SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Devon


__ADS_3

" Pak nanti di depan jangan lupa belok kiri ya, kemudian nanti ada bangunan yang besar kita berhenti di situ! " ujar Devon dan supir taksi tersebut menganggukkan kepala pertanda paham dengan yang dikatakan oleh pria bule tersebut.


sepanjang perjalanan Catherine begitu antusias karena tadi Devon sudah berjanji kepadanya kalau nanti pria itu bakal mengantarkan anak itu bertemu dengan Adinda, maka dari itu ketika telepon menawarkan Adinda untuk beristirahat tetapi anak kecil itu menolak karena katanya dirinya ingin melihat jalanan menuju ke rumah maminya itu seperti apa supaya nantinya kalau sudah besar dirinya bakalan menyusul ke sini sendirian meskipun terkesan egois tetapi sepertinya Devan tidak peduli sama sekali bahkan bisa dibilang pria itu tidak merasa bersalah sedikitpun jika nantinya Adinda dan keluarganya yang sekarang bakal salah paham.


kini mereka sudah berhenti di sebuah bangunan yang begitu megah kenapa sampai Devon begitu tahu semuanya karena zaman sekarang itu sudah canggih, tidak perlu harus bekerja keras untuk mencari tahu semuanya karena Bukankah semua itu sudah tersedia tinggal Bagaimana cara kita agar bisa melacaknya saja.


" Apakah ini benar-benar rumahnya mami, kalau begitu ayo kita masuk sekarang karena aku tidak sabar ingin bertemu dengannya? ingat ya Saat ketemu sama Mami aku ingin dia selalu memperhatikanku tidak boleh memperhatikan Papi, Oh iya satu lagi pokoknya Malam ini aku ingin tidur dengannya tanpa harus diganggu oleh siapapun, " tegas Catherine membuat Devon hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan karena entah nanti bagaimana Respon yang akan diberikan oleh Adinda ketika bertemu dengan mereka apalagi melihat tingkah anaknya yang sangat agresif seperti ini bisa dipastikan akan ada masalah baru yang muncul.


mereka hanya bisa menunggu di depan karena sepertinya semua orang rumah tidak ada membuat Catherine benar-benar sudah tidak bisa menunggu lagi, hanya saja Devon selalu mengingatkannya agar lebih bersabar karena kalau bertamu di rumahnya orang harus lebih memiliki sopan santun maksudnya biar orang merasa nyaman ketika mereka datang.


" Bisakah maminya ditelepon sekarang juga Karena aku benar-benar ingin bertemu dengannya, kalau memang ponsel Papi tidak bisa menghubungi Mami Ya sudah nanti aku yang bakalan melakukannya! " ujar Catherine yang begitu antusias membuat Devon berkali-kali harus membuang nafasnya kasar karena sepertinya anak kecil itu tidak akan pernah paham dengan masalah yang tengah dihadapi oleh orang dewasa.


" Papi harap kamu menjadi anak yang penurut ,Jangan membantah sedikitpun apa yang dikatakan oleh Papi sebentar! Kalau bisa ketika mami tidak mau ngomong sama kamu Ya sudah kamu diam saja jangan banyak bertanya, atau kalau tidak kita bakalan pulang saat itu juga jika kamu terlalu susah untuk diatur, "tegas Devon yang sebenarnya bukan bermaksud ingin kurang ajar terhadap anak kecil hanya Biar bagaimanapun umur 4 tahun lebih mau jalan 5 seperti Catherine itu sudah bisa untuk diajar karena terbukti ketika guru di sekolah mengatakan sesuatu mereka bakalan mengingatnya dengan begitu baik.


anak kecil itu yang tadi begitu agresif langsung terdiam tidak banyak berbicara bahkan hanya menundukkan kepalanya sebab ketika diafan sudah mulai mengeluarkan kata yang begitu tegas maka saat itu pula ia yakin kalau pria itu sedang marah, anak yang terbiasa hidup mandiri ketika bersama dengan nenek dan kakeknya serta Papinya itu sudah mulai belajar memahami ketika ada orang yang sudah menekan setiap perkataannya pertanda mereka tidak suka jika dirinya terlalu banyak berbicara.


Devan merasa bersalah ketika melihat anaknya itu sudah mulai Terdiam hanya saja tidak mungkin ia harus membujuknya kembali jika pada akhirnya anak itu akan kembali lagi banyak berbicara, sudah begitu suasana di luar gerbang ini sangat panas dan juga tidak nyaman membuat dirinya yakin kalau anaknya itu pasti tidak akan merasa nyaman maka dari itu Ia memutuskan untuk pergi menginap di hotel terdekat saja nanti ketika Adinda sudah pulang barulah mereka datang.


" Ayo kita ke sana dulu nanti sebentar baru balik lagi ke sini soalnya sepertinya Mami kamu belum pulang dia masih di tempat kerja, terus kalau misalnya kita menyusul ke tempat kerjanya sepertinya kasihan Nanti dia bakalan dimarahi oleh bosnya karena sudah bolos! "ajak Devon membuat Catherine hanya pasrah saja dan mengikuti.

__ADS_1


Sesampainya di hotel yang jaraknya tidak terlalu jauh itu Devon langsung Segera mengesan kamar untuk dirinya dan juga anaknya, yang dari tadi kelihatannya menundukkan kepalanya sesekali menatap ke arah orang lalu menundukkan kepalanya lagi berharap agar Papinya itu tidak marah-marah lagi soalnya setiap kali Devon marah dirinya akan dibuat ketakutan.-


" Apa kamu ingin makan, atau tidur istirahat sekarang Supaya sebentar nanti ketemu sama Mami kamu bakalan lebih segar? "tanya Devan pelan karena dirinya tuh yakin suaranya yang tadi begitu kasar pasti anaknya itu sudah sangat ketakutan maka dari itu benar-benar merasa bersalah.


" Aku ingin istirahat saja biar nanti kalau bangun tidur tidak lama langsung ketemu sama mami, maafkan aku ya Papi karena tadi sudah nakal dan membuat Papi marah, "ujar Catherine sambil menundukkan kepalanya membuat Devon langsung memeluk putrinya itu dan mencium pelan Puncak kepalanya sebab dirinya tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana ketika anak sekecil itu lebih banyak meminta maafnya dibandingkan mengeluarkan kata-kata kalau dirinya sedang bahagia.


" kamu tidak salah karena ini semua adalah kesalahannya Papi yang sudah marah-marah tidak jelas, Jadi maafkan papi ya karena sudah nakal dengan membuat catering jadi ketakutan seperti itu, "Devon benar-benar merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya terhadap anaknya tadi padahal ini sebenarnya hanya masalah sepele dan juga itu merupakan respon anak kecil yang pantasnya dibilang dengan baik-baik pasti akan menurut.


ini mereka berdua akhirnya memilih untuk istirahat karena kalau menunggu Adinda sepertinya sangat lama dan juga tidak ada kepastian Kapan wanita itu bakal kembali ke rumahnya , daripada nantinya hanya membuat mereka menunggu dan akhirnya menjadi bosan sendiri Lebih Baik istirahat saja supaya kalau nanti saat sudah bangun pasti Adinda sudah pulang.


Amelia hari ini pokoknya mau kau berbicara dengan Arfan apalagi dengan Daffa karena menurutnya kedua manusia itu sama-sama menyebalkan, jika Arfan menyebalkan itu karena memiliki kekasih yang terlalu cemburuan berlebihan maka berbeda dengan Dafa yang terlalu percaya diri mengatakan semuanya sampai-sampai membuat orang lain akan menjadi mencurigai sesuatu hal secara tidak tidak.


" Ya jelas sangat yakin lah masa iya aku harus berubah pikiran Emangnya kamu mau setiap hari bakalan berurusan dengan si Naura itu saja, kalau urusannya kita memang melakukannya tidak masalah tetapi ini hanya batas bercurigaan Tetapi malah dengan percaya diri memperlakukan orang lain sesuka hatinya? " tanya Amelia membuat Kamila hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena sebenarnya benar sih yang dikatakan oleh sahabatnya itu kalau misalnya mereka terlalu Bertahan ya alhasil merugikan diri sendiri dan juga bisa dibilang sepertinya hanya akan membuat Naura besar kepala karena Amelia yang selalu memilih untuk mengalah.


" ya sebenarnya mau tidak mau ya aku belum jelas tidak mau kalau kamu diperlakukan buruk oleh orang lain padahal aku saja yang notabene merupakan sahabat kamu selalu berusaha menjaga agar perasaan kamu itu baik-baik saja, kalau soal Daffa mendingan tidak usah deh soalnya melihatnya saja sudah membuat Aku teringat dengan kelakuan yang lebaynya Papanya kemarin sampai-sampai membuat tante Adinda merasa tidak nyaman, " jelaskanlah karena memang kemarin dirinya juga merupakan seorang saksi ketika Kevin dengan begitu percaya dirinya mengganggu ketenangan Adinda di saat semua orang sudah mau pulang dan memulai aktivitas mereka kembali.


" Ya kali aku mau berdamai dengan manusia-manusia seperti itu nantinya dia bakal tambah besar kepala dan merasa kalau apapun yang dia lakukan aku akan baik-baik saja, ya sudah jadi gimana kamu mau ikut ke rumah kakek sama nenek atau tidak soalnya tadi pulang sekolah rencananya bakalan singgah ke sana sih bareng sama Arkan? " Kamila yang mendengar nama Arkan Oh tentu saja begitu antusias karena Siapa sih yang tidak bakalan tergoda dengan pria seksi kecil dan imut itu?


Kamila diam-diam mengagumi Arkan selain karena merupakan adik dari sahabatnya dan otomatis membuat dirinya tidak akan pernah terpisahkan dari Amelia, serta dirinya paling suka dengan gaya pria itu yang cuek dan juga terkesan tidak peduli Meskipun begitu banyak orang yang ngefans sama dia.

__ADS_1


" kamu tidak berbohong kan kalau ada Arkan di sana soalnya kebiasaan kamu kan selalu memancingku dengan menyebut nama Adik kamu itu kan, kalau memang tidak Ya sudah aku bakalan ikut dengan senang hati tanpa ada unsur paksaan dan juga tanpa ada yang namanya berpikir dua kali! "ujar Kamila antusias membuat Amelia ingin sekali tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.


" Ya ampun kamu Yang benar saja deh jadi orang Masa Iya adikku sekecil itu yang lebih mudah 3 tahun dari kamu malah ingin kamu embat begitu saja, Wah kamu lama-lama dijatuhi pasal terlapis loh karena sudah memaksa anak kecil untuk bersikap menjadi orang dewasa ," ejek Amelia membuat Kamila menatap kesal ke arahnya soalnya selalu saja seperti begitu jawabannya ketika dirinya menunjukkan wajah yang begitu antusias saat ada pembahasan mengenai Arkan.


" kamu jadi orang itu sangat keterlaluan sekali loh, harusnya kamu mendukung Apapun yang aku lakukan biar nantinya kita tidak akan pernah terpisahkan lagi sampai selamanya soalnya kan aku merupakan adik iparnya kamu? emangnya kamu tidak bahagia melihat adik ipar secantik dan juga sekeren aku ini, padahal orang lain sedang berlomba-lumba loh untuk bisa mendapatkan perhatian dariku yang sangat sempurna? "kamilah terlihat begitu narsis sampai-sampai tidak sadar jika saat ini dirinya telah menjadi bahan tuntunan dari Naura CS.


" Idih amit-amit jabang bayi deh kalau sampai aku punya adik ipar seperti kamu yang ada duniaku bakalan langsung berantakan saat itu juga, pokoknya kalau sampai beneran terjadi malam pertama aku tidurnya di tengah dan tidak akan pernah mengizinkan kamu berdekatan dengan adikku! "ancam Amelia membuat Kamila merasa gemas dengan perkataan dari sahabatnya itu.


" ya Mana bisa begitu dong, yang ada kalau sampai hal itu terjadi pokoknya kami bakalan membius kamu sampai kamu tidak sadarkan diri Lalu setelah itu kami saat itu juga akan mengembalikan kamu ke habitat kamu yang semula! "ujar kamilah dan kini pembahasan mereka berdua itu sebenarnya merupakan pembahasan yang hanya untuk mengalihkan perhatian mereka dari Naura dan juga Daffa yang dari tadi itu sepertinya tidak pernah berhenti untuk menatap ke arah mereka berdua padahal jelas-jelas keduanya sedang tidak ingin meladeni semua orang yang ada di sekitar.


" kamu sekarang Coba lihat deh kira-kira itu cucunguk lagi sedang menatap ke arah kita atau tidak, kalau tidak ya sudah Sekarang juga kita pergi ke sekolahannya Arkan supaya nanti ketemu Papi sama maminya di sana saja? "Amelia sudah Jengah dari tadi berakting biasa saja tidak peduli dengan sekitarnya padahal sebenarnya hatinya itu sedang tidak suka ketika menjadi bahan perhatian semua orang yang ada di tempat itu.


" kamu kan di Most Wanted di sekolah ini kalau aku sih the most rengginang yang paling terkeren di tempat ini, jadi kalau misalnya mereka tidak melihat ke arah kita itu mata mereka bakalan sakit saat itu juga karena merasa sengsara," sahut Kamila mengedipkan matanya sebelah membuat Amelia hanya menggelengkan kepalanya sebab dipikirannya tadi semua orang mungkin sudah tidak terlalu peduli dengan keberadaannya tetapi sekarang Percayalah kalau dirinya itu sedang menjadi viral mungkin karena kejadian kemarin atau mungkin karena dirinya yang menjauh dari kedua pria tenar di sekolah itu yaitu Arfan dan juga Daffa.


Naura menatap tidak suka ketika melihat Amelia yang cuek terhadapnya bahkan lebih parahnya lagi sahabatnya Amelia yaitu Kamila malah berlagak seperti Tengah mengejek dirinya, pokoknya wanita itu tidak akan pernah melupakan semua yang terjadi dalam hidupnya dan juga sikap Arfan yang tidak pernah peduli dengan segala macam keluh kesah yang tengah ia lontarkan.


" pokoknya aku bakalan bikin perhitungan kepada dia karena sudah berani-berani yang mempermalukan aku seperti tadi, dan juga untuk Arfan Aku akan membuat pria itu membalas semua sakit hati selama 2 tahun ketika kami berhubungan, " gumam Naura yang didengar jelas oleh Cecil dan juga Erina.


" ya memang harus seperti begitu jangan diam saja dan melihat kita menjadi bahan ledekan semua orang, geng kita kan yang paling terkenal di sini masa iya kita harus kalah sama mereka berdua yang jelas-jelas tidak ada apa-apanya? "sahut Erina.

__ADS_1


__ADS_2