SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Canda tawa Di Bubur Ayam


__ADS_3

keesokan Harinya


Motor Alfian sudah terparkir di depan rumah Vira, bulak balik ia membenarkan belahan rambutnya di kaca spion sambil bersiul ia senderkan badannya ke pinggir motor besarnya. Hatinya sangat senang kini Vira mulai melunak padanya, dia sudah mau di antarkan pulang semalam


"Fian ngapain kesini?" sapa Vira membuka pagar rumahnya


"Ehehe, mau ngajak bareng ke kantor" jawabnya tersenyum simpul


"Gak usah, saya bisa naik GOJEK"


"Yah, jangan gitu dong udah dateng kesini nih masa di tolak" rajuk Alfian


"Viraa" panggil sang Ayah dari dalam rumah lalu Vira pun mengajak masuk Alfian tentu dengan senang hati Alfian menerimanya sampai di depan pintu Alfian dan Vira di sambut Ghani dan Nindya.


"Oooom Baarrrr..... a" panggil mereka Vira nyengir Alfian salah tingkah


"Bukan Om Bara, ini namanya Om Alfian. Ayo pada cium tangan" jawab Vira merekapun mencium tangan Alfian, Alfian tersenyum ramah


Vira pun menyuruh Alfian duduk sementara ia beres beres diri


"Akhirnya dipertemukan calon anak anak" bisik Alfian


"Kamu ngomong apa?" tanya Vira, Alfian menggeleng dengan cepat dan langsung duduk


"Siapa ra, Bapak kira Bara" tanya sang Ayah

__ADS_1


"Oh, Alfian Pak temen kantor Vira"


"Kamu gak takut Bara marah sama kamu bawa laki laki kesini?"


"Kenapa Mas Bara harus marah Pak?"


"Loh, bukan Bara pacar kamu?" tanya Ayah Vira lagi, Vira menelan ludahnya


"Bukan, Vira belum resmi apa apa sama Mas Bara pak"


"Ya tapi kamu jangan sering sering bawa laki laki ke rumah. Gak enak di lihat tetangga" ujar Ayah Vira lagi Vira mengangguk dan pamit


Sementara di ruang tamu Alfian merasa kikuk karena kedua anak anak Vira menatapnya dengan heran


Ni bocah dua pada kenapa yak, ko bikin gue mati gaya gini gumam Alfian cengar cengir Vira pun datang dari belakang


"Yuk jalan sekarang"


"Oke Viraa hahaha" jawab Alfian seraya berdiri Vira terheran dengan tingkah Alfian


"Kamu kenapa?"


"Gak papa, cuma nervous aja di liatin Ghani sama siapa???" tanyanya sambil garuk garuk kepala


"Indy" kali ini Ghani yang jawab

__ADS_1


"Ahaa, itu Indy" jawab Alfian lagi seraya menyubit pipi Ghani dan Indy wajah anak anak Vira semakin horor di mata Alfian Vira geleng geleng kepala lalu berpamitan dan mencium pipi anak anaknya


"Ra, nanti mampir dulu ya ke Tukang Bubur Ayam langganan aku, aku laper nih belom sarapan. Di jamin kamu suka deh"


"Iya"


Di Tukang Bubur Ayam


Dua mangkuk Bubur Ayam hangat tersaji di depan mata Alfian dan Vira. Mereka pun menyantapnya


"Fian, kamu team bubur di aduk apa di pisah? kalo aku suka kaya gini nih di pisah" seru Vira sambil makan


"Aku sukanya di aduk dong, kaya kamu yang udah mengaduk aduk hati aku eaaaa" jawab Alfian Vira tersedak


"Hahaha, apaan sih norak banget gombalannya. Geuli ihh" Vira tertawa terbahak bahak terlihat matanya yang seperti bulan sabit separuh menghilang sedikit Alfian terpesona melihatnya


"Hei, bengong aja" tepuk Vira menyenggol bahunya Alfian nyengir lagi


"Tapi suka kan di gombalin kaya gt" goda Alfian lagi


"Enggak tuh! akusama sekali gak tergoda sama gombalan norak kamu, aku mah tergodanya kalo di kasih perhiasan emas sama bunga bank" seloroh Vira


"Berarti aku harus ngerampok Papaku dulu dong" gumam Alfian sambil memegang dagunya Vira tertawa lagi Alfian pun ikut tertawa


Mereka makan bubur pun dengan banyak cerita dan tawa

__ADS_1


__ADS_2