
Devon yang merasa diabaikan oleh Adinda Tentu saja tidak terima dengan hal itu maka dari itu dirinya memilih untuk tetap mengikuti Adinda kemanapun Wanita itu pergi, sebab biar bagaimanapun mereka berdua harus bisa berbicara soal apa yang terjadi saat ini karena jika tidak bisa dipastikan kalau Adinda tidak akan pernah ia dapatkan lagi sebab wanita itu terlihat lebih memilih Arga.
kalaupun misalnya mereka berdua tidak bisa bersama Ya tidak masalah tetapi intinya Arga juga tidak boleh memiliki wanita itu, sebab bukan hanya dirinya saja yang ingin mendapatkan wanita itu melainkan ada Arga juga.
Hanya saja terlihat Adinda sepertinya tidak peduli dengan apa yang dilakukannya membuat Devon benar-benar merasa frustasi, dirinya bahkan Sempat berpikir berharap agar Arga tidak pernah muncul selamanya di dalam kehidupan Adinda sampai kapanpun.
"Adinda Aku minta maaf kalau melakukan kesalahan kepada kamu hanya saja Tolong jangan mendiamkanku seperti ini, Aku melakukan semuanya hanya karena ingin agar kita selalu bersama tidak pernah terpisahkan dan juga tidak pernah ada orang-orang asing yang hadir di tengah kita! Oke baiklah di hadapan semuanya aku bakalan mengungkapkan isi hatiku yang selama ini sudah aku tunjukan melalui sikapku, tetapi mungkin kamu belum mendengarkannya secara langsung maka dari itu aku bakalan mengatakan semua kejujuran ini!"Devon mengatakan semua itu secara bersungguh-sungguh membuat Adinda hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan karena Percayalah sebenarnya kesabaran wanita itu bisa dibilang tidak 100% seperti yang diharapkan tetapi mau bagaimana lagi ketika Silvia memberikanku dia akan membiarkan Devon berbicara.
Arga yang melihat sepertinya Devan ingin membicarakan hal yang sangat penting memilih untuk meminta Amelia dari gendongan Adinda, dirinya bukan pria yang posesif berlebihan tetapi ingin membiarkan Adinda lebih mungkin bisa berekspresif menyampaikan pendapatnya tidak perlu harus merasa tertekan dengan keadaan apapun.
"Kamu lebih baik berbicara berdua dengannya saja dan biarkan Amelia bersama denganku, tenang saja karena aku tidak mungkin menghalang-halangi dia untuk berbicara dengan kamu! "jelas Arga membuat Adinda menggelengkan kepalanya karena menurut wanita itu apapun kejadiannya ia tidak akan pernah membiarkan Arga pergi.
"aku tuh ingin kamu tetap di sini bersama dengan Amelia dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Devon, biar nantinya aku tidak perlu capek-capek menjelaskan sesuatu kepada kamu dan juga tidak ada kesalahpahaman yang terjadi antara kita berdua ! "tegas Adinda membuat Devon mengeraskan keningnya karena Lagi dan lagi pesonanya harus luntur dengan kehadiran Arga di tengah-tengah mereka.
Arga menggelengkan kepalanya karena menurutnya dirinya bukanlah pria yang cemburuan hanya karena sesuatu masalah yang sangat tidak jelas, karena menurutnya Adinda dan juga Devon butuh privasi untuk membicarakan semuanya tetapi kenapa harus dirinya yang mendengarkan tidak tahukah Adinda kalau perasaan Arga itu sangat terasa begitu sakit.
"aku tidak apa-apa kok kalau kamu mau berbicara berdua dengan dia, Lagian dia itu kan orang terdekat dan juga tidak mungkin dia bakalan menyakiti kamu. "bujuk Arga.
__ADS_1
"Aku mau kita menikah sekarang, nanti resepsinya belakangan! Bukankah ini yang kamu mau maka dari itu Ayo cepat lama aku lagi di depan mama dan juga semuanya, karena yang aku butuh kami hanya itu bukan kamu malah menyuruhku untuk pergi bersama dengan orang lain!"Adinda membuat Arga tertentu karena tidak percaya jika memang wanita itu benar-benar serius untuk melanjutkan perasaan mereka berdua.
"Jadi ceritanya kamu beneran mau menjadi seorang Nyonya dari Arga, tidak pernah memikirkan orang lain ataupun orang-orang di masa lalu kamu? Karena asal kamu tahu saja ya apa yang menjadi milikku tidak akan pernah aku berikan kepada orang lain sampai kapanpun, Meskipun orang lain itu merupakan orang yang paling berharga di dalam kehidupan kamu sekalipun tetapi intinya aku bakalan keras kepala!"ujar Arga dengan tatapan matanya yang begitu serius bahkan bisa dibilang tidak ada kebohongan di dalamnya jika menyangkut soal hati.
"sangat aku tunggu dari kemarin-kemarin soal perasaan kamu yang begini dan juga keberanian kamu, bukan malah menghilang seperti itu dan sekarang lebih parahnya lagi menyuruh aku untuk ngobrol sama orang lain yang jelas-jelas bukan tipe aku sama sekali! "Adinda langsung memeluk lengan Arga bersama dengan Amelia di dalam gendongannya sedangkan Devon nelangsa bahkan pria itu langsung pergi dari situ tidak berbicara panjang lebar lagi soalnya apa yang ada di depan matanya sudah terlihat begitu jelas kalau sebenarnya Adinda itu adalah seseorang yang tidak dapat jaga baik sama sekali karena posisi hatinya yang sudah ada isinya.
"Maafkan aku Devon, tetapi soal hati tidak pernah dipaksakan karena memang hatiku dari awal sudah ada pemiliknya! "batin Adinda sambil menatap ke arah punggung Devon yang sudah semakin menghilang dari balik dinding.
"Jadi gimana, tadi itu hanya akting atau sungguhan? "tanya Arga memastikan karena pikirannya itu mengira bahwa Adinda mengatakan semua itu agar Devon bisa segera menjauh dan juga tidak berbicara panjang lebar lagi soal membahas hubungan mereka yang jelas-jelas dari awal tidak pernah terjadi sama sekali.
"Maaf Tante, anak tante ini pengen sekali menjadi istriku Apakah boleh?"tanya Arga sambil tersenyum sedangkan Silvia hanya mengacungkan kedua jempolnya karena tidak ada salahnya sama sekali kan memberi kepercayaan kepada pemuda itu.
"kalau Tante sih, yes! hhanya saja sepertinya Lebih bagus kamu jadi duda dulu soalnya kasihan loh kamu dapatnya janda anak satu sedangkan Kamunya masih perjaka, itu mah untungnya di dia ruginya di kamu jadi lebih baik statusnya sama-sama kan biar enak?"goda Silvia membuat Adinda membulatkan matanya sempurna karena dirinya mana ikhlas kalau sampai Arga dekat dengan wanita lain.
"Mama tolong dong jangan mengatakan hal yang tidak tidak seperti itu, nanti kalau misalnya Arga benar-benar melakukannya terus akunya gimana dong? "omel Adinda tidak terima.
"Ya itu mah terserah kamu saja tetapi intinya Mama tetap ada pendirian, maka nya lain kali itu lebih baik jadi orang pintar-pintar menjaga diri supaya tidak merugikan orang lain?"ejek Silvia.
__ADS_1
ketika Adinda dan juga Arga sedang merasakan bunga-bunga cinta yang mulai bersemi diantara mereka berbeda dengan Kevin yang dari tadi selalu di ekor oleh Nagumi kemanapun dirinya berada, antara harus bersikap kasar atau memilih malas tahu Kevin bingung harus mengambil keputusan yang seperti apa karena sepertinya wanita itu tetap agresif dan menunjukkan kesukaannya kepada dirinya padahal jelas-jelas Kevin tidak ingin berhubungan dengan wanita manapun.
"Kamu kenapa sih dari tadi mengekor di belakangku Terus, kalau memang kamu mau jalan ya sudah jalan lebih dulu tapi jangan mengganggu kehidupanku dong? Itu lihat di luaran sana banyak pria yang tidak punya gebetan sama sekali, Ya sudah kamu dekati saja!"omel Kevin karena merasa Jengah Soalnya dari tadi Nagumi terlihat seperti sedang pamer kepada semua orang di situ kalau sebenarnya mereka berdua itu punya hubungan.
"Ya aku kan ingin menunjukkan kepada semua orang kalau sebenarnya kita itu pasangan, Masa iya sih aku secantik ini tetapi kamu seperti gengsi untuk melakukan hal itu padahal jelas-jelas di belakang banyak orang loh yang bersaing untuk mendapatkanku? "omel Nagumi tetapi mengucapkan semua itu dengan gaya centilnya.
"ya kalau memang kamu merasa banyak yang mengantri, Kenapa tidak kamu kejar mereka saja? aku ke sini itu mau belajar bukan untuk mau tebar pesona dan membawa pulang calon istri kepada ibuku di Indonesia, jadi misalnya kamu mau dekat denganku Aku rasa sepertinya kamu urungkan saja niatmu itu karena aku jelas-jelas tidak berminat! "sarkas Kevin kasar lalu memilih untuk menuju ke perpustakaan membuat Nagumi merasa emosi dan menghentakkan kakinya.
"Halo cantik, daripada kamu mengejar-ngejar pria yang tidak normal seperti dia Kenapa tidak denganku saja? "tanya Yakuza.
Nagumi berkedip ngeri ketika mendengar tawaran dari pria yang seluruh tubuhnya penuh dengan tato dan juga telinganya penuh dengan tindik, Kalau dibilang Tampan ya si lumayan Tetapi lebih manisnya Kevin karena kulitnya putih bersih tanpa cacat dan jelas sedikitpun.
"aku di Amerika sudah bosan merasakan pria seperti kamu Dan sekarang aku ingin merasakan pria Asia yang manis dan juga putih bersih kulitnya, jadi Jangan Pernah menawarkan diri seperti seorang ****** karena aku tidak ada niatan sama sekali untuk merasakannya!" Sinis Nagumi lalu segera pergi dari situ menyusul Kevin.
Yakuza tersenyum smirk karena dirinya sudah punya rencana di dalam benaknya untuk membuat Kevin merasa kapok karena sudah merasa paling keren di tempat itu, apalagi di tempat seperti ini yang bisa dibilang terlalu banyak yang namanya gangster dan apapun itu Sedangkan Kevin tidak punya apapun maka dari itu dirinya bakalan membuat perhitungan dengannya.
"kita lihat saja Apakah pria Indonesia itu masih sempat-sempatnya bisa memasang tatapan Sombongnya atau tidak setelah melihat apa yang aku lakukan kepadanya, selama ini aku selalu diam tetapi untuk sekarang Jangan harap Karena dia sudah benar-benar mengganggu jalurku dan juga sudah membuat pesonaku tidak diharapkan oleh semua orang yang ada di sini! "batin Yakuza yang merupakan salah satu mahasiswa senior di tempat itu Tetapi semenjak keberadaan Kevin membuat dirinya sudah tidak dianggap lagi.
__ADS_1