
Rossa bukanlah seseorang yang tuli yang tidak bisa mendengar apapun yang dikatakan oleh orang-orang yang ada di hadapannya saat ini, akan tetapi ia ingin melihat kira-kira sampai di mana Batas kesabaran suaminya itu ketika menghadapi Anita.
Siapa suruh menjadi seorang ayah dan juga seorang suami harus bertingkah Di Luar Batas dan bisa dibilang sangat keterlaluan, seharusnya Firman dari awal mengakui apa yang pernah ia alami di masa lalu toh Kalau mungkin mereka berjodoh ia tidak mungkin akan terpisahkan karena sama-sama mau menerima.
Rosa akui kalau dirinya juga bukan wanita baik-baik karena terbukti dirinya hamil Anita itu tanpa ada yang namanya ikatan pernikahan, dan bersyukur karena Firman mau bertanggung jawab dan menutup aib keluarganya maka dari itu semua orang mengira kalau wanita itu merupakan anaknya Firman.
Firman dulu menerimanya apa adanya tanpa ia ketahui jika sebenarnya masa lalu pria itu lebih buruk, jika dirinya hamil tanpa ada pria yang bertanggung jawab tapi setidaknya ia masih bertanggung jawab terhadap anak dalam kandungannya tidak menggugurkannya begitu saja.
sedangkan Firman sudah menikahi seorang wanita dan menghamilinya pula tetapi pergi begitu saja seolah-olah wanita itu adalah sesuatu barang yang kalau diinginkan diambil kembali setelah tidak diinginkan bakalan dibuang, dan hal itu yang paling membuat Rossa merasa dibohongi mentah-mentah kalau mau jujur pun tidak masalah setidaknya awal pernikahan mereka itu dilakukan dengan yang namanya kejujuran bukan sudah di tengah jalan atau mungkin mau mati seperti begini baru kejujuran itu mulai terkuak.
"Mamah, tolong dong diajari kelakuan anakmu ini karena selalu saja membuat aku emosi! masa iya punya anak hanya satu doang susah sekali untuk diatur, Padahal jelas-jelas hal itu kan merupakan urusan kita berdoa mau saling salah paham atau apalah yang penting Intinya kita berdua saja yang mengaturnya! "jelas Firman membuat Rossa ingin sekali tertawa karena menurutnya ia sangat menikmati semua pertunjukan yang ada.
Anita tahu kalau mamanya itu sebenarnya lagi malas berada di tempat ini tetapi tidak ada salahnya akan kalau ia memancing keributan, mungkin dengan begitu dirinya bisa melihat kira-kira sampai di mana kekuatan hubungan antara kedua orang tuanya itu.
"kamu ingin kami berpisah agar dengan begitu kamu bisa menikah dengan Kevin karena kita sudah tidak punya hubungan apa lagi, dan menurut kamu Mama bakalan setuju kamu menikah dengan pria seperti itu walaupun setelah bercerai dari dia? "tanya Rossa dengan tatapan menyelidik membuat Anita sedikit kikuk karena kebingungan dengan pertanyaan jebakan ini.
"Mama Tolong Papa tidak ingin mendengar apapun itu dan Lagian ini anak susah sekali diatur kok Kenapa harus mengikuti keinginannya, Biarkan saja dia seperti itu nanti kalau sudah bosan dan capek pasti akan berhenti sendiri yang penting Intinya kita tidak usah peduli! "bujuk Firman dengan tatapan memohon berharap agar istrinya itu mau mengikuti saran yang ia berikan soalnya kan kebiasaan Rosa seperti itu.
"Kenapa jadi kamu yang mengatur ngatur kehidupanku di sini dan juga kenapa semua harus mendengarkan apa yang kamu katakan, Emangnya kamu tidak capek setiap hari harus mengeluarkan kata-kata yang membuat orang lain Jadi ikut-ikutan dengan kebohongan kamu itu?"perkataan Rosa itu sebenarnya begitu tajam tetapi Tergantung orang yang mendengarkannya itu paham atau tidak.
"Aku di sini sudah katakan berulang kali kalau tidak pernah berbohong di dalam rumah tangga kita tetapi kaliannya saja yang tetap ada pendirian berpikiran sampai di situ, sekarang ada jaminan kalau dulu sebelum aku bersama kamu aku sudah menikah dan kamu punya bukti? Sudahlah jangan mempercayai orang-orang hanya datang untuk menghancurkan hubungan ini padahal sejatinya tidak ada sama sekali, dan kamu tahu sendiri kan kalau aku selama ini selalu berusaha untuk mencoba tetap sabar meskipun kalian memperlakukanku seperti tidak manusiawi sama sekali ! "Firman tahu kali ini ia harus bisa bermain drama kalau tidak ya jelas saja hubungannya dengan Rosa tidak lama lagi Bakalan Kandas.
Rossa bukanlah anak kecil yang bisa saja dipermainkan oleh suaminya itu ya Meskipun selama ini sudah terjadi, kalau memang Firman masih ingin bermain peran Ya sudah terserah dari pria itu yang penting Intinya jangan coba-coba mengatur kehidupannya.
"Anita, kalau kamu berniat untuk menikah dengan pria itu maka jangan harap kamu masih bisa membawa nama Mahapatih! oleh karena kamu ketika memutuskan pergi dari rumah ini dan menikah dengan orang pilihan kamu, maka saat itu pula kamu sudah siap menerima segala konsekuensi yang bakalan terjadi! Jangan berharap kami sebagai orang tua bakalan selalu mengerti dengan apapun yang kamu lakukan di luar sana, Dan juga tidak akan pernah mempermasalahkan hal itu sebab kami bukan anak kecil yang bisa saja diatur."bentak Rossa dengan nada bicaranya yang terdengar begitu kasar.
"Ya sudah terserah kalian saja! "seloroh Andita seolah tidak ada beban sama sekali.
__ADS_1
Anita tahu kalau orang tuanya pasti akan memperlakukannya seperti itu, hanya saja pertanyaannya Kenapa mereka tetap ada pendirian yang jelas-jelas salah.
"pokoknya kamu harus berjanji kalau tidak akan pernah berhubungan dengan dia lagi, karena Papa juga tidak akan pernah merestui hubungan kalian sampai kapanpun. "tuntut Firman tidak mau kalah.
"Memangnya Papa punya hak untuk mengatur-ngaturku, Padahal selama ini apa sih yang sudah Papa beri sebagai seorang kepala keluarga? " cibir Anita yang terdengar begitu mengejek cara bicaranya terhadap Papanya sendiri.
Firman mengepalkan tangannya menahan emosi ketika mendengar cibiran yang dilontarkan oleh Anita tadi, sebab menurutnya sebagai seorang anak mau apapun keadaannya Anita tidak boleh berbicara kasar apalagi merasa diri paling benar sendiri.
"kamu mau menghitung kebaikan yang selama ini sudah saya lakukan kepada kamu, dan kamu sebagai seorang anak merasa diri pernah memberikan sesuatu kepada kami sebagai orang tua? Wah kalau memang selama ini kamu sudah memberikan sesuatu kepada kami maka bisa dipastikan Itu adalah sebuah kebahagiaan, tetapi lihatkan sekarang boro-boro memberikan kami kebahagiaan yang ada kamu malah membuat Kami merasa malu ! "sergah Firman yang terlihat begitu murka dan juga sangat tidak suka dengan Anita yang terlalu banyak berkelit dalam nada bicaranya dan juga seolah-olah Anita adalah orang yang paling benar.
"pokoknya dalam keadaan apapun aku akan tetap menikah dengan Kevin, mau kalian setuju atau tidak pokoknya aku tetap ada pendirianku dan tidak akan pernah berubah sedikitpun! "teriak Anita sehingga seluruh penjuru rumah itu terdengar jelas suaranya yang begitu lantang.
Plak
Rossa memberikan sebuah tamparan yang begitu keras kepada Anita karena menurutnya sudah sangat keterlaluan sebagai seorang anak, padahal Apa susahnya sih mengikuti Keinginan mereka kali ini karena ini juga demi kebaikan Anita bukan kebaikan orang lain.
"Bisa tidak jadi orang itu jangan terlalu keras kepala dan juga susah sekali untuk diatur, kamu pikir kami tidak malu dengan apa yang kamu lakukan dan juga semua yang kamu rencanakan tanpa sepengetahuan orang tua kamu sendiri? "sarkas Rosa yang begitu kasar karena Ya bukanlah seorang wanita lemah yang mau saya jadi atur-atur apalagi yang mengaturnya kali ini hanyalah seorang anak kecil yang tidak tahu apapun.
"Mama kenapa berubah seperti ini dan juga kenapa tidak pernah segan-segan untuk menyakitiku, Memangnya aku salah apa dan juga di mana letak kesalahanku sampai-sampai membuat kalian malu dan juga marah? Padahal di sini itu aku hanya ingin mempertahankan hubunganku dengan Kevin, tidak lebih dari itu Kok malah bisa dibilang Tidak ada orang lain juga yang bakalan dia rugikan? "rintihan Anita terdengar begitu pilu tetapi sepertinya Mamanya itu sudah mati rasa.
"ini semua gara-gara kamu yang membuat Mama menjadi orang lain dan juga berubah, Coba kalau kalian semua paham dengan apa yang aku inginkan dia tidak mungkin aku menjadi orang yang keras kepala dan juga suka bermain kasar! "jerit Rosa lalu segera pergi dari situ karena kalau lama-lama di situ yang ada semuanya bakalan lebih runyam dan entah nanti bagaimana penyelesaiannya dirinya sedang tidak ingin memikirkan hal itu.
Firman menatap penuh cemooh ke arah Anita yang menurutnya kecil-kecil tapi susah sekali untuk diatur, untung juga dirinya masih menyayangi anaknya itu Coba kalau tidak Anta sudah Bagaimana jadinya kalau sampai dirinya juga bermain kasar.
"kamu syukur karena Papa menyayangi kamu lebih dari apapun Hanya kamunya saja merupakan manusia yang tidak tahu berterima kasih, karena sudah dikasih perhatian diberi pengertian tetapi masih saja tetap seperti itu ya Sekarang terserah dari kamu saja, "imbuh Firman lalu segera pergi menyusul istrinya yang ia yakin pasti saat ini tengah benar-benar merasakan penyesalan.
Rani hari ini Berencana untuk pergi ke kota lagi karena memang tujuan awalnya yaitu harus bertemu dengan firman, dan mendapatkan pertanggung jawaban dari pria itu agar bisa memberikan nafkah kepada Kevin.
__ADS_1
"Pokoknya aku harus bisa membuat mas Firman mengakui keberadaan Kevin dan juga mau memberikan nafkah untuknya, enak saja Dia memberikan nafkah hanya kepada anaknya yang lain sedangkan Kevin tidak dipedulikannya sama sekali! " harap Rani dalam hati.
wanita itu sekarang tengah menaiki angkot yang biasanya mengantarkannya ke kota dan di dalam sana itu suasananya sedikit ramai, karena setiap orang punya kesibukan masing-masing Ada yang ingin berbelanja ada yang sekedar mengunjungi keluarga dan ada pula yang sedang keperluan mengurus sesuatu dan lain halnya.
"kamu Maharani itukah, yang dulu merupakan istri dari Firman Mahapatih?"tegur seorang wanita yang usianya tidak beda jauh dari Rani membuat dirinya terasa heran.
"Anda mengenal saya? "tanya Rani penasaran.
wanita itu tertawa sambil menggelengkan kepalanya dan tidak percaya jika berani sampai tidak mengenali dirinya, padahal dulu mereka selalu bersama-sama dan ketika Rani selalu ketemu dengan firman diam-diam pun dirinya selalu membantu mereka.
"Ya ampun Rani ini aku Eka! masa iya kamu lupa kalau dulu itu kita pernah sama-sama melakukan ini dan itu, ya mungkin memang kamu lupa soalnya kan kita tinggalnya beda kamu tidak pernah selalu bersama. "protes Eka tidak terima ketika merasa bahwa Rani itu tega-teganya melupakan dirinya.
"Ya ampun Eka, Maaf aku sampai lupa soalnya pangling kamu sekarang mah beda. "Sesal Rani karena memang dirinya tidak sengaja melupakan wanita itu.
"kamu sekarang bagaimana kabarnya? hubungan kamu sama Firman Seperti apa, karena aku yakin kalian dulu kan tidak terpisahkan sama sekali bahkan Firman sampai loh memberontak terhadap orang tuanya? "tanya Eka berharap agar mendapat jawaban yang pasti.
"Ya begitulah , mau menjelaskan di sini juga rasa-rasanya sangat tidak sopan jadi Ya seperti yang kamu pikirkan saja ! "ringis Rani karena tidak bisa menjelaskan secara gamblang permasalahan yang tengah ia hadapi apalagi di saat ini mereka berada di dalam angkot.
Eka sebenarnya ingin bertanya karena dirinya sebelumnya pernah bertemu dengan seseorang yang mirip sekali dengan firman, tetapi sambil menggandeng mesra seorang wanita yang bukan Rani maka dari itu ia penasaran Bagaimana hubungan mereka sekarang.
"Ya habisnya Aku penasaran karena waktu itu sempat melihat Firman tetapi bukan sama kamu, padahal aku tahu sendiri kalau dia itu seorang pria yang hebat dan tidak akan pernah meninggalkan kamu soalnya Kalian kan the Couples di zamannya?"seluruh Eka Sambil tertawa.
Rani hanya tersenyum karena merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Eka, karena memang setahu nya wanita itu orangnya sukanya ceplas-ceplos maka dari itu ketika merasa ada yang tidak masuk akal pasti langsung ditanyakan saat itu juga.
"nanti saja kalau memang ada waktu kita bakalan bertemu lagi dan aku bakalan menjelaskan semuanya, hanya untuk saat ini sepertinya nanti dulu saja deh soalnya aku juga ada keperluan penting yang tidak bisa ditinggalkan! "terang Rani berharap agar Eka paham dan akhirnya tidak bertanya Yang ini dan yang itu karena nantinya hanya membuat Kepalanya pusing memikirkan semuanya.
"Ya sudah tidak masalah soalnya aku juga lagi ada keperluan mendadak dan tidak bisa ditinggalkan juga, lagian kalau memang Tuhan masih memberikan umur yang panjang kita pasti akan bertemu dan juga aku ingin mendengar kisah kamu sampai habis. "balas Eka dan kini mereka berdua sudah turun ke alamat masing-masing sedangkan Rani memilih untuk langsung mendatangi Firman di kediamannya karena ia yakin di pagi hari seperti begini pasti pria itu masih berada di rumah.
__ADS_1
dirinya tersenyum miris ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini, sebab rumah yang ditinggali Firman itu begitu megah dengan berbagai pilar yang ada di hadapannya sedangkan dirinya hanya tinggal di gubuk reot jangankan ada pilar tiang penyangganya saja pun sudah dimakan rayap akibat dimakan usia.
"ternyata memang dari dulu perbedaan kita itu selalu saja terlihat jelas, Kamu Di Atas selalu di atas sedangkan aku di bawah pasti akan selalu dibawa dan tidak akan pernah bisa bersaing! "gumam Rani monolog.