mama tahu saja ya masa dulu umurku masih 9 tahun diajak nikah sama dia! Memangnya dia pikir aku ini cabe-cabean apa dulu sampainya harus mau bermain-main seperti Begitu, sudah Begitu mau ajak main nikah-nikahan kemudian masak-masakan Ih pokoknya aneh-aneh deh aku tidak suka!"omel Adinda sambil berkedip ngeri membuat Silvia tertawa karena memang dari dulu itu mainan anak ya seperti begitu kalau bukan kawin-kawinan ya terus masak-masakan pokoknya ada saja deh tingkah mereka tidak seperti anak zaman sekarang yang hobinya gadget kemudian sepertinya merasa asing dengan dunia luar tidak peduli sama sekali dengan orang-orang di sekitarnya merasa bahwa dunianya dan juga dunia gaming itu lebih keren.
"Iya sih Apa yang kamu katakan itu benar soalnya dulu ya Mama tahu itu kalem dan juga tenang ya Arga saja, sedangkan yang lainnya pada nyeleneh seperti kamu tetapi Syukurlah kalau dia kembali lagi mungkin beneran mau ajak kamu kawin-kawinan?"goda Silvia sambil menaik turunkan alisnya membuat Adinda bergidik ngeri masa iya dirinya dijodohkan dengan orang-orang seperti begitu Bukannya mendapat kebahagiaan yang ada malah mampus saat itu juga.
"aduh Mama tolong ya ini yang di dalam perut saja belum keluar masa iya sudah memikirkan yang lain lagi, kalau mama mau memiliki menantu seperti dia ya usahakan deh melahirkan anak satu lagi soalnya kalau denganku Sungguh mati itu tidak akan pernah terjadi! "ujar Adinda lalu menutup pintu kamarnya bukan karena tidak sopan tetapi memang Posisi sekarang Silvia sudah berada di luar kamar jadi ya tidak ada salahnya kan kalau ia menutup pintu.
"yah anak zaman sekarang diberikan jodoh yang terbaik tidak mau eh malah mendapatkan jodoh yang tidak jelas dipertahankan, semoga saja pikirannya lebih terbuka dan tidak menganggap kalau manusia aneh itu merupakan orang yang paling cocok dan pas untuk menjalani rumah tangga dengannya! "Silvia masih tetap pada pendiriannya meskipun negara api menyerang badai datang dan tsunami pun menghampiri mereka tidak akan pernah menyetujui Kevin sebagai menantu karena tingkah laku dan juga pola pikir pria itu serta lingkungan tempat ia besar benar-benar tidak mendukung Adinda harus bisa menyatu dengan keluarga parasit seperti mereka itu.
Kevin orang yang tengah dipikirkan oleh Silvia saat ini sedang duduk kebingungan, selama dirinya datang di negeri tirai bambu itu terkadang ia bingung harus melakukan apapun karena tidak punya kenalan sama sekali ya Meskipun bahasa Inggrisnya bisa dibilang sangat bagus.
ingin mencari pekerjaan tetapi rasanya sangat tidak mungkin karena ia hanya lulusan sekolah menengah atas, mungkin pekerjaan yang bisa ia dapatkan hanya menjadi pegawai toko atau pekerja serabutan lainnya yang penting intinya dirinya punya pekerjaan tidak menjadi pengangguran soalnya biaya makan minum tidak ditanggung oleh kampusnya karena mereka hanya menanggung dia ya biaya akademik kalau non akademik itu ditanggung oleh pribadi yang mendapatkan beasiswa tersebut.
"Aku harus meminta tolong kepada siapa ya untuk bisa mendapatkan pekerjaan di sini, masa iya siangnya aku kuliah malamnya menjadi gembel dan juga tidak punya apapun? "meskipun mendapatkan asrama dari pihak kampus tetapi dirinya juga butuh makan dan juga minum serta kebutuhan lainnya yang harus bisa dipenuhi.
pendaftaran beasiswa sudah ia ajukan yang mau tidak mau harus ia jalani saat ini juga, meskipun terkadang begitu sulit sebab ekonomi orang tuanya yang sangat tidak mendukung Tetapi semua sesuatu yang terjadi ya harus dijalani meskipun terkadang harus Mengalami berbagai macam hambatan.
terkadang apa yang kita pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi dan juga apa yang kita tidak inginkan malah berjalan sesuai dengan yang direncanakan, maka dari itu biasanya orang-orang selalu berkata susahnya lebih dulu karena kenikmatan pasti akan menghampirimu di kemudian hari dan Percayalah rasanya itu bahkan lebih nikmat daripada yang pernah kamu pikirkan.
Kevin Merana
Kevin kecewa
__ADS_1
Kevin Nelangsa
ya itulah yang dirasakan oleh pemuda tersebut sehingga membuat dirinya mau tidak mau pergi mencari barang-barang bekas di pinggir jalan, lalu pergi menjualnya kepada pengepul karena malam ini ia benar-benar merasakan kelaparan yang amat sangat sebab waktu dirinya pergi dari Indonesia Rani hanya memberikannya uang Rp500.000 doang tidak lebih dari itu Sedangkan biaya hidup bisa dibilang Wow lumayan signifikan perbedaannya.
"Permisi tuan Apakah di sini membuka lowongan pekerjaan paruh waktu, karena kebetulan siang Saya kuliah dan malam baru bekerja? "tanya Kevin ketika membeli sebotol air mineral untuk membasahi tenggorokannya yang dari tadi terasa begitu kering.
"ya bisa kalau mau kamu bekerja sebagai cleaning service di sini Lalu setelah itu kamu menjaga toko, bisa mulai bekerja sehabis pulang kuliah tetapi gaji kamu dihitung perhari yaitu 5 dolar! "jelas pemilik toko tersebut membuat Kevin hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan soalnya 5 dolar kalau dirupiahkan hanya berkisar 60 ribuan dan entah cukup atau tidak Sepertinya itu merupakan sebuah berkah yang harus ia nikmati.
"Baiklah Tuan Saya menerima tawarannya, Terima kasih lagi karena sudah memberikan kepercayaan kepada saya! " sahut Kevin.
"Kamu orang baru di sini? Wah saya sarankan kalau mau merantau tetapi tidak punya modal sama sekali lebih baik mulai sekarang siapkan otot kamu untuk bekerja, apalagi sekarang kamu masih kuliah ya Otomatis biaya hidup kamu semakin tinggi dan juga kebutuhan lainnya yang tidak terduga!"Kevin hanya menganggukkan kepalanya karena menurutnya sebelum pria tua itu memberi keterangan kepadanya Ia juga sudah tahu resiko hidup di negara asing yang jelas-jelas segala macam kebiasaan sangat berbeda.
ketika sudah kembali di asrama kebetulan dirinya mempunyai teman yang berasal dari negara yang sama, membuat Kevin sedikit terhibur karena tidak melulu harus berbicara menggunakan bahasa Inggris yang menurutnya hanya akan melupakan daerah asalnya nanti.
"kamu yang namanya Kevin Marcelino yang merupakan kekasihnya Adinda Putri Baratayuda kan, soalnya dulu kan aku juga satu sekolah di situ sama kalian Tetapi hanya beda jurusan saja makanya mungkin kita Jarang bertemu?"Tanya teman satu kamar asramanya Kevin yang bernama Ardi membuat Kevin sebenarnya ingin sekali menjauh soalnya dirinya sangat tidak suka jika ada orang yang menyebutkan nama wanita di masa lalunya yang jelas-jelas sudah tidak ingin diingatnya lagi sama sekali.
" Sepertinya kamu salah orang, kan banyak orang yang namanya seperti itu dan wajahnya juga mirip seperti itu! "sahut Kevin yang jelas-jelas tidak mau mengaku jika apa yang dikatakan oleh Ardi itu merupakan sebuah kebenaran.
Ardi menggaruk kepalanya yang tak gatal karena merasa yakin jika penglihatannya memang tidak salah sama sekali, hanya saja kalau Kevin tidak mau mengakuinya ya dirinya bisa apa yang penting intinya Ya sudah menyampaikan apa yang dipikirkannya dari kemarin-kemarin.
"Oh iya kalau begitu ya mungkin aku salah orang! soalnya Setahuku ada gosip yang beredar Kalau Adinda Putri itu sedang hamil sekarang dan katanya itu udah dihamili oleh mantan kekasihnya, hanya saja kekasihnya itu katanya tidak mau bertanggung jawab dan akhirnya Adinda sendirian menanggung semuanya hanya saja ya syukurlah di anak orang kaya jadi tidak perlu harus menangis menanggung beban hidup sendirian! "jelas Ardi membuat Kevin mengepalkan tangannya menahan emosi soalnya Ardi mengatakan bahwa dirinya merupakan pria yang tidak bertanggung jawab ya Meskipun memang dia tidak tahu sama sekali kalau orang yang dimaksud itu adalah Kevin.
__ADS_1
"Terus apa gunanya kamu bercerita kepadaku seperti itu, Memangnya kamu pikir aku punya solusi untuk masalahnya? hidupku saja sedang susah seperti begini apalagi mau peduli dengan masalah orang lain, Biarkan saja dia mau seperti apa yang penting intinya perut kita sudah terisi dan makanan kita tetap terjamin tidak kekurangan sedikitpun! "sahut Kevin cuek padahal Percayalah ia ingin sekali mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi kepada Adinda saat ini.
"padahal menurutku ya sayang sekali loh Arga yang selama ini menjaganya tidak pernah dihiraukan oleh Adinda, malah memilih pria miskin dan juga sangat tidak satu level dengan yaitu sehingga membuat orang lain pada merasa iri karena bisa-bisanya Adinda itu matanya rabun jadi salah pilih orang! "lanjut pria itu lagi membuat Kevin mendengus kesal karena secara tidak langsung harga dirinya Jatuh di hadapan orangnya tanpa dipedulikan oleh Ardian dari tadi mengoceh terus tanpa Jedah seolah-olah dirinya merupakan presenter acara gosip Jadi apa yang didengar tidak boleh didiamkan harus langsung dikatakan saat itu juga tanpa menunggu.