
sepanjang perjalanan Kamila hanya menatap sinis ke arah Davin karena menurutnya mulut pemuda itu terlalu jujur karena saking jujurnya sampai-sampai mengatakan hal yang sangat keterlaluan, setidaknya setiap kali berbicara ya dijaga mungkin dengan begitu tidak akan membuat orang lain merasa tersinggung dengan apa yang dilakukannya?
bukan ingin menjadi seseorang yang tidak sadar diri kalau sebenarnya yang dikatakan Davin itu benar kalau mereka itu pantasnya dipanggil mbak menyangkut usia terpaut lumayan jauh 3 tahun, Tetapi Kamila menolak sebab saat ini di hadapannya ada Arkan yang super ganteng kece badai membahana Dan intinya membuat otak sehat Jadi tidak berfungsi dengan benar.
" eh pokoknya kamu ingat ya jangan coba-coba Kamu memanggilku dengan sebutan yang tadi atau aku bakalan benar-benar mengajak kamu untuk perang dunia Soalnya kamu itu anak kecil tapi kurang ajarnya minta ampun, dan satu lagi Harusnya kamu sadar diri tidak boleh sembarangan ngomong kepada orang yang lebih tua karena nantinya mulut kamu itu bakalan miring sebelah! "omel Kamila ketika Davin terus-menerus memanggilnya dengan sebutan Mbak.
Davin Ya jelas aja tidak terima ketika mendengar protes yang dilayangkan oleh Kamilah barusan, masa iya mbak yang merupakan panggilan kesayangan untuk semua orang yang lebih tua tetapi wanita itu malah menolak mentah-mentah.
" tidak bisa seperti itu dong masa iya aku mau manggil dengan sebutan Mbak Kamila tetapi tidak diijinkan sama sekali, sekarang pertanyaannya letak kesalahan aku itu ada di mana karena menurutku semuanya baik-baik saja tidak ada masalah sedikitpun? "tanya Davin yang tetap saja pada pendiriannya biarpun Bela menolak namun ia akan tetap melakukan hal itu.
Kamilah membulatkan matanya sempurna dan ingin sekali menerkam manusia seperti itu karena bisa-bisanya susah sekali untuk diatur, setidaknya harus paham dengan apa yang ia katakan mungkin dengan begitu tidak terjadi keributan kepanjangan di dalam mobil ini padahal Arkan dan juga Amelia dari tadi diam saja.
" Jadi ceritanya Mbak Kamila memang benar-benar tidak Mau dipanggil seperti itu, terus Masa iya kami harus panggil orang yang lebih tua itu hanya menggunakan nama saja padahal mbak Amelia saja tidak menolak kalau aku memanggil seperti itu? "kali ini akan ikutan menimpali percakapan orang yang ada di bangku belakang mobil tersebut.
Amelia tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh adiknya itu karena memang selama ini mereka selalu berusaha untuk menghormati satu sama lain, ya Meskipun usia 3 tahun itu sebenarnya usia yang tidak terlalu terpaut sangat jauh namun Adinda dan juga suaminya selalu mengajarkan anaknya untuk saling menghargai.
"aku malah bangga loh kalau dipanggil dengan sebutan Mbak, karena itu pertanda bahwa kita itu dihargai dan juga mereka tidak malu ketika melakukan hal itu di depan orang lain! lagian kamu kok susah sekali sih hanya tinggal bagian itu saja juga, kalau seperti begini terus yang ada kita bakalan tambah pusing lho dengan kelakuan kamu, "protes Amelia tidak terima membuat Kamila memilih untuk diam karena Lagi dan lagi ya pasti disalahkan.
" Kenapa dia Memangnya apa yang aku katakan tadi itu salah lagi di mata kamu, Jadi sekarang kamu merasa tidak terima jika aku mengatakan semuanya? "tanya Amelia yang ingin sekali tertawa ketika melihat wajah cemberut milik sahabatnya itu.
semua orang mendadak jadi sunyi ketika melihat Kamila memang benar-benar sedang ngambek membuat Amelia hanya menggelengkan kepalanya karena sebenarnya sahabat itu jarang marah sih Entah kenapa hari ini begitu sensitif, namun dirinya juga tidak mempermasalahkan hal itu telah tidak ada yang salah juga kan jika seseorang merasa tidak nyaman dengan keadaan sekitarnya.
" aku lagi marah sama kalian tidak mau ngomong sama sekali nanti kalau sampai di rumahnya kakek sama nenek pokoknya aku bakalan mengadu, lebih-lebih ini sama anak cucunguk yang sukanya cari perkara sama orang yang lebih tua darinya, " kamilah benar-benar menyimpan dendam untuk Davin membuat pemuda itu tertawa terpingkal-pingkal soalnya dirinya Sebenarnya tadi itu hanya bercanda saja dan juga sebenarnya memang harus seperti itu kalau harus menghormati orang yang lebih tua dengan memberikan panggilan yang membuat mereka merasa nyaman.
__ADS_1
"ya Ampun Mbak Kamila bisa tidak jangan marah-marah terus kepadaku seperti itu, sekarang masa iya aku hanya Panggil Hai Kamila salam kenal Nama aku Davin yang merupakan calon suaminya dari Mbak Amelia, " ujar Davin membuat Arkan mendengus kesal karena dari awal dirinya sudah berbicara kepada temannya itu agar Jangan coba-coba Menggoda kakaknya karena ia jelas tidak terima sama sekali.
" Davin berapa kali harus kukatakan kepada kamu jangan coba-coba kurang ajar dan juga menggoda kakakku seperti itu karena aku tidak terima, sekali lagi kamu cari perkara maka aku juga bakalan memberikan perkara untuk kamu sampai-sampai kamu lupa cara bernafas yang benar! "ancam Arkan.
Amelia ingin sekali tertawa melihat tingkah kocak dari Davin sebab menurutnya pemuda itu bercandanya memang sangat keren karena bisa membuat suasana tidak membosankan, karena kebetulan jarak sekolahnya Arkan ke rumah kakek dan juga neneknya itu lumayan jauh mungkin satu jam perjalanan dan itu terasa membosankan ketika hanya berada dalam mobil dan tidak ada perbincangan sama sekali.
"Terima kasih atas tawaran yang diberikan tetapi Sepertinya saya tidak berminat sama anak yang masih kecil yang hobinya ngambek ketika tidak mendapatkan sesuatu, dan satu lagi selera saya itu orang-orang yang keren kemudian sudah Mandiri Dan intinya punya uang banyak soalnya saya gila shopping loh," ujar Amelia Sambil tertawa membuat Kamila juga ikutan tertawa sebab menurutnya jawaban yang diberikan sahabatnya itu memang paling keren.
" kalau Arkan sudah punya penghasilan sendiri kan buat maksudnya nanti menafkahi aku ketika kita sudah menikah nantinya, kalau belum tenang saja deh nanti aku bakalan kerja keras dan tidak gila shoping seperti kakakmu itu Dan intinya aku akan setia sampai mau memisahkan, " kamilah mengatakan hal itu sambil tertawa karena memang inginnya hanya bercanda saja soalnya masa iya dirinya mau sama anak yang lebih kecil.
tak berselang lama mereka sudah sampai di kediaman keluarga Baratayuda yang begitu megah tinggi menjulang di permukaan, Dan intinya bangunan tersebut menandakan kalau orang yang tinggal di dalamnya bukan berasal dari kalangan biasa melainkan konglomerat tajir yang hartanya dipakai 7 turunan pun tidak akan pernah habis.
" Ayo masuk ke dalam sepertinya papi sama mami sudah sampai lebih dulu deh dari tadi, kalian sih munculnya terlalu lama nanti lihat saja pasti kita bakalan diomeli habis-habisan sama mami, "Amelia memarahi adiknya karena memang gara-gara sikap Davin dan juga Arkan yang terlalu lelet akhirnya mereka yang akan kena masalah pokoknya lihat saja nanti karena Adinda itu paling tidak suka jika ada orang yang terlalu molor waktunya.
" Nanti besok aku bakalan marahi gurunya deh Mbak, soalnya gara-gara gurunya yang membuat kami menjadi telat!
Arkan juga sebenarnya ikut ambil bagian di dalamnya soalnya tadi kalau dia tidak menghancurkan rambut torpedoku Pasti Kami bakalan cepat muncul, tetapi karena tangannya yang tidak bisa tenang dan suka mencari perkara akhirnya kami seperti begini keadaannya, "omel Davin yang tidak mau disalahkan sedangkan Arkan memilih hanya santai saja karena menurutnya maminya kalau marah ya marah-marah sayang itu terlihat sangat perhatian terhadap mereka Maka dari itu Ia sangat senang ketika Adinda terlihat begitu perhatian terhadap mereka.
adinda dan juga Arga kali ini Tengah berkumpul dengan kedua orang tuanya Adinda di ruang keluarga, Silvia terlihat begitu pucat karena memang usianya semakin tua membuat daya tahan tubuh seseorang itu semakin menurun.
__ADS_1
" Halo semuanya maaf kami baru datang soalnya tadi ada the king of the dramas lagi beraksi, tapi intinya kami sudah datang kan jadi Mami jangan marah-marah ya, "Amelia yang lebih tua ya otomatis harus menjaga adiknya sedangkan Davin dan juga Kamila yang dari tadi cerewet langsung terdiam ketika melihat ada harga dan juga Hendra yang wajah mereka penuh dengan ketegasan dan sepertinya susah untuk diajak bercanda.
Arga mengganggukan kepala pertanda tidak masalah yang penting intinya kedua anaknya sampai dalam keadaan selamat, sedangkan Adinda memindai penampilan anaknya satu persatu termasuk dengan teman-temannya kira-kira melihat apakah mereka baru habis jalan-jalan atau memang Tujuan dari sekolah langsung ke rumah.
Silvia yang melihat tatapan anaknya itu hanya bisa menggelengkan kepala karena dirinya sangat tahu kebiasaan Adinda yang paling tidak suka ketika ada yang datang terlambat, Hal itu membuat dirinya terkadang merasa lucu karena bisa-bisanya loh anak itu sepertinya kebiasaannya seperti itu dan tidak pernah berubah sama sekali dari dulu sampai sekarang.
" Adinda Sudahlah jangan seperti itu dong cara melihat anak kamu, Untung juga mereka datang Kalau misalnya tidak Mama yakin kamu pasti bakalan lebih heboh lagi kan? " tanya Silvia sedangkan Adinda memilih untuk menghela nafasnya kasar karena tidak mungkin ia harus menjawab perkataan mamanya padahal kondisi wanita itu sebenarnya tidak memungkinkan saat ini untuk mendengar sesuatu yang lebih keras dan juga kasar.
" aku baik-baik saja Mah Pokoknya tenang saja hanya ingin memastikan kira-kira anak ini menjadi orang yang penurut atau tidak ketika orang tua memberikan perintah, tetapi sepertinya Memang mereka anak-anak yang penurut soalnya siapa dulu maminya yang kalau misalnya ada kesalahan sedikit marahnya dari pagi sampai pagi, "jelas Adinda yang memang terkadang merasa konyol dengan sikapnya sendiri tetapi Ya sudah seperti begitu mau bagaimana lagi.
" nenek Gimana keadaannya? Wah nenek yang biasanya pipinya bakpao kok kali ini sudah tirus seperti ini, Memangnya Nenek sakit apa sampai-sampai papi dan juga Mami tidak bisa mengobatinya? "tanya Amelia yang ingin sekali menangis ketika melihat nenek kesayangannya itu harus seperti itu karena memang dari dulu dirinya sangat dekat dengan Silvia sedangkan dengan Opa dan Omanya yang merupakan orang tua dari Arga ya Ini juga sangat dekat tetapi mereka kan sampai saat ini masih saja terus-menerus keliling dunia untuk mengurus bisnis-bisnis yang sedang berjalan.
" nenek tidak sakit mungkin hanya perasaan kamu saja, ini juga mungkin karena terlalu merindukan kalian yang hobinya hanya main game sampai-sampai lupa kalau nenek itu sendirian dan sunyi di rumah! lain kali setidaknya datang dong menginap di sini jangan hanya nyaman sama papi dan juga Mami kalian saja, nenek sama kakek itu sunyi sendiri di rumah sebesar ini rasa-rasanya seperti tinggal di hutan belantara tidak ada orang sama sekali! "jelas Silvia membuat Amelia menghela nafasnya kasar begitu pula Arkan yang ikutan memegang tangan neneknya karena memang selama ini mereka jarang untuk menginap di situ.
" pokoknya nenek tenang saja nanti kalau Arkan sudah besar dan menikah nanti kami bakalan pindah dan tinggal di sini karena Arkan bakalan membawa istri Arkan dan juga anak-anak supaya rumah ini kembali ramai seperti dulu, dan juga Arkan bakalan mengurusi semua bisnisnya kakek supaya kakeknya tetap tinggal di rumah dan menjaga nenek tidak usah pergi ke manapun! " Arkan mengatakan hal itu sangat antusias membuat Silvia dan juga Hendra begitu bahagia.
Arga dan juga Adinda tidak pernah melarang anak mereka untuk menentukan masa depan Seperti apa tidak perlu harus mengikuti jejak kedua orang tuanya untuk menjadi seorang dokter kan, kalau memang anaknya itu berniat menjadi Seorang pebisnis yang tidak ada yang salah selagi hal tersebut membawa dampak positif untuk kehidupannya dan juga Intinya bisa bertanggung jawab untuk masa depannya.
" pokoknya nenek bakalan akan ada di saat kamu sudah punya keluarga sendiri dan ingin melihat anak-anak kamu lahir, dan satu lagi buat Kakak ingat sekolah yang benar tidak boleh ada yang namanya pacaran karena belum saatnya kamu mengenal hal itu ya!" jelas Silvia karena dirinya berkaca dari apa yang terjadi kepada Adinda dulu sampai-sampai harus berhenti sekolah melahirkan dulu kemudian melanjutkan kuliah lagi.
" ya nenek Jangan gitu dong kalau misalnya Mbak Amelianya dilarang pacaran terus aku yang merupakan suami masa depannya gimana, ah kalau kayak begini lebih baik aku nikahin Mbak Amelianya dari sekarang atau mungkin menunggu 10 tahun lagi gitu? "tanya Davin yang tiba-tiba menyela perkataan dari Silvia tadi membuat semua orang di situ langsung tertawa.
" Ya ampun jadi kamu ceritanya mau jadi menantu saya Makanya kamu kawal anak saya sampai sini, jangan bilang kamilah Kamu juga ikut-ikutan ya Astaga ini anak-anak sekolah saja masih miring sebelah sana sini tapi malah sudah berpikiran ke arah yang tidak jelas? "tanya Adinda yang juga menatap ke arah Kamila membuat Gadis itu tersenyum kikuk.
__ADS_1