SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Cemburu


__ADS_3

Arga tahu kalau saat ini Devon Tengah menatap dirinya hanya saja menurutnya urusannya dengan pria itu tidak ada sama sekali, apalagi sekarang ada begitu banyak orang yang sedang berada di tempat itu jadi otomatis tidak ada pembahasan yang mengarah ke urusan pribadi.


Dirinya bukanlah orang yang tidak peduli dengan perasaan orang lain hanya saja kalau terlalu memikirkan perasaan orang lain, kapan akan memikirkan urusan diri sendiri dan juga kapan akan membuat perasaannya merasa nyaman.


"Amelia, Sepertinya kita memang harus segera pergi dari sini nak! Soalnya orang-orang di sekitar kamu tidak menyukai kehadiran Daddy Nanti kalau sudah besar pasti akan ada penjelasan lagi! "jelas Arga yang berbicara kepada Amelia seolah-olah anak kecil itu mengerti dengan apa yang ia katakan.


Amelia yang mendengar apa yang dikatakan oleh Arga hanya bisa tertawa seolah-olah ia mengerti apa yang dikatakan oleh pria tersebut, membuat Arga juga ikutan tersenyum karena dirinya sengaja membawa Amelia keluar soalnya saat ini Adinda tanggal bersiap-siap dan tahulah kebutuhan wanita itu ribetnya seperti apa.


"Arga, Adinda nya belum turun? padahal ini acaranya mau mulai loh kalau misalnya dia terlalu lama kamu pergi panggil deh, Soalnya kami tidak enak orang lain menunggu dan juga mereka pasti ingin bertemu dengan dia Soalnya penasaran dengan wajah anak dari majikan mereka ini! "tanya Silvia penasaran karena dari tadi tidak melihat keberadaan Adinda sedikitpun di tempat itu.


"Nah itu dia sudah datang! "sahut Arga sambil menunjukkan ke arah tangga di mana ada Adinda yang datang dari sana dan Percayalah suasana menjadi Hening karena orang-orang tidak percaya dengan bidadari yang baru turun dari dalam kamar itu.



"Astaga itu anaknya Tuan Hendra Baratayuda ya, Wah ternyata cantik sekali loh? kira-kira dia sudah punya suami belum ya kalau memang belum aku bakalan melamar? Tidak masalah Tidak diberikan warisan yang penting intinya mendapatkan istri yang seperti itu, soalnya tampangnya itu bakalan membuat aku akan rajin bekerja siang dan malam dan tidak akan pernah berhenti sama sekali! "ujar salah satu karyawan dari Hendra itu membuat yang lainnya tertawa karena menurut mereka menikah dengan anaknya Bos yaitu sama saja sudah menyiapkan mental dari awal soalnya yang mereka ketahui Kalau Adinda itu merupakan anak satu-satunya Hendra setelah itu tidak ada anaknya yang lain lagi.


"Memangnya kamu sudah siap berhadapan dengan bos, Terus kalau misalnya dia minta mahar kira-kira Sudah berapa banyak yang kamu kumpulkan selama bekerja? Biarpun mereka orang kaya tapi kewajiban kita untuk mengambil anaknya orang ya itu sudah, memang kamu pikir orang tua Mana yang mau mengasihkan anaknya secara gratis?"tanya salah satu temannya membuat pria itu memasang wajah cemberutnya soalnya bukannya memberikan dukungan Malah mengejeknya seperti itu.


kalau berbicara soal harta benda Ya jelas aja ya tidak punya sama sekali soalnya apa sih yang bisa dibanggakan, apalagi gaya hidup di Eropa yang bisa dibilang segala sesuatunya harus serba wah maka dari itu tidak mungkin ia memiliki begitu banyak simpan di dalam Bank hanya untuk menjamin kelangsungan hidup Adinda agar lebih tentram ke depannya.


"ya mungkin aku tidak usah menerima gaji selama bertahun-tahun karena kan harus melalui pemotongan yang begitu banyak, mungkin dengan begitu aku bisa menyicil untuk membayar anaknya orang supaya bisa menjadikan istri! "sahut pria itu tidak mau kalah.


Semua orang tertawa tetapi berbeda dengan Arga yang mendengus tidak suka ketika mendengar Adinda malah dijadikan bahan candaan seperti itu, mungkin mereka tidak sadar kalau sebenarnya dirinya merupakan calon suami dari wanita tersebut yang otomatis akan pasang badan ketika ada orang lain yang sudah membuat harga diri Adinda jatuh.

__ADS_1


"Halo selamat malam semuanya, Terima kasih sudah datang di acara perpisahan keluarga kami dan juga terima kasih selama ini sudah membantu melancarkan segala sesuatu yang kami perlukan di tempat ini! mohon maaf jika selama kami berada di sini sudah membuat semua orang sedikit merasa tidak nyaman atau mungkin sudah sedikit merasa capek karena melayani semua kebutuhan kami, tetapi intinya kami tidak ada niatan untuk yang apa namanya maksudnya membuat orang lain merasa tidak nyaman kemudian menyusahkan kehidupan orang lain sampai-sampai ingin menjadi Tuan besar hanya untuk dilayani saja! "jelas Adinda yang sebenarnya perkataannya itu ditujukan kepada Devon karena pria itu memang terlihat begitu kecewa kepadanya padahal sejatinya Adinda tidak pernah memaksakan agar Devon memberikan perhatian yang lebih untuk dirinya dan juga anaknya.


Olivia yang merasa bahwa perkataan Adinda itu ditujukan kepada Devon membuat wanita itu langsung mendekati anaknya dan memasang tatapan emosinya, soalnya menurutnya kalau Devon tidak banyak bertingkah ya tidak mungkin Adinda bakalan melakukan atau mengucapkan kata-kata seperti saat ini.


"Lihatkan ini semua pasti gara-gara kamu Makanya membuat Adinda sampai mengucapkan kata-kata seperti itu, Lain kali kalau mau membantu orang harusnya tulus ikhlas tidak boleh banyak komentar apalagi akhirnya mengeluh dari belakang karena itu sama saja lebih baik tidak usah dilakukan dan biarkan saja orang itu melakukan sesuatu sendirian! "omel Olivia setengah berbisik soalnya dirinya merasa kesal dengan sikap putranya itu yang sama sekali Merasa tidak pernah bersalah dengan apa yang ia lakukan kepada Adinda.


Devon mengerutkan keningnya ketika mendengar ceramah singkat dari Mamanya tadi karena menurutnya itu kan Adinda yang membicarakan kepada semua orang, jadi kalau misalnya ia tidak merasa dan juga merasa bahwa sindiran Adinda itu bukan ditujukan untuk dirinya sebenarnya tidak ada masalahnya sama sekali.


"Ya ampun Mama di sini itu banyak orang loh bukan hanya kita sendiri jadi apa yang dikatakan oleh Adinda itu langsung membuat aku harus merasa, mungkin jangan sampai tujuannya untuk orang lain kan kita juga tidak tahu soalnya mereka mengundang banyak orang sekali! "omel Devon tidak terima karena begitu banyak orang Kenapa harus dirinya yang merasa dan juga menganggap bahwa Adinda sedang menyindir dirinya.


"Ah Mama tidak merasa kalau dia sedang membicarakan orang lain karena itu pasti tujuannya hanya untuk kamu saja, soalnya Memang dari awal kan kamu itu sangat menyebalkan hobinya Hanya mengundang masalah dan juga susah sekali untuk diatur akhirnya membuat anak orang yang merasa kesal! "omel Olivia karena tidak suka jika anaknya itu masih tetap pada pendirian dan merasa tidak punya salah sama sekali padahal jelas-jelas kesalahannya itu sangat fatal dan terkesan seperti seseorang yang melakukan sesuatu tapi tidak ikhlas jika tidak menghasilkan apapun.


"Hello Devon, kenapa dari tadi memasang tatapan seperti itu? Tidak suka kalau ada Arga di sini, Kamu kan tahu kalau dia itu merupakan suamiku yang seharusnya kamu hargai dia juga dong? "tanya Adinda yang merasa heran dengan perubahan sikap dari Devon itu.


"Aku tidak tanya kalau dia itu calon suami kamu atau apapun di pihak kamu dan aku juga tidak ingin mau tahu, jadi jangan memperkenalkan dia sebagai orang yang penting untuk kehidupan kamu karena aku tidak akan pernah menghargainya sampai kapanpun! "tegas Devon ingin menunjukkan kepada Adinda kalau harga itu sebenarnya tidak akan pernah ia hargai sampai kapanpun.


"Ya sudah itu tergantung daripada niatan kamu seperti apapun tetapi Tolong kamu respon dengan wanita yang baru datang itu, karena kebetulan dia merupakan anak salah satu pegawai Papa di kantor dan aku yakin kamu pasti mengenal dekat dengan dia dan mungkin bisa dibilang sangat dekat! "ujar Adinda sampai menunjukkan ke arah Viola yang baru saja datang membuat Devon mengerutkan keningnya karena merasa heran kenapa bisa ada Viola di tempat itu.


"kok dia bisa ada di sini, Memangnya Papanya kerja di bagian apa? Aku selama ini tidak pernah tahu kalau Papanya Viola itu merupakan pegawai dari perusahaan papa kamu, atau ini hanya akal-akalan kamu saja supaya ada yang membuat respon aku pecah sehingga tidak mengganggu kamu dan juga pria yang tidak jelas itu? "tanya Devon penasaran karena menurutnya tidak mungkin kan kalau Viola datang ke sini tanpa ada yang memberitahukan kepadanya dan jika bukan Adinda siapa lagi.


Adinda hanya menggelengkan kepalanya karena menurutnya Devon itu terlalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu dan curiganya itu sebenarnya tidak beralaskan, sebab menurutnya mengenal dekat Viola saja tidak bahkan dulu pernah IA dimaki-maki oleh wanita itu hanya karena memang mereka berdua tidak saling kenal dan juga tidak pernah saling mau tahu urusan satu sama lain.


"Memangnya ada keuntungan untukku kalau sampai mengenal dekat teman-teman kamu itu, karena menurutku hanya akan membuang waktuku dengan mengurus sesuatu yang tidak penting Padahal jelas-jelas dia merupakan orang-orang kamu kan? "tanya Adinda heran karena Entah mengapa Devon merasa risih dengan kedatangan Viola di tempat itu.

__ADS_1


"selamat malam Adinda, aku dari tadi itu cariin kamu tapi malah ada di sini? Padahal tadi itu sudah sempat ketemu sama calon suami kamu tetapi dia bilang kalau kamu lagi ngobrol sama calon suamiku, Ya sudah makanya aku menyusul ke sini Siapa tahu kita bisa berbau dan juga saling dekat? "ujar Viola membuat Adinda tertawa karena terlihat wajah Devon itu tidak suka ketika wanita di hadapannya itu menyebut dirinya sebagai calon suaminya.


"Oh dia ini merupakan calon suami kamu ya, aku doakan semoga kalian langgeng karena dia ini sebenarnya susah sekali loh ditakutkan! "jelas Adinda sampai tersenyum sedangkan Viola merasa bersyukur karena ternyata ada yang mau mendukung hubungannya dengan Devon meskipun ya harus bekerja lebih keras lagi agar bisa mendapatkan hati dan juga perhatian dari pria itu.


Devon menatap tajam ke arah Viola yang sudah dengan percaya diri mengatakan semua kebohongan itu dan takutnya nanti Adinda bakalan mempercayainya, jika sampai hal itu terjadi maka bisa dipastikan posisinya untuk merebut wanita itu sepertinya sudah sangat tidak mungkin lagi.


Kevin beberapa hari ini begitu mengingat soal keberadaan Adinda padahal Ia sudah mencoba mensugesti dirinya sendiri bahwa tidak ada nama Adinda lagi di dalam kehidupannya, sekali sudah dibuang tidak akan pernah dipungutnya lagi Meskipun barang tersebut sudah diasah menjadi berlian yang seindah mungkin.


hal itu menandakan kalau sebenarnya perasaan Kevin kepada Adinda itu tidak terlalu dalam sampai-sampai mau melakukan semuanya hanya demi mempertahankan wanita itu, jika Adinda berada di samping pria itu maka otomatis ia pasti bakalan merasa kecewa karena rasa cintanya tidak sebesar dengan yang dirasakan oleh Kevin kepadanya.


"kita mau liburan semester kamu ada niatan untuk kembali ke Indonesia, daripada kamu kerja terus memangnya tidak capek padahal biar bagaimanapun sekali-kali itu tubuh perlu istirahat dan tidak boleh terlalu di porsi! "ujar Rian.


Kevin menggelengkan kepalanya karena memang ia belum berniat untuk kembali ke Indonesia yang pertama karena kesusahan transportasi Kemudian yang kedua tidak ingin bertemu dengan orang-orang di masa lalunya, Sebab di sana masih ada Anita dan juga Adinda jika Adinda sudah terang-terangan menolak kehadirannya dan juga berjanji tidak akan pernah mau berhubungan dengan lagi tetapi berbeda dengan Anita yang masih kokoh dan ingin agar mereka berdua menikah.


kalau Anita itu orang tuanya dan segala sesuatunya tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan masa lalu ibunya ya Otomatis Kevin pasti bakalan mencoba untuk menerimanya, tetapi ini kehidupan Anita selalu saja berbarengan dengan ingatan masa lalu ibunya yang tidak mungkin hilang karena Biar bagaimanapun Papanya Anita itu adalah Papa kandung Kevin juga.


kevin juga bukanlah seseorang yang tidak tahu adat dan juga moral yang akhirnya mau menikahi seseorang yang sangat dekat dengannya, lebih baik dia tidak bisa menikah sekalian daripada harus melakukan hal itu sebab Biar bagaimanapun banyak wanita cantik di luaran sana yang bisa ia jadikan pasangan hidup.


"nanti saja kalau sudah selesai kuliah aku pasti bakalan kembali kok daripada di sini terus, Hanya sekarang aku belum bisa kembali Soalnya kamu tahu sendiri kan hidupku saja pas-pasan mana bisa mau membeli tiket pesawat untuk pulang? "jelas Kevin membuat Rian hanya menganggukkan kepalanya pertanda tidak bisa memaksa keinginan dari temannya itu.


"Ya sudah kalau begitu karena aku juga tidak akan pulang kalau tidak ada temannya, Lagian kalau kamu memikirkan soal ongkos Sebenarnya aku yang bakalan menanggungnya soalnya sekarang kan lagi promo!" jelas Rian yang padahal sebenarnya dirinya berbohong karena tidak mungkin ia mengatakan tiket pesawat tidak ada potongan harga sama sekali sebab kalau mengatakan hal itu ya Otomatis Kevin pasti Bakalan menolak.


"mau promo kek mau gratis pun aku tidak akan pernah mau ke sana soalnya sekarang belum saatnya, Lagian liburan juga belum mulai untuk apa planning jauh-jauh jika akhirnya tidak kesampaian. "tolak Kevin.

__ADS_1


__ADS_2