SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Kecewa


__ADS_3

Olivia yang baru pulang langsung di cicer dengan berbagai pertanyaan oleh anak semata wayangnya yaitu Devon, pria dewasa tersebut sudah merasa gelisah dari tadi karena tidak kunjung bertemu dengan mamanya padahal Ia sudah merasa penasaran.


dirinya ingin sekali menelpon Olivia tetapi rasanya sangat tidak mungkin takutnya jangan sampai bertemu dengan kedua orang tuanya Adinda dan dirinya mengganggu kegiatan mereka itu, meskipun rasa penasaran begitu sangat menyiksa namun ia coba untuk menahannya Soalnya biar bagaimanapun seorang pria dewasa harus terbiasa dengan yang namanya menunggu dengan sabar tidak ada yang namanya pemaksaan apalagi ingin didengar semua yang dirinya inginkan.


olivia tau anaknya itu pasti benar-benar merasa kecewa ketika mendengar apa yang akan dikatakan nantinya tetapi Biar bagaimanapun Devon itu sudah besar, harus mendengar apapun kejadian yang terjadi dan juga harus bisa memberikan keputusan saat itu juga tidak perlu harus mengeluh karena kalau mengeluh maka percayalah sesuatu itu tidak akan pernah Sesuai yang diharapkan.


Devan yang melihat Mamanya itu terlalu mengulur-ngulur waktu memilih untuk mendekatinya kemudian memegang tangannya lalu mengajak wanita itu agar duduk, karena mereka berdua harus berbicara empat mata secara langsung untuk membahas apa yang terjadi dan juga Apa keputusan yang diambil oleh kedua orang tuanya Adinda tanpa menyembunyikan hal itu secuil apapun.


"Mama bawa kabar gembira atau tidak sih sampai-sampai gerakannya terlalu slow motion seperti itu padahal aku menunggu dari tadi loh dengan begitu banyak rasa penasaran di dalam hidupku, Tolonglah mah kalau ada sesuatu yang memang benar-benar tidak sesuai dengan aku harapkan langsung dibicarakan supaya aku tidak mati penasaran seperti saat ini yang terjadi kepadaku? "tanya Devon gemas membuat Olivia ingin sekali tertawa karena menurutnya anaknya itu sudah seperti seorang bocah yang ketika merajuk tidak dikasih permen malah ngambek seperti saat ini padahal seharusnya tidak boleh seperti itu soalnya orang itu tidak perlu datang langsung ngomong harus memberikan waktu jeda sedikit agar memilih bahasa yang tepat untuk menyampaikan sesuatu itu seperti apa nantinya.


"ya Menurut kamu Mama apa kabar Seperti apa soalnya kalau Mama ngomong sekarang rasanya kamu pasti benar-benar terkejut, tapi kalau misalnya Mama ngomong nanti pun kamu pasti akan bertanya sepanjang waktu sampai Mama ngomong tetapi sebenarnya Mama itu capek pengen istirahat dan juga meminta pengertian dari kamu agar Jangan memaksakan kehendak terlalu! "jelas Olivia membuat Devon tidak tahu lagi harus bersikap Bagaimana dan juga tidak tahu lagi mengeluarkan rayuan maut Seperti apa agar Mamanya itu bisa ngomong sekarang juga daripada dirinya tidak tenang.


suami dari Olivia itu hanya tertawa melihat tingkah anak dan istrinya itu yang kalau misalnya ada sesuatu hal yang begitu besar pasti mereka bakalan mengulur-ngulur waktu, padahal sebenarnya hal yang seperti itu hanya akan membuat orang lain merasa tidak nyaman dan juga pikirannya bakalan tidak tenang karena bertanya-tanya kira-kira apa yang terjadi.


"Mama kalau mau ngomong sesuatu ya sudah bilang saja biar dia jangan seperti itu juga soalnya pekerjaan di kantor pun sudah tidak dipedulikannya lagi hanya karena penasaran dengan masalah ini, dan juga untuk kamu Devon tolong apapun nanti keputusan yang diberikan oleh orang tua Adinda kamu harus menerima dengan lapang dada tidak boleh yang namanya marah ataupun mengeluh serta mulai memaki-maki tidak jelas! "ujar Papanya Devon.

__ADS_1


pria yang sudah tidak mudah lagi itu ingin anaknya menjadi seorang pria sejati apapun keputusannya mau baik atau tidak akan diterima dengan lapang Dara tanpa mengeluh, karena hidup itu bukan hanya sekali jadi merasa bahwa dunia ini tidak adil kepadanya dan juga kenapa sih apapun yang ia inginkan tidak pernah didapatkan padahal sebenarnya kebahagiaan itu sedang menantinya tetapi di lain waktu lain kesempatan juga mungkin lain orang-orang yang ada di sekitarnya atau mungkin Devon nya saja yang tidak bisa terlalu bersabar.


"papa aku itu bukan terlalu memaksakan kehendak tapi Papa lihat sendiri kan istri papa itu terlalu mengulur waktu kemudian hanya ingin seperti mempermainkan perasaanku, padahal kalian tahu sendiri kan kalau aku sekarang itu benar-benar merasa penasaran dan juga rasa-rasanya semua pekerjaan di hadapanku tidak bisa aku kerjakan jika apa yang dikatakan oleh tante Silvia dan juga Om Hendra tidak aku ketahui sama sekali! "ujar Devon yang berharap ada pembelaan dari Papanya itu soalnya kalau melawan mamanya sendirian rasa-rasanya sangat tidak mungkin karena apapun yang diperintahkan oleh Via itu mutlak harus diikuti oleh siapapun tanpa terkecuali.


Olivia menghembuskan nafasnya secara perlahan karena mungkin Devan sudah sangat tidak sabar ingin mendengar keputusan maka dari itu tidak masalah jika ia menyampaikan secara langsung, terserah nanti Respon yang akan diberikan Devon seperti apa yang penting intinya Ia hanya mengucapkan pesan yang diberikan oleh kedua orang tuanya Adinda tanpa mengurangi apalagi melebih-lebihkannya.


"orang tua Adinda mengundang kita nanti rumah mereka besok karena lusa Mereka sudah pergi meninggalkan negara ini dengan membawa pulang Amelia, karena kebetulan anak itu sudah besar sudah bisa dibawa pergi dan juga mereka ada urusan penting di sana yang harus memaksa mereka untuk pergi meninggalkan semua di sini! "jelas Olivia membuat Devan mengerutkan keningnya karena ada lagi pembahasan yang masih ia tunggu dan juga yang ingin didengarkan Dan juga bagaimana respon kedua orang tua Silvia ketika tahu bahwa dirinya menyukai anak mereka ya Meskipun status Adinda itu bisa dibilang bukan wanita bebas lagi melainkan seorang wanita yang mempunyai satu orang anak tanpa ada yang namanya suami yang mendampinginya.


Olivia yang melihat wajah penasaran anaknya merasa yakin jika Devon masih ingin menunggu perkataan yang lainnya lagi barulah dirinya merespon apa yang dikatakan oleh Mamanya itu, maka dari itu wanita itu hanya bisa mencoba untuk bersikap Tetap tenang dan juga tidak memprovokasi keadaan karena sejatinya menurutnya Devon itu terlalu berlebihan dan juga menuntut sesuatu yang tidak akan pernah ia dapatkan dan juga sudah disadarinya dari awal.


Jika ditanya Apakah pria itu kecewa Oh jelas jawabannya tentu saja hal itu benar-benar terjadi dan benar-benar ia rasakan untuk saat ini, Jika ada pertanyaan lagi apakah dirinya mau berjuang untuk mendapatkan cintanya Adinda rasa-rasanya sudah sangat tidak mungkin karena tanpa kehadiran Arga saja wanita itu selalu menolaknya apalagi sekarang pria itu selalu menempel kepada Adinda dan juga Amelia maka bisa dipastikan posisi Devon itu memang benar-benar tidak ada di antara keduanya.


"Sudahlah karena di luaran sana masih banyak wanita yang bisa kamu dekati dan juga yang bisa kamu bawa pulang ke rumah ini sebagai calon menantu kami, tidak perlu harus bersedih seperti itu soalnya lebih baik belum memulainya langsung berhenti di tengah jalan daripada sudah mau mulainya kemudian kalian bubar! "ujar Mister Taylor yang selama ini lebih memilih untuk Diam tidak banyak berbicara walaupun sebenarnya yang ia inginkan adalah yang terbaik untuk putranya namun menyangkut dirinya juga jarang sekali berada di dalam negeri jadi mau tidak mau interaksi antara dirinya dengan Devon itu selalu saja berkurang dan juga jarang terjadi.


"Tapi Papa ini sebenarnya bukan masalah hati atau masalah apapun itu hanya saja ini itu tentang masalah perjuangan yang aku lakukan selama beberapa bulan terakhir itu, sampai-sampai aku harus mengeluarkan tenaga tidak pernah memperdulikan pekerjaanku hanya ingin agar dia selalu merasa bahwa kehadiranku itu berguna dan juga Amelia merasa kalau ada sosok Papa yang selalu menjaganya!"jelas Devon dengan wajah yang benar-benar frustasi tetapi Tuan Taylor hanya menggelengkan kepalanya karena menurutnya ini hanya masalah waktu jika dijalani Percayalah suatu saat pasti bakalan dilupakannya dan akan coba untuk mencari pengganti dari Adinda sebab stok wanita di luaran sana itu sangat banyak.

__ADS_1


"kamunya saja yang terlalu berlebihan dalam menyikapinya Sebenarnya hari esok masih ada dan papa yakin pasti sudah ada jodoh yang disiapkan untuk kamu, Karena sejatinya manusia itu diciptakan berpasang-pasangan Jadi jika sekarang kamu menginginkan Adinda tetapi sebaliknya wanita itu tidak menginginkan kamu maka itu artinya dia bukan jodohnya kamu! Jalani saja hidup kamu seperti sebelum Adinda datang ke sini kemudian lakukan saja pekerjaan kamu karena itu berguna untuk masa depan kamu, ya Sambil mencari-cari kira-kira Siapa sih yang cocok untuk kamu yang bisa menjadi wanita yang mendampingi hidup kamu sampai kamu tua nanti seperti Papa dan juga Mama! "jelas Taylor membuat Devon benar-benar merasa frustasi dan juga kesabarannya di ambang batas sehingga pria itu memilih untuk pergi ke kamarnya tetapi Olivia mencegatnya karena Devon belum memberikan jawaban tentang ajakan dari kedua orang tua Adinda tadi yaitu untuk berkunjung ke rumah mereka besok malam.


"kamu besok malam jadi kan datang bareng Papa sama Mama ke rumahnya Adinda soalnya Papa sama Mamanya tadi sudah mengundang kita secara langsung, ya sebenarnya bukan acara besar-besaran sih Tetapi hanya Perpisahan dengan para pegawai kantornya jadi otomatis Bukan kita sendiri yang ke sana kalau memang kamu merasa tidak nyaman berbicara dengan Adinda Ya sudah jangan kamu paksakan! "jelas Olivia membuat Devon hanya bisa mengeluarkan nafasnya secara perlahan Soalnya kalau ditanya perasaannya kini ya jawabannya pasti hancur.


"lihat saja mah kalau memang pekerjaan di kantor cepat selesai aku bakalan datang tetapi kalau tidak maka besok sepertinya aku lembur, Jadi kalau misalnya kalian sudah datang kan rasanya tidak masalah itu artinya Kita Masih menghargai undangan mereka kecuali kita semua tidak datang ya mungkin lain ceritanya!"jelas Devon berharap agar Mamanya itu mengerti tetapi tetap saja Olivia teguh pada pendiriannya soalnya Devon kan selama ini selalu keluar masuk di rumahnya Hendra dan juga Silvia masa sekarang saat mereka mau berpisah pria itu malah memilih untuk tidak berkunjung sama sekali padahal bisa dibilang ini adalah kunjungan mereka yang terakhir kalinya.


"Sebenarnya kamu itu maunya apa sih kemarin-kemarin ketika Adinda memerlukan kamu, kamu rela meninggalkan pekerjaan itu? padahal Ini undangan dari Tante Silvia sama Om Hendra secara langsung loh masa iya setidaknya kamu memberikan penghargaan secara langsung pun tidak bisa, ini yang Mama tidak suka dari kamu yaitu menginginkan sesuatu tetapi tidak menginginkan yang namanya kegagalan karena kalau kegagalan itu terjadi kamu pasti memilih untuk menghindar dan tidak ingin melanjutkannya lagi! "omel Olivia yang merasa kesal dengan sikap anaknya itu yang menurutnya sudah sangat keterlaluan dan juga sangat tidak Gentlemen sama sekali seorang pria sejati.


"Mama tidak pernah berada di Posisiku dan mama juga tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan itu, jadi aku mohon dengan sangat tolong hargai keputusanku ini apapun itu kalau memang aku ada waktu aku pasti bakalan datang tetapi tidak bisa memberikan janji karena sama saja kalau mau memberikan janji tidak bisa ditempati itu sama saja aku sudah memberikan harapan palsu. " Devon langsung pergi setelah mengatakan semuanya membuat Olivia hanya menata punggungnya dengan Tatapan yang sulit diartikan.


"Gimana nih Pah, anak kita itu kok susah sekali ya diatur? Mama kan sudah ngomong dari awal kalau lebih baik dia berhubungan dengan orang-orang yang selama ini selalu mengejar-ngejar dia, karena otomatis mereka tidak mungkin memberikan penolakan Tetapi kalau dia yang balik mengejar wanita nanti seperti begini kejadiannya! "ujar Olivia frustasi karena mengurus satu anaknya saja ia tidak bisa sama sekali.


"ya biarkan saja nanti juga pasti dia bakalan berubah pikiran kalau kita terus memaksakan kehendak ya nanti dia bukannya menuruti tetapi yang ada malah membangkang, bukan kayak ilmu kedokteran Lebih memahami hal itu jadi lebih baik jangan terlalu ikut campur dia sudah besar loh bisa menentukan pilihan dalam hidupnya dan juga pilihan dalam melangkah. "ujar Taylor yang lebih memilih menjadi orang yang tidak terlalu memaksakan kehendak kepada anak-anaknya sebab Devon itu bukan anak kecil lagi Jadi segala sesuatunya harus diatur.


"Ya sudah terserah dari dia saja nanti kalau memang dia tidak mau datang kita tinggal cari alasan yang masuk akal saja daripada Takutnya nanti Silvia dan juga Hendra salah paham, anak kita itu memang pikirannya belum dewasa karena mengingatkan sesuatu Maunya harus didapatkan Padahal kalau belum tentu apa yang dia inginkan juga menginginkan dirinya balik. "omel Olivia merasa kesal.

__ADS_1


__ADS_2