
Arga kali ini memilih untuk balik ke rumah sendirian tanpa membawa anak ataupun istrinya karena dirinya ingin mengurus sesuatu hal yang penting, sesuatu yang penting itu menyangkut soal orang di masa lalunya Adinda istrinya yang utama Mengapa tiba-tiba datang ke rumah mereka sampai membawa anaknya gokil kapur atau gimana lah gitu.
pria itu melajukan mobil dengan begitu cepat karena sudah habis kesabarannya ketika ada orang yang nanti akan mengganggu keutuhan keluarga mereka , Masih Membekas dalam ingatannya ketika dulu tahu kalau Devon sebenarnya juga menyimpan perasaan untuk Adinda dan jelas saja dirinya tidak terima kalau hal itu terjadi.
Arga akan menghentikan semua orang yang berani mengganggu dan juga coba-coba untuk masuk lagi ke dalam rumah tangga mereka, karena menurutnya orang-orang seperti begitu pantasnya untuk dijauhkan karena bukannya mengurus kehidupan mereka sendiri malah sibuk dengan kehidupan orang lain.
sekarang mereka sudah bahagia pekerjaan mereka juga sudah mapan anak-anak juga sudah besar dan mulai bisa mengurus diri masing-masing, apalagi sedikit lagi Amelia akan kuliah Maka dari itu dia ingin lebih fokus menjaga mereka mengurus mereka Dan intinya tetap setia kepada istrinya tidak akan pernah tergoda dengan orang lain meskipun orang-orang itu merupakan orang yang paling penting sekalipun di negara tersebut.
Adinda di rumah merasa cemas ketika tahu suaminya dalam perjalanan menuju ke rumah mereka untuk bertemu dengan Devon , dirinya berharap agar semua baik-baik saja tidak ada masalah berarti yang akan terjadi karena dirinya sangat hafal Bagaimana sikap Devon dulu yang selalu saja mencari masalah dengan suaminya sekarang.
Silvia yang melihat kegelisahan Putri nya agar segera duduk karena ia ingin menanyakan hal yang penting yang membuat suami istri tadi itu kelihatan begitu tidak nyaman dan juga tidak tenang, seperti tengah ada sebuah masalah yang datang dan mereka tidak menginginkan agar masalah itu muncul serta mengganggu rumah tangga mereka berdua.
" Kalian ada masalah atau apa sih sampai-sampai tadi harga terlihat begitu buru-buru seolah-olah ada sesuatu hal yang terjadi di rumah, kalau memang ada bilang sama mama dan juga Papa Siapa tahu kami bisa bantu untuk membuat kalian merasa lebih tenang saat ada di sini? "tawar Silvia karena dirinya bukan anak kecil yang tidak paham dengan perubahan sikap dari pasangan suami istri muda yang ada di hadapannya itu.
Adinda menahan nafasnya karena sebenarnya dirinya juga bingung dengan masalah yang barusan saja terjadi di dalam rumah tangga mereka, padahal seharusnya sekarang mereka semua berkumpul di sini daripada gangguan sama sekali di luar sana Dan intinya suaminya tidak akan pergi ke manapun.
"Devon anaknya Tante Olivia sama Tuan Taylor pasti Mama tahu kan yang dulu kita ketemuannya di Jerman saat aku masih dalam keadaan hamil, dia ada di rumah tadi tepatnya di depan rumah dan kebetulan kamera pengawas langsung terhubung dengan ponselnya Mas Arga makanya dia pergi ke sana untuk memastikan kira-kira tujuan pria itu apa datang ke situ? kalau misalnya maksud dan tujuannya membuat kami semua merasa tidak nyaman ataupun ingin mengganggu keutuhan rumah tangga kami , Biarkan saja Mas Arga yang bakalan bertindak Dan intinya agar pria itu sadar diri tidak Mengulangi kesalahan yang sama! "jelas Adinda.
Hendra dan juga Silvia Saling pandang ketika melihat Aksi nekat Devon yang menurut mereka sangat tidak masuk akal, untuk apa datang dan mencari keluarganya Adinda Padahal selama belasan tahun mereka sudah terpisahkan Dan intinya pasti sudah punya hidup masing-masing, jadi seharusnya saling menghargai privasi satu dan yang lainnya tidak usah ada yang namanya bertamu ataupun berkunjung dan sebagainya karena nantinya hanya akan membuat semua orang menjadi salah paham dan juga berpikir yang tidak tidak serta hal itu pula yang mengundang permasalahan antara pasangan suami istri di dunia ini.
" Memangnya kamu lihat dia datang sama siapa saja sampai akhirnya suami kamu pergi menyusul sampai di sana, jangan sampai memang dia ada keperluan atau mungkin karena merasa mengenali Kamu jadi akhirnya dia memilih untuk singgah sebentar sekedar hanya untuk menyapa? kita jangan terlalu berpikiran yang negatif tentang orang lain jangan sampai maksud dan tujuannya tidak sampai ke arah sana, soalnya kalau terlalu berpikiran yang berlebihan agar hasil akhir sesuatu yang tidak terjadi bakalan merasa kalau itu memang akan terjadi dan nantinya akan membuat rumah tangga kalian yang bermasalah, " ujar Silvia yang hanya ingin membuka jalan pikiran anaknya maksudnya biar jangan terlalu provokasi Sebab di zaman sekarang itu terlalu banyak orang yang suka mencari masalah dan juga menciptakan masalah nantinya Ketika masalah itu sudah terjadi mereka bakalan pergi begitu saja tanpa peduli penyelesaiannya seperti apa.
__ADS_1
" ya maka dari itu mas Arga ingin memastikan kira-kira dia ada keperluan apa sampai datang ke Indonesia Tadi aku lihat dia sempat mau dengan anak kecil loh, apalagi mengingat dulu betapa getolnya dia untuk menggangguku maka dari itu sekarang lebih baik kami waspada saja bukan karena merasa percaya diri masih laku di usia seperti ini tetapi intinya semua lainnya harus dipersiapkan dengan begitu baik, " jelas Adinda yang memang dari tadi selalu berpikir positif thinking tapi tergantung juga bagaimana responnya Devon saat di lapangan kalau memang biasa saja tidak masalah tetapi kalau luar biasa ya itu jadi permasalahannya.
" sudahlah kalau memang suami kamu sudah mengurus semuanya lebih baik sekarang kita istirahat soalnya belakang Mama ini rasanya mau patah deh terlalu lama duduk, Kamu juga jangan terlalu pikir secara berlebihan Percayalah kalau suami kamu itu merupakan seorang pria dewasa yang bisa menyelesaikan sebuah masalah dengan cara yang dewasa pula tidak ada yang namanya adu jotos jika memang melawan bicaranya juga menghormatinya, "bujuk Silvia berharap agar anaknya itu tetap rileks tidak terprovokasi dan juga intinya tidak usah marah-marah yang sangat tidak jelas.
Adinda menganggukan kepalanya pertanda paham dengan apa yang dikatakan oleh mamanya barusan, namun satu yang ia harapkan agar suaminya secepatnya datang ke sini lagi karena begitu banyak pertanyaan yang ingin Ia lontarkan tentang apa dan juga kenapa sampai Devon bisa datang.
sedangkan Arga saat ini sudah sampai di rumah dan dirinya hanya menggelengkan kepala ketika melihat Devon dan juga seorang anak kecil masih tetap berdiri di pintu gerbang, untung juga mereka sudah pindah tinggal ke rumah kalau masih di apartemen ya entah apa yang bakalan bakalan lakukan di lorong apartemen itu.
Devon begitu bahagia ketika ada mobil yang masuk ke dalam rumahnya Adinda sekarang dan dirinya yakin pasti ada wanita itu juga di dalamnya, Namun sayang dari tadi ditunggu yang turun hanyalah harga Tidak ada orang lain lagi bahkan terkesan pria itu memang sengaja sendirian saja yang pulang ke rumah.
Devon tanpa banyak bicara langsung mendekati Arga berusaha untuk memastikan apalagi terlihat Catherine begitu ingin sekali cepat bertemu dengan Adinda, membuat dirinya jadi tidak tega mau tidak mau mengajak anaknya itu untuk segera masuk ke halaman rumahnya Arga berharap agar ada penjelasan lanjutan tentang di mana Adinda berada.
"Arga, Apa aku boleh bertemu dengan Adinda sekarang? Ini bukan tentang aku dan bukan tentang masa laluku tetapi ini tentang anak yang ada di genggamanku sekarang, dia sangat merindukan Adinda dan ingin bertemu dengannya makanya kami rela terbang jauh-jauh dari sana hanya untuk datang dan bertemu dengan dia?" jelas Devon membuat Arga mengurutkan keningnya karena atas dasar apa mereka ingin bertemu dengan istrinya padahal jelas-jelas Adinda bukanlah Mami dari anak kecil itu kan.
"Catherine ingin bertemu sama mami dan tolong Uncle pertemukan kami berdua, Aku janji tidak akan nakal dan tidak akan membuat Mami kesusahan Tapi tolong ya Aku sangat ingin bertemu dengannya, "pinta Catherine membuat Arga benar-benar bingung karena posisi ini sangatlah tidak menyenangkan dan ia paling membenci hal itu.
" kamu yang menyuruh anak ini memanggil istriku dengan sebutan tadi dan kamu juga yang sudah mempengaruhi otaknya agar berharap seperti itu, kamu sadar tidak perlu apa yang kamu lakukan itu sudah membuat istriku nantinya akan merasa tidak nyaman? " tanya Arga yang memasang tatapan tidak sukanya.
Devon hanya bisa terdiam karena memang ini semua kesalahannya tetapi Bisakah pria itu maklum dengan keadaannya sekarang yang tidak mungkin menolak permintaan anak sekecil itu juga dilakukannya tiap hari tiap menit detik itu, Mungkin setelah bertemu dengan Adinda Maka anaknya itu tidak akan pernah lagi mengingat tentang wanita tersebut karena merasa sudah puas pertemuan walaupun hanya sekali saja?
"saya mohon meskipun ini terkesan berlebihan dan juga sangat tidak masuk akal, akan tetapi setidaknya kamu hargai perjalanan kami yang begitu jauh hanya untuk bertemu dengan Adinda dan kamu juga pasti tidak tega kan melihat anak kecil ini menjadi sedih? "tanya Devon lagi.
__ADS_1
Arga tidak percaya jika Devon melakukan pemaksaan seperti ini, padahal seharusnya sadar kalau sebenarnya Adinda itu sudah punya keluarga sendiri dan juga punya kesibukan sendiri yang tidak mungkin 100% meladeni kedatangan mereka yang menurutnya sangat tidak masuk akal dan juga terkesan seperti ada pemaksaan di dalamnya.
" Mami kamu namanya siapa dan Papi kamu namanya siapa, maaf jika Uncle tidak sopan Tetapi hanya ingin tahu kebenarannya saja?" tanya Arga perlahan terhadap Catherine berharap agar anak kecil itu bisa mengatakan semua kejujuran yang dari tadi bersarang di dalam benaknya Sebab Devon terlihat begitu aneh dan juga tidak masuk akal.
Catherine menatap ke arah Papinya itu agar bisa mendapatkan izin menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Arga tadi, dan Lihatlah Devon pun menganggukkan kepala pertanda tidak masalah kalau anaknya itu berkata jujur kepada orang yang tenang menanyakan hal itu kepadanya.
" nama Mamiku adalah Adinda dan nama Papiku adalah Devon, Aku adalah anak mereka berdua Dan aku juga sangat merindukan Mami jadi aku meminta libur selama seminggu lebih untuk datang ke tempat ini Uncle! "jelas Catherine yang begitu polos membuat Arga langsung menghembuskan nafasnya kasar karena tidak percaya Jika Devon melakukan Aksi nekat seperti itu dengan mengakui sesuatu hal yang sebenarnya tidak terjadi sama sekali.
" Apa kamu yakin kalau Mami kamu itu Adinda, Soalnya kalau memang dia mahami kamu tidak mungkin dia bakalan meninggalkan kalian sendiri di sana? Oh iya satu lagi kenapa sampai kamu percaya begitu saja dengan ucapan Papi kamu ini, kalau memang dia merupakan Mami kamu ya di mana ada Papi pasti di situ ada Mami kan tidak mungkin kalian sendirian? "tanya Arga yang berusaha untuk bersikap tenang kemudian berbicara dengan begitu lembut terhadap anak kecil itu sebab menurutnya Anak itu tidak tahu sama sekali tentang permasalahannya orang dewasa jika bukan karena orang dewasa yang menurutnya terlalu lebay ya pasti anak itu sampai sekarang tidak berpikiran yang aneh-aneh.
Catherine kebingungan ketika mendengar apa yang Arga katakan barusan, karena memang setahunya di mana ada papi ya di situ pasti ada maminya tetapi dirinya berbeda karena bertahun-tahun ia tidak pernah bertemu dengan Mami yang disebut oleh Papinya berbeda dengan teman-temannya ketika diantar sekolah pasti lengkap dengan kedua orang tua sekalian.
" tapi Papi bilang Kalau Mami Adinda itu merupakan maminya Catherine, jadi bisakah aku bertemu dengannya Sekarang? "bujuk Catherine lagi.
Arga menggelengkan kepalanya karena memang ini semua tidak semudah seperti yang dipikirkan, dan juga sekarang Adinda tidak mungkin bertemu dengan mereka karena istrinya itu sedang berada di luar rumah.
" sekarang tidak bisa soalnya istri saya lagi keluar nanti kamu pulang dulu kalau dia sudah kembali barulah kalian berdua datang lagi, nanti kalau sudah sampai jangan berbicara yang aneh-aneh karena uncle paling tidak suka ketika ada anak yang nakal!"Arga mencoba untuk bersikap tenang kemudian menerima keberadaan anak kecil itu karena memang dia tidak tahu apapun yang bersalah di sini adalah Devon yang sudah mendikte anaknya itu agar berpikiran Kalau Adinda merupakan Maminya.
" istri? Bukankah istrinya Papi itu merupakan maminya Adinda Bukan uncle, tetapi kenapa malah bicara seperti itu? "Catherine yang melontarkan kata-kata seperti itu membuat kesabaran dari Arga sepertinya habis.
Arga menatap tidak suka ke arah Devon yang menurutnya sudah sangat kurang ajar sebab berani beraninya mengatakan kebohongan yang sangat begitu fatal seperti ini, sampai-sampai tidak memikirkan konsekuensi yang bakalan didapatkan kalau sampai anaknya itu memang sudah menanamkan pikiran di dalam benaknya kalau hubungan mereka itu sangat dekat sekali.
__ADS_1
" Kamu kenapa sampai punya pemikiran untuk mengatakan semua itu kepada anak kamu ini kalau istri saya merupakan istrinya kamu, kamu sadar tidak apa yang kamu katakan ini sudah membuat anak kamu malah berpikir yang tidak-tidak tentang saya? "tanya Arga tidak suka.