SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Nekat


__ADS_3

Kevin tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini karena terlihat dengan jelas bagaimana Nagumi sedang menarik koper nya mendekati dirinya, oleh karena wanita itu nekat mengikuti dirinya yang jelas jelas bukan siapa siapa baginya.


"Kamu ada keperluan apa sampai mengikuti ku seperti ini padahal kamu tahu sendiri kan kalau aku itu paling tidak suka diganggu,memang nya apa yang kamu dapatkan dari mengganggu diriku dan juga semua yang kamu mau itu?" tanya Kevin emosi.


Nagumi bukan nya marah sebab yang ada wanita itu malah tersenyum seolah tidak ada yang terjadi antara dirinya dan juga Kevin,padahal selama ini pria itu selalu saja memarahinya dan juga mengatakan hal yang sangat menyakitkan tapi wanita itu malah memilih untuk mengabaikannya dan tidak peduli.


"Kamu marah karena aku yang selalu menempel pada kamu atau ada hal yang lain,padahal kamu harus bersyukur karena masih ada wanita yang peduli dengan semuanya?' Ujar Nagumi bukan membuat Kevin bahagia yang ada pria itu malah tambah membencinya.


Ryan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah yang ditunjukkan oleh Nagumi yang menurutnya sudah seperti orang yang miskin pria,padahal ia cantik dan seksi yang pasti banyak pria di luaran sana yang akan menyukai dirinya apalagi lulusan dari luar negeri.


'Wah memangnya kamu pernah disuruh oleh Kevin agar memberikan perhatian berlebihan kepada dirinya,seperti nya tidak ada karena itu hanya menurut pikiran kamu sendiri bukan orang lain?' Ujar Ryan yang sinis.


Nagumi mencebikkan bibirnya ketika Ryan yang selalu saja menyela apa yang di katakan oleh dirinya dan juga Kevin,sedangkan dirinya saja ingin berbicara hanya kepada Kevin saja.


"Bisa tidak jangan ikut campur urusan orang lain yang sebenarnya tidak ada hubungan dengan kamu,sebab aku sangat tidak suka jika ada orang yang tidak sadar diri?' Tanya Nagumi emosi sampai tidak sadar jika saat ini Kevin sudah pergi meninggalkan dirinya yang menurutnya sangat menyebalkan.


Ryan sengaja mengalihkan perhatian dari Nagumi agar wanita itu tidak jadi mengikuti Kevin karena ia juga merasa tidak tega kepada Kevin,yang sudah terlalu banyak masalah dalam hidupnya setidaknya jangan ditambah lagi karena nanti sangat runyam.


Nagumi akhirnya sadar kalau dirinya sedang di kerjain oleh kedua pria itu dan akhirnya memilih untuk pergi mengejar Kevin yang sudah lebih dahulu masuk kedalam,Ryan tidak bisa berbuat banyak karena ia juga tidak berani terlalu ikut campur lebih dalam lagi tentang hidupnya Kevin yang semakin hari seperti sudah semakin menjauh dan juga sulit untuk diajak berkomunikasi dengan baik.

__ADS_1


"Aku harap masalah kamu bakal cepat selesai dengan begitu bisa kembali kesini dan melanjutkan sekolah yang sempat tertunda,karena ini semua demi Masa depan kamu yang lebih baik lagi tidak harus seperti sekarang yang masih harus jatuh bangun tidak jelas," Batin Ryan yang berharap semua menjadi baik adanya karena sejatinya manusia itu sudah diberikan akal untuk berpikir dan bertindak demi kelangsungan hidup yang sesuai dengan keinginan.


"Hei Kevin,bisa tunggu aku kan? Jadi pria kok tega sekali sih meninggalkan seorang wanita sendirian tanpa ada yang menemani? Padahal kamu tahu sendiri kan kalau aku itu orang baru menuju ke negara kamu,maka dari itu kamu harus menemaniku kemanapun aku pergi biar tidak nyasar?" Omel Nagumi yang kini sudah duduk di dalam pesawat di samping Kevin.


Pria itu menatap tidak suka kearah nya karena menurutnya sudah sangat menggangu daripada nanti urusan tambah ribet lebih baik seperti ini saja,bukan kah diam itu emas yang membuat diri sendiri merasa nyaman dan juga bahagia selalu.


"Kamu kenapa bisa duduk disini,memang nya posisi awal kamu itu dimana? Jangan menggangu karena aku mau istirahat dan juga jangan pernah berisik,jika tidak ingin aku mengusir kamu secara paksa agar sadar diri dan juga jangan membuat orang lain kesulitan!" Ancam Kevin dengan tatapan matanya yang tajam dan juga sangat tidak bersahabat.


Nagumi memilih hanya mengangkat kedua bahunya pertanda bahwa ia tak peduli dengan apapun itu, apalagi ketika segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan uang.


"Apa sih yang tidak bisa di jaman serba uang seperti ini,jadi jangan pernah berpikiran yang tidak tidak karena nantinya bisa merugikan diri sendiri dan juga alhasil rasa penasaran kamu itu tambah menyiksa,' jelas Nagumi dengan santai seolah uang itu bukan lah masalah yang serius baginya.


Rani tidak tahu sama sekali jika putranya sedang dalam perjalanan menuju ke Tanah Air dan juga hendak mengatur tentang hubungan nya dengan Adinda,ya meskipun sangat tidak masuk akal tapi mau bagaimana lagi ketika segala sesuatu sudah lost kontak maka kabar sepenting apapun tetap tidak akan berarti sama sekali.


Ningsih yang merasa kasihan ketika melihat Rani sangat murung membuat wanita itu ingin agar wanita itu lebih tenang lagi,sebab biar bagaimanapun semua masalah di dunia itu ada jalan keluar yang bisa diambil tidak perlu hanya terpaku pada satu titik saja.


"Masih memikirkan soal Kevin? Apa sudah tidak bisa dihubungin lagi atau sudah ada perubahan,soalnya aku mana tega melihat kamu seperti itu terus?" Tanya Ningsih tidak tega ketika melihat keadaan sahabat nya yang harus nelangsa seperti itu.


Rani terlihat menghela nafasnya kasar karena bingung harus bagaimana supaya bisa menghubungi anaknya lagi,karena biar bagaimanapun hanya Kevin yang ia punya selebihnya sudah tidak ada lagi didunia ini yang bisa menemani dirinya.

__ADS_1


Firman!! Oh Tuhan menyebut namanya saja sudah membuat darah tinggi nya Rani langsung kumat,apalagi kalau kembali bertemu dengan manusia yang tidak tahu pertanggung jawab.


Rosa sangat membenci Rani yang tiba tiba muncul dalam kehidupan rumah tangga antara dirinya dan juga Firman,padahal selama ini mereka selalu baik baik saja tidak ada masalah yang berarti sama sekali.


"Anita,daripada kamu hanya berpikiran tentang kawin lebih baik kamu pergi ke kantor dan bekerja di sana! Memang nya kamu pikir Mama ini bank berjalan untuk kalian yang selalu saja menghasilkan uang sedangkan kalian hanya enak nya doang?' Tanya Rosa emosi.


"Lah kok aku sih Mah yang harus bekerja,kenapa tidak Papa saja?" Tanya Anita tidak terima.


'Terus kamu nya untuk apa,hanya menghabiskan uang dan udara saja?" Tanya Rosa sinis.


"Wah Mah,tidak bisa begitu dong karena yang seharusnya mencari nafkah adalah orang tua sebab siapa suruh melahirkan anak ke dunia ini?" Tanya Anita kesal.


Rosa mah memilih untuk bodoh amat jawabnya pun seperti nya ogah ogahan,karena sama saja hanya buat capek doang.


Capek hati dan juga Iman pokoknya itulah yang di rasakan oleh Anita,apalagi orang tuanya yang memilih abai dengan keadaan anak sendiri yang bisa dibilang sedang tidak baik baik saja saat ini dan entah sampai kapan?


Firman sudah seperti jelangkung yang datang tidak diundang dan pergi tanpa pamit,padahal kan seharusnya selalu ada disitu menemani istri dan anaknya menghabiskan waktu bersama pokoknya intinya semua nya yang baik baik.


"Papa kamu lagi melepaskan rindu dengan istrinya yang terdahulu,jadi jangan kaget ya karena nanti capek sendiri!" Ujar Rosa yang sengaja menyindir suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2