SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Bertemu Tamu Aneh


__ADS_3

Adinda sebenarnya tidak ingin bertemu dengan tamu yang katanya mengenali keluarga mereka karena selama ini ia tidak pernah tahu dan juga tidak pernah datang ke tempat ini maka dari itu ia merasa tidak ada urusan sama sekali dengan orang tersebut, maka dari itu jangan salahkan jaga dirinya memilih untuk cuek dan juga tidak peduli sama sekali sebab sama saja urusannya bakalan ribet kalau menyangkut dengan manusia-manusia seperti itu.


maka dari itu ia memilih untuk kembali ke kamarnya guna mengistirahatkan tubuhnya yang benar-benar kelelahan, karena urusan yang lain itu tidak pernah ada sangkut paut dengan dirinya apalagi di rumah itu ada Silvia mamanya yang jelas-jelas bisa menghandle.


Silvia yang sudah menyelesaikan kegiatannya memilih untuk bertemu dengan tamu yang sedang menunggu , dirinya penasaran kira-kira manusia Siapa yang datang pertama di rumahnya lagi ingin beristirahat seperti ini.


karena memang kebiasaan di Indonesia Jika segala macam urusan beres pasti siang orang bakalan beristirahat sekedar untuk bersantai ataupun tidur siang pokoknya berbagai macam rupa lah, jadi kebiasaan itu pasti akan selalu terbawa-bawa kemanapun mereka berada.


"Mbok Sri itu tamunya Tolong disiapkan minuman ya, Soalnya dari tadi Biarkan saja dia duduk seperti itu kan rasanya tidak enak hati seolah-olah kita lagi perhitungan!"perintah Silvia sambil tersenyum karena biar bagaimanapun Bu Sri itu umurnya sangat beda jauh dengannya meskipun dirinya yang menggaji tetapi menghormati orang yang lebih tua itu tidak perlu harus memandang status dan juga pekerjaan.


"baik Nya!


Sesampainya Silvia di ruang tamu dirinya benar-benar merasa terkejut dengan sosok yang sedang berdiri dan tersenyum ke arahnya, seolah-olah sosok tersebut memang benar-benar mengenalinya padahal Silvia merasa asing.


"Halo tante, Maaf mengganggu waktunya Karena tadi kebetulan lewat makanya aku singgah!"jelas sosok tersebut membuat Silvia mengerutkan keningnya karena ternyata tamunya itu malah merasa sok akrab dengannya.


"Maaf ya tapi kalau boleh tahu, kamu kok bisa tahu kalau kami ada di sini dan juga memangnya kita pernah bertemu sebelumnya? "tanya Silvia yang sebenarnya tidak enak hati tetapi daripada penasaran dan berpura-pura kenal dengan orang itu kan sama saja bohong.


sosok tersebut merasa lucu dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Silvia itu, mungkin karena faktor umur sampai-sampai melupakan keberadaannya yang dulu selalu hilirmu di kesana kemari untuk bertemu dengan Adinda dan juga Arga.


"Astaga Tante wajah saya yang begitu keren dan juga tampan membahana masa iya dia lupakan begitu saja, saya jadi sedih loh Padahal selama ini saya selalu di anak emaskan dibandingkan Arga yang jelas-jelas sukanya irit sekali berbicara! "ujar sosok tersebut membuat Silvia jadi kebingungan berusaha mengingat segala sesuatu Mungkin yang sedang ia lupakan.


"Aduh nak kalau kamu mau datang terus main petak umpet sepertinya tidak usah sama sekali deh soalnya tante memang benar-benar tidak ingat soal kamu, kecuali Kamu yang mengatakannya sendiri mungkin dengan begitu ingatan tante yang sudah sedikit memudar kembali terang dan juga cerah begitu!" omel Silvia kesal karena merasa dipermainkan oleh anak-anak sekecil itu padahal Biar bagaimanapun dirinya itu merupakan orang tua yang pantasnya harus dihormati tidak boleh dipermainkan seperti yang dilakukan oleh sosok aneh itu.

__ADS_1


sosok tersebut hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal ketika tahu bahwa Silvia sepertinya sudah merasa kesal kepadanya, sebenarnya tidak ada salah sama sekali sih mungkin saja ini sudah menjadi kebiasaannya saat bertemu dengan Silvia ya makanya Jadi keterusan.


"Ya sudah saya bakalan memperkenalkan diri soalnya Sepertinya kalau menyuruh tante mengingatnya lama-lama itu sendal bisa mencium kepala saya, jadi sebelum terjadi Lebih baik saya mau mewaspadainya dari awal sebelum terlambat dan juga saya bakalan diusir dari rumah ini! "ujarnya sambil tersenyum membuat Silvia memutar bola matanya malas soalnya ada saja gangguan yang datang di dalam kehidupan mereka.


"Perkenalkan nama saya Devon Taylor, Saya tadi datang ke sini karena kebetulan setelah meeting dengan om Hendra dia ngomong katanya ada Tante Silvia dan juga Adinda di rumah Ya sudah saya menyusul saja!"Silvia Akhirnya ingat kalau Devon itu merupakan sahabatnya Adinda dan juga Arga waktu kecil dulu tetapi setelah tamat dari sekolah dasar Devon mengikuti orang tuanya datang ke tempat ini dan sampai sekarang mereka menetap di sini dan tidak pernah lagi mengunjungi Indonesia.


"Ya ampun buluk ini ternyata kamu Tante pikir siapa, Waduh ternyata kamu sudah sebesar ini Ya dikasih makan apa sih sama orang tua kamu sampai-sampai kamu berubah drastis? "pertanyaan Silvia itu sebenarnya entah sebuah perhatian atau meledek dirinya Tetapi dia pun tidak memilih untuk memberikan protes karena nanti urusannya bakalan panjang jika bersinggungan dengan yang namanya Silvia Baratayuda itu.


Devan mencebikkan bibirnya ketika pertanyaan dari Silvia itu sebenarnya bukan sebuah bentuk perhatian Tetapi malah yang ada meledek dirinya, seharusnya wanita itu bangga dengan perubahan yang ia alami bukan malah mempertanyakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal karena anak kecil pun belum tentu terdapat menjawabnya.


"ya saya dikasih Makanlah tante masa lalu dikasih racun, karena kalau dikasih racun sih sudah almarhum dari kemarin-kemarin lah! "sahut Devon malas tetapi Silvia memilih untuk tidak peduli.


"Kamu sekarang kok beda ya tidak kayak dulu penampilan kamu cupu kemudian hobinya mengikuti Adinda dan juga Arga, Padahal mereka berdua itu malas loh main sama kamu soalnya hanya bikin ribut Apalagi kamu itu orangnya cengeng sekali. "nah tuh kan Percuma saja mengajak Silvi yang ngobrol jika akhirnya harga diri di event bakalan jatuh saat itu juga.


"ah Tante Percuma saja saya datang ke sini kalau hasil akhirnya bakalan di kata-katain seperti tadi, setidaknya Tante punya lah belas kasihan kepada orang yang sangat berharga dalam kehidupan keluarga Baratayuda dulu karena aku yang selalu mengobrak-abrik barang belanjaannya Tante kan?"tanya Devon tetapi Silvia mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi pertanda tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pemuda itu dan juga dirinya tidak tahu menahu selalu urusan yang tadi disebutkan oleh Devon.


"Oh maaf kalau soal yang penting itu Tante tidak ingin mengingatnya soalnya menurut Tante pasti bakal hanya membuang-buang waktu dan juga pikiran, jadi lebih baik kalau memang kamu sudah memperkenalkan diri seperti ini saya rasa itu sudah cukup tidak perlu harus menentukan panjang lebar karena hanya membuat pusing!"Devon hanya mengangkat bibirnya sebelah karena sepertinya memang dari tadi keberadaannya di situ tidak dihargai oleh Silvia seolah-olah urusannya dengan Adinda tidak berarti sama sekali.


Silvia tertawa ketika melihat wajah telepon yang benar-benar tidak bersahabat seolah-olah ingin protes dengan apa yang sudah ia lakukan, Padahal tadi itu maksudnya hanya bercanda saja tidak ada serius dalam nada berbicaranya karena memang hobinya ya menggoda anak muda itu yang jelas-jelas sudah ia anggap seperti anak sendiri.


"Sudahlah jangan marah-marah seperti itu tadi kan hanya bercanda saja tidak ada serius di dalamnya, tante syukur kamu datang ke tempat ini dan tidak pernah melupakan kamu dan juga satu lagi kalau ternyata kamu itu tumbuh dengan begitu baik! "ujar Silvia Tidak enak hati ketika tahu bahwa dia akan merasa tidak nyaman dengan godaannya terhadap pria itu padahal tadi ya seperti begitu setiap kali ia bertemu dengan Deven pasti hasil akhir akan membuat anak itu merajuk kepadanya.


"habisnya tante setiap kali bertemu pasti aku bakalan diperlakukan seperti itu, ini belum lagi ketemu sama Adinda dan juga Arga pasti bakalan lebih parah dari apa yang kalian lakukan! "sungut Devon memasang wajah cemberutnya sedangkan Silvia hanya tertawa saja sebab merasa lucu.

__ADS_1


"Ya makanya sebagai seorang pria itu harus siap mental di manapun dan kapan saja, nanti kalau misalnya ada orang yang tidak menyukai keberadaan kamu ya hasil akhir kamu bakalan bisa langsung membuat dia tidak bisa berkutik lagi kan?"ujar Silvia membuat Devan kebingungan karena kata-kata wanita itu terlalu banyak ambigunya seolah-olah menyuruhnya untuk berpikir sendiri.


"Kalau boleh tahu Adinda nya mana ya tante, Soalnya kan tadi Om Hendra bilang Adinda juga ikut kalian ke sini?" tanya Devon penasaran ketika dari tadi tidak melihat wajah teman masa kecilnya itu.


Silvia menghembuskan nafasnya kasar ketika mengingat kembali keadaan Adinda saat ini Entah nanti bagaimana Respon yang diberikan oleh Devon, tetapi yang Intinya cuma satu yaitu ia harus bisa mewaspadai kejadian yang tidak terduga Takutnya nanti Devon bakalan salah melakukan sesuatu dan alhasil Adinda bakalan tersinggung.


"kalau misalnya nanti kamu bertemu sama si Adinda tolong ya kamu jaga ucapan kamu dan semuanya itu, Takutnya nanti dia bakalan tidak terima Ataupun mungkin tersinggung dengan semua yang kamu katakan dan alhasil tidak tahu lagi apa yang bakalan terjadi ke depannya! "penjelasan Silvia itu membuat Devon kebingungan Sebenarnya apa yang terjadi kepada Adinda jadi dirinya harus mewaspadai seperti itu dan juga setiap kata-kata yang ia lontarkan tidak boleh dikeluarkan terlalu berlebihan.


"Memangnya Adinda kenapa Tante? dia baik-baik saja kan Atau mungkin kondisinya sekarang lagi tidak mengenakan, ya kalau begitu apa Bisa aku bertemu dengannya Sekarang juga ingin memastikan Sebenarnya apa yang terjadi dengannya?"tanya Devon penasaran karena tidak biasa ya terlihat Silvia mereka sepertinya mewaspadai keadaan Adinda karena Biar bagaimanapun wanita tidak ada masalah sama sekali dengan mentalnya.


"nanti ya Tante suruh Mbok Sri nya untuk tanya dulu ke Adinda kira-kira dia mau tidak bertemu sama kamu, Kalau memang dia tidak mau ketemu sama kamu tolong kamu pahami saja jangan mengeluh dan usahakan untuk mengerti dengan apa yang Adinda hadapi! "jelas Silvia membuat Lagi Dan Lagi Devon tidak paham karena Biar bagaimanapun dirinya bukanlah seorang dukun yang bisa membaca pikiran orang lain ataupun menerka-nerka kehidupan Adinda yang sebelumnya apa yang terjadi kepadanya sampai orang tuanya waspada terhadap apa yang akan ia lakukan nantinya.


Devan merasa gusar ketika belum bertemu dengan Adinda tetapi Silvia sudah memberikan sugesti dengan berbagai macam perintah, Tidak seperti biasanya ya kalau misalnya ia ingin bertemu dengan Adinda ya langsung bertemu saja tidak perlu ada namanya peringatan ataupun kata-kata yang harus ia waspadai.


"Maaf Tante kalau Boleh saya tahu apakah ada masalah dengan gangguan mentalnya Adinda selama belasan tahun kami tidak ketemu, Tenang saja kok saya tidak akan pernah membuat dia tersinggung apalagi mengatakan sesuatu yang nantinya membuat dia tidak nyaman bertemu dengan saya! Karena sekarang saya ingin bertemu dengannya untuk memastikan Bagaimana keadaan Sahabat Kecil saya itu, karena Biar bagaimanapun kami dulu pernah hidup sama-sama dan juga berteman kemanapun pergi maka dari itu tidak bagus kalau misalnya saat tahu bahwa dia ada di sini tetapi saya malah mengabaikannya! "jelas Devon sebab Ia sangat penasaran dengan keadaan Adinda maka dari itu segala macam konsekuensi bakalan dihadapinya.


terlihat Silvia mengusap wajahnya kasar karena entah bagaimana menjabarkan keadaan Adinda kini kepada Devon, ya sebenarnya kalau gaya pergaulannya di Eropa tidak masalah jika ia mengatakan yang sesungguhnya tetapi intinya beban moril dirinya sebagai orang tua itu terasa begitu gagal maka dari itu ketika harus jujur kepada orang lain itu rasa-rasanya sangat berat dan juga tidak tega sama sekali.


"Nanti lain kali saja ya kamu ketemu sama Adinda soalnya tante harus minta izin dulu sama dia, Apakah dia mau ketemu sama kamu atau tidak? Kalau memang dia tidak mau bertemu sama kamu ya Maafkan Tante karena Tante juga tidak mungkin memaksa kehendak, dan lebih baik dan menghargai perasaannya kamu juga bisa mengerti apa yang dia mau tidak terlalu harus memaksakan diri kan untuk bertemu dengannya? "perkataan yang dilontarkan oleh Silvia itu membuat dewan benar-benar merasa begitu kecil karena dirinya memang jujur ingin sekali bertemu dengan Adinda tetapi sepertinya mungkin keadaan sekarang belum mendukung.


"Ya sudah tante tidak masalah nanti saja aku bakalan Kembali terus ketemu sama Adinda, hanya saja tapi tolong ngomong sama dia ya kalau tadi aku datang untuk bertemu dengan-nya!"terlihat benar-benar wajah penuh kekecewaan milik Devon tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena keputusan semuanya terletak di tangannya Adinda.


Silvia sebenarnya merasa kasihan melihat kegigihan Devon untuk bertemu dengan anaknya, dan dia juga ingat Bagaimana dulu kedekatan yang terjalin antara Adinda dan juga Arga serta Devon yang benar-benar akrab dan juga tidak pernah terpisahkan.

__ADS_1


"Ya sudah nanti Tante sampaikan untuk sekarang Maaf ya Tante tidak bisa berbuat apa-apa, Tante harap pengertian dari kamu Karena memang itu yang dibutuhkan oleh Adinda saat ini."jelas Silvia yang benar-benar tidak enak hati terhadap Devon.


__ADS_2