SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Mau Tidak


__ADS_3

Arga otomatis hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dirinya tahu kebiasaan Adinda dari dulu sampai sekarang itu tidak pernah mau disalahkan, karena kebiasaan wanita itu selalu menganggap bahwa dirinya paling benar dan juga orang lain yang di sekitarnya Selalu Salah.


Hanya saja kebiasaannya itu sebenarnya adalah sesuatu yang buruk tidak pantas untuk dibawa-bawa terus sampai Setua itu Kapan baru bisa memberikan sebuah perubahan, apalagi sekarang sudah ada anak ya Otomatis sebagai orang tua Adinda bisa memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya supaya istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya itu sedikit tergerus lah.


"sebenarnya orang-orang itu tidak berniat meninggalkan kamu kalau misalnya kamu melakukan sesuatu juga tidak membuat mereka kecewa, Tetapi kalau orangnya seperti kamu mau baik hati seperti apapun orang-orang pasti akan tetap emosi dan juga merasa tidak senang karena kamu kan tidak pernah mau mendengarkan nasihat dari siapapun?" Arga sengaja mengatakan hal itu karena kebetulan emosi Adinda itu masih bisa diajak buat ngobrol.


Adinda tertawa karena memang Sebenarnya bukan rahasia umum lagi orang-orang di sekitarnya selalu komplain tentang sikapnya itu, Terkadang mereka selalu mengancam akan meninggalkannya sendirian hanya karena kebiasaannya itu.


"ya memang kebiasaan aku itu dari dulu seperti itu jadi jangan berkomentar banyak lah dan ikhlaskan saja semuanya terjadi, Lagian tidak ada yang salah juga kan kalau aku mempertahankan pemikiranku yang mungkin ku anggap itu adalah sebuah hal yang benar? "jelas Adinda yang masih dalam modenya yang begitu santai.


keduanya ngobrol santai sambil bergantian menimang Amelia yang begitu anteng terkesan seperti keluarga kecil yang sedang berbahagia, padahal tidak punya ikatan sama sekali dan bisa dibilang hubungan mereka itu tidak ada baik status kekeluargaan apalagi sedang membina sebuah rumah tangga.


"kamu tidak ada niatan untuk menikah, soalnya aku sudah siap nih?"tawar Arga membuat Adinda menatap percaya ke arah pria itu yang menurutnya sekali berbicara kebanyakan anehnya.


Adinda rasanya seperti salah mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu tetapi rasa-rasanya itu memang benar-benar terjadi, maka dari itu ditatapnya wajah Arga dengan seksama Berharap ada kebohongan di sana soalnya benar-benar merasa tidak percaya.

__ADS_1


"kamu ceritanya sedang melamarku? di sini dalam keadaan seperti begini kemudian secara tiba-tiba tanpa persiapan, lalu Menurut kamu aku harus merespon wow gitu karena keberanian yang baru saja kamu katakan? "tanya Adinda yang benar-benar tidak percaya.


"Aku Lagi Ingin memerankan drama romantis kenapa kamu malah berkomentar seperti itu, menyahut saja seperti yang bisa dilakukan oleh orang-orang Soalnya kamu tahu kan aku itu tidak bisa melakukan sesuatu yang manis-manis?"omel Arga karena Adinda sepertinya mematahkan suasana romantis yang sedang berusaha ia ciptakan saat ini bahkan bisa dibilang wanita itu malah membuat sesuatu yang ia pikir serius sebagai sebuah bahan lelucon.


"Ya habisnya kamu lucu sekali loh, aku itu sampai bingung masa iya kamu melamarku dalam posisi seperti ini? Seharusnya itu kamu ngomong Dengan begitu manis setelah itu membuat aku penasaran, bisa dibilang kita PDKT dulu lah masa iya ini langsung saja seolah-olah bertemu di jalanan dan tidak ada hari esok?"Adinda Bukannya tidak mau menghargai perasaan dari Arga itu tetapi hanya menurutnya Arga itu adalah pria yang tidak tahu bersikap manis sampai-sampai setiap kali berbicara pasti Hanya mengundang emosi.


"perasaan kita sudah PDKT dari umur 0 bulan sampai Setua ini masa sekarang harus PDKT lagi, seharusnya langsung langsung saja biar nanti pengenalan yang semakin ke dalam itu saat sudah menikah agar tidak bosan!"Saut Arga yang tidak mau disalahkan karena menurutnya berhubungan dekat itu tidak perlu harus mau makan waktu yang lama jika sebenarnya sudah mengenal baik pasangan tersebut dan juga sudah merasa mantap beberapa tahun terakhir maka dari itu lebih baik langsung mencoba ke jenjang yang lebih serius.


"Ya ampun Sejak kapan dari 0 bulan sampai sekarang kita PDKT perasaan kita mah biasa-biasa aja gitu tidak ada yang lebih-lebihkan, bahkan bisa dibilang saat aku berhubungan dengan orang lain saja kamu biasa saja kenapa sekarang kamu mengatakan bahwa kita sudah pendekatan dari dulu? itu mah akal-akalan kamu saja supaya kita langsung menikah dan aku pasti kan kalau itu tidak akan pernah terjadi kalau kamu responnya selalu begini-begini aja, wanita itu ingin diperlakukan dengan baik dan juga manis serta dijadikan Ratu untuk kehidupan pria tersebut ya mungkin bisa dibilang agar lebih berkesan kedepannya? "jelas Adinda membuat Arga memilih untuk bangun dan juga menggendong Amelia lalu membawa anak itu masuk soalnya berbicara dengan Mommy Adinda bisa membuat dirinya merasa pusing.


"Anjay, Kok bisa sih itu orang datang lagi ke sini? ih padahal aku kan sudah bilang kalau selama seminggu ini aku tidak ingin diganggu, masa baru ngomong kemarin hari ini sudah datang? "Adinda Memang dari awal sudah merasa tidak nyaman ketika Devon selalu saja datang ke rumahnya karena menurutnya pria itu terlalu banyak monopoli mulai dari mengatur-ngatur dirinya mengatur ngatur pola hidupnya Amelia dan juga lebih banyak meminta sesuatu yang tidak mungkin kepada kedua orang tuanya.


"Hello Bidadari kecilku sini bareng sama papa Devon yang paling keren tampan memahami dan juga cocok menjadi calon Papanya Amelia, jangan sama dia soalnya dia kan orangnya ke aku tidak suka bicara dan juga tidak suka yang berada di dekat Papa Devon yang paling keren ini!"ujar Devon dengan antusias bahkan memaksa untuk meraih Amelia dari gendongan yang Arga membuat pria itu menepis tangan Devon kuat-kuat karena menurutnya sudah sangat Lancang dan juga kurang ajar.


Arga Bukannya ingin memonopoli Amelia karena biar bagaimanapun dirinya juga harus berterima kasih kepada Devon yang selama ini sudah berguna mengurus Adinda, tetapi cara dari pria itu menurutnya sangat tidak sopan dan juga bisa dibilang sangat mengajarkan sesuatu hal yang tidak baik bagi anak sekecil itu.

__ADS_1


"kamu bisa tidak pelan-pelan saja mengambil Amelia nya, kalau misalnya tangan kamu salah terus anak ini jatuh gimana? Songong sih boleh tetapi jangan berlebihan juga dan Jangan memancing emosiku juga kan, Karena manusia seperti kamu ini semakin dibiarkan kayaknya kamu semakin menjadi? "sarkas Arga kasar membuat semua orang di rumah itu langsung berlari ke arah sumber suara karena selama ini mereka jarang mendengar suara Arga yang sebesar itu.


Adinda yang melihat semuanya langsung segera berlari menuju ke anaknya dan menggendongnya, lalu memasang tatapan tajamnya ke arah Devon yang menurutnya juga sangat kurang ajar.


"Kamu itu kenapa sih dan juga maunya apa sampai-sampai melakukan ini kepada anakku, kalau memang Arga sedang menggendongnya Ya setidaknya kamu hargai dia dan minta dia secara perlahan lah bukan pakai ngomong aneh-aneh seperti itu?"Adinda pun tidak kalah marah besar terhadap Devon.


"loh kok kamu juga ikutan marah sih padahal maksud tujuan aku tadi kan baik, ya itu hanya ingin menggendong Amelia yang jelas-jelas merupakan anakku juga kan? Hanya pria ini saja yang tidak mau memberikannya entah apa alasannya sampai-sampai memonopoli kalian berdua, padahal selama ini dia ke mana saja orang aku sendirian yang mengurus kalian kok?"Nah inilah yang paling tidak disukai oleh Adinda bahwa orang-orang menolongnya hanya untuk pamrih dan juga merasa jika sudah memiliki nama besar maka dari itu dirinya lebih memilih untuk melakukan segala sesuatunya Sendirian.


"Apa maksud kamu tadi mengatakan semua itu? Jadi ceritanya kamu mau hitung-hitungan karena selama ini sudah memperhatikan kami berdua, padahal Seharusnya kamu sadar kalau kamu yang memaksa untuk melakukan hal itu tetapi dari versiku tidak pernah sedikitpun meminta hal itu kamu lakukan! satu lagi harus kamu sadar kalau aku dan dia sebentar lagi bakalan menikah jadi tidak perlu kamu ngomong panjang lebar tentang Amelia dan juga siapa yang berhak menjadi bapaknya, Karena dia sudah punya Papa dari sebelum lahir maka dari itu kalau memang kamu sudah capek Lebih baik menjauh tidak boleh mendekat sama sekali karena kami juga tidak pernah memintanya!" Ujar Adinda dengan begitu kasar bahkan bisa dibilang nada bicara kali ini benar-benar tidak bersahabat sampai-sampai Hendra dan Silvia pun Saling pandang sedangkan Arga hanya bisa menghembuskan nafasnya lega ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Adinda tadi tentang hubungan mereka berdua di hadapan Devon.


Devan berdiri mematung tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana Karena benar-benar antara kaget dan juga tidak percaya jika sampai Adinda mengatakan semua itu, terus pertanyaannya selama ini perhatian yang ia berikan itu Adinda Anggap Apa sampai-sampai harus lebih mementingkan Arga dibandingkan dirinya yang jelas-jelas sudah berkorban selama ini.


"kamu lebih memilih dia Terus kalau begitu akunya kamu simpan di bagian mana, kalau misalnya kamu lebih mementingkan dia akunya kamu taruh di bagian mana? Bisa tidak kamu pikirkan baik-baik tentang hubungan kita selama beberapa bulan terakhir ini, mungkin dengan begitu kamu sedikit menghargai apa yang aku rasakan tidak harus mementingkan orang lain?" Lirih Devon penuh permohonan.


Adinda tetap pada pendiriannya bahwa tidak ada yang namanya mengulangi perkataan yang kedua kalinya, karena itu sama saja dengan menjilat ludah sendiri dengan penolakan yang selama ini telah di lakukan dirinya atas perhatian yang diberikan Devon dan segala sesuatu yang tidak ia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2