
Adinda kali ini tidak bisa berkata apapun karena dirinya benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi kepadanya saat ini, Bagaimana tidak hidupnya berubah drastis ketika hubungan satu malam yang terjadi padanya kini.
Belum lagi perubahan yang terjadi kepada dirinya itu akan ia tanggung sendiri tidak akan pernah dirasakan oleh Kevin kedepannya, membuat wanita itu benar-benar ingin sekali melenyapkan apa yang tengah berada di dalam tubuhnya saat ini.
Adinda yang biasanya ceria dan juga selalu saja menggoda siapapun di dalam rumah itu kini hanya memilih untuk mengurung diri di dalam kamar, Lalu setelah itu tidak pernah lagi berbicara dengan siapapun ketika dipanggil makan pun ia hanya menyendokan beberapa sendok nasi Lalu setelah itu tidak menyentuh makanannya sedikitpun.
Mungkin Tuhan sedang merasa Sayang kepadanya maka ia tidak pernah merasakan yang namanya morning sickness, membuat Hendra dan juga Silvia sedikit terbantu dengan keadaan yang dirasakan oleh anak mereka itu kini karena biarpun nafsu makan Adinda menurun tetapi ada vitamin dan juga perhatian yang bisa mereka berikan secara langsung.
"kamu kalau seperti begini terus mama itu jadi bingung, yang melakukan kesalahan kamu tanpa kami perintahkan bahkan dari awal kami sudah melarangnya Tetapi malah kamu menghukum kami dengan diam seperti begini! setidaknya kamu menghargai perasaan kami sebagai orang tua kamu, yaitu dengan cara kamu ngomong apa yang kamu inginkan bagi masa depan kamu dan juga agar kami bisa memilih langkah yang terbaik yang harus bisa kamu jalankan. "ujar Silvia membuat Adinda menatap ke arah Mamanya tersebut.
"aku akan memulai semua dari awal tetapi anak ini setelah lahir Aku tidak akan pernah mau menyentuhnya, karena dia tidak pernah aku harapkan kehadirannya hanya kalian saja yang ingin mempertahankannya! "tegas Adinda dan Lagi Dan Lagi Hanya itulah kata-kata yang didengarkan dari mulutnya oleh kedua orang tuanya.
"anak itu sebenarnya tidak punya salah dia hadir karena dosa yang dilakukan oleh orang tuanya, dan seharusnya kamu sadar malah bukan berbuat seperti itu seolah-olah dia tidak pantas kamu pertahankan dan juga dia itu adalah sesuatu hasil yang tidak pernah kamu duga! "ujar Silvia penasaran dengan perubahan sikap anaknya dan juga gaya berpikir Dinda yang sudah semakin sempit seolah-olah apa yang ia katakan itu merupakan sebuah kebenaran dan tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya sama sekali..
"tetap saja aku tidak akan pernah mau menerima anaknya di dalam kehidupanku sampai kapanpun, terserah semua orang mau menganggapku sebagai orang tua yang tidak tahu diri dan juga tidak sadar dengan apa yang dilakukan karena aku tidak peduli sama sekali! jika Papa sama Mama menyayangiku setelah anak ini lahir Aku akan pergi dari kehidupan kalian dan tidak akan pernah kembali lagi, anggap saja anak ini sebagai penggantiku karena aku tidak ingin melihat wajahnya yang membuat kehidupanku dan juga kebebasanku harus terenggut akibat kehadirannya! "ujar Adinda dengan penuh keyakinan bahkan bisa dibilang dirinya sepertinya tidak merasa bersalah dengan apa yang diucapkannya seolah-olah semua pemikirannya itu adalah sesuatu hal yang sangat benar untuk dilakukan.
Silvia benar-benar tidak menyangka jika kegigihan Adinda menolak kehadiran anak di dalam perutnya itu memang benar-benar begitu kuat, karena sampai di kehamilannya yang sudah memasuki bulan ketiga ini Adinda tetap tidak ingin memeriksakan kesehatannya karena dengan beralasan bahwa anak itu lahir tanpa ia minta pasti bakalan selalu kuat di dalam kandungannya.
__ADS_1
alhasil setelah Silvia mengamuk dan juga mogok makan selama semingguan akhirnya Adinda memilih untuk mengikuti keinginan orang tuanya untuk pergi memeriksakan kondisinya, karena cukup dirinya yang melakukan kesalahan jangan sampai akibat kesalahannya Itu mamanya pula yang bakalan kesulitan nantinya.
"seumur hidup Mama sampai rambut sudah menguban seperti ini dan juga usia yang mau masuk kepala empat baru kali ini bertemu dengan orang yang tidak punya hati nurani seperti kamu, maunya enaknya saja tetapi Dampak yang diakibatkan tidak ingin kamu hadapi seolah-olah itu merupakan barang biasa padahal ini menyangkut nyawa seorang anak!"sinis Silvia tetapi Adinda memilih tidak ambil pusing terserah Mamanya itu mau berbicara apapun yang penting intinya pikirannya tidak akan pernah berubah soal kehadiran anak itu di dalam hidupnya.
"Kamu kenapa Adinda keras kepala seperti itu, Emangnya kamu tidak pernah memikirkan perasaan kedua orang tua kamu kalau sampai memiliki anak yang tidak tahu tanggung jawab seperti kamu? kalau memang dari awal tidak sadar bahwa nanti ada konsekuensi yang bakalan terjadi, lebih baik langsung sadar diri dan tidak melakukan kesalahan daripada sudah seperti begini kamu berperilaku seperti seorang wanita yang tidak punya harga diri dan maunya hanya dihamili oleh pria tetapi hasilnya tidak akan pernah ingin kamu rasakan! "sudah habis kesabaran dari Arga karena selama ini dirinya yang selalu bolak-balik kuliah Kemudian datang mengurusi Adinda begitulah seterusnya bukan karena ia yang bakalan akan bertanggung jawab melainkan hanya tidak tega ketika melihat wanita itu terpuruk.
tetapi apa yang didapatkannya sungguh-sungguh di luar dari ekspektasinya selama ini, yaitu penolakan setiap saat yang dilakukan oleh Adinda terhadap semua orang di sekitarnya belum lagi tidak ingin memberi makan kepada anak yang di dalam kandungannya pokoknya begitulah alasan yang diberikan oleh Adinda.
Arga bukanlah seorang pria kasar di Novel jadi tidak peduli Jika seorang wanita hamil diluar nikah sebab dirinya adalah seorang pria yang berpegang teguh dengan yang namanya kesetiaan, dari awal Arga sudah Menjaga Hati untuk tetap terpaut kepada Adinda Persetan siapa nanti yang bakalan bersanding dengan wanita itu yang penting intinya kesetiaannya tidak akan bisa diukur oleh siapapun.
"kamu diam Arga, karena kamu tidak tahu apapun! aku yang merasakannya dan aku yang memikul malunya ke mana saja, hanya kalian yang katanya ingin menghiburku tetapi Penghinaan itu menyebut Namaku bukan nama kalian semua kan? "tanya Adinda membuat Arga menggosok wajahnya frustasi.
"Arga kamu berhenti dong Aku masih pengen ngomong sama kamu, Kenapa sih kamu sekarang itu suka marah-marah kepadaku padahal aku tidak pernah melakukan kesalahan lho kepada kamu ? "omel Adinda kesal karena harga sekarang itu datang hanya untuk memarahinya Lalu setelah itu pergi lagi tidak peduli dengan keinginannya sama sekali bahkan bisa dibilang keinginannya itu diacuhkan oleh Arga.
pria yang dipanggil namanya tadi menghentikan langkah kakinya ketika hendak membuka pintu kamarnya Adinda, kekecewaan yang ia rasakan sampai-sampai membuat air mata seorang pria tangguh sepertinya akhirnya lolos juga.
"aku bakalan pergi ke suatu tempat yang sangat terpencil yang tidak akan pernah ada alat komunikasi yang bisa digunakan di sana, setelah kamu melahirkan aku bakalan kembali ke sini dan membawa kamu pergi untuk memulai hidup baru seperti yang kamu katakan tadi! jika saat aku pergi Nanti kamu berubah pikiran itu membuat aku merasa bersyukur karena hati kamu memang terbuat dari emas, tetapi jika aku pergi Nanti kamu memang tetap pada pendirianmu aku bakalan minta izin kepada kedua orang tuamu untuk membawa kamu pergi dan mengajarkan bagaimana menjadi seorang single Mami yang bisa membuat anak sendiri merasa bahagia! "setelah mengatakan hal itu harga pun pergi membuat Adinda Ya tentu saja tidak terima dan berlari menuruni tangga mengejar Arga karena hanya pria itu yang selama ini selalu menemaninya ya Meskipun mereka tidur dalam jarak yang terpisah karena Adinda di tempat tidur sedangkan Arga di sofa.
__ADS_1
"Arga stop aku mohon, Kalau kamu pergi sekarang aku juga langsung ikut dengan kamu! Di sini tidak ada yang mengerti dengan perasaanku dan juga tidak ada yang mengerti dengan keinginanku sedikitpun, kalau kamu memperlakukan aku seperti itu Percayalah Kalau kamu tidak akan pernah bertemu denganku suatu saat nanti ketika kamu kembali!"lirih Adinda tetapi Arga memilih untuk tidak peduli sama sekali.
"Ya sudah kalau memang saat aku kembali tidak bertemu dengan kamu aku merasa bahwa itu merupakan sebuah keberuntungan buatku karena tidak menatap wajah wanita egois seperti kamu itu, tetapi kalau aku kembali nanti dan kita bertemu yaitu artinya Tuhan Memang memberikan kamu sebagai tanggung jawabku dan aku juga percaya kalau memang kita berjodoh maka mau lari ke dunia bagian manapun tetap akan kembali bertemu. "jelas Arga lalu dengan langkah kakinya yang panjang segera menuju ke arah mobilnya membuat Adinda menangis tergugu di bawah lantai karena tidak menyangka sahabatnya itu pergi meninggalkannya disaat seperti ini.
"kami sebagai orang tua kamu saja benar-benar merasakan kekecewaan, apalagi dia yang selama ini berada di sisi kamu entah bagaimana rasa kekecewaannya itu tidak pernah ditunjukkan sampai kamu pun tidak sadar kalau sebenarnya setiap hari dia selalu ingin pergi mencari Kevin untuk meminta pertanggungjawabannya tetapi apa yang dia dapatkan malah hanya pengusiran dan juga caci maki serta mereka menuduhnya kalau dia merupakan ayah biologis dari anak itu! Jadi kalau sekarang dia sudah capek dan juga mengalah maka itu sangat masuk akal, karena sesabar-sabarnya seseorang pasti bakalan habis juga dan memilih tidak ingin ribut akhirnya Pergi juga. "Adinda tidak percaya Jika Arga pergi disaat dirinya seperti ini Padahal seharusnya deh harga selalu menemaninya dan juga membuat dirinya tepat nyaman namun apa yang ia dapatkan malah ditinggalkan seperti yang dilakukan Kevin...
Arga pergi menemui kedua orang tuanya yang kebetulan Tengah duduk sampai di ruang keluarga, penampilan pria itu benar-benar hancur berantakan seolah-olah baru habis mengajak seseorang lawannya berduel.
"kamu Kenapa Arga? Jangan bilang Adinda menolak kamu lagi, dan tidak ingin kamu bertanggung jawab terhadap kehamilannya? Aduh itu anak maunya apa sih sudah ada yang dengan tulus mencintainya tetapi malah bersikap seperti itu terus, terus kamu mau mengambil langkah Seperti apa nanti kamu tenang saja karena Papa dan Mama bakalan selalu mendukung apa yang kamu inginkan?"tanya Selly yang merupakan Mama dari Arga dan juga sahabat dekat dari Silvia dan juga Hendra yang merupakan Teman waktu dirinya sekolah dulu.
"apa Katanya mau membangun kilang minyak di tengah laut itu apakah makanan dilakukan dalam waktu dekat ini, kalau memang iya aku bakalan ikut pergi ke sana untuk memantau proyek secara langsung? "pertanyaan Arga itu membuat kedua orang tuanya sontak begitu terkejut karena tidak percaya jika Putra mereka yang selama ini tidak pernah mau jauh dari Adinda malah mengajukan pertanyaan yang begitu konyol dan juga sangat tidak masuk akal.
"kamu ini apa-apaan sih Arga, Kok bisa-bisanya ambil keputusan itu tanpa ngomong sama Papa dan Mama dulu? biar nanti kita diskusikan sama-sama dulu kemudian mengambil jalan keluarnya yang seperti bagaimana, kamu jangan asal menciptakan sesuatu bahasa yang membuat kami sebagai orang tua panik dong nak! "tolak Feli secara tegas tetapi Arga langsung berlutut di hadapan kedua orang tuanya sambil menundukkan wajahnya.
"Arga Mohon untuk kali ini saja turuti kemauanku, hatiku sakit Mah melihat dia seperti itu yang tidak mau makan dan juga tidak mau minum serta kalau malam tidak bisa tidur dan belum lagi penolakannya terhadap anaknya sendiri! Padahal Arga saja sedang berusaha mati-matian agar tetap bisa menerimanya dan juga menerima keadaannya serta kekurangannya, tetapi sepertinya mau memperlakukannya bagaimanapun Adinda tetap tidak akan pernah menyadari perasaan Arga sedikitpun! tolong pahami perasaanku dan juga rasa sakit yang sedang aku rasakan ini jika ini semua bukanlah sebuah hal yang bercanda, Aku ingin menenangkan diri Lalu setelah itu saat kembali bakalan menerima apapun yang menjadi keputusannya. "lirih Arga sambil menangis membuat kedua orang tuanya Saling pandang karena sekuat-kuatnya anak mereka selama ini di hadapan mereka tidak pernah harga sampai menangis Tetapi hanya karena Adinda anaknya yang begitu cool dan juga tangguh serta tampan dan juga berkarisma menangis.
"kamu yakin bakalan pergi, apa kamu tidak ingin menemani Adinda sampai dia benar-benar membuka hati dan menerima anaknya itu? mungkin dengan begitu kehadiran kamu pun bakalan berpengaruh dalam hidupnya, Soalnya kamu berjuang sudah lama loh nak tetapi masa iya sudah seperti begini kamu harus berhenti? "bujuk Selly lagi sebab hanya Arga yang dirinya punya masa iya anaknya itu harus pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"aku sudah berjanji padanya tidak akan muncul beberapa lama dan juga tidak akan pernah bisa dihubungi, maka dari itu sebagai seorang pria sejati Aku harus bisa memulai Semuanya dari awal tanpa membiarkan mataku sakit melihat sikap Adinda yang semakin hari semakin menjadi. "tolak Arga lagi membuat Dani memilih untuk menyetujui apa yang dikatakan oleh anaknya itu.