
Arga yang baru saja datang langsung merasa tersulut emosinya ketika mendengar nada bicara Kevin yang begitu meninggi di hadapan istrinya, padahal seharusnya pria itu sadar diri dan juga tidak mempersulit dirinya sendiri karena nanti akhirnya ada resiko yang bakalan ditanggung.
Kevin dengan tiga-tiganya mempermalukan istrinya bahkan sepertinya tidak peduli jika saat ini Adinda telah merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukannya itu, setidaknya dia sadar kalau sebenarnya Adinda sudah ada yang punya dan statusnya adalah seorang istri yang sebenarnya tidak boleh dipegang-pegang seperti yang dilakukan oleh Kevin hanya saja bersyukur semua anak-anak di situ yang berteman dekat dengan Amelia bergerak dengan cepat.
Amelia terlihat antusias ketika Papinya sudah datang karena dengan begitu ia yakin pria itu akan segera membantu Adinda yang dari tadi terlihat kebingungan, Soalnya kalau dirinya yang bergerak sepertinya Kevin itu tidak peduli sama sekali bahkan membentaknya balik memperlakukannya sangat tidak sopan seolah-olah dirinya merupakan musuh.
" papi tolong itu Mami dari tadi sudah sepertinya kesulitan untuk bergerak, Soalnya orang gila itu terus menerus mengganggu Mami tidak berhenti sama sekali! " ujar Amelia menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.
Arga menganggukan kepala memberi kode kepada anaknya kalau dirinya akan bergerak sebentar lagi, tidak peduli dengan apapun yang terjadi yang penting intinya ia bakalan membuat pria itu merasa kapok dan tidak akan pernah Mengulangi kesalahan yang sama.
Adinda yang masih saja dicecar berbagai macam perkataan oleh Kevin sampai-sampai tidak sadar jika saat ini sudah ada suaminya yang berada di dekatnya, wanita itu sebenarnya bisa saja menghajar pria itu hanya saja akal Sehatnya masih berfungsi dengan benar maka dari itu ia memilih untuk diam.
Bugh
Bugh
Bugh...
" Om bisa berhenti tidak jangan memukuli Papaku seperti itu dong, tanya dulu alasan Papa melakukan semua ini jangan langsung main hakim sendiri! " Dafa yang tidak terima ketika Arga memukul Kevin secara membabi buta membuat Arga langsung menghentikan tindakannya itu dan menatap tajam ke arah Pemuda tersebut.
Daffa itu terlihat tidak ada mirip-miripnya dengan Kevin tetapi mirip dengan seseorang yang dulu pernah IA temui, Kalau tidak salah itu ada hubungan keluarga dengan Mahapatih ya mungkin saja itu merupakan salah satu keturunannya.
" kamu ini merupakan anak dari pria itu? Apa kamu tidak tahu jika manusia satu itu sudah membuat istri saya merasa tidak nyaman, atau Kamu mendukung semua kegilaan yang dia lakukan dan dengan begitu makanya dia terus saja tidak berhenti sama sekali? pukulan saya tadi itu masih kurang menurut saya dibandingkan dengan rasa malu yang diberikan untuk istri saya , hanya saja saya kasihan kepada pemuda yang masih bau kencur seperti kamu jika saya menyentuh pelipis kamu sekali saja pasti kamu langsung pingsan di tempat! "Arga sudah habis kesabarannya bahkan bisa dibilang rasa-rasanya hari ini juga ia ingin meluapkan emosinya kepada apapun dan juga siapapun yang berani menghalanginya.
__ADS_1
Daffa tahu sebenarnya dirinya salah kalau membenci dan juga menegur Arga agar menghentikan semuanya, namun dirinya juga tidak tega ketika melihat Papanya diperlakukan seperti itu ya Meskipun sepadan sih dengan apa yang tadi ia lakukan akan tetapi hati seorang anak tidak bisa membohongi perasaan tidak sukanya.
" atas nama papa dan juga semuanya Saya minta maaf karena sudah membuat kalian semua merasa tidak nyaman di sini, dan untuk tante Percayalah Baru kali ini papa saya melakukan kegilaan karena selama ini dia merupakan orang pendiam! Amelia aku minta maaf jika sudah membuat kamu merasa tidak nyaman, kamu Tetaplah menjadi wakil ketua OSIS biar aku yang bakalan berhenti menjadi ketua OSIS di sini! "Daffa yang biasanya terkenal cuek kali ini memang benar-benar harus turun tangan sebab kelakuan Kevin Papanya Itu sudah seperti seorang anak kecil yang tidak bisa mengedepankan Nalar dibandingkan keegoisan diri sendiri yang merugikan orang lain.
Arga bukanlah Dewa yang mau menerima begitu saja Ketika istrinya dipegang tangannya oleh pria yang masih tersangkut dengan masa lalunya dengan wanita itu, dirinya masih merasa belum puas jika belum melumpuhkan tangan Kevin yang tadi begitu kurang ajar akan tetapi ketika Adinda sudah merasa kelelahan akhirnya membuat egonya sedikit diturunkan.
" ayo sayang kita pulang, Arfan Om percayakan semua sama kamu tolong bungkam mulut-mulut orang-orang di sini agar mereka tidak berbicara yang macam-macam! Amelia Ayo kita pulang karena harus menjemput Adik kamu yang tadi sudah menelpon Papa katanya pengen pulang bareng sama kamu lagi, Dan untuk kamu saya rasa ini merupakan pertemuan pertama dan terakhir kalinya Karena jika ada pertemuan berikutnya maka saat itu pula kamu bakalan menginap di UGD! " tegas Arga dengan auranya yang begitu mematikan.
Arga Sebenarnya masih ingin menyelesaikan masalah secara pria terhadap Kevin hanya saja situasi dan kondisinya tidak memungkinkan untuk dirinya melakukan semua itu, Dan ini juga merupakan sekolahannya Amelia di mana anaknya itu menuntut ilmu Takutnya nanti ada pergunjingan tentang Amelia kedepannya dan alhasil membuat anaknya itu tidak bisa fokus lagi dalam belajar.
" Amelia kamu tenang saja pokoknya kami akan selalu mendukung kamu karena tadi kami melihat sendiri kok apa yang terjadi, tidak ada dari kami yang akan menggosipkan hal ini karena menurut kami ini urusan orang dewasa dan kita yang merupakan anak sekolahan lebih baik terus belajar saja! "jelas Davina yang merupakan anak kelas 12 seperti Amelia membuat Gadis itu tersenyum karena mendapat dukungan oleh salah satu siswa yang paling berpengaruh di situ.
Amelia menganggukkan kepalanya pertanda sangat berterima kasih dengan dukungan yang mereka berikan secara tidak langsung yaitu, dan dengan begitu dirinya akan tetap tersenyuman bersekolah di tempat itu sebab Biar bagaimanapun beberapa bulan lagi akan ada ujian akhir masa iya dirinya harus pindah sekolah dalam keadaan dadakan.
" Arfan Terima kasih ya bantuannya tetapi Tolong kamu perhatikan juga Naura, Soalnya dari tadi dia terus menatap marah ke arahku padahal tidak aku colek suaminya ini! " Bisik Amelia membuat harapan Mendes kesal karena selalu saja Naura mengganggu kegiatannya yang jelas-jelas sedang berusaha menjadi seorang pahlawan di tengah-tengah keluarganya Amelia.
Arga mengusap pelan istrinya yang dari tadi hanya terdiam tidak berbicara sedikitpun Semenjak mereka sudah pergi dari sekolahannya Amelia, anak gadis mereka itu sudah pulang menggunakan mobil pribadinya karena dirinya harus menjemput Arkan yang dari tadi terus saja mengirim pesan kepadanya Soalnya hari ini sekolah diliburkan karena guru ada rapat dadakan.
Adinda kali ini sedikit waspada jangan sampai suaminya itu mungkin mencurigai kalau dirinya janjian dengan Kevin dan akhirnya membuat kehebohan seperti itu , mengingat Bagaimana dulu hubungan mereka sampai bisa menghasilkan Amelia ke dunia ini jadi ada sedikit rasa waspada di dalam benak wanita tersebut.
" kamu dari tadi tuh diam saja memangnya gusi Kamu lagi sedang sakit atau apa sih, kita ke dokter gigi saja untuk memastikan secara langsung soalnya kasihan lho istri cantikku yang biasanya cerewet hari ini mendadak jadi diam? " tanya Arga sambil tersenyum mengejek ke arah istrinya membuat Adinda menatap penuh rasa Haru ke arah suaminya yang menurutnya terlalu baik.
Adinda bukanlah seorang malaikat yang bisa saja membolak-balikkan hati manusia dalam waktu singkat atau mungkin menghilangkan memori yang tengah tersimpan di dalam benak seseorang karena Kejadian beberapa saat lalu yang tidak diinginkan, dirinya hanyalah manusia biasa yang benar-benar tidak menyangka jika ada insiden memalukan seperti ini dan jika ada kelakuan Kevin yang sangat membuatnya merasa tidak nyaman.
__ADS_1
"apakah kamu marah atau mungkin kecewa kepada aku Mas, kalau memang iya marah saja aku tidak masalah aku tetapi Percayalah aku tidak tahu sama sekali Kalau anaknya itu bersekolah bersama dengan Amelia! kalau dari awal aku sudah tahu jika salah satu wali muridnya termasuk adalah orang itu, maka aku bakalan meminta kamu saja yang mewakilkan dan akan menyuruh kamu untuk menunda meeting kamu itu! "ujar Adinda membuat Arga ingin sekali tertawa karena sejak kapan otaknya koslet sampai-sampai bisa memarahi istrinya tanpa sebab akibat.
" aku bingung sama kamu ketika orang lain tidak ada niatan untuk marah eh malah kamu yang suruh aku untuk memarahi kamu, terus kalau misalnya aku marah alasannya apa coba masa hanya karena alasan yang tidak masuk akal harus memarahi istri sendiri itu kan menurutku hanya sikap orang bodoh yang akan melakukan hal tersebut! " jelas Arga membuat Adinda langsung menitikkan air matanya karena suaminya itu sangat so sweet hingga membuat dirinya ingin meleleh.
"Mas aku mencair nih ! "ujar Adinda sambil memasang senyuman yang paling cute.
"sekarang masih pukul 10.00 pagi terus jadwal operasiku kan tadi sudah aku undur jam satu siang, Jadi sepertinya kita bisa sedikit melipir ke arah hotel yang tidak jauh dari tempat ini ya mungkin dengan begitu bisa saling berbagi keringat Soalnya dari tadi keringatku belum keluar loh Terus memukul bandot stupid itu pun hanya sedikit saja! " bujuk Arga membuat Adinda membulatkan matanya sempurna karena menurutnya suaminya ini sedikit sengklek tapi tidak masalah lah yang penting intinya mereka tidak punya masalah yang besar dan saling menjatuhkan satu dan yang lain.
"Kayaknya lebih bagus seperti itu deh soalnya anak-anak kita di rumah itu selalu kepo dengan urusan orang tuanya, sepertinya mulai dari sekarang kita harus benar-benar memperhatikan apa yang mereka tonton di media sosial karena nantinya akan merugikan kita sendiri! "ujar Adinda membuat suaminya tertawa karena memang kebiasaan anak-anaknya itu paling tidak suka ketika mereka berdua sedang bermesraan atau bernostalgia karena Amelia itu takut nanti Adinda bakalan lupa tugasnya sebagai seorang ibu dan Arkan paling tidak suka nanti Papanya Itu malah lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sampai lupa untuk mencari uang.
" jadi istri itu harus pengertian dengan suami seperti ini kan keren rasanya dan dengan begitu tidak perlu harus memberikan kode agar dipahami satu dunia, Jadi sekarang kita akan menikmati waktu berdua selama 3 jam ke depan dan intinya itu sangat menguntungkan! "Arga adalah tipe orang yang cuek selagi tidak ada orang-orang terdekatnya yang mengkhianatinya dan juga menurutnya ya sangat paham kenapa Kevin begitu terobsesi dengan istrinya soalnya Adinda itu memiliki paket yang begitu lengkap tanpa kekurangan sedikitpun dan bisa dibilang idaman semua kaum Adam yang ada di dunia ini.
" Iya tapi jangan berlebihan juga Nanti kamunya ngos-ngosan kalau bisa ingat dengan umur, soalnya umur kita itu tidak bisa dimundur selalu harus maju jadi daripada nanti umur kita dikasih berhenti lebih baik kan mewaspadainya dari awal! "ledek Adinda ketika melihat suaminya yang begitu antusias.
Arkan dan juga Amelia sudah sampai di rumah Tetapi kok bisa-bisanya orang tuanya belum sampai sama sekali, membuat mereka mulai berpikir yang tidak tidak apalagi tadi Amelia sudah sempat menceritakan kejadian yang terjadi di sekolahnya.
" Kakak ini Sepertinya harus kita bergerak sekarang juga Takutnya jangan sampai papi sama mami lagi bertengkar, dan akhirnya mereka sama-sama memilih untuk mengakhiri hidup Kan masalahnya bisa berabe! "bujuk Arkan membuat Amelia menatap kesal ke arah adiknya itu karena menurutnya terlalu lebay dalam berpikir.
" Eh kamu kalau ngomong ya masuk akal dikit napa? Memangnya kamu pikir papi sama mami itu punya pemikiran yang sedangkal itu, masa iya ada kita berdua di dunia ini terus mereka meninggalkannya begitu saja? "omel Amelia yang mencoba menghubungi ponselnya kedua orang tuanya tetapi sepertinya tidak direspon sama sekali padahal aktif.
Arkan itu pemikirannya masih labil jadi Terkadang ia selalu berpikiran sesuatu menurut apa yang ia dengar dan juga apa yang ia tonton, kalau hobinya film kriminal ya bakalan seperti itu pemikirannya akan mencurigai sesuatu secara berlebihan dan alhasil pasti bakalan berpikir ke arah-arah hal yang negatif.
Arkan sudah tidak bisa menunggu lagi maka dari itu ia memilih untuk mengaktifkan GPS ponsel kedua orang tuanya, Sebab mereka dalam keluarga sudah saling berjanji jika ada apa-apa harus GPS selalu aktif karena dengan begitu maka langsung bisa terlacak.
__ADS_1
" nah tuh kan Kak kecurigaanku benar kalau sekarang papi sama mami merencanakan sesuatu yang buruk, karena terbukti Mereka lagi ada di hotel terus kalau misalnya di hotel itu mereka ngapain coba jika bukan ingin meninggalkan kita berdua? " ujar Arkan membuat Amelia pun akhirnya ikut-ikutan panik.