
Daffa Akhirnya bisa berhasil membuat Arfan tidak jadi mengikuti Amelia dan juga Kamila ke kantin dan Hal itu membuat dirinya merasa begitu bangga dengan kepintarannya, Bagaimana tidak dari tadi dirinya berusaha agar Arfan tidak boleh bergerak sejenak dari tempatnya dan tetap fokus mengerjakan tugasnya sampai selesai padahal pria itu selama ini dikenal cukup cerdas Namun karena dirinya yang terus berseloroh tanpa henti akhirnya membuat fokus pria itu sedikit terbagi seperti saat ini.
itu Ekawati hanya menggelengkan kepala ketika melihat tingkah dari Dafa yang menurutnya terlalu suka memprovokasi sesuatu padahal seharusnya ia mendukung Arfan yang ketika lagi sedang fokus seperti saat ini, tapi ya sudahlah setiap anak-anak tingkatan SMA itu selalu memiliki pemikiran yang labil Terkadang mereka ingin mendapatkan sesuatu malah menghalalkan berbagai macam cara agar bisa mendapatkan hal itu.
" Oke karena waktu istirahat sudah tinggal 5 menit lagi dan saya yakin kamu tidak bisa keluar ke kantin saat ini karena kamu memiliki tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan, tetapi jam istirahat masuk bukanlah merupakan jam pelajaran saya maka dari itu saya izinkan kamu untuk menghentikan pekerjaan itu nanti Minggu depan saat kita ketemu baru saya akan memintanya dan menyuruh kamu untuk menjelaskan di depan!" setelah mengatakan hal itu Ekawati pun pergi soalnya Ya dari tadi sudah jelas Menunggu pekerjaan Arfan tetapi tidak selesai sampai dirinya pun tidak bisa menikmati istirahat tetapi mau bagaimana lagi sebab tugas seorang guru ya harus memastikan kalau anaknya itu mendapatkan pendidikan yang layak kemudian harus mendapatkan perhatian juga.
Daffa tersenyum mengejek ketika melihat wajah Arfan yang begitu frustasi sebab tidak sempat menyusul Amelia dan juga Kamila ke kantin, Ya habisnya Siapa suruh pria itu tadi mencari masalah dengannya maka sekarang Ia pun menggunakan kesempatan untuk mencari masalah balik agar mungkin dengan begitu batinnya tenang sebab sudah impas membalaskan dendamnya terhadap orang lain yang sudah membuat keonaran di dalam kehidupannya.
__ADS_1
. "Jadi bagaimana kira-kira keren tidak tadi aku yang menemani kamu dari awal sampai akhir dan alhasil tidak bisa mengikuti waktu istirahat dengan tenang soalnya merasa kasihan melihat keadaan kamu yang begitu miris, tidak ada lho seorang teman seperti yang aku lakukan dan kamu harusnya berbangga diri karena pertama kali mendapat perhatian dari seorang Daffa Sanjaya! "ujar Dafa penuh percaya diri membuat Arfan menatap tidak suka ke arahnya karena pria itu merasa bahwa dari tadi ia tidak pernah mengajak Daffa untuk menemaninya di ruangan tersebut.
" untung juga tadi ada ibu guru di sini kalau tidak sudah ku hajar kamu agar bisa keluar dari dalam tempat ini sekarang juga, karena kamu itu yang ada bukan malah menyelesaikan masalah aku tetapi menambah beban pikiranku menjadi begitu menggunung karena mengoceh tanpa henti! Oh iya satu lagi jangan terlalu berbuat seolah-olah kamu itu lebih tinggi dibandingkan segala-galanya, sekarang mungkin Amelia duduk bersama dengan kamu tetapi aku pastikan beberapa saat lagi dia pasti akan kembali untuk karena kami sudah bersahabat dari kecil! "tegas Arfan yang tanpa sadar jika saat ini Naura Tengah mendengar semua yang ia katakan membuat wanita itu tambah membenci Amelia dan kadar kebenciannya itu semakin meninggi.
melihat ada Naura di belakangnya Arfan membuat Daffa semakin bersemangat untuk mengerjai pria itu dan kira-kira melihat tingkat kecerdasannya sampai di mana, Soalnya menurutnya ia yakin wanita seperti Naura itu pasti tidak akan pernah terima jika kekasihnya menyebut nama wanita lain dengan begitu manisnya.
" Oh iya kamu kan terlalu Obsesi dengan Amelia sampai-sampai tidak mau membiarkan dia bergerak dengan orang lain sedikitpun, padahal dibandingkan kamu aku lebih pantas loh dekat dengan dia soalnya kamu kan sudah punya pacar ngapain juga serakah sekali jadi orang? "tanya Daffa Sambil tertawa dalam hati jika sampai Arfan termakan oleh perkataannya tadi bisa dipastikan hubungannya dengan Naura bakalan merenggang.
__ADS_1
"kamu tidak perlu membawa-bawa seseorang yang tidak ada di sini dan juga tidak perlu membahas orang lain, Oh iya satu lagi kalau memang kamu merasa kasihan dengan Naura Ya sudah ambil saja tidak perlu harus ngomong dulu kan? "tanya Arfan yang benar-benar emosi sebab kalau menyebut nama Naura Entah mengapa tiba-tiba darahnya rasanya begitu mendidih mungkin karena sikap wanita itu yang terlalu keras kepala dan juga sangat membenci Amelia sampai-sampai menyumpahinya segala dan Hal itu membuat Arfan merasa tidak suka.
" Wah jadi ceritanya kamu tidak ada niatan lagi untuk menjalin hubungan terlalu jauh dengan Naura atau mungkin kamu sudah merasa bosan dengannya Oh tidak jangan sampai dia hanya pelarian kamu saja, walau Sebenarnya kamu itu hanya ingin mendapatkan perhatian dari Amelia maka menjadikan orang lain sebagai batu loncatan?" Dafa sebenarnya melihat dengan jelas sorot mata dari Arfan yang lebih mementingkan Amelia dibandingkan Aura tetapi setidaknya punya perasaan lah tidak perlu harus menjadikan gadis lain sebagai tumbal dari keserakahannya.
" kamu kalau tidak tahu apapun lebih baik tidak usah bicara sama sekali Memangnya kamu pikir aku ada penglihatan untuk melakukan itu semua, kalau kamu hanya ingin memprovokasi keadaan menjadi lebih buruk lebih baik tidak usah lagi muncul di hadapanku karena demi Tuhan aku sangat muak melihat muka kamu! "sarkas Arfan begitu kasar dan memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dan ketika melihat Naura Iya Malah meninggalkannya begitu saja tidak peduli jika tadinya wanita itu mendengar semua yang ia katakan.
amelia yang kebetulan baru kembali dari kantin merasa terkejut dengan suasana di dalam kelas yang tidak begitu baik dan juga wajah Naura Yang sepertinya Tengah menahan tangis, tetapi harusnya ia ralat jika berhubungan dengan wanita itu maka dirinya tidak akan pernah mau.
__ADS_1
" sekarang kamu puas kan akibat lebih mementingkan kamu Arfan bahkan dengan Teganya mengeluarkan semua kata-kata yang sangat menyakitkan, ah sekarang aku yakin kamu pasti sedang tertawa dalam hati merutuki kebodohanku yang mau-maunya berhubungan dengan pria seperti Arfan? "tanya Naura kasar membuat Amelia menatap heran ke arahnya karena Entah mengapa wanita itu tiba-tiba malah menyalahkannya padahal ceritanya saja Seperti apa dirinya juga tidak tahu.
" kamu ngomong sama saya gitu sekarang Tapi kenapa saya merasa bahwa apa yang kamu bicarakan itu sangat aneh dan juga tidak masuk akal ya, soalnya kejadian Apapun yang terjadi Saya tidak tahu sama sekali tetapi kenapa malah semuanya menyalahkan kepada saya seolah-olah itu ada ikut ambil bagian di dalamnya?" Tanya Amelia.