SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Salah siapa?


__ADS_3

Devon dibuat kalang kabut dengan jawaban yang diberikan oleh Adinda tadi yang sepertinya tengah menjaga jarak, apalagi senyuman keterpaksaan di wajah Wanita itu sungguh membuat pria tersebut sepertinya mewaspadai sesuatu takutnya jangan sampai ini hanyalah akal-akalan Adinda agar bisa menjauh darinya.


Silvia pun terlihat biasa saja karena memang wanita itu juga tidak mempermasalahkan sesuatu hal terlalu berlebihan Mengingat bahwa hubungan antara Adinda dan juga Devon itu hanya sebatas teman, maka untuk apa ia mempermasalahkannya jika nanti akhirnya Adinda tetap bakalan kembali ke Indonesia sedangkan Devon tetap bakalan Stay di Jerman mencari jodoh masa depannya dan tidak akan pernah terganggu dengan keberadaan Adinda.


Devon sudah dibuat frustasi sekali ketika setelah mengatakan semuanya itu Adinda pergi meninggalkannya sendirian, padahal pembahasan mereka berdua belum selesai sama sekali tetapi kenapa malah harus seperti begitu keadaannya dan juga harus seperti itu mengatakan semuanya.


"Adinda dengarkan penjelasanku dulu dong, Tolong jangan mengambil kesimpulan sepihak seperti ini! Oke baik aku tahu kamu marah karena telah meninggalkan kamu sendirian dan kembali ke sini tanpa aku yang menemani, hanya saja dia itu tidak ada hubungan apa-apa denganku hanya sebatas saling kenal ya sudah begitu tidak ada yang spesial dan juga tidak ada yang perlu untuk dipertahankan! "bujuk Devon berharap agar Adinda paham kalau pria itu sebenarnya tidak pernah ada niatan untuk menyakiti siapapun Tetapi kalau soal Adinda dirinya benar-benar begitu bahagia ketika bertemu kembali dengannya Setelah sekian Purnama maka dari itu ketika Adinda pergi dengan ada salah paham diantara mereka Devon yakin hidupnya tidak akan pernah tenang.


Adinda mendesah kasar ketika Devon itu sangat sulit sekali untuk dibilangin padahal Ia tadi sudah berkata bahwa dirinya baik-baik saja, namun pria itu sepertinya tidak paham dengan apa yang dikatakan karena terbukti sekarang Devon malah ngotot dan bertahan kalau dirinya marah kepadanya padahal pertanyaannya Ada hal penting apa yang membuat Adinda harus memarahi pria tersebut.


"kamu ini kalau ngomong Kebanyakan ngelantur deh! memang pertanyaannya Siapa yang marah kepada kamu dan juga alasannya apa sampai aku bisa marah, Seharusnya kamu sadar dong kalau aku itu tidak ada niatan untuk marah kepada siapapun dan juga ada untungnya apa coba Aku marah kepada kamu? Kalau suamiku ya mungkin aku bakalan melakukan hal itu kalau pacarku ya mungkin aku bakalan membela kamu, tetapi kita berdua kan baru bertemu dan juga mungkin masih ada kecanggungan Jadi kalau misalnya aku pulang Biasa saja dong responnya jangan terlalu berlebihan seperti itu! "bujuk Adinda lagi soalnya dirinya juga sebenarnya tidak tega ketika melihat wajah frustasi milik sahabatnya itu.


"aih kalau begini Coba ada Arga boleh soalnya aku juga ingin omong dengannya Kenapa bisa selama ini dia tidak menjaga kamu dengan baik sampai sikap kamu tidak pernah berubah, padahal aku belum tahu selama ini suami kamu yang mana Terus kenapa kamu ke sini tanpa dia sudah begitu kenapa keadaan kamu sangat berbeda jauh dengan ibu hamil yang lain yaitu tidak ada kebahagiaan sama sekali ! "ujar Devon karena dirinya juga tidak berkata jujur ya Otomatis Adinda tidak akan pernah mengatakan semuanya dan juga mungkin Adinda tidak akan pernah mengakui keadaannya yang sebenarnya.


"Bisa tidak jangan kamu omong tentang pria yang kamu pikir adalah suamiku, aku sangat tidak menyukai dan juga sangat tidak ingin mendengarnya jadi aku mohon kamu tolong pahami apa yang menjadi permasalahan dalam hidupku! Ayo mah kita pulang Soalnya kalau terlalu lama di sini aku rasanya pengen memarahi seseorang sampai puas, tidak ada yang mengerti tidak ada yang paham tentang apa yang aku inginkan semuanya pada ngotot ingin memuaskan rasa ingin tahu masing-masing! "sindir Adinda yang sedikit merasa kesal dan juga tidak nyaman ketika Devon terlihat seperti mengetahui segala sesuatu tentang kehidupannya Padahal mereka saja baru bertemu beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


"Ya sudah kamu jangan terlalu memikirkan segala sesuatunya secara berlebihan karena memang kamu tidak pantas untuk melakukannya itu, lakukan saja pekerjaan kamu seperti biasanya Anggap saja tidak pernah saling mengenal Soalnya kalau kamu hanya ingin dekat dengan Adinda tetapi malah mencari tahu tentang kehidupan masa lalunya maka tante yakin kamu merupakan orang yang sangat keterlaluan dan tidak pernah puas dengan apa yang kamu miliki sekarang ! "sebenarnya Silvia juga tidak tega mengatakan semuanya itu secara gamblang di hadapannya Devon hanya saja kalau membiarkan Adinda mood-nya terus berantakan dan tidak ada yang membelanya ya Nanti anaknya itu pasti bakalan mogok makan dan berimbas pada kesehatan cucunya.


Devon mengerti dengan kode yang diberikan oleh Silvia maka dari itu ia pun mau tidak mau menganggukkan kepalanya pertanda paham dan mengizinkan Mereka pergi serta tidak akan banyak berbicara lagi, meskipun dibenaknya jangan salahkan kalau beribu macam pertanyaan yang muncul tetapi satupun tidak ada jawaban yang ia dapatkan karena moodnya Adinda yang benar-benar sedang tidak bisa diajak kompromi dan juga Adinda yang sangat tidak ingin mendapatkan perhatian dari lawan jenisnya.


"Ya sudah Adinda hati-hati ya! maaf kalau tadi aku sudah melakukan kesalahan dan juga maaf jika ada wanita aneh yang sudah mengatakan Kamu sesuatu hal yang tidak baik, Percayalah dari dulu sampai sekarang kamu merupakan sahabat terbaikku dan juga kamu serta harga adalah orang yang selalu aku anggap penting dalam kehidupanku seperti kedua orang tua aku! "setelah mengatakan hal itu Devon membungkukkan badannya dan kemudian masuk ke dalam ruangannya Olivia karena kalau tetap berdiri dan melihat Adinda pergi ada rasa tidak tega ketika melihat wanita itu bakalan menjauh Maka dari itu dia akan memilih untuk pergi lebih dulu.


Adinda dan juga Silvia berjalan beriringan menuju ke mobil mereka yang kebetulan terparkir di parkiran rumah sakit, sepanjang perjalanan ke sana tidak ada percakapan antara kedua orang itu karena memang benar-benar sedang sibuk dengan pikiran masing-masing.


sedangkan Devon yang baru saja masuk ke dalam ruangan Olivia langsung dihadiahi tatapan tajam oleh Mamanya itu, wanita paruh Baya itu benar-benar kecewa kepada anaknya karena bisa-bisanya membuat Adinda sekecewa itu padahal keadaan wanita itu sedang tidak baik-baik saja.


Devon merasa ada aura mengintimidasi di sekitarnya tapi mau bagaimana lagi ia juga harus perlu Berbicara dengan mamanya membahas tentang keadaan Adinda, jadi kalau misalnya Olivia mau marah ya terserah dari wanita itu yang penting intinya mereka berdua bisa berbicara setelahnya.


"kamu itu tadi ngotot mengajak anak orang jalan-jalan ya sudah ibunya membiarkan saja dan juga Adinda menyetujui karena memang dia sedang ingin memperbaiki moodnya makanya mengikuti keinginan kamu, eh malah kembali ke sini dalam keadaan marah-marah dan Bukannya kamu jaga agar dia tetap tenang dan juga nyaman Malah keluar diperlakukan tidak adil oleh siapapun itu Mama juga tidak tahu sama sekali! kalau memang kamu sebagai orang tidak pegang pada komitmen dari awal lebih baik jangan nekat melakukan sesuatu yang nantinya hanya akan merugikan orang lain, Percayalah Tidak semua orang itu akan mampu menghadapi sebuah masalah dengan kepala dingin pasti ada orang yang kerjaannya bakalan marah-marah saja ketika apa yang mereka inginkan berjalan tidak sesuai dengan kenyataan! "tegas Olivia berharap agar anaknya itu semakin hari menjadi dewasa bukan malah menjadi kanak-kanak dan juga merugikan orang sekitarnya padahal kemauan pria itu sangat banyak dan juga harapan hidupnya pun sangat tinggi tetapi Sayang kalau tidak dibarengi dengan sikapnya ya sama saja bohong.


"Astaga Mama setidaknya tanya dong Alasannya kenapa sampai suasana hatinya Adinda berubah drastis seperti itu, kalau memang tahu bakalan terjadi hal ini aku pasti sudah mau waspadainya dong dan mungkin menghalau semua orang yang sangat tidak membuatku nyaman! " Devon Tentu saja tidak terima kalau tiap hari harus disalahkan dengan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan.

__ADS_1


"ya sebelum kamu ngomong Mama pasti sudah tahu kalau itu merupakan para fans kurang ajarnya kamu yang tidak pernah berubah Kalau bertemu dengan kamu, Dan asal kamu tahu itu semua yang membuat Mama sangat tidak menyukainya karena orang-orang tersebut tidak punya hati nurani dan sukanya melecehkan pribadi orang lain merasa diri paling benar! "bukan rahasia umum lagi di mata Olivia ketika anaknya itu selalu saja digandrungi para wanita membuat kehidupan pribadinya pun tidak bisa berjalan dengan mulus karena semua wanita itu selalu nekat mengatakan bahwa Devon merupakan calon suami mereka.


Devon di sini juga sebenarnya tidak bisa disalahkan karena memang para wanita itu yang sengaja melakukan semuanya supaya semua orang yang dekat dengan Devon bakalan langsung menjauh, entah pesona Apa yang sedang dilakukan oleh anaknya itu atau mungkin Janji apa yang pernah diucapkan sampai wanita itu tetap ngotot pada pendiriannya.


"Ayo ngaku sekarang manusia Siapa lagi yang tadi mengganggu Adinda? Dan juga kata-kata apa yang sudah dikeluarkan sampai membuat Adinda sepertinya tersinggung, Padahal jelas-jelas di sana ada kamu yang seharusnya bisa meminimalisir mulut kurang ajarnya mereka? "tanya Olivia dengan tatapan menyelidik berharap agar putranya itu memang mau jujur tentang semua yang terjadi di dalam kehidupan.


"Viola mah wanita aneh dan juga gila yang sudah beribuan kali aku tolak tetapi ngotot pada pendirian, kalau orangnya manis dan juga selalu bersikap santai seperti Adinda Ya aku pasti sudah menjadikan dia istriku tetapi modelan seperti begitu mau pakai pakaian saya selalu kurang bahan masa iya mau mengejar-ngejar ku sampai tidak berhenti juga?"terlihat Devon benar-benar sangat tidak menyukai keberadaan Viola di dekatnya karena memang wanita itu selalu nekat dan juga berusaha menjauhkan para wanita yang sedang jalan dengan Devon ya Meskipun wanita itu sebenarnya hanyalah Sepupu ataupun kenalan saja yang kebetulan bertemu dan akhirnya punya tujuan yang sama.


"Maksud kamu wanita yang itu , Ah kurang ajar sekali dia karena bisa-bisanya mengganggu Adinda! Ya sudah nanti Mama yang bakalan balas dendam karena sudah benar-benar kurang ajar dan mengganggu orang yang tidak ada persoalannya sama sekali, padahal harusnya dia sadar diri kalau dari awal sampai akhir pun Mama tidak akan pernah menyetujui dia sebagai menantu di keluarga kita yang jelas-jelas mempunyai keluarganya yang tahu adab dan juga culture! "ya Olivia merupakan wanita dengan keturunan Indonesia Jerman jadi otomatis segala sesuatu tentang orang Indonesia ia tahu maka dari itu jika berhubungan dengan Adinda jelas saja harus sesuai dengan kebiasaan di negara asalnya itu.


"tidak perlu mah nanti aku yang bakalan turun tangan soalnya tadi Adinda juga sudah sempat menamparnya sampai-sampai wajah wanita itu memerah, maka dari itu karena dia yang membuat Adinda pergi jadi aku harus balas dendam kepadanya secara langsung supaya tidak berani kurang ajar ataupun macam-macam kepadaku lagi! "ujar Devon dengan tatapan matanya yang menyala-nyala soalnya ia sangat tidak terima ketika ada yang sudah menghina Adinda tepat di hadapannya.


"Wow Adinda sudah menghajarnya? Nah jadi wanita itu memang harus strong seperti itu tidak boleh dimarah-marah dan juga dijatuhkan harga dirinya malah hanya menangis doang, mama sama Adinda itu gaya pemikirannya tidak ada yang beda sama sekali yaitu siapa yang berani menyakiti kami maka terima saja resikonya dan tidak akan pernah kami lepaskan sampai puas! "wajah amarah Olivia berangsur sedikit mereda ketika tahu bahwa Adinda sudah secara langsung membalas rasa malunya terhadap wanita yang sudah kurang ajar terhadap dirinya itu.


Silvi hanya bisa menenangkan anaknya itu karena ia juga sebenarnya tidak ketika melihat Adinda harus menjadi bahan ejekan orang lain, hanya saja mau bagaimana lagi Bukankah Adinda harus terbiasa menghadapi semua itu supaya dirinya ketika bersama orang-orang lain di dunia luar seperti dulu mentalnya bisa diasah dan juga tetap menjadi seseorang yang tidak pernah terprovokasi sedikitpun kecuali kalau orang-orang tersebut yang mengganggunya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Maafkan mama ya tadi sudah membiarkan kamu pergi tetapi akhirnya kamu kembali dengan keadaan seperti begini, hanya saja Percayalah begitulah Resiko yang akan dihadapi kalau orang sampai melakukan kejahatan karena memang di sini ya orang tidak mempermasalahkan ya Tetapi entah nanti apa yang terjadi kalau kamu balik ke Indonesia! "Silvia benar-benar merasa frustasi ketika mulai merasakan sepertinya keadaan anaknya ke depannya tidak akan baik-baik saja kalau berhubungan dengan orang-orang yang mungkin bisa dibilang mempunyai begitu macam pesona di negeri ini.


"Mama Tenang saja aku tahu apa yang harus aku hadapi karena biar bagaimanapun segala perbuatan di dunia ini harus ada konsekuensi yang ditanggung, masa iya aku harus lari daripada kegiatan seperti yang dilakukan oleh manusia kurang ajar itu padahal jelas-jelas harus ada anak yang aku besarkan nantinya! "tegas Adinda yang memang benar akan menerima anaknya 100% tidak ada yang namanya penolakan seperti yang sudah-sudah.


__ADS_2