
Adinda hari ini Berencana untuk pergi ke sekolahnya Amelia karena kebetulan ada rapat dengan gurunya maka dari itu pagi-pagi sekali ya sudah bangun dan menyiapkan segala macam keperluan para anggota keluarga nya yang lain,sedangkan suaminya Arga hari ini ada jadwal meeting dengan para kliennya lalu setelah itu bakal kembali kerumah Sakit karena ada pasien yang sudah terjadwal untuk operasi.
Arga sebenarnya tidak pernah membiarkan istrinya itu melakukan aktivitas di luar rumah tanpa dirinya, hanya saja untuk kali ini ia tidak bisa menemani karena urusan ini sudah terjadwalkan dan juga menurutnya di sekolahannya Amelia itu kan kebanyakan murid-murid SMA Jadi sepertinya istrinya akan aman-aman saja tidak ada bakalan gangguan yang datang secara tiba-tiba.
"Sayang,aku bakal antar kamu kesekolah Kakak! Kalau misal ada masalah atau seseorang yang sudah membuat kamu merasa tidak nyaman Langsung kasih tahu saja ya, karena saat itu aku pasti datang dan menghajar semua orang yang sudah bersikap kurang ajar kepada istriku! " perkataan Arga itu membuat Amelia dan juga Arkan hanya bisa menggelengkan kepalanya karena kebucinan sang Papi yang terlalu kelewatan batas.
"Bucin terooozzz,nanti Mami diambil sama mantan baru tau rasa," sindir Amelia.
Arga menatap tidak suka ke arah anak gadisnya itu karena bisa-bisanya menyebut soal mantan tepat di hadapan Adinda,nanti kalau misal istrinya itu malah kepincut beneran sama pesona sang mantan bisa panjang urusan nantinya.
"Mel, kalau ngomong aneh-aneh seperti tadi Papi bakalan larang istri Papi untuk pergi ke pertemuan dengan guru kamu di sekolah! Siapa suruh mau cari masalah pagi sekali jadi kalau misalnya Papi laksanakan nanti yang kesusahan kan kamu,oleh karena kalau Papi tidak sayang kamu maka dari itu kamu bakal langsung pergi sendirian kesekolah tanpa ada orang tua yang menemani!" ujar Arga membuat Adinda hanya menggelengkan kepala sedangkan Arkan malah memberikan kedua jempol untuk Papinya.
"Nah itu baru benar, karena memang satu-satunya anak gadis di rumah ini harus dibuat sesuatu agar mulutnya itu jangan terlalu nyolot," Arkan menimpali perkataan Arga tadi.
Arga mendukung Arkan tapi sekaligus mengusap pelan rambut Amelia karena tadi itu dirinya hanya bercanda saja,lagian mana mampu ia marah kepada bidadari kecilnya yang sangat ia sayangi tulus ikhlas sepenuh hati.
" jangan pegang-pegang ih tadi saja sudah marah marah tidak jelas,pokoknya kalian berdua jangan sampai melakuan kesalahan ya kalau tidak aku bakal balas dendam lebih sadis dari ini," omel Amelia kesal.
" Ya jadi ceritanya kamu Beneran marah nih sama Papi,padahal tadi hanya bercanda saja tidak lebih dari itu dan juga nanti cantiknya hilang lho?" bujuk Arga.
"Bodoh amat," sahut Amelia.
"Kakak diputusin ya sama Ayang bebeb Daffa jadi sensitif terus, Sudahlah tenang saja nanti mami bakalan ke sana dan mengurusnya semuanya yang penting intinya Kakak biasa saja ya jangan marah-marah sama seisi rumah pagi-pagi begini! "ejek Arkan membuat Amelia menatap tidak suka ke arah adiknya itu karena bisa-bisanya menyebarkan fitnah di tengah keluarganya dan kini Lihatlah kedua orang tuanya Tengah menatap penuh pertanyaan ke arahnya padahal jelas-jelas Ia tidak ada sangkut pautnya dengan Dafa yang tadi disebutkan oleh Arkan.
"kamu jangan menyebarkan fitnah di jam seperti begini ya atau Kakak bakalan bikin Kamu tidak pergi sekolah hari ini juga, Lain kali kalau ngomong itu sesuai fakta dong jangan hanya membuat aku yang bakalan disalahkan sama papi dan juga Mami dan alhasil aku yang bakal disalahkan," ujar Amelia kesal.
"Wah sepertinya Mami penasaran dengan yang namanya Daffa itu karena sudah menjadi viral ditengah keluarga kita,apa Mami harus berkenalan dengan dia secara langsung supaya maksudnya ada kenyamanan begitu?' Tanya Adinda membuat Arga menatap tajam kearah Istrinya itu.
"Sayang,kamu masih berencana saja aku cemburu apalagi kamu beneran melakukannya! Jangan sampai itu anak orang Mas patahkan tangan nya karena sudah berani berbicara dengan Mami,Kakak juga jangan pernah berhubungan dengan Si Daffa itu karena Papi tidak suka sama sekali!" perintah Arga membuat semua orang hanya bisa menepuk pelan jidat mereka karena ternyata Arga benar benar merasa marah dan tidak terima.
__ADS_1
" Ya ampun hidup kamu ini sudah seperti jalan tol,Mas! Anak anak tadi itu hanya bercanda saja tidak serius sama sekali,jangan merespon terlalu berlebihan dong memang tidak capek apa?" Tanya Adinda heran.
"Kalau begitu kamu juga jangan pernah bercanda tentang orang lain karena aku tidak suka sama sekali,habisnya masa iya sudah punya suami yang sempurna tanpa cela tapi malah menyebut soal orang lain?" omel Arga tak terima.
Amelia tak habis pikir dengan tingkah kepala keluarga dirumah itu yang sangat nyeleneh,tapi percayalah hal itulah yang membuat keluarga orang tuanya sangat berwarna dan juga bisa dibilang sangat nyaman bagi semua penghuni rumah itu.
"Papiku pokoknya paling terbaik diantara semua yang ada,aku sayang banget sampai pengen nangis nih!" ujar Amelia.
Adinda sangat bersyukur memiliki Arga dalam hidupnya karena pria itu tidak pernah mengeluh tentang keadaannya sebelum mereka menikah,karena sampai sekarang tidak pernah ada pembahasan tentang status itu dan hal tersebut sangat disyukuri olehnya.
"Adek nanti perginya bareng Davin ya,soalnya kemarin sudah janjian?" Bujuk Arkan.
"Eh mana ada begitu? Mau dijemput atau diantar bila perlu dipaket sekalipun,kamu itu tetap bakal berangkat bareng sama Mami dan juga Papi! Kakak kamu bakal bawa mobil sendiri biar nanti kalau kami pulang bakal lebih mudah,jadi anak bujang tuh jangan terlalu nyaman dengan pergaulan sampai akhirnya melupakan keluarga sendiri!" tolak Adinda.
"Mih,aku udah besar lho malah sedikit lagi bakal tamat dari SMP,masa iya dibiarkan mandiri juga tidak bisa malah pake diantar segala?" tolak Arkan.
"Pokoknya Big No! Mau jadi apa kamu kalau terlalu liar diluaran sana,mau jadi tukang pukul dengan ikutan tawuran atau mau jadi pendemo karena kurang kerjaan?" Tanya Adinda.
"Bukan susah tapi belum! Lagian itu Davin anaknya liar sekali lho masa belum apa apa sudah pacaran sama anak SMA,kamu pikir Mami tidak melihat secara langsung sifatnya waktu di Mall itu?" Tanya Adinda membuat Arkan langsung terdiam.
Setelah perdebatan yang lumayan mendramatisir akhirnya Arkan pergi bersama orang tuanya,sedangkan Amelia pergi menggunakan mobil kesayangan nya.
Karena gaya bawa mobil orang tua sambil berbincang santai ya akhirnya membuat Amelia dan Arkan sampai lebih dulu hanya saja Amelia mengantarkan Arkan kesekolahnya dahulu barulah kembali,karena ia juga tidak mau telat yang beresiko kena omelan dari Adinda.
"Kak,ada Davin tuh apa tidak ada niatan buat ngobrol begitu sama dia? Orang nya keren dan juga ganteng terus ketua osis lho disini,ya maksudnya biar aku sedikit bangga kalau punya kakak ipar keren?" tawar Arkan.
"Ih lebay deh,jangan ngomong yang aneh aneh deh kamu!" tolak Amelia tidak peduli mau ketua osis atau usus atau eses karena intinya Davin itu masih bocah.
"Ya gagal deh!" ujar Arkan.
__ADS_1
"Sudah ah bocil jangan paksa gede kamu yah,atau nanti Kakak bilangin sama Eneng Yoona di korea kalau kamu selingkuh!" ancam Amelia karena ia tahu jika adiknya itu adalah fans garis kerasnya Yoona bahkan lebih parahnya lagi segala pernak pernik tentang idol K-pop itu semua ia miliki tanpa terkecuali.
"ya jangan dong,nanti aku 17 tahun Papi sama Mami sudah kasih izin buat pergi!" bujuk Arkan yang ingin sekali menangis.
Amelia pergi dengan terburu buru karena kalau meladeni Arkan lagi maka bisa dipastikan dirinya bakal telat,jadi lebih baik diakhiri saja biar jadinya sangat adil.
Arga kini sudah mengantarkan istrinya kesekolah Amelia sebelum turun terlihat Adinda berpamitan pada suaminya dan Arga mengecup pelan kening istrinya itu,percayalah pasangan yang sudah menikah belasan tahun itu masih terlihat begitu harmonis sampai tak pernah ada cekcok diantara mereka.
"Kamu hati hati dijalan nya,kalau sudah selesai meeting langsung kerumah Sakit karena nanti aku juga bakal susul kesana!" jelas Adinda.
"Kalau capek mendingan langsung pulang jangan terlalu memaksakan diri,aku juga nanti pasti pulang nya sedikit cepat!" tolak Arga.
"Kamu itu bukan robot yang tidak punya rasa capek,jadi jangan banyak membantah atau....
"Ok Kanjeng Mami,suami mu ini pergi dulu ya!" pamit Arga.
Adinda tersenyum sambil melihat mobil suaminya yang sudah semakin menjauh,ia hanya bisa menggelengkan kepalanya mengingat tingkah konyol suaminya itu.
"Kamu tidak pernah berubah!" batin pria itu yang dari tadi sampai lebih dahulu dan sedang menunggu putranya.
"Aku merindukan kamu dari dulu sampai nanti." batin pria itu.
Kevin tak menyangka setelah perpisahan selama puluhan tahun akhirnya bisa bertemu dengan wanita yang sampai sekarang selalu mengisi hatinya sampai tak ada tempat untuk orang lain bisa masuk,tapi sayang karena kebodohannya dulu membuat wanita itu pergi dan tidak pernah kembali lagi.
"Papa,ayo kita kedalam Aula!" Ajak Daffa yang baru sampai.
Kevin masih belum bergeming dari posisinya memperhatikan Adinda,bahkan sampai tidak menyadari jika apa yang ia lakukan itu membuat Daffa benar benar merasa heran.
"Papa lihatin siapa sih sampai serius begitu,apa dia wanita yang membuat Papa tidak bisa menerima Mama Anita?" Gumam Daffa yang ternyata menyadari jika Kevin tengah menatap kearah Adinda.
__ADS_1
"Pengumuman untuk orang tua wali murid kelas 12 ,diharapkan segera masuk kedalam Aula bersama dengan anak murid kelas 12!" terdengar pengumuman membuat Kevin tersadar dari kegiatannya itu dan juga kaget karena Daffa sudah ada disitu.