
Masih Di Balai Sarbini
Alfian masih memegang erat tangan Vira, Vira menatap iba mata Alfian yang memerah ada kepedihan dan nanar mata yang seolah meminta bantuannya
Tapi Vira sendiri tak mau gegabah mengikuti keinginan Alfian, Dia tak mau ini makin memperburuk suasana di sini dan juga tak ingin Bara salah faham
"Lepas Pak Alfian" ucap Vira berusaha melepaskan tangan tapi Alfian tak bergeming ia masih tetap Menatap Vira
"Lepasin... "
"Lepasin Vira" Bara pun akhirnya ikut meminta Alfian melepaskan tangannya, kali ini Alfian melepaskan tangannya dan segera pergi berlalu
Di jalan
Alfian mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sangat tinggi, raut wajahnya memerah matanya berkaca kaca dan..
Sesaat ada bayangan bayangan masalalu Alfian dengan seorang wanita memakai tongkat, mereka tertawa, makan dan minum bersama, berciuman dan yang terakhir Wanita itu seperti melompat dari Balkon
__ADS_1
Kejadian itu berulang ulang hingga Alfian sampai pada sebuah gedung tinggi. Dirinya berlari kearah balkon dan berteriak sekencang kencangnya
"Aaaaarrrggghhtt"
Jeritnya kemudian melepas pandangannya ke langit yang sedang biru birunya teringat wajah Vira yang juga tak mau pergi dengannya.Mengapa cintanya bertepuk sebelah tangan?
Dirumah Bara
Vira masih termangu dengan kejadian di pesta pernikahan tadi, mengapa Alfian seperti memendam kepedihan yang dalam dari sorot matanya. Apa yang terjadi padanya di masalalu, apakah karena itu dia bersikap arogan dan tampak brandalan??
"Diminum ra kopinya" sahut Bara memberikan coffe late Vira mengangguk. Barapun duduk di kursi depan
"Dia emang sering begitu dikantor, suka semaunya" jawab Vira lalu menundukkan kepalanya
"Dia suka sama kamu ?" Vira menatap Bara lalu tersenyum kecil
"Entahlah mas, aku gak tau dia itu kenapa. padahal awal pertemuan kita, dia marah marah sama aku karena aku nyerempet motornya. Tapi aku gak suka dengan sikapnya yg begitu ekspresif saat di dekatku. Aku merasa tidak nyaman diperlakukan begini mas, apa karena aku Jan... " Bara menutup mulut Vira dengan telunjuknya
__ADS_1
"Apa sih, kamu kenapa ngomong begitu. Mungkin hanya Alfian saja yang memperlakukanmu begitu, tapi aku menghormatimu semua orang di sini gak ada yang begitu sama kamu" potong Bara Vira mengangguk senang
"Yaiyalah Mas Bara berbeda dengan dia tentunya, karena itu aku selalu nyaman saat bersamamu" Bara terperangah memandang wajah Vira yang begitu menggoda saat memyeruput Coffe nya. Apakah ini waktu yang tepat untuk Bara mengungkapkan isi hatinya?Tidak, tidak bukan sekarang waktu yang tepat
"Setidaknya aku harus memberinya bunga atau kalung mungkin??" gumam Bara dalam hatinya
Vira beranjak dari kursinya
"Hemmp , Vira.. "
"Ya mas?"
"Minggu depan kita adain Q n A yaa"
"Kok tiba tiba?" tanyanya lagi, Bara mengusap usap paha tanda dia sedang berfikir keras
"Soalnya aku kan minggu depan mungkin akan sering lama di Jogja, kita bakal jarang juga cover lagu nantinya kan. Trus udah lama juga kan semenjak kamu jadi talent aku kita belum pernah Q n A an? so, mari kita adain Q n A aku penasaran juga sih tanggapan netizen selama ini tentang cover cover lagu kita" jawab Bara memaparkan Vira mengangguk angguk.
__ADS_1
Padahal itu hanya alasan Bara saja, Bara sepertinya sudah menyiapkan rencana sesuatu untuk itu