SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Kevin kecelakaan


__ADS_3

Kevin sebenarnya tidak terlalu ikut campur dengan urusan siapapun yang ada di sekitarnya, karena menurutnya selagi mereka tidak mengganggu kehidupannya ya untuk apa dirinya harus sibuk dengan urusan orang lain.


sebab selama berada di tempat itu ia hanya ingin melakukan sesuatu yang membuat sekolahnya tetap bisa berlanjut kemudian kehidupannya juga bisa berlanjut, tidak melulu harus yang baik-baik saja karena hidup seseorang itu bagaikan roller coaster apalagi yang berasal dari keluarga yang tidak mampu ya Otomatis Segala sesuatu harus berusaha seorang diri.


apapun keadaannya sebenarnya baik-baik saja hanya terkadang tanpa kita sadari orang-orang di sekitar kita itu merasa tidak suka, mungkin karena posisi mereka tergeser atau mungkin karena merasa bahwa kehadiran kita menjadi ancaman, entahlah!


"kamu malam ini ada kerjaan lagi di Club? kalau memang iya lebih baik kamu cancel dulu soalnya Sepertinya kamu terlihat kelelahan sekali, dan lebih baik itu 2 hari baru sekali ke sana supaya kamu bisa beristirahat dengan baik Baru kemudian bekerja lagi! "tawar Rian karena memang saat pelajaran Kevin terlihat begitu tidak fokus berkali-kali pria itu menguap karena memang Tengah menahan kantuk di saat jam pelajaran itu sepertinya sangat tidak nyaman.


"Ah kamu tenang saja pokoknya aku tidak masalah kok Kalau bekerja, karena sekarang itu benar-benar membutuhkan uang dan kamu tahu sendiri kan kalau keuanganku itu benar-benar sedang dalam posisi yang dibawa sekali? "jelas Kevin soalnya selagi dirinya masih mampu buat bekerja dia tidak ada salahnya kan untuk menjalani lagi.


Ryan tidak mungkin memaksakan kehendak agar Kevin mengikuti saran yang ia berikan tadi, karena kondisi Kevin ya dirinya sendirian tahu tidak mungkin orang lain yang memberikan saran karena Sama saja itu seolah-olah kita mau monopoli kehidupan orang lain.


"Oke tidak masalah kalau memang kemauan kamu seperti itu hanya saja kalau misalnya sudah capek Kamu jangan terlalu paksakan diri untuk harus bekerja terus-menerus, karena Biar bagaimanapun kesehatan itu lebih penting soalnya di sini itu biaya untuk sehat lebih parah daripada di negara kita jadi Aku sarankan nanti alamat gaji yang kamu terima itu tidak akan cukup! "jelas Ryan karena Biar bagaimanapun mereka harus sama-sama saling mengingatkan Jika ada teman-teman yang maksudnya melakukan sesuatu yang akhirnya merugikan diri sendiri.


kevin sebenarnya sedikit terbantu dengan keberadaan pria itu karena ia bisa punya teman buat ngobrol kemudian curhat tentang masalahnya tetapi intinya masalah yang bisa dilihat kalau soal masalah pribadi tidak akan pernah, soalnya menurutnya masalah pribadi itu untuk konsumsi diri sendiri tidak baik untuk dibagikan ke sana kemari yang nantinya akan membuat menjadi sebuah bahan perbincangan di luaran sana ketika orang-orang tersebut sudah tidak cocok dengan kita lagi.


Yakuza ya Otomatis sudah menyiapkan segala sesuatu untuk membuat Kevin kenapa-napa, maka dari itu pria itu memilih untuk bolos Pada saat jam pelajaran karena ia ingin melakukan sesuatu agar Kevin mungkin bisa dibilang menghilang dari kampus selama beberapa hari lamanya.


setelah lebih dari 3 jam melakukan aktivitas di kampus tersebut akhirnya Sekarang tiba waktunya untuk pulang, Kevin merasa biasa saja karena pikirannya ya hidupnya yang monoton seperti itu tulang dari kampus langsung menuju ke asrama Lalu setelah itu bekerja pada waktu di minimarket dan malamnya lanjut ke klub malam.


Rian hari ini tidak bisa mengikuti Kevin karena ia harus pergi membeli buku untuk keperluan kampus maka dari itu mereka berdua berangkatnya terpisah saat pulang, Kevin selalu melewati jalan biasa yang ia gunakan untuk sampai ke asrama yang mungkin memakan waktu selama 30 menit menggunakan jalan kaki.


ketika sedang sibuk dengan ponselnya karena kebetulan ia sedang berkirim pesan dengan Rani yang menanyakan keadaan anaknya itu, tanpa sadar jika dari depan ada sebuah motor gede yang melintas dan alhasil motor tersebut menyerempet Kevin sehingga pria itu jatuh ke dalam kolam yang entah bekas apa yang ada di samping jalan tersebut.

__ADS_1


kepala Kevin terbentur dengan palang pipa yang kebetulan ditaruh di tempat itu membuat pria itu benar-benar merasakan pusing yang amat sangat, belum lagi lututnya yang harus terbentuk oleh kerasnya trotoar Jalan membuat dirinya benar-benar sangat tidak berdaya.


"Oh Tuhan, kurang ajar Siapa sih yang sudah melakukan ini kepadaku?"batin Kevin yang kebetulan di tempat itu sangat sunyi ya Otomatis satu orang pun tidak ada yang datang menolongnya sehingga pria itu memaksakan diri untuk tetap berdiri dan juga tertatih menuju ke asrama Soalnya kalau harus ke klinik Ya otomatis mau makan biaya lagi Sedangkan untuk biaya makan minumnya saja sudah jatuh bangunnya minta ampun.


kevin sebenarnya merasakan kepalanya itu begitu pusing tetapi ia memilih untuk tetap sadar agar bisa sampai ke asrama, belum lagi darah yang keluar dari hidungnya itu benar-benar sangat menyiksa tetapi mau bagaimana lagi hidup di negeri orang itu butuh yang namanya kekuatan tidak boleh cengeng serta harus bisa mengandalkan diri sendiri.


akhirnya dengan penuh perjuangan dirinya pun sampai di asrama Percayalah semua yang ada di hadapannya itu terasa begitu goyang dan kakinya pun sudah tidak bisa lagi menopang bobot tubuhnya, maka dari itu segera dibukanya pintu asramanya itu lalu ia pun tertidur di bawah lantai entah sampai jam berapa yang penting intinya dirinya berada di tempat yang aman.


Ryan yang baru pulang setelah berkeliling di pusat perbelanjaan selama 2 jam lebih ketika masuk ke dalam kamar tempat dirinya dan juga Kevin berada merasa begitu terkejut, Bagaimana tidak terkejut ketika melihat Kevin yang wajahnya penuh memar dan juga celana yang bagian lututnya itu sobek serta ada darah yang masih menetes dan juga posisi tidur pria itu yang sepertinya bukan tertidur tetapi mungkin pingsan sehingga membuat Rian benar-benar merasa syok.


"Astaga Kevin apa yang terjadi kepadamu? Hei bangun, Jangan tidur seperti ini dong? Ayolah Kevin, kita harus segera mengobati semua luka-luka kamu ini! "ujar Rian sambil mengguncangkan tubuh Kevin begitu kuat tetapi pria itu rasanya seperti tidak mendengarkan sama sekali.


Ryan yang sudah patah semangat akhirnya meminta tolong kepada penghuni asrama yang lain agar segera membantunya membawa Kevin ke klinik yang terdekat di tempat itu, Soalnya kalau ke rumah sakit lagi rasanya terlalu jauh dan juga Takutnya nanti Kevin Terlambat untuk mendapatkan penanganan mengingat kondisinya yang sudah seperti itu.


Kevin Ya sepertinya bukan tertidur tetapi pingsan itu bermimpi kalau dirinya bertemu dengan dua orang wanita yang satunya berambut panjang kemudian yang satunya rambutnya sebahu, kedua wanita itu mempunyai suara yang khas masing-masing serta bentuk wajah yang juga bisa dibilang masing-masing tidak sama.


jika yang satunya memiliki lesung pipi maka yang satunya berwajah seperti seorang blasteran, memiliki kelebihan masing-masing Tetapi wanita yang berlesung Pipit itulah yang memiliki Aura yang begitu terpancar.


"Kevin Kamu itu kenapa sih pergi meninggalkan aku di saat kita sedang merencanakan pernikahan, Memangnya kamu itu tidak ada niatan untuk menikahiku dan juga memperjuangkan hubungan kita di depan Papa sama Mama? "tanya wanita yang berambut pendek itu yang wajahnya Sebenarnya masih samar-samar di dalam penglihatan Kevin.


Kevin kebingungan harus menjawab apa sebab selama ini yang dia fokuskan hanya sekolah tidak ada dan juga tidak pernah memberikan janji kepada seorang wanita tentang pernikahan, maka dari itu ketika ditanya seperti saat ini ia bingung harus menjawab Seperti apa belum lagi kondisinya yang tiba-tiba ngeblank.


"kamu Kenapa diam saja, jangan bilang kamu masih ada perasaan dengan wanita itu? ingat ya dia itu sudah punya anak dan juga bakalan menikah sama orang lain, Jadi lebih baik kamu Tidak seingat dia Bukankah aku lebih sempurna dan juga bisa memberikan Apapun yang kamu inginkan?" tanya wanita yang rambut pendek itu lagi sambil menatap sini ke arah seorang wanita cantik yang berlesung pipi dan berambut.

__ADS_1


"kamu mau menikah? Apakah kamu sudah melupakanku dan juga tidak pernah mengingatku lagi selama ini, aku salah maka dari itu aku minta maaf tapi tolong jangan pernah meninggalkanku dan aku janji bakalan memperjuangkan hubungan kita? "Kevin bukannya menjawab pertanyaan dari wanita berambut pendek itu Tetapi malah memilih untuk berbicara dengan wanita yang ada di sampingnya yang dari tadi diam dan juga tidak sedikitpun menoleh ke arahnya.


"Anita itu kan calon istri kamu, sekarang kamu ngomong sama dia dong jangan sama aku yang jelas-jelas tidak ada hubungan lagi sama kamu? "ujar wanita itu yang akhirnya Kevin melihat dengan jelas jika wanita tersebut adalah Adinda yang memiliki lesung pipi dan juga berambut panjang.


Anita yang berambut pendek itu mendengar kesal ketika melihat Kevin tidak peduli sama sekali dengannya, maka dari itu ia memilih untuk menarik Kevin agar segera menjauh dari Adinda sedangkan terlihat Adinda sepertinya tidak peduli.


"Kamu tidak usah terlalu ikut campur dengan urusannya dan juga tidak perlu harus mengejar-ngejarnya seperti itu, dia itu wanita yang tidak sopan karena berani-beraninya hamil diluar nikah bahkan sampai sekarang suaminya pun tidak jelas! " Sinis Anita membuat Adinda hanya tersenyum karena menurutnya Anita itu hanya cemburu makanya setiap kali membicarakan sesuatu tidak dipikir lebih dahulu.


"kalau misalnya aku hamil diluar nikah, Memangnya ada masalah sama kalian berdua? aku sebentar lagi akan menikah kok bahkan bisa dibilang calon Suamiku itu adalah orang yang paling tahu bertanggung jawab, jadi aku serahkan saja itu pria di masa laluku kepada kamu dan tenang saja aku tidak ada niatan untuk kembali apalagi mengulang Semuanya dari awal dengan dia! "ujar Adinda lalu memilih pergi dari situ sedangkan Kevin rasanya sangat tidak terima ketika Adinda pergi meninggalkannya begitu saja.


"Adinda...


Ryan yang sedang menjaga Kevin semalaman terkejut ketika mendengar teriakan dari pria itu yang menyebut nama seseorang yang tidak asing baginya, tetapi intinya ia merasa sedikit lega karena akhirnya Kevin tersadar juga padahal sudah beberapa jam lamanya pria itu tertidur tetapi sepertinya betah dalam tidurnya itu.


"Ya Tuhan terima kasih, Kevin akhirnya kamu sadar juga! Padahal aku rasanya sudah sangat stres sekali loh kalau sampai kamu tidur terus seperti tadi, kamu Kenapa sampai bisa seperti ini Padahal kan pulang dari kampus baik-baik saja kan?"tanya Rian beruntun tetapi Kevin hanya mengangkat tangannya memberi kode kepada pria itu agar menghentikan segala macam pertanyaan yang ia berikan itu sebab dirinya sedang tidak bisa menjawab semuanya karena pikirannya yang sedang buntu.


"kamu kenapa? Terus kenapa tadi saat sadar kamu menyebut nama Adinda, aku bilang betul kan kamu ini merupakan mantan dari Adinda Baratayuda? "tanya Rian Akhirnya sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya sebab dulu ya memang pernah satu sekolah dengan Kevin tetapi tidak terlalu dekat hanya saja dirinya pernah tahu gosip Kalau pria itu merupakan kekasih dari salah satu primadona SMA tempat mereka sekolah.


"Tolong jangan sebut nama itu lagi karena aku tidak ada hubungan sama sekali dengan dia, Adinda itu merupakan nama ibuku maka dari itu aku selalu menyebut nama itu di saat aku sedang kesakitan seperti ini! "Bohong Kevin lalu memilih untuk memejamkan matanya lagi padahal tadi ia Sempat ingin protes ketika tahu bahwa Ryan membawanya ke rumah sakit.


"kamu tidak boleh tidur Tetapi lebih baik kamu minum obat dulu sebelum itu tolong makan karena ini aku sudah menyiapkannya dari tadi, Dan tolong jangan mengabaikan kesehatan sendiri karena jika kau sampai kamu melakukan hal itu ya Otomatis kamu bakalan lama di sini! "bujuk Rian membuat Kevin langsung tersadar dan segera bangkit lalu mencabut infus yang terpasang di tangannya itu dan segera turun ke bawah serta membuka pakaian pasiennya juga di tempat itu pun tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.


"Terima kasih atas bantuan yang kamu berikan tetapi Tolong jangan pernah melakukan sesuatu tanpa Aku perintahkan, karena aku tidak punya uang untuk membayar semua biaya rumah sakit ini dan tenang saja aku sekarang sudah baik-baik saja! "ujar Kevin yang benar-benar tidak ingin berlama-lama di tempat itu namun Rian segera menahan tangannya.

__ADS_1


"kamu tenang saja semua biaya yang ada di sini sekarang Aku sudah membayarnya yang penting Intinya kamu fokus pada kesehatan kamu saja, Ini semua tidak akan pernah membuat kamu mengeluarkan uang sepeserpun karena aku yang menghandelnya jadi lebih baik kamu istirahat lagi tidak usah memikirkan pekerjaan kamu atau urusan apapun itu!"bujuk Rian lagi tetapi Kevin tetap keras kepala karena menurutnya meskipun sudah dibayar tetapi biaya untuk keluarnya pun harus dibayar maka dari itu ia tidak mau berlama-lama.


__ADS_2