SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Saat separuh jiwaku pergi


__ADS_3

Dirumah sakit


Vira bergegas lari dari lobby bersama kedua anaknya menuju UGD, di lihatnya 1-1 ruangan itu terlihat suaminya yang sudah bersimbah darah dari atas kepala hingga kaki. Matanya tertutup dengan selang oksigen di hidungnya, Vira menangis histeris


"Astagfirullah Ayah, kenapa bisa begini" raung Vira di saksikan kedua anaknya yang kebingungan apa yang terjadi pada orangtuanya


"Bu, yang sabar ya pasien sudah meninggal jam kematiannya 10.20 WIB" seru perawat di belakang Vira, kemudian perawat mencabut selang oksigen di hidung suaminya dan menutup kepala suaminya dengan kain.


Vira semakin gak bisa mengendalikan dirinya dia menangisi suaminya sejadi jadinya , dia tak percaya suaminya yang tadi pergi berangkat kerja kini sudah tiada


Dilobby

__ADS_1


Orangtua Vira menenangkan Vira yg terlihat sangat kacau , anak anaknya di bawa kakeknya pergi entah kemana, mungkin tak ingin anak anaknya melihat Ibunya yang terus terusan menangis. Sementara Jenazah masih di urus oleh pihak rumah sakit


"Makan dulu ra" ujar Ibunya


"Ira gak laper bu" jawabnya lirih


"Jangan gitu , kalo kamu gak makan gimana nanti pas pulang. Dirga kan harus di makamin, orang orang juga pasti akan datang"


"Kenapa harus Ira bu yang ngalamin ini semua , kenapa harus Aa dirga yang ninggalin Ira?? trus nanti Ira gimana ngurus anak anak bu? Ya Allah Ya Rabbiiiii.." Ibunya langsung memeluk anak perempuan nya yang kini sangat rapuh


Dirumah

__ADS_1


Vira dan jenazah datang sudah di sambut oleh orang orang yang menunggu di rumah, Vira menyalami orang orang sambil menangis terisak isak. Lalu dia pun ingin ikut memandikan suaminya, ia termenung melihat suaminya terbujur kaku dengan mata terpejam sangat lelap ia menyeka airmatanya


"Kamu ko gitu sih, pergi duluan ninggalin aku. Aku gimana tanpa kamu? aku gimana ngurus anak anak .. Ya Allah anak anak kita masih kecil banget . Bangun yank, kamu sayang sama aku gak sih" jeritnya dia tak sanggup memandang lagi wajah suaminya hanya bisa menangisinya hingga jatuh ke lantai serasa semua tubuhnya tak ada energi, lemah dan lunglai.


Vira pun di bawa kekamarnya mungkin harus butuh istirahat karena kejadian ini begitu tiba tiba.


"Ra, jenazah udah mau di kubur" panggil Ibunya setengah jam kemudian. Vira bangkit dengan langkah gontainya menuju ruang tamu di lihatnya, suaminya sudah terbungkus kain kafan di dalam keranda


"Bu, apa masi ada yang ditunggu? keluarga Pak Dirga sudah datang semua ya" tanya Pak Ustad Vira mengangguk


"Baiklah Bapak Bapak dan Ibu Ibu sekalian, kita segera menuju lokasi pemakaman karna hari mau menjelang sore takut kemalaman juga, gak baik Jenazah berlama lama tidak dikuburkan" orang orang pun bangkit dan mengikuti langkah Pak Ustad seraya menyerukan suara "Laaillahaillah" amat pilu terdengar oleh Vira

__ADS_1


2jam kemudian


Pemakaman telah selesai, orang orang sebagian sudah pulang kerumahnya masing masing, yang masi ada hanya Tetangga dekat yang berjaga didepan rumah. Sementara di dalam rumah ada Ibu dan Ibu Mertuanya Vira, semua terlihat sedih .Vira masi terdiam, dirinya sedih dan sekaligus bingung mencerna apa yang telah terjadi, mengapa semua berubah hanya waktu dua jam?? mengapa pagi itu jadi hari terakhirnya ia menatap wajah suaminya?? itu pun sambil merungut karna suaminya lupa membawa bekal buatannya. Kembali tangisnya menjadi jadi.. Di lalui nya hari itu dengan berat, sangat teramat berat. Belahan jiwanya, Separuh jiwanya pergi.. Benar benar pergi dan tak kan pernah kembali


__ADS_2