
Rani benar-benar merasa lucu dengan wajah tegang milik Firman itu sebab menurutnya kedatangannya ke sini ya memang untuk hal itu, Jadi kalau misalnya suami istri itu terlihat seperti saling tidak menyukai satu sama lain maka itu hitungannya sebagai keberhasilannya dan kedatangannya di sini tidak sia-sia.
Firman mengepalkan tangannya menahan emosi sebab untung juga Rani itu merupakan seorang wanita lain ceritanya jika dirinya merupakan seorang pria, otomatis ia tidak mungkin tinggal diam ketika melihat ada orang yang datang dengan sengaja mengganggu ketenangan di dalam rumah tangganya.
seharusnya wanita itu kalau memang punya malu ya sudah diusir satu kali otomatis tidak akan datang lagi untuk yang kedua kalinya, tetapi yang terjadi sekarang justru sebaliknya wanita itu bahkan dengan sengaja datang sepertinya punya maksud yang sangat tidak baik entah Apakah itu dirinya juga tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.
Anita di sini berada pada posisi Netral sebenarnya tidak terlalu Netral juga karena ia sebenarnya sengaja baik-baik dengan Rani agar bisa mendapatkan restu dari wanita itu, soalnya kalau misalnya Papa sama Mama nya tidak restui hubungannya Ya tidak masalah yang penting intinya Rani memberikan restunya dan itu rasanya sudah lebih dari cukup apa yang ia harapkan di dunia ini.
Dirinya sadar kalau sampai Rani selalu menentang hubungannya dengan Kevin maka tidak menutup kemungkinan kalau memang dirinya dan pria itu tidak bisa bersama lagi, ya Meskipun terkesan memaksa dan juga murahan serta seperti tidak punya pria lain lagi di dunia ini tetapi mau bagaimana lagi.
Apapun yang terjadi di dunia Ini sebenarnya butuh yang namanya kesabaran kemudian butuh yang namanya perhatian lebih dan sebagainya, sebab kalau tidak Mana mungkin dirinya bisa mencapai apa yang diinginkan yang ada bakalan menggantung begitu saja di udara tanpa kejelasan sama sekali.
Rossa dari tadi itu sebenarnya berniat untuk kembali ke dalam kamarnya karena menurut hematnya Rani datang ke tempat itu pasti otomatis Bukan untuk bertemu dengannya, ini semua pasti ada sangkut pautnya dengan keberadaan Firman jadi ya dirinya bakalan membiarkan saja mereka berdua berbicara entah apapun itu dirinya sudah tidak peduli lagi.
Akan tetapi Firman yang membaca gerak-gerik istrinya ya mencegah wanita itu agar tidak boleh pergi dari sisinya sama sekali, Firman berharap agar Rosa mau bersama dengan dirinya menghadapi Rani yang datang seperti saat ini agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka berdua lagi.
"aku mohon kamu jangan pergi kemanapun karena aku ingin kita sama-sama menghadapi wanita itu, ya Meskipun aku salah di sini tetapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi dan kita lihat saja apa keinginannya datang di sini!"pinta Firman membuat Rossa mendengus kesal.
Bagaimana tidak merasakan emosi ketika wanita di masa lalu suaminya itu datang dan harus dirinya yang menghadapi mereka, Ya seharusnya yang berurusan dengan Rani adalah Firman semut dirinya memang tidak tahu sama sekali apa yang terjadi di masa lalu mereka kemudian wanita itu tujuannya untuk apa sebab Ia sudah pusing memikirkan soal hidup maka dari itu tidak ingin bertambah lagi masalahnya.
__ADS_1
"Bukankah dia datang ke sini untuk bertemu dengan kamu bukan untuk bertemu denganku, kenapa harus aku berbicara dengannya Sekarang karena itu sama saja tidak bakalan Nyambung kan? "cibir Rossa membuat Firman tidak tahu lagi harus bagaimana.
rani tersenyum bahagia ketika melihat Firman yang mati kutu ketika berhadapan dengan istrinya yang begitu merasa emosi saat ini, maka dari itu tidak ada salahnya kan kalau dirinya menambah perkara mereka agar lebih bagus lagi Ya siapa tahu dengan begitu konfliknya bakalan lebih panas dan menggigit ?
"Nah kamu benar sekali kalau aku datang ke sini ya memang untuk bertemu dengan firman bukan dengan siapapun itu termaksud kamu istrinya, jadi kalau memang kamu merasa bahwa tidak ada urusan di sini ya silakan pergi saja soalnya tidak ada yang mungkin bakalan melarang! "ledek Rani membuat Firman benar-benar tertantang emosinya dan ingin maju untuk menghajar wanita itu sebab sudah berani-beraninya datang dan menghancurkan keharmonisan rumah tangganya saat ini.
"kamu itu memang wanita tidak tahu diri beraninya datang ke tempat ini untuk merendahkan harga diri kamu dan berubah menjadi wanita yang murahan, Karena bagiku kamu juga merupakan orang asing dan kita tidak punya hubungan itu sekarang Dan juga sebelumnya Jadi sepertinya! "sergah Firman kasar membuat Rani membulatkan matanya sempurna karena Lagi dan lagi ia selalu diperlakukan seperti ini Padahal letak kesalahan itu tidak ada sama sekali.
Rani jelas saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Firman tadi, karena menurutnya pria itu sudah membuang dirinya layaknya sampah yang pantasnya untuk dibuang dan tidak usah dipertahankan sama sekali.
"Kalau memang aku tahu kamu ini seperti apa dulu aku tidak akan pernah mau menikah dengan kamu apapun segala macam bujuk rayu yang kamu berikan, hari ini aku datang ke sini sudah seperti pengemis padahal dulu kamu yang datang ke rumahku dan meminta baik-baik ke orang tuaku agar kita menikah dan membina rumah tangga! Aku datang ke sini untuk menuntut hak nya Kevin bukan untuk menuntut hak nya aku karena tidak masalah meskipun sebenarnya kita masih memiliki ikatan sebagai suami istri, aku bisa bekerja menghidupi diriku sendiri tetapi yang aku inginkan kamu tanggung jawab dengan anak yang merupakan darah daging kamu! "tekan Rani membuat Anita jelas saja tidak terima kalau misalnya dirinya dan juga Kevin memiliki satu darah dengan begitu maka mereka berdua tidak mungkin bakalan bisa menikah.
Anita langsung berdiri di hadapan Rani mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ingin menjelaskan kepada wanita tersebut kalau dirinya dan Kevin bukanlah saudara, Sampai sekarang masih menganggap Kevin itu merupakan orang lain maka dari itu dirinya tetap ingin menikah dengan pria tersebut.
Rani memberikan tatapan tajamnya kepada Anita yang menurutnya sudah mengganggu pembicaraannya dengan firman yang sudah mengarah ke hal-hal yang penting, dirinya ingin agar anak itu meniru apa yang dilakukan oleh Mamanya yaitu tidak berbicara saat ia dan firman Sedang membahas soal Kevin.
"kamu itu masih anak kecil dan tidak paham apapun dan lebih baik kamu pergi dari hadapanku Karena Kamu itu sebenarnya tidak punya hak sama sekali tentang apa yang menjadi miliknya mas Firman, sebab Kevin itu merupakan anak pertamanya dan juga anak laki-lakinya yang otomatis akan mewarisi apapun yang ia miliki jadi kamu harus sadar diri lebih baik kamu pergi dari sini!" hardik Rani kasar membuat Rossa jelas saja tidak terima dong jika anaknya diperlakukan seperti itu karena Anita itu hanya dirinya yang berhak memarahinya bukan orang lain.
"Kamu kenapa berani membentak anakku seperti itu, Memangnya kamu pikir selama ini apa yang dilakukan Firman? Kalau kamu tidak paham apapun lebih baik tidak usah berpikir hanya dengan yang kamu lihat saja, karena Jalan kehidupan rumah tangga kami kamu tidak tahu sama sekali dan kamu tidak pantas ikut campur di dalamnya! Maka dari itu saya sarankan sekarang juga Kamu pergi dan jangan pernah kamu bermimpi Bakalan mendapatkan sepeserpun dari harta yang sekarang kamu lihat ini, karena Firman saat datang menemui keluargaku dia hanya memakai pakaian yang di badan dan kemewahan yang kamu lihat ini merupakan warisan dari keluargaku bukan dari siapa-siapa termaksud dari keluarganya Firman ! " tampik Rossa dengan tatapannya yang nyala seolah-olah ingin menerkam siapapun yang ada di hadapan.
__ADS_1
Rani sampai tidak percaya mendengar apapun yang dikatakan oleh Rossa tadi, karena setahunya keluarga Firman itu kaya raya sebab dulu saat Firman membawanya bertemu dengan kedua orang tuanya dia tahu bagaimana kemegahan kediamannya dan juga segala macam furniture di dalamnya.
"Kamu pikir aku anak kecil jadi kamu berbohong seperti itu, kalau memang kamu mau belajar berbohong lebih baik kamu bohongi saja anak-anak itu pasti dia bakalan tertipu? Aku tidak peduli apapun itu karena Yang pastinya Aku hanya ingin hak anakku diberikan, dia itu lagi sekolah sekarang dan otomatis perlu banyak biaya Jadi tolong Pahamilah kesusahan yang ia alami! "lirik Rani yang kali ini sudah sedikit menurunkan nada bicaranya sebab Ia sudah capek berdebat jika hasil akhirnya selalu tidak mendapatkan apapun.
"aku bakalan membiayai segala macam kebutuhan Kevin apapun itu yang penting intinya Tolong beritahukan di mana dia sekarang, karena tidak mungkin aku memberikan bantuan tetapi tidak tahu di mana dia berada dan juga lagi sedang apa! "potong Anita tanpa peduli dengan perasaan kedua orang tuanya yang tengah menatap tak percaya ke arahnya.
"Anita Kamu stres atau apa sih, sampai-sampai bisa ngomong seperti itu? Memangnya kamu pikir mencari uang itu gampang dan tinggal di hambur-hamburkan begitu saja kepada orang yang tidak pantasnya kamu bantu, asal kamu tahu saja ya uang yang kamu pakai itu Mama yang cari dan siang malam Mama harus bekerja untuk bisa mendapatkannya! "protes Rosa yang tidak percaya jika anaknya yang masih di dalam asuhannya itu malah ingin membiayai kehidupan orang lain.
Anita memasang tatapan permohonan kepada Mamanya itu sebab menurutnya Jika ia tidak melakukan hal ini maka otomatis niatnya untuk bersatu dengan Kevin bakalan gagal, tidak masalah merendahkan diri hanya demi mendapatkan apa yang diinginkan.
"Aku mohon Mah, ini semua demi kebahagiaanku di masa depan dan kebahagiaanku itu hanya Kevin! Jika kalian selalu menghalangiku untuk bersatu dengannya maka Aku pastikan kalau aku tidak akan pernah muncul lagi di hadapan kalian, dan mungkin lebih baik aku menjadi orang yang tidak punya siapa-siapa lagi jika akhirnya kebahagiaanku sudah tidak ada! " pinta Anita membuat Rosa benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini karena anaknya itu terlihat begitu ngotot dan ingin sekali sepertinya bersatu dengan Kevin.
Firman menarik tangan Anita sebab menurutnya anaknya itu sangat tidak masuk akal ketika berbicara, masa iya gara-gara seorang pria sampai tiga-tiganya mengatakan semua itu di hadapan Mamanya sendiri yang jelas-jelas sudah melahirkan dan mengasuhnya serta menjaganya sampai besar.
"kamu ini apa-apaan sih Anita, hentikan segala macam omong kosong ini dan juga berpikirlah dengan jernih kalau sebenarnya kemauan kamu itu sangat tidak masuk akal! Di mana-mana itu seorang pria yang memberi nafkah untuk seorang wanita Bukan sebaliknya seperti yang kamu katakan tadi, jadi orang jangan terlalu bucin dan akhirnya merugikan diri sendiri! Memangnya kamu mau melakukan itu semua, membuat kamu yang berusaha sedangkan orang lain yang menerima hasilnya? "tanya Firman yang seolah tidak berkaca Dari Dirinya Sendiri.
Anita ingin sekali tertawa ketika mendengar perkataan dari Papanya Itu sebab menurutnya Firman itu sepertinya sudah pikun saat ini, Anita itu jelas saja berkaca dari apa yang dilakukan oleh Mamanya yaitu karena saking cintanya kepada Firman jadi mau bekerja untuk mempertahankan rumah tangga sedangkan Firman hanya menghabiskan penghasilan dari Mamanya itu saja.
terbukti sekarang mamanya tidak mengeluh sama sekali dan rumah tangganya dengan sang Papa awet saja tidak ada permasalahan atau apapun itu, jadi misalnya dirinya mengikuti kan tidak ada masalahnya karena terbukti semua sudah terjadi untuk apa harus menambah bahasa lagi.
__ADS_1
"Memangnya Papa selama ini bekerja untuk menghidupi aku dengan Mama dan membeli semua kebutuhan kami serta membeli kemewahan yang biasa kita dapatkan, bukannya papa itu hanya di rumah saja menghabiskan uang mama yang harus bekerja siang dan malam dan Papa harus pergi bermain golf dengan teman-teman sosialita seperti seorang ibu rumah tangga padahal jelas-jelas merupakan kepala keluarga? "tanya Anita membuat Rani benar-benar tidak percaya jika apa yang dikatakan oleh Rossa tadi itu benar bahwa Firman hanya tinggal di rumah saja dan menikmati kekayaannya dihasilkan oleh Rosa.
"apa yang kamu bilang tadi benar kalau mas Firman itu hanya di rumah saja dan tidak menghasilkan apapun untuk kalian berdua, Astaga kalau seperti begitu kenapa kamu harus mempertahankan pria yang tidak jelas seperti ini? lebih baik dibuang saja karena kamu sosialita seperti kamu kan pasti banyak pengusaha di luaran sana yang mau bukan sepertiku yang jelas-jelas hanya gelandangan tidak jelas, sudah ditinggalkan oleh suami sendiri bertahun-tahun saja sampai sekarang tidak ada yang berminat ya hasil akhirnya harus banting tulang sendiri dan tidak menghasilkan apapun akhirnya anak sendiri pun harus bekerja untuk membiayai hidupnya!"Rani benar-benar akui kesetiaan yang dimiliki oleh Rossa itu patut diacungi jempol hanya saja menurutnya terlalu bodoh.