
Arga sebenarnya tidak masalah kalau pernikahannya dengan Adinda digelar beberapa tahun lagi pun dirinya tetap bakalan menunggu wanita itu, Bukankah selama bertahun-tahun ini pekerjaannya hanya menunggu kepastian dari Adinda dan juga hanya bisa melihat dari pojokan ketika wanita itu bersama dengan pria lain?
hanya saja sekarang ceritanya sangat berbeda karena sudah ada Amelia dan pria itu tidak ikhlas jika anak yang sangat ia sayangi itu dekat dengan orang lain selain dirinya, maka ketika kedua orang tuanya memberi saran tentang pernikahan dadakannya dengan Adinda Ya jelas saja mereka berdua Tentu saja tidak menolak bahkan menyetujuinya dengan begitu bahagia karena inilah yang selama ini mereka tunggu.
proses lamaran Mereka pun sangat nyeleneh juga tidak masuk akal karena tidak ada yang namanya prosesi sakral atau apapun itu semua mengalir begitu saja, bahkan lebih parahnya lagi saat proses lamaran itu Adinda hanya menggunakan daster sedangkan mamanya hanya menggunakan piyama pokoknya intinya semua serba dadakan tetapi lebih bagus karena tidak ada yang namanya persiapan yang terlalu banyak dan alhasil hanya dipakai buat beberapa jam doang Lalu setelah itu selesai.
" Oke karena semua rencana sudah kita susun baik tinggal hari-harinya maka dari itu mulai dari sekarang Kalian usahakan jangan terlalu ketemu dulu ya, Takutnya nanti bakalan semakin banyak gangguan yang datang ya bukannya percayaan itu sih tetapi karena sudah kepercayaan turun-temurun yang mau tidak mau harus dilakukan! "ujar Silvia membuat Adinda menatap tak percaya ke arah mamanya sebab menurutnya masa iya zaman sudah secanggih ini masih mempercayai hal-hal yang seperti begitu.
Arga pun sebenarnya mempunyai pemikiran yang sama yaitu mana mau dirinya berpisah begitu lama dengan Adinda dan juga Amelia, tetapi balik lagi karena ini yang mengatakan adalah Silvia membuat pria itu yang mau tidak mau mengurungkan niatnya untuk melakukan protes.
" Mama masih percaya soal begituan di zaman seperti ini, terus kalau misalnya kami tidak bertemu pembahasan soal pernikahannya kayak gimana coba, jangan mengada-ngada deh melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan tetapi Bilangnya tidak boleh! " tolak Adinda membuat Silvia Mendes kesal karena pasti anaknya itu mengira bahwa dirinya sedang menciptakan drama baru.
" sekarang kamu pilih yang mana mau melanjutkan pernikahan dengan Arga atau tidak usah menikah sama sekali, sudah segede itu masih saja susah dibilangin? orang tua itu kalau ngomong karena memang jalannya harus seperti begitu Bukan malah menciptakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada sama sekali, jadi jangan banyak komentar karena ini semua kok demi kebaikan kalian orang tua Kan kalian tahu pasti yang diinginkan hanyalah untuk anak yang paling terbaik dan juga tidak pernah namanya mengambil langkah yang salah! " jelas Silvia yang tetap kokoh pada pendiriannya sedangkan Feli memilih untuk biasa saja karena keluarganya memang dari dulu tidak pernah menganut pemahaman seperti itu.
" Mama ceritanya dendam ya karena masa lalu Mama sempat diperlakukan seperti begitu sama nenek, Makanya sekarang aku pun kena sasarannya Karena Mama ingin memberikan praktek secara langsung kepada anak sendiri? "tanya Adinda dengan Tatapan yang penuh penasaran membuat semua orang merasa ingin tertawa karena memang sepertinya benar kalau sekarang itu Silvia Tengah mempraktekkan dulu yang pernah ia rasakan.
Silvia merasa tidak suka ke arah anaknya itu karena menurutnya sudah membuka kartunya di masa lalu, padahal itu kan sebenarnya tidak usah bahas lagi soalnya Silvia dan Hendra sudah menjalankan pernikahan begitu lama kemudian sekarang juga sudah memiliki cucu jadi kayaknya membahas masa lalu sudah tidak pada tempatnya lagi.
" kamu kalau ngomong jangan suka sembarangan ya, emangnya kamu tahu dulu mama pernah diperlakukan seperti itu sama nenek kamu jadi kamu ngomong percaya diri sekali? ingat ya jadi orang itu jangan terlalu melakukan hal yang aneh-aneh nantinya membuat orang lain merasa tidak suka terhadap kamu, padahal Mama kamu ini kan hanya menjalankan kebiasaan tetapi kenapa jadi kamu yang tidak terima? "omel Silvia.
__ADS_1
Adinda tadinya hanya bercanda saja kalau memang orang tuanya menyuruh dirinya harus tidak boleh bertemu dengan Arga lebih dulu ya Ia pun tidak mempermasalahkan hal itu, karena dirinya paling paham orang tua tentunya menginginkan yang paling terbaik untuk anaknya Dan intinya anaknya pun harus menghargai apapun yang diinginkan oleh kedua orang tuanya.
" kamu kalau komentar terus nanti mama beneran bakalan bujuk Papanya kamu Untuk membatalkan semua rencana pernikahan kalian, karena punya anak satu saja susah diatur dan setiap kali orang tua ngomong pasti saja mencari pembelaan untuk diri sendiri? " jelas Silvia membuat Adinda hanya menggelengkan kepalanya karena memang merasa lucu.
Arga adalah orang yang hanya mendengarkan di sini yang penting intinya hubungannya dengan Adinda tetap berjalan dengan baik, kalau memang suatu saat nanti akan ada yang namanya gangguan dari pihak manapun maka ia sebagai calon suami yang bakalan menjaga.
Kevin sedang mengusahakan untuk bisa mendapatkan cuti selama beberapa bulan lamanya sampai ia bisa memastikan keadaan Adinda dan juga anak mereka, meskipun terkesan egois dari awal tetapi begitulah pemikiran semua orang terkadang menyakiti dulu barulah memperbaiki dari belakang sampai-sampai tidak pernah sadar Sudah berapa sakit yang mereka torehkan di benak orang tersebut.
Nagumi merasa heran ketika melihat Kevin masuk ke dalam ruangan dosen seperti Tengah mengurus sesuatu, Wajah pria itu pun terlihat begitu serius seperti Tengah memikirkan sebuah beban pikiran yang amat sangat Tetapi entah Apakah itu dirinya tidak berani untuk bertanya secara langsung.
"Terserah kamu mau membenciku atau tidak mau marah kepadaku atau tidak yang penting intinya aku ingin tahu sebenarnya kamu mau ngapain , aku lihat dari tadi pagi kamu sibuk sekali seperti orang yang tengah mengurus Dokumen untuk cuti sementara? "tanya Nagumi dengan nada bicaranya yang begitu penasaran dengan apa yang akan dilakukan dan juga jawaban apa yang akan diberikan oleh Kevin untuknya.
" Jadi ceritanya aku tidak boleh cari tahu Apapun yang kamu lakukan nantinya dan juga untuk kedepannya, dan menurut kamu Aku ingin memang bukanlah siapa-siapa tetapi aku menganggap kamu itu adalah orang yang berharga loh dalam hidupku? "ujar Nagumi yang benar frustasi karena Percayalah dirinya bukan terobsesi kepada Kevin tetapi ada perasaan yang ingin memiliki pria itu'
Kevin hanya menatap sinis arah wanita itu dan juga seolah menyiratkan kepadanya kalau dirinya benar-benar tidak ingin diganggu, mereka berdua tidak ada kepentingan sama sekali untuk bisa saling membahas atau duduk bersama untuk menciptakan masa depan yang begitu baik dan juga Cemerlang sebab Kevin terlihat benar-benar menjaga jarak dengan wanita manapun.
Nagumi berlari mengejar Kevin biarlah ia dikatakan sebagai wanita yang murahan karena bisa-bisanya mengejar seorang pria yang tidak pernah menatap ke arahnya sedikitpun, yang penting intinya ia bisa bersama dengan pria itu kemudian bisa merajut masa depan yang cemerlang tidak perlu harus mendengarkan perkataan orang-orang.
Rian sebenarnya merasa kasihan kepada Nagumi karena sebenarnya wanita itu memang terlihat begitu peduli dengan Kevin, hanya saja balik lagi kepada pribadi masing-masing terkadang perasaan itu tidak bisa dipaksakan entah mau bagaimanapun caranya kita bertindak.
__ADS_1
"Aku kan sudah bilang sama kamu kalau Kevin itu sebenarnya punya wanita sebelum dia datang ke sini , jadi mau kamu bertingkah seperti apapun dia tidak akan pernah peduli sebab memang prioritasnya ya ada pada orang-orang yang sedang menunggunya saat ini! "jelas Ryan membuat Nagumi mendengus kesal karena menurutnya pria itu sudah mengganggu kesenangannya.
" Kamu pikir aku bakalan peduli dengan segala macam perkataan yang kamu lontarkan itu, ini merupakan urusanku mau dekat dengan siapapun yang memang tidak ada urusan sedikitpun dengan kamu! Harusnya kamu mendukung agar sahabatmu itu bisa move on mungkin di sini dia bakalan betah karena ada wanita yang selalu ada di sampingnya, kalau misalnya dia hanya kepikiran di tempat asal kalian saja ya Otomatis pikirannya itu bakalan ingin pulang terus dan kuliah akhirnya terbengkalai kan? "tanya Nagumi gemas karena Ryan tetap saja tidak mau mendukung keputusannya dari tadi.
Ryan hanya menggelengkan kepala sebab menurutnya Ternyata wanita itu sebenarnya lebih gila lagi kalau sedang bucin bukan hanya pria, Terkadang mereka menghalalkan segala macam cara hanya untuk agar keinginan mereka itu bisa terpenuhi tetapi mereka tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.
" Terserah kamu saja mau melakukan apapun karena yang penting intinya aku sudah mengingatkan lebih dahulu agar nantinya kamu tidak bakalan merasa malu berkepanjangan, Oh iya aku juga mau mengatakan kalau dia bakalan pulang ke Indonesia besok atau lusa setelah permohonan cutinya di-acc dan mungkin antara dua dia bakalan balik lagi ke sini atau tidak! " Rian sengaja mengatakan hal itu agar maksudnya Nagumi jangan terlalu berharap.
di Indonesia Anita pun sedang uring-uringan tidak jelas karena kedua orang tuanya hubungan mereka sangat benar-benar tidak sehat saat ini, dulu biasanya tidur satu kamar sekarang sudah masing-masing bahkan saat makan pun tidak ada yang saling menyapa atau berbicara satu sama lain seperti biasanya Ataupun mungkin menanyakan pekerjaan.
seperti saat ini ketika mereka tengah makan malam dan Firman baru kembali Entah dari mana dengan pakaian yang begitu kusut, Rosa yang begitu peduli dengan suaminya biasanya akan langsung menanyakan ini dan itu kemudian mengurusnya tetapi sekarang tidak bahkan menatap ke arah Firman pun Terasa seperti wanita itu enggan melakukannya.
Firman pun tidak masalah jika istrinya mengabaikannya yang penting intinya saat dirinya pulang ke rumah Wanita itu sudah duduk manis, karena itu artinya bahwa istrinya dalam keadaan baik-baik saja yang harus ia cemaskan adalah dirinya sendiri.
Anita kebingungan mau menyapa siapa lebih dahulu karena semuanya pada diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing, padahal dirinya juga ingin berbagi beban pikiran dengan kehidupan asmaranya yang bisa dibilang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Bagaimana mau baik-baik saja jika hubungannya dengan Kevin memang benar-benar tidak direstui oleh kedua orang tuanya dan juga tidak direstui oleh Rani, Percuma saja jika dirinya berjuang jika semua orang tidak pernah peduli dengan perjuangannya dan semua orang merasa bahwa dirinya itu adalah sesuatu yang tidak pantas untuk diperhitungkan.
Anita tidak bisa menghilangkan perasaannya kepada Kevin begitu saja karena biar bagaimanapun perasaan itu datang sendiri tanpa ia paksa sedikitpun, Jadi jika semua orang tidak berada dalam pihaknya pertanyaannya ke siapa lagi yang bakalan pergi mencari tahu dan meminta dukungan.
__ADS_1
Rossa yang melihat anaknya terlihat begitu gelisah hanya bisa menatap kesal ke arahnya Sebab ia tahu kegelisahan Anita itu pasti ada sebabnya dan sebabnya itu adalah anaknya Rani, apapun menyangkut Wanita itu sungguh Rosa tidak ingin sama sekali berhubungan dengannya sampai kapanpun meskipun Anita menangis darah sekalipun.