
Masih dicafe ALUNA
Suasana cafe sudah sepi, cafe sendiri sudah tutup setengah jam yang lalu. Bara masih sendiri disana memikirkan ucapan Cyntia dan kejadian malam tadi, bukan Bara tak mampu mengungkapkan perasaannya pada Vira, tapi keadaan dari 1 tahun yang lalu tidak pernah memungkinkan Bara mengungkapkan isi hatinya. Vira terlalu rapuh 1 tahun yang lalu, ia terlalu sering menangisi kepergian suaminya, memikirkan nasib anak anaknya, Bara hanya bisa menjaga hatinya agar Vira tak lagi rapuh dan perlahan bisa menerima kenyataan.Dia sendiri pun seperti hanya memberi tak mengharap kembali dari Vira, namun kejadian malam ini mengusik hatinya. Bara sepertinya cemburu pada Alfian
Di cek ponsel miliknya, dia lihat nomor Vira waktu sudah menunjukan pukul 22.30 malam
"Vira pasti sudah pulang, apakah dia sudah tidur... " gumam bara dalam hati, dia memencet tombol call menelepon Vira
Di seberang sana Vira tengah menemani anak anaknya terlelap tidur, mereka tidur sambil memeluk mamanya, Vira ada ditengah tengah mereka . Kata kata Alfian lumayan menggelitik fikirannya apa maksud ucapan alfian tadi diparkiran? dering telpon berbunyi mengagetkan Vira, dari Bara
"Halo??" sapa Vira
"Halo, kamu sudah tidur?"
"Belum"
"Oh, anak anak sudah tidur?"
"Sudah, udah mimpi kayanya hehe"
"Hehehehe"
"Ooia, kata Ibu tadi Mas Bara kesini ya? bawa mainan segala untuk Ghani dan Indy, Mas Bara kan capek baru pulang dari Jogja"
"Ahh, iya aku tadi mampir mau jemput kamu sekalian ke cafe karena aku tau hari ini kita ada jadwal kan, ternyata kata Ibu kamu mau langsung ke cafe pulang kerja"
"Iya mas, aku mikirnya lebih efektif kalo langsung dari kantor daripada pulang dulu kerumah"
"Kamu sampe rumah dengan selamat tadi, Vira? kenapa gak pulang sama aku tadi... kamu kan naik motornya masih kurang lancar"
"Hehehe, iya kenapa ya aku masih belum lancar aja bawa motornya padahal udah setahun lebih kan, terakhir aku hampir nabrak tiang listrik deket cafe hihiihi"
"Hahaha, ya aku masih inget wajah pucatmu tapi Cyntia malah tertawa terbahak bahak"
__ADS_1
"Heum, begitulah Cyntia mas"
kemudian sesaat mereka hening, ingin sekali bara menanyakan siapa Alfian, ada hubungan apa Vira dengan nya namun lidahnya serasa kelu tak bisa bertanya
"Halo? mas, mas bara masih disana?"
"Ah, ya Viraa.. kamu udah ngantukkah?"
" Ya, lumayan mas"
" Mau aku nyanyikan 1 lagu favoritemu? lagu April Fiersa Besari?"
" Tentuuu, aku sangat rindu lagu itu"
" Baiklah, aku nyanyikan lagu ini buat kamu ya untuk pengantar tidurmu" seru Bara tersenyum, ia memulai petikan gitarnya yang khas. Suara hati Vira bergemuruh
***
Coba tanya hatimu sekali lagi
Masih kah ada aku di dalamnya?
Karena hatiku masih menyimpanmu
Kisah kita memang baru sebentar
Namun kesan terukir sangat indah
Ku memang bukan manusia sempurna
Tapi tak pernah berhenti mencoba
Membuatmu tersenyum
__ADS_1
Walau tak pernah berbalas
Bahagiamu juga bahagiaku
Saat kau terlalu rapuh
Pundak siapa yang tersandar?
Tangan siapa yang tak melepas?
'Ku yakin aku
Bahkan saat kau memilih
Untuk meninggalkan aku
Tak pernah lelah menanti
Karena ku yakin kau akan kembali
Wo -hoo yeah ah ah
Ada engkau dalam setiap doaku
Sungguh aku rindu berbagi tawa
Kini kita tidak lagi menyapa
Biarlah hanya dari kejauhan
***
Airmata Vira menetes dengar lagu ini, di akui nya Bara lah yang menemaninya pada masa masa terpuruknya, meratapi kesedihannya ditinggalkan suami tercinta, di hadapkan kenyataan bahwa anak anak sangat membutuhkannya, Bara lah yang menguatkan dirinya tanpa banyak bertanya kenapa Vira masih saja bersedih. Dikala Vira menangis keras di dalam mobilnya tak pernah sekalipun Bara mengganggunya, bahkan jika saat ngulik lagu untuk cover di Youtube tiba tiba Vira menangis karena lagunya menyentil hatinya, Bara menghentikannya dan membiarkan Vira menangis hingga puas
__ADS_1
Rapuhnya Vira, namun kuatnya sandaran Bara sangat di butuhkan Vira. Vira pun terlelap tidur sambil menangis
Sementara di sebrang telepon Bara terdiam, mengetahui Vira pasti sudah tertidur lelap dimatikan ponselnya dan bertanya dalam hati sampai kapan ia menyimpan cintanya untuk Vira