SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Mengembara versi Author


__ADS_3

Jangan ditanya lagi Bagaimana perasaan dari Feli saat ini ketika melihat anaknya itu pergi dari rumah dengan membawa sebuah koper dan juga tas ransel tanpa menoleh lagi ke belakang, seolah-olah kepergiannya merupakan sesuatu hal yang sangat diharapkan selama ini dan juga tidak ada beban pikiran sama sekali.


Arga pergi menggunakan mobilnya yang diantar oleh sopir pribadinya karena tidak mungkin ia mengendarainya sendiri karena mobil tersebut bakalan ditinggalkannya, dirinya pergi ke tempat di mana helikopter yang akan mengantarkan dirinya ke kilang minyak tengah laut.


"Papa apa sebaiknya kita pergi mengantarkan Arga ke sana juga Soalnya mama tidak tega meninggalkan dia sendirian, apalagi tempat itu merupakan laut lepas dan satupun kapal ataupun pesawat tidak ada yang melintasi di daerah itu, maka Mama tidak kuat kalau sampai anak kita itu benar-benar menghilang dan tidak kita ketahui lagi kabarnya? "tawar Feli ya Otomatis Dani menggelengkan kepalanya karena jika nanti mereka mengantarkan kepergian Arga tidak menutup kemungkinan Fely bakalan berat melepaskan anaknya itu dan alhasil harga tidak akan pergi lagi dan membuat anaknya itu bakalan selalu Terpuruk di tempat.


Dani memegang tangan istrinya itu memberi kekuatan agar tidak perlu harus selalu merasa terpuruk seperti itu, karena Biar bagaimanapun Arga itu sudah besar Jadi otomatis bisa mengambil langkah terbaik di dalam hidupnya tidak perlu harus seperti ini saja.


"dia bisa mengambil keputusan sendiri karena dia sadar kalau apa yang diambil itu bukan berguna untuk hidupnya nanti, jadi kita sebagai orang tua Seharusnya lebih bisa menghargai perasaan anak-anak agar mereka tahu bahwa apapun langkah yang diambil jika menurut orang tua benar Ya pasti bakalan harus dijalani. Apalagi Arga itu sudah besar, dan juga merupakan calon pemimpin dari rumah tangganya nanti pasti dia berpikir dengan cara ini dulu baru mengambil keputusan di dalam hidupnya! "jelas Dani membuat istrinya itu tidak mau yang memilih mengikutinya saja.


Arga sebenarnya tidak menyangka jika pilihannya harus ia jatuhkan seperti ini yaitu memilih untuk menjauh dari Adinda, padahal dari awal ia sudah berusaha agar tetap kuat dan juga tidak akan menyerah dengan hubungan mereka.


namun percayalah bersaing dengan orang yang jelas-jelas sudah hidup bertahun-tahun lamanya dengan Adinda itu merupakan hal yang berat, karena selama ini bagaimanapun caranya agar memberikan perhatian kepada Adinda tetap saja hanyalah Kevin yang ada di dalam pikiran wanita itu.


"Maafkan aku jika pergi dalam keadaan seperti begini dan tidak ada yang namanya mengerti dengan pemikiran kamu, Aku hanya ingin memberikan keadaan Bagaimana perasaan kamu ketika aku mengabaikan kamu seperti ini! "batin Arga yang sepanjang perjalanan tidak berhenti-hentinya menatap ke arah luar jendela membuat sopir yang mengantarkan pria itu menata kasihan karena ia yakin pasti ada sesuatu hal sehingga anak dari majikannya itu memilih pergi dari rumah.


Kevin hari ini memilih untuk bekerja di luar karena tidak mungkin ia harus menumpang hidup dengan ibunya, yang jelas-jelas merupakan seorang single parent tidak punya penghasilan tetap sama sekali untuk menunjang kehidupan mereka berdua ke depannya.


"Apa kamu yakin harus bekerja di luar Sambil kuliah padahal universitas di sini juga tidak kalah bagus loh, dan apa kamu tega meninggalkan ibu sendiri tanpa ada yang menjaga dan juga memperhatikan? Ibu meskipun Masih Jatuh Bangun dan juga terpincang-pincang kakinya Tetapi kalau untuk mengurus kamu dan juga masa depan kamu pasti ibu bahkan bisa melakukannya, jadi tolonglah nak pikirkan lagi keputusan kamu itu untuk pergi dari rumah ini dan meninggalkan Ibu sendirian! "pinta Rani punya permohonan.


Kevin tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh ibunya itu sebenarnya tidak ada salahnya sama sekali, hanya saja kalau terlalu memaksakan diri untuk harus sama dan juga sesuai dengan yang diinginkan Rani rasa-rasanya tidak mungkin.

__ADS_1


"Maafkan Kevin Ibu, bukan ingin lari daripada kenyataan dan juga menjauh serta tidak menganggap Ibu ini ada! Hanya saja aku benar-benar harus pergi untuk mengejar cita-citaku seperti yang sudah direncanakan dari awal, Lagian aku juga dapat program beasiswa jadi rugi dong kalau misalnya tidak diambil sama sekali! "jelas Kevin panjang lebar selain dirinya ingin menghindar dari Adinda Ia juga otomatis tidak ingin bertemu dengan Anita yang selalu meneror dirinya dan memaksa untuk menikah serta akan menanggung segala macam biaya hidupnya Kevin dan juga orang tuanya yang penting intinya mereka tidak boleh berpisah sama sekali karena wanita bakalan bunuh diri atau melakukan hal yang nekat.


"kamu tidak merindukan Adinda dan juga bayi kalian, karena Ibu yakin itu merupakan anak kamu? "tanya Rani lagi membuat Kevin mendengis kesal karena memang dari awal ia sudah menganggap Adinda itu sudah mati dan juga tidak ada anak yang dikandung oleh wanita itu sebagai darah dagingnya.


"Ibu aku kan sudah ngomong dari awal kalau dia itu tidak pernah hamil anakku karena aku yakin dia itu pasti hamilnya anak Arga soalnya kan mereka selama ini yang paling dekat dan orang tuanya juga setuju kalau dia dengan pria itu, Jadi Ibu tolong percaya dong sama anak sendiri kalau anakmu ini tidak akan pernah bertanggung jawab dengan sesuatu hal yang bukan merupakan miliknya dan juga bukan merupakan Ia yang merusak wanita itu! "tugas Kevin membuat Rani hanya bisa menghapuskan nafasnya secara perlahan karena memang Kevin sepertinya mati-matian tidak ada niatan untuk kembali dan juga melihat keadaan Adinda.


"ya Tuhan astaga nak kalau kamu seperti begini terus kita mau jadi apa nantinya, bisa tidak Ibu Berharap ada keajaiban agar kamu berubah dan juga tidak melakukan sesuatu hal yang nantinya akan kamu sesali nanti? "bujuk Rani lagi tetap Kevin tetap ada pendiriannya bahkan selama ini pria itu tidak merasa seperti memiliki tanggung jawab sama sekali terhadap Adinda.


"Aku tidak pernah merasa Mengenali wanita itu sekarang Dan juga kemarin-kemarin serta nanti, karena dia itu merupakan anak orang kaya Pasti orang tuanya bisa mengurusnya soalnya kan selama ini seperti begitu! "jelas Kevin lalu memilih untuk berbenah karena pesawat yang bakalan ia tumpangi akan mengantarkan dirinya menuju ke sebuah negara yang maju di luar negeri untuk bisa menimba ilmu kedokteran di sana.


menjadi dokter adalah impiannya dengan Adinda dulu karena katanya Mereka bakalan pulang ke kampung Kevin dan juga akan membangun Klinik di sana untuk membantu orang-orang, Namun ternyata sekarang malah Kevin yang pergi sendiri hanya karena keadaan Adinda yang tidak memungkinkan wanita itu untuk melanjutkan kuliah sebab harus beristirahat dulu sampai selesai melahirkan.


"Adinda Papa sama Mama mau pergi ke Jerman sekarang, kalau kamu mau ikut ya sudah sekalian kamu liburan di sana nanti setelah melahirkan anak kamu bakalan kami Bawa kembali ke sini dan kamu Terserah mau pilih kuliah di negara manapun itu? "tawar Silvia soalnya sepertinya ia merasa Kalau Adinda itu perlu suasana yang baru karena jika tidak pasti bakalan hanya Terpuruk di situ saja.


"Tapi nanti kalau Arga balik ke sini apa yang harus kita sampaikan kepadanya, soalnya itu anak Kok tidak datang-datang juga sih padahal sudah ku telepon tetapi nomornya itu selalu di luar jangkauan? "ujar Adinda yang sebenarnya seperti orang yang melupakan Pesan yang disampaikan oleh Arga beberapa hari yang lalu bahwa ia tidak akan pernah kembali ke rumah itu lagi setelah Adinda melahirkan dan juga tidak akan pernah menemui wanita itu sampai Adinda benar-benar melupakan masa lalunya.


Silvia tertawa mengejek mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh anaknya itu, karena menurutnya kemarin-kemarin saja Adinda tidak peduli sama sekali dengan harga kenapa sekarang ketika pria itu tidak nongol malah mulai memperlihatkan tingkah lebaynya itu.


"kamu itu seolah-olah sudah berubah menjadi orang pikun loh, sampai tidak sadar kalau sebenarnya Arga itu tidak mungkin kembali ke sini lagi! Dia sudah pergi meninggalkan kamu dan juga meninggalkan kita semua yang entah Mungkin mau mencari calon istri yang lebih keren, Soalnya kamu kan sukanya sama orang lain yang jelas-jelas sudah meninggalkan kamu sudah menghamili kamu tapi tidak mengetahui tanggung jawab hanya kamunya saja yang masih terpatok pada pria bodoh yang tidak berguna itu! "sindir Silvia membuat Adinda mendengkus kesal karena Lagi Dan Lagi dirinya harus disalahkan dan juga sikapnya yang selama ini ia Tunjukkan membuat semua orang di sekitarnya sepertinya sangat tidak menyukainya.


"ini semua kan gara-gara manusia kecil yang ada di dalam perutku sekarang yang sudah mengganggu tidurku tidak tenang kemudian keinginanku yang aneh-aneh, kalau tidak yang mana mungkin aku bakalan menjadi orang yang Jin yang sudah tidak berguna dan juga supaya bergantung hidup kepada orang lain karena aku kan bisa bergerak sendiri dan juga mengurus sendiri ku! "omel Adinda Lagi dan lagi bayi yang tidak bersalah selalu saja menjadi sasaran kemarahannya yang tidak beralasan itu.

__ADS_1


Adinda kini memilih untuk mengikuti kedua orang tuanya yang berencana akan pergi ke Jerman untuk memantau keadaan di sana Dan juga untuk melihat perkebunan mereka, dirinya sebenarnya enggan melakukannya hanya saja Daripada di rumah bengong sendirian tidak melakukan apapun ya mau tidak mau.



Wajah Adinda tampak pucat hanya saja tidak mengurangi kadar kecantikannya, dirinya memaksakan senyuman ketika hendak pergi dari rumah itu membuat asisten rumah tangga di situ merasa begitu bahagia karena selama beberapa bulan terakhir hilang sudah senyuman di wajah cantik wanita itu yang hanya dihiasi setiap hari dengan marah-marah dan juga air mata.


"semoga saat kembali lagi di rumah ini keadaan non Adinda sudah jauh lebih baik dan juga tidak terpuruk serta melakukan sesuatu hal yang nekat, Bibi sebenarnya sangat menyayanginya dan ingin memperhatikannya tetapi sepertinya tidak mungkin soalnya kan Bibi bukan siapa-siapanya Non Adinda sebatasannya pekerja di sini saja! "batin asisten rumah tangga yang bekerja di situ.


Adinda pergi dari situ sambil menarik kopernya yang kini kebetulan mobil milik Papanya Itu sudah sampai di Bandara, wanita itu memasang tatapan datarnya ketika semua orang menatap heran ke arahnya karena tubuhnya yang kurus serta perutnya yang mulai membuncit.


Silvia dan Hendra berjalan di belakangnya Adinda sambil menatap penuh terluka ke arah putrinya yang seharusnya Hari Ini Mereka mengantarkannya pergi berkuliah di Amerika sesuai perjanjian awal, tetapi yang ada mereka malah membawanya pergi ke Jerman untuk melahirkan di sana Lalu setelah itu bakalan membawa bayinya kembali ke sini karena Adinda Memang dari awal menolak dengan tegas keberadaan bayi kecil itu.


"Mama terluka Papa melihat Adinda seperti itu, Kenapa anak kita harus mengalami nasib yang tidak beruntung seperti anak lain? Apalagi lihat wajahnya itu seolah-olah tidak tersenyum suka sama sekali dengan keadaan sekitarnya, bikin Mama juga bingung harus melakukan apa agar dia kembali seperti dulu lagi? "ujar Silvia yang benar-benar terpuruk ketika tahu bahwa anaknya itu sudah sangat berbeda seperti dulu jika dulu sangat ceria dan juga manis serta mudah bergaul sekarang lebih menutup diri dan juga hanya menjawab seperlunya saja ketika ditanya Lalu setelah itu memilih untuk diam.


ketika Adinda sibuk pada ponselnya sampai-sampai tidak sadar kalau saat ini ada seorang pria yang tengah menatapnya tanpa ekspresi bahkan terlihat seperti sama mimpi wajahnya itu dengan Adinda, pria itu menunggu di depan untuk berharap agar Adinda menghampirinya karena Biar bagaimanapun urusan mereka berdua belum selesai sama sekali dan dia ingin menyelesaikan saat ini juga.


"Adinda!"Adinda yang sedang sibuk pada ponsel hanya mengangkat wajahnya ke atas dan tidak percaya ketika melihat orang yang benar-benar membuat dirinya muak dan juga emosi kini tengah tersenyum ke arahnya.


Hanya saja Adinda memilih untuk tidak peduli sama sekali dan tetap melanjutkan perjalanannya karena Biar bagaimanapun pesawat yang akan ia dan juga keluarganya akan mengikutinya Untuk mengantarkan ke Jerman, sebentar lagi sampai Jadi otomatis mereka harus sudah masuk dan menuju ke dalam bandara saat ini tetapi pria itu malah menghalangi langkah kaki Adinda membuat Silvia dan Hendra ikutan terkejut dengan kehadiran Kevin di situ.


"kita perlu bicara sekarang juga tolong jangan menghindar karena aku juga sebenarnya tidak ada niatan untuk ngomong sama kamu, hanya saja Sepertinya kita harus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara kita berdua karena aku juga sebenarnya tidak peduli dengan kamu lagi! "ujar Kevin yang sebenarnya matanya hanya tertuju kepada perut Adinda yang sudah tidak selangsing dulu lagi bahkan kini sudah terlihat begitu berbeda karena ada kehidupan di dalamnya.

__ADS_1


Adinda tersenyum kesal karena mendengar apa yang dikatakan oleh Kevin barusan tadi, pada seharusnya pria itu sadar dirinya juga mana mungkin mau bertemu dengannya lagi ataupun membahas sesuatu hal yang sudah selesai tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.


__ADS_2