SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Menyendiri


__ADS_3

Daniel tahu kalau dirinya itu sebenarnya bukan anak kecil yang segala sesuatunya harus pakai merajuk harus pakai bersedih dan juga harus mogok untuk melakukan sesuatu, hanya saja Salahkah dirinya kalau menyangkut hati seperti ini akan lebih yang namanya mellow dan juga kalau bisa dibilang lebih cengeng serta tidak ingin menampakan dirinya kepada semua orang?


Kalau dibilang ya umurnya memang sudah tua itu tidak pantas yang namanya galau tidak pantas yang namanya merasakan patah hati sampai-sampai mogok kerja dan juga mogok berbicara dengan semua orang, tetapi pertanyaannya Pernahkah semua orang berada di posisinya Pernahkah semua orang merasa apa yang ia rasakan ketika belum berjuang sudah patah di awal lebih dahulu?


Untuk bersikap biasa saja itu rasanya sangat tidak mungkin karena dirinya adalah manusia biasa, yang kalau ditanya Apakah merasa kecewa dan juga sakit hati ya jelas jawabannya ada bahkan tidak akan pernah hilang sampai kapanpun karena itu Tentu saja sangat membekas di dalam ingatannya.


hanya saja terkadang orang menganggapnya terlalu bersikap berlebihan dan juga seperti anak kecil yang terlalu menyikapi sesuatu secara berlebihan, padahal intinya itu hanya satu yaitu apa yang hilang bisa dicari lagi bukan dirinya dan juga Adinda sudah terikat maka harus patah hati sampai segitunya Bukankah dari awal memang Adinda sudah jelas-jelas menunjukkan sikap tidak sukanya??


Daniel sebenarnya sudah mencoba untuk bersikap tenang dan juga biasa saja tetapi percuma maka dari itu diambilnya jaket yang biasa ia pakai ketika ingin pergi karena suntuk dengan segala macam pekerjaan, lalu memilih untuk pergi ke salah satu klub malam bukan untuk mencari hiburan dan juga untuk mencari pelampiasan melainkan untuk menenangkan diri dan menyendiri di sana karena di tempat itu otomatis tidak ada yang akan mengenalinya.


"Kamu mau ke mana Daniel, bisa tidak masalah ini kamu sikapnya biasa saja dan juga jangan berlebihan serta membuat orang tua yang bakalan khawatir?" tanya Olivia kesal ketika melihat anaknya itu bukannya tenang di dalam rumah malah pergi padahal suasana hatinya bisa dibilang sedang tidak baik-baik saja jadi otomatis Takutnya nanti konsentrasi dalam membawa mobil itu sedikit buyar dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Daniel hanya menghela nafasnya kasar karena dirinya tahu pasti Olivia bakalan melarang ia pergi kemanapun, padahal saat ini dirinya benar-benar membutuhkan suasana yang berbeda dan juga bisa dibilang suasana yang tidak membuat ia harus kepikiran dengan Adinda serta tidak tahu lagi harus mengekspresikan rasa kecewanya seperti bagaimana dan juga terhadap siapa sebab satupun tidak ada yang peduli.


"Mama, Aku ini bukan anak kecil lagi jadi harus kalian khawatir seperti itu! Aku mau pergi menenangkan pikiran mencari suasana yang baru dan intinya mencari sebuah pengalihan dari pikiranku sekarang, langsung saja aku tidak mungkin bakalan menganiaya diriku sendiri hanya karena rasa kecewa yang sedang aku alami saat ini. "jelas Daniel lalu segera pergi dari situ tidak ingin berpanjang kata lagi dengan kedua orang tuanya soalnya intinya juga pasti mereka sudah paham dengan isi pemikirannya.


"Ya ampun anak itu memang keterlaluan sekali ya padahal hanya sepele doang masalahnya kenapa hampir seperti orang yang putus asa, ya Tuhan Ternyata laki-laki kalau patah hati lebih parah daripada yang dialami oleh wanita pasti hanya nangis doang di dalam kamar dan tidak ingin melakukan apapun! "omel Alifia kesal membuat suaminya hanya tertawa saja soalnya istrinya itu kalau marah akibat kelakuan Daniel pasti dirinya yang harus mendengarkan semuanya sebab Daniel mau mana mau tetap di depan mamanya.


"Biarkan saja Mama intinya dia tidak melakukan kejahatan di luar sana atau tindakan kriminal yang membuat dia kesulitan nantinya, anak itu kalau terlalu banyak diatur-atur keinginannya nanti rasa-rasanya dia akan membangkang karena capek diperlakukan seperti seseorang yang tidak pantas untuk berekspresi! "jelas Taylor membuat Olivia Hanya bisa pasrah tidak mungkin membantah karena kenyataannya ya seperti itu dan dia terlalu membantah apapun yang ia katakan mungkin karena kebiasaannya yang selalu mengekang kebebasan yang diinginkan oleh pemuda itu.

__ADS_1


Daniel sudah sampai di klub malam yang bisa dibilang salah satu tempat yang paling terkenal di kota tersebut, ia tidak ada janji dengan teman-temannya maka dari itu ya Otomatis saat datang di situ banyak orang-orang yang tidak dikenalinya.


apalagi bisa dibilang kesadaran orang-orang di situ rasa-rasanya sudah sangat berkurang apalagi jam yang akan mendekati waktu tengah malam, ya Otomatis mereka yang sudah bersenang-senang dari tadi pastinya sekarang sudah antara sadar dan juga tidak.


"Saya mau pesan minuman rendah alkohol kemudian bawa ke meja di sudut sana, usahakan kasih tahu kepada semua wanita-wanita yang bekerja di sini agar Jangan mendekat kepada saya karena saya sedang tidak ingin diganggu!" perintah Daniel kepada barista di situ agar dirinya bisa memberitahukan kepada rekan-rekan kerjanya supaya tidak mengganggu ketenangannya soalnya dirinya bukan tipe seseorang yang suka sekali dengan daerah ************ dan juga dirinya bukan tipe seseorang yang terlalu gila dengan hal-hal seperti itu.


"Baik Tuan saya akan memberitahukan kepada teman-teman saya di sini supaya Jangan mendekati ataupun mengganggu anda, dan mohon maaf jika nanti ada yang mencoba mendekati itu artinya mereka ada yang belum datang di tempat ini!" jelas barista tersebut dan Daniel hanya menganggukkan kepala pertanda paham.


Daniel pergi ke situ sampai-sampai tidak sadar kalau sebenarnya dari tadi itu Viola sudah berada di tempat itu bersama dengan teman-temannya, mungkin karena saking seriusnya sampai-sampai tidak sadar kalau ada seseorang yang selalu mengincarnya selama ini Tengah menatap penuh minat ke arahnya.


"guys aku pergi ke tempat calon suamiku dulu ya, Ingat kalian tidak ada yang boleh mendekat ke sana karena aku tidak ingin penampilan kalian itu membuat matanya jadi ternodai! "ujar Olivia karena memang kehidupan di luar negeri itu memakai pakaian yang kurang bahan atau bisa dibilang sesuatu yang sangat tidak pantas adalah hal yang lumrah tidak ada orang yang bakalan mempermasalahkannya.


Viola jalan menuju ke arah Daniel dengan penuh percaya diri karena ia yakin pria itu pasti bakalan terkejut dengan keberadaannya, dirinya bahkan berharap mungkin Daniel tidak akan pernah menolak kehadirannya atau mungkin Daniel bakalan mengajaknya ke suatu tempat yang spesial yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup sampai-sampai bisa membawa mereka ke yang namanya pelaminan.


"bisa tidak satu hari saja kamu tidak mengekor Kegiatan saya, bisa tidak kamu tidak menyebutkan yang sangat tidak ingin saya dengar yaitu soal Adinda? dia itu punya nama dan dia itu bukan seseorang yang sangat tidak jelas karena nama Dan juga wajahnya itu sangat jelas Di dalam ingatan saya, sampai-sampai saya merasa begitu berharga di dunia ini tetapi Ketika kamu datang Percayalah Kalau saya itu merasa muak karena Dunia ini penuh dengan manusia-manusia seperti kalian! "ujar Daniel dengan kata-kata yang begitu kasar bahkan bisa dibilang iya sampai mengepalkan tangannya hingga memutih akibat terlalu menahan emosi.


Viola mengerutkan keningnya karena ia saja baru berbicara dengan Daniel setelah beberapa hari yang lalu, tetapi kenapa belum apa-apa pria itu sudah malam memberikan tatapan membunuhnya seolah-olah selama ini ia selalu melakukan kesalahan kepadanya.


"Kamu marah? Memangnya aku salah apa sama kamu selama ini sampai-sampai kamu begitu membenciku, aku itu selalu ingin melakukan yang terbaik agar kamu menganggap aku ada tetapi kenyataannya seperti begini? "tanya Viola heran bahkan bisa dibilang ia merasa seperti seseorang yang benar-benar tidak dihargai lagi.

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang setiap yang kamu lakukan itu adalah sebuah kesalahan di dalam hidupku, tetapi kamu yang tidak pernah mengerti dengan apa yang aku inginkan bersikap seolah-olah kamu adalah orang yang paling tersakiti di sini! "jelas Daniel yang bahkan ingin sekali pergi dari situ tetapi Viola mencegahnya karena menurut wanita itu pembicaraan mereka belum selesai jadi Daniel tidak boleh pergi begitu saja.


"aku masih ngomong dan itu belum selesai sama sekali maka dari itu kamu tidak boleh pergi kemanapun, nanti setelah aku selesai boleh kamu pergi tidak masalah yang penting Intinya kita berdua harus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi selama ini! "sarkas Viola yang tidak kalah kasar karena selama ini sudah merendahkan harga dirinya pun tidak pernah dianggap maka biarlah tidak masalah.


Daniel memberikan tatapan seolah membiarkan Viola untuk menyampaikan apapun yang ia pikirkan agar Mungkin wanita itu bisa puas, Soalnya kalau ia menghindar terus mata bisa dipastikan Viola pun akan selalu mendekat dan mengganggu harinya dengan tidak memberikan ketenangan kepadanya.


"Ya sudah ngomong tetapi jangan duduk di hadapanku karena aku tidak ingin melihat kamu, tadi kan kamu bilang Kalau hanya ngomong saja kan jadi setelah berbicara silahkan pergi tidak usah harus menunda-nundanya lagi! "perintah Daniel membuat Viola menengguk salivanya kasar karena tatapan pria itu benar-benar membungkam keberaniannya yang dari tadi sudah muncul di permukaan tetapi menghilang begitu saja.


"Kamu kan tahu kalau selama ini aku tidak pernah menerima perkataan cinta dari orang lain karena selalu mengharapkan kamu yang bakalan menjadi kekasihku, Bahkan aku sampai memasang sebuah komitmen kalau aku tidak akan pernah menikah jika bukan bersama kamu! "jelas Viola tetapi Daniel masih belum berekspresi sama sekali sebab dirinya masih membiarkan wanita itu mengucapkan semua keluh p


Kesah nya mungkin dengan begitu ya bakalan puas dan tidak akan mengganggunya lagi.


"Akan tetapi kamu itu kayaknya bukannya makin mendekat tetapi Makin menjauh, seperti aku ini merupakan benalu yang tidak pantas untuk didekati padahal perasaan aku tidak seburuk itu! Bahkan orang-orang di luaran sana saja selalu mengejar-ngejar aku Dan menganggap aku adalah wanita sempurna, tetapi kamu kok melihat aku itu seperti musuh yang pantasnya untuk dijauhi tidak pantas untuk diajak menjalin sebuah komitmen? "tanya Viora tidak bisa lagi membungkam rasa penasaran untuk mencari tahu sebenarnya apa penilaian Daniel terhadap dirinya sampai pria itu sebenci itu.


"sedangkan dengan wanita hamil itu kamu begitu manis Bersikap apa adanya tidak ingin dia kenapa-napa, aku yang ngomong kasar kepadanya saja kamu tidak terima sama sekali seolah-olah dia itu merupakan istri kamu padahal kalian jelas bukan siapa-siapa kan? "tanya Viola lagi dan Daniel sudah mulai sedikit merespon ketika ada pembahasan menyangkut soal Adinda karena menurutnya apa yang terjadi kepadanya itu tidak ada sangkut pautnya dengan Adinda dan juga tidak pernah ada keterlibatan wanita itu di dalam kehidupannya.


"kamu kalau berbicara ya tentang kita berdua saja tidak usah menambah-nambah ke arah orang lain apalagi orang-orang tersebut kamu masukkan di dalam masalah ini, Seharusnya kamu sadar apa kekurangan kamu dan juga Seharusnya kamu sadar kalau perasaan kamu itu dengan perasaanku sangat berbeda tidak mungkin disatukan! "Daniel benar-benar tidak suka dengan apapun yang mengatur kehidupannya meskipun itu adalah seorang wanita sekalipun.


"tapi kamu kan tidak perlu harus memperlakukan aku seburuk itu dan berpikir bahwa aku ini adalah seorang wanita yang seperti parasit atau virus sekalipun yang tidak pantas untuk mendekati ataupun berhubungan dengan kamu, kamu kan bisa bersikap biasa saja Kemudian memperlakukan aku seperti kamu memperlakukan wanita itu biar aku merasa adil dan juga tidak akan cemburu seperti ini kan? "tanya Viola tidak terima dan tanpa wanita itu sadari kalau dirinya sudah mengklaim Daniel itu sebagai miliknya Padahal mereka tidak pernah mengarah sampai ke hal itu dan pria itu juga tidak akan pernah ada niatan untuk melakukannya.

__ADS_1


"nah ini yang aku tidak suka dari seorang Viola yaitu ingin agar keinginannya itu selalu dituruti tetapi tidak pernah menghargai kemauan orang lain, kalau kamu mau agar aku memperlakukan kamu dengan baik ya kamu harus menghargaiku agar mungkin bisa dibilang kita sama-sama enak! "jelas Daniel berharap agar Viola paham tetapi sepertinya penjelasannya itu belum sampai ke arah isi otak wanita itu karena buktinya sekarang Viola menatap jengah ke arahnya karena Lagi Dan Lagi selalu saja menghindar dan membahas sesuatu yang lain dan tidak seperti yang diharapkan oleh dirinya.


"bisa tidak jangan membahas yang terlalu jauh cukup bahas antara kita berdua saja, oh tetapi sepertinya kamu memang tidak bisa memikirkan sampai ke arah situ ya! "ujar Daniel Sambil tertawa.


__ADS_2