SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Bertemu


__ADS_3

Arga begitu merasa terbantu ketika selama dirinya berada di situ, karena semua karyawan yang bekerja di tengah lautan itu terlihat begitu menerima kehadirannya dan juga mau mendengarkan saran yang ia sampaikan.


Ya meskipun bisa dibilang Dirinya belum secara resmi menggantikan Papanya memegang perusahaan tetapi saya tidaknya mereka mau mendengarkan apa yang ia katakan, dan itu merupakan sebuah hal yang memang patut disyukuri karena dengan begitu otomatis ia tidak pernah merasa sendirian di situ Dan juga mungkin merasa bahwa kehadirannya benar-benar dibutuhkan.


"aku berangkat dulu ya semuanya tolong Kalau bekerja hati-hati usahakan mengutamakan keselamatan dibandingkan yang lainnya, kalau memang ada waktu kita bakalan bertemu lagi dan juga mungkin di lain kesempatan yang tidak pernah kita duga seperti yang aku alami saat ini ! "pamit Arga lalu pergi dari situ karena biar bagaimanapun ia harus kembali saat ini juga sesuai dengan keinginan dan juga Perkiraannya yang mungkin ia yakini tidak akan pernah meleset seperti yang sudah-sudah.


pria itu sudah berjanji mau bagaimanapun keadaannya tetap dirinya akan kembali dan berusaha untuk bertemu dengan Adinda, entah bagaimana keadaan wanita tersebut dirinya juga tidak bisa memastikannya secara langsung karena selama ini mereka tidak pernah berkomunikasi dalam bentuk apapun.


Devon saat ini tengah berbelanja seperti yang sudah Ia janjikan di hadapan semuanya bahwa dirinya akan membeli semua keperluan Amelia tanpa terkecuali, padahal kakek dan neneknya sudah menyiapkan semuanya tetapi pria itu tetap saja antusias untuk melakukannya ya mau tidak mau mereka semua menyetujuinya soalnya kan kasihan orang ingin melakukan sebuah kebaikan tetapi kita malah melarangnya.


entah mungkin karena kedua manusia itu berjodoh atau mungkin hanya kebetulan saja tetapi saat ini Viola juga berada di tempat yang sama dengan Devon, wanita itu benar-benar terkejut ketika melihat Devon sedang berada di bagian yang menyiapkan kebutuhan bayi padahal setahunya pria itu belum menikah dan juga sedang tidak memiliki keluarga dalam keadaan hamil besar dan mau melahirkan.


Viola mengikuti Devon kemanapun pria itu pergi karena ia ingin menjawab rasa penasarannya tentang apa yang dilakukan oleh Devon di tempat itu, sungguh ia benar-benar tidak percaya seorang pria single mau saja melakukan hal-hal yang jarang sekali dilakukan oleh orang-orang karena kebiasaan hal itu selalu dilakukan oleh orang-orang yang berpasangan..


"Devon Kok bisa ada di stage yang menyediakan beraneka ragam keperluan bayi, padahal kan dia belum menikah dan juga tidak punya istri sekarang masa iya dia mau melakukan hal itu? padahal dulu semasa kuliah jangankan mau pergi berbelanja aku ajak pergi kemanapun saja susahnya minta ampun, jangan bilang ini semua dia siapkan untuk anak dari wanita yang jelas bukan siapa-siapanya itu? ya Mana bisa Aku tidak percaya kalau dia itu bukan siapa-siapa orang wanita itu waktu itu sendiri yang bilang kalau mau dia dengan dia pun tidak ada hubungan sama sekali, dia pun kenapa sih semakin hari semakin susah untuk didekati bahkan terkesan lebih senang menjauh dariku seolah-olah aku ini hanyalah parasit yang tidak pantas untuk didekati? "gumam Viola monolog dan alhasil dirinya tetap saja Setia menguntit Devon kemanapun pria itu pergi padahal sejatinya Ia datang ke tempat itu untuk berbelanja kebutuhan yang disuruh oleh mamanya tadi tetapi Percayalah menurutnya apa yang ia lihat saat ini lebih penting dibandingkan urusan apapun itu.


Devon yang dari tadi merasa diikuti langsung mewaspadai keadaan sekelilingnya karena takutnya Jangan sampai ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab sedang merencanakan sesuatu yang buruk, bukan karena dirinya takut dan juga tidak bisa menjaga diri dari apa yang terjadi hanya saja Bukankah mewaspadai sesuatu dari awal itu merupakan sebuah keharusan karena dirinya juga harus buru-buru kembali ke rumah sakit untuk bertemu dengan semuanya.


"perasaan tadi ada yang mengikutiku deh kok sekarang tidak ada, Jangan bilang itu merupakan hantu yang gentayangan dan tidak punya pekerjaan sama sekali sehingga menggangguku? "gumam Devon sedikit bergidik ngeri karena menurutnya hantu itu bisa muncul di mana saja terserah mau itu di kota besar atau negara maju sekalipun.

__ADS_1


Viola yang sedang bersembunyi ya Otomatis tidak terima dong ketika dirinya dikatain sebagai hantu yang gentayangan, masa iya dirinya sudah berdandan perfect habis malah direndahkan seperti itu ya jelas saja tidak terima.


Maka dari itu Viola tentu saja langsung muncul di hadapan Devon dan memasang tatapan tajamnya karena enak saja pria itu sudah menjatuhkan harga dirinya dengan mengatakan bahwa dirinya itu merupakan makhluk astral yang tidak terlihat, ya kalau misalnya menyamakan dirinya dengan sesuatu yang indah dan juga sangat berkesan tidak masalah tetapi kalau sesuatu yang sangat membuat ia merasa seperti bukan dirinya sendiri Oh tentu saja dirinya tidak akan pernah tinggal diam ferguso.


"Kamu itu kalau ngomong Pikir dong Devon, masa iya aku model seperti begini tetapi kamu malah mengatakan kalau aku itu merupakan hantu? asal kamu tahu saja ya aku ini sebenarnya orang paling dicari di satu Kota Jerman hanya kamunya saja yang tidak peduli dengan keadaanku dan juga keberadaanku di sekitar kamu, seolah-olah aku ini merupakan boneka Annabelle yang tidak pantas untuk didekati tetapi harusnya dibuang begitu saja? "sarkas Viola tajam karena kalau dirinya diam saja ya otomatis Devon bakalan terus bersikap seperti itu maka dari itu jangan salahkan kalau dirinya marah dan juga mengatakan protes yang memang harus ia sampaikan.


"loh kamu ada di sini juga memangnya, Apa yang kamu lakukan di tempat ini? sudah pergi sana jangan mengganggu kegiatanku karena aku lagi ingin fokus agar tidak ada yang ketinggalan, Tetapi kalau kamu di sini terus ya Otomatis aku bakalan melupakan hal-hal penting ini?"usir Devon sambil mengibaskan tangannya berharap agar Viola paham dan juga mau apa yang ia inginkan karena Biar bagaimanapun pengalaman berbelanja pakaian bayi itu seumur hidup baru ia lakukan saat ini.


Viola Mendes kesal ketika Lagi Dan Lagi Devon selalu memberikan penolakan untuknya, padahal pertanyaannya apa sih kekurangan darinya Kalau dibilang cantik oh jelas dirinya merupakan standar kecantikan dari seorang wanita Jerman kalau ditanya soal pendidikan ya dirinya merupakan wanita berpendidikan Terus kalau ditanya soal struktur sosial dari keluarganya dia juga merupakan anak dari keluarga terpandang jadi tidak ada kekurangannya sama sekali.


"Kamu itu kenapa sih tidak pernah mau menghargai keberadaan aku di sekitar kamu seolah-olah aku ini adalah sebuah bom yang siap meledak sewaktu-waktu, padahal aku sudah berusaha memberikan pengertian dan juga menghargai kamu tetapi kok susah sekali ya kamu untuk peka dengan semuanya? "tanya Viola yang tidak terima ketika tetap saja disalahkan dan juga tetap saja diusir ketika ia berusaha untuk mendekati Devon.


"Maaf kenapa jadi kamu yang menderita ya sekarang, Padahal aku hanya tidak ingin diganggu oleh kamu dan itu sepertinya tidak ada salahnya sama sekali? kalau memang kamu merasa tidak nyaman dengan apa yang aku katakan ya sudah masing-masing saja jalannya tidak usah saling mengganggu satu sama lain, karena aku juga memang tidak ada niatan untuk mengganggu kamu apalagi ingin mendengar ocehan kamu yang hanya membuat kepalaku sakit! "ujar Devon tidak terima sebab menurutnya kalau memang Viola ingin melayangkan otomatis ya seharusnya bukan untuk dirinya karena memang Ia dari tadi tidak ada niatan untuk mengganggu wanita itu jadi mau berbicara seperti apapun atau mau bagaimanapun Ya terserah dirinya saja dia penting Intinya jangan pernah mengganggu ketenangannya.


"Jadi ceritanya kamu tidak ingin aku membantu kamu berbelanja untuk anak Panti Asuhan, Bukankah Sepertinya kamu itu sedang mencari banyak barang dan urusan seperti ini kan harusnya urusan wanita? "tawar Viola yang sebenarnya sengaja mengatakan hal itu agar ia bisa mendengar kira-kira Sebenarnya manusia beruntung Siapa yang sedang diperhatikan oleh Devon sampai-sampai mengabaikan dirinya Lagi Dan Lagi.


"Maksud kamu anak Panti Asuhan yang mana? Jaga ucapan kamu jangan pernah mengatakan kalau Ameliaku itu merupakan anak Panti Asuhan, karena sekali lagi kamu mengatakan hal itu aku sungguh tidak akan segan-segan untuk menyakiti kamu!"Devon jelas tidak terima kalau ini semua ada menyangkut dengan Amelia ya meskipun itu nantinya kalau anaknya itu kembali berkumpul dengan orang tua kandungnya tidak masalah yang penting intinya dirinya tetap menganggap Amelia adalah anaknya dan kalaupun nanti ia mempunyai keluarga sendiri maka Amelia merupakan anak sulungnya.


jodoh memang tidak akan pernah kemana itulah yang selalu diharapkan oleh Devon siang malam Agar Mungkin Tuhan bisa membuka pikiran Adinda supaya bisa menerima kehadirannya, sebab dirinya begitu tulus menyayangi wanita itu kemudian tidak akan pernah membiarkannya dan juga tidak akan pernah menyakiti Adinda seperti yang dilakukan oleh pria yang berada di masa lalunya itu.

__ADS_1


"Oh jadi ceritanya ini bukan untuk anak Panti Asuhan ya, kalau begitu ini untuk siapa dong soalnya kamu belanjanya banyak banget sudah seperti sedang membelanjakan untuk orang-orang satu gedung? "nah tuh kan Viola itu bisa dibilang lidahnya itu suka berbelit-belit padahal langsung to the point saja mengatakan semuanya seperti ini tidak ada salahnya.


Devon Mendengus kesal ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Viola barusan, sebab sepertinya wanita itu sedang mencari tahu apa yang menjadi urusannya saat ini mungkin dengan begitu ya bisa cari muka ataupun ingin melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.


"apa kita pernah punya hubungan serius atau mungkin sekarang sedang menjalani hubungan yang begitu Serius, sampai-sampai kamu begitu akrab dan juga memaksa untuk selalu dekat denganku dan juga mengganggu segala macam aktivitasku? Oke kalau memang kamu tidak punya pekerjaan di rumah dan hobinya mengganggu orang lain yaitu terserah kamu karena aku tidak akan pernah ikut campur sedikitpun di dalamnya, tetapi yang menjadi harapanku adalah kamu jangan pernah mengganggu ketenanganku apalagi melakukan sesuatu hal yang nantinya akan kamu sesali seumur hidup karena sudah terlalu lancar ikut campur urusan orang lain! "setelah mengatakan hal itu Devon pun pergi karena terlalu peduli dengan orang-orang yang terlalu cari muka itu hanya membuang-buang tenaga dan juga pikiran serta waktu yang sangat berharga tetapi tidak dihargai.


Viola yang merasa tidak dihargai memilih untuk mengejar Devon Terserah mau orang lain beranggapan Seperti apa tentangnya yang penting intinya niatnya untuk mendapatkan pria itu tercapai, toh lagian kalau memang orang lain peduli dengan urusannya Memangnya ia mengenali mereka Tentu saja tidak Kan Jadi tidak usah terlalu diambil pusing yang penting intinya niatnya harus tercapai saat ini juga.


"Kamu kenapa sih malah mengikuti terus? sudah tidak ada kegiatan lain lagi, Ya sudah pergi bantu para tunanetra untuk melakukan aktivitas mereka kan lebih manusiawi?" Omel Devon tidak terima soalnya Viola itu terlalu mengganggu ketenangannya.


"Aku itu hanya ingin membantu kamu Memangnya ada salahnya, supaya Mungkin kamu bisa segera pulang ke rumah Soalnya aku kasihan kalau kamu sendirian? Lagian Jangan marah-marah gitu dong masa iya berbelanja keperluan bayi tapi sendiri tidak bawa gandengan, Pasti orang akan merasa Curiga dengan apa yang kamu lakukan Jadi kalau misalnya ada bersamaku kan mereka pasti bakalan tahu Oh ternyata kamu ini sebenarnya sudah punya gandengan! "tawar Viola lagi membuat telepon ingin sekali muntah karena sampai mau ukur nama balik dari arah Barat ke Timur pun ia tetap tidak akan pernah mau berduaan dengan wanita tersebut.


"Viola please stop it! Aku sedang tidak ingin meladeni kamu karena aku sedang terburu-buru saat ini, kalau memang kamu ingin membahas sesuatu Oke aku bakalan memanggil asistenku agar kamu bisa berbicara dengannya tetapi untuk saat ini aku mohon dengan sangat Jangan menggangguku!"tegas Devon dengan nada bicara yang tidak ingin dibantah membuat Viola sedikit ketakutan karena tidak selamanya pria itu bersikap seperti tadi karena Devon selalu menolaknya secara halus lalu pergi tetapi yang tadi dikatakan telepon itu benar-benar melukai harga dirinya.


Devon pergi dari situ sambil berusaha menahan emosinya karena moodnya untuk berbelanja tiba-tiba hilang tetapi bersyukur karena sebagian besar keperluan Amelia sudah berhasil dibelinya, untuk yang lainnya biar nanti esok hari mungkin bakalan ya belanja lagi tetapi untuk sekarang biarlah sudah cukup sampai di situ daripada emosinya bakalan tidak stabil setiap kali bertemu dengan wanita aneh bin ajaib seperti Viola.


"dasar wanita aneh dan juga tidak berguna bisa-bisanya hobinya mencari masalah dengan seorang pria mereka seharusnya menjaga diri jangan sampai pria-pria yang mereka goda itu adalah orang-orang yang sangat suka mengambil kesempatan dalam kesempitan? "omel Devon yang benar-benar merasa gemas dengan ciri-ciri wanita seperti Viola itu yang hobinya hanya mengganggu ketenangan orang lain yang hobinya hanya menginginkan apa yang ia inginkan dan juga tidak pernah merasa malu ketika dipermalukan seperti tadi.


In Hospital

__ADS_1


Adinda terlihat Tengah menimbang anak di dalam pelukannya dengan begitu pelan sambil sesekali bersenandung pelan, dirinya yang berusia 19 tahun Ternyata harus menjadi seorang ibu muda seperti ini tetapi bersyukur karena masa putih abu-abu sudah berhasil ia lewati dengan baik tinggal nanti dirinya melanjutkan kuliah di fakultas kedokteran yang tentunya tidak akan pernah meninggalkan Amelia dengan siapapun meskipun itu dengan kedua orang tuanya.


__ADS_2