
Viola sebenarnya tidak suka memperlakukan diri layaknya wanita murahan seperti saat ini apalagi terlihat Devon yang benar-benar sangat tidak menyukainya, hanya saja mau bagaimana lagi ketika perasaan memang tidak bisa dipaksakan dan juga ketika hati mencoba untuk bertahan atau memilih untuk pergi pun tidak dapat ia Jelaskan bagaimana ujungnya nanti.
kalaupun memilih untuk pergi sepertinya tidak mungkin karena di dalam pikiran Viola hanyalah Devon saja dan juga ia tidak mungkin membiarkan pria itu menjauh lagi, yang meskipun Respon yang diberikan oleh Devon kepadanya bisa dibilang sangat keterlaluan karena menganggap dirinya sebagai wanita yang tidak tahu diri dan juga tidak pernah merasa malu Padahal selama ini ia selalu memperlakukannya tidak baik.
"Kenapa diam saja, jangan bilang apa yang aku katakan tadi itu benar? Kalau kamu memang selama ini tidak pernah suka dengan aku dan lebih memilih mempertahankan istri orang, wanita itu jangan sampai hanya mengambil keuntungan kepada kamu agar bisa ada yang bertanggung jawab? "tanya Viola yang mengira Adinda itu hanyalah wanita miskin yang hanya mengambil keuntungan dari apa yang ia alami saat ini supaya ada orang lain yang mau membiayai hidupnya dan juga persalinannya nanti.
Devan mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Viola tadi, seolah-olah apa yang terjadi kepada Adinda wanita itulah yang tahu semua dari awal.
"sudah cukup dan lebih baik kamu pergi dari hadapan saya tetapi kalau misalnya kamu tidak mau pergi ya sudah tidak masalah karena saya yang bakalan pergi, sebab berbicara dengan wanita seperti kamu hanya membuat kehidupan saya menjadi tidak jelas dan juga membuat hidup saya menjadi berantakan! "ujar Devon yang benar-benar sudah tersulit emosinya sebab kegiatannya yang untuk menyendiri selalu saja terganggu oleh kehadiran orang-orang yang tidak diharapkan.
"Ini ada apa ya? Dari tadi sepertinya aku melihat dari sana kalau kalian itu berdebat, kalau ini menyangkut masalah pribadi saya rasa lebih baik kalian pulang ke rumah dan menyelesaikannya! "jelas Manager Club tersebut meskipun suara musik yang begitu keras tetapi dirinya bisa melihat ada keributan yang terjadi antara Devon dan juga Viola melalui bahasa tubuh mereka dan ia tidak mau hal itu mengganggu kenyamanan para pengunjung yang lain.
Devon melirik ke arah Manager tempat itu karena sebenarnya dirinya itu tidak ingin diganggu oleh siapapun, bukankah tadi sudah jelas kalau dirinya memberikan ultimatum kepada Barista di tempat itu agar menjauhkan semua wanita-wanita yang ingin mendekat ke arahnya.
"saya sebenarnya tidak ingin membuat keributan di tempat ini karena setiap orang yang datang di sini pastinya ingin mendapatkan yang namanya kebahagiaan tersendiri, hanya saja silakan tanyakan kepada wanita ini kenapa malah mengganggu Kegiatan saya dan juga kenapa malah membuat hidup saya jadi berantakan? "jelas Devon sambil menatap tidak suka ke arah Viola yang jelas-jelas dari tadi wanita itulah yang datang dan mengganggu kegiatannya bukan dirinya yang melakukannya terlebih dahulu.
viola mendengus kesal karena Lagi Dan Lagi Devan itu seolah-olah tidak peduli dengan keadaannya dan juga tidak peduli dengan perasaannya sama sekali, seharusnya sebagai seorang pria Devon mau membela dirinya tidak mempermainkan dirinya dan juga intinya mau melakukan apapun untuknya.
"kami berdua itu sebenarnya merupakan pasangan kekasih tetapi karena ada satu hal makanya membuat kami bertengkar di sini, tetapi Tenang saja kami sedikit lagi mau pulang kok jadi anda tidak perlu merasa kuatir Kalau tempat ini bakalan tidak nyaman dengan kehadiran kami! "jelas Viola sambil merangkul tangan Devon tetapi Percayalah pria itu langsung menepisnya dan segera pergi dari situ.
"jangan memegangku dengan tangan kotormu itu dan juga jangan pernah mengucapkan kata-kata yang tidak pernah ada kebenarannya sedikitpun, jaga mulut kamu jangan coba-coba mengatakan hal-hal yang nantinya akan membuat kamu menyesali karena sudah berani kurang ajar! "tegas Devon lalu segera pergi dari situ hilang sudah keinginannya untuk menyendiri dan hilang sudah keinginannya yang untuk bersenang-senang melupakan soal penolakan yang dilakukan oleh Adinda kepadanya.
Viola menatap sendu ke arah punggungnya Devon yang sudah semakin menjauh entah ada masalah apa sampai-sampai pria itu begitu membenci dirinya, padahal dulu mereka merupakan sahabat dekat tidak ada yang namanya cara pemisah di antara mereka berdua sampai-sampai di mana ada Devon pasti di situ ada Viola dan Begitupun sebaliknya.
__ADS_1
ya Meskipun dari awal Devon memang tidak pernah menyukai Viola karena pria itu hanya menganggap dirinya sebatas teman, hanya wanita itu saja yang terlalu baperan sampai-sampai mengira kalau perhatian yang diberikan oleh Devon itu adalah bentuk dari perasaan yang ia rasakan untuknya.
"sebaiknya kalau memang pria itu tidak menganggap kamu ada lebih baik kamu cari yang baru atau mungkin mencoba sesuatu hal yang lain, karena pria kalau sudah memiliki orang lain dia tidak akan pernah kembali kepada orang yang sudah menemaninya dari 0!"ujar manajer tempat itu tetapi Viola memilih untuk pergi soalnya moodnya sedang hancur saat ini jadi otomatis tidak ingin diganggu oleh siapapun.
"kamu itu tega sampai-sampai mempermalukan aku seperti ini, padahal jelas-jelas selama ini hanya aku yang ada untuk kamu bukan orang lain apalagi wanita itu! Aku benar-benar membencimu Devon Taylor Dan aku berjanji akan membuat kamu menyesal karena telah mempermainkanku, lihat saja nanti karena seorang Viola tidak pernah bermain dengan kata-katanya dan juga tidak pernah menarik apapun janji yang sudah ia ucapkan! "batin Viola sambil mengepalkan tangannya menahan emosi berharap agar semua orang tidak sadar kalau ia saat ini tengah dipermalukan oleh Devon.
Teman-teman Viola dari tadi sudah melihat apa yang terjadi kepada wanita itu membuat mereka mendekatinya dan menatap sini ke arahnya serta Ada pula yang tersenyum mengejek, karena mereka sangat tahu bagaimana percaya dirinya Viola saat mengatakan kalau di handphone itu sebenarnya cinta mati kepadanya.
"Kamu itu sebenarnya punya malu tidak sih sampai-sampai percaya diri jika Tuan Taylor itu sangat menyukai kamu, padahal tadi kamu bisa melihat sendiri kalau dia itu sangat merasa risih dengan kedatangan kamu serta keberadaan kamu di dekatnya?"tanya Claire yang merupakan teman dekat dari Viola dan juga orang yang sangat membenci wanita itu apapun keadaannya karena memang Viola itu adalah wanita yang angkuh dan juga obsesinya tingkat tinggi dan apapun yang dia inginkan harus didapatkan saat itu juga tanpa terkecuali.
"kamu itu yang merasa iri kepadaku, Jadi sekarang kamu dengan percaya diri mengatakan semua ini seolah-olah aku berbohong! Emangnya kamu dengar apa yang dikatakannya kepadaku dan juga Memangnya kamu punya bukti kalau Devon itu tidak suka, Jadi kalau tidak tahu apapun lebih baik jangan ngomong sekalian karena hanya akan mempermalukan diri kamu sendiri! "sinis Viola yang tidak mau kalah soalnya Mana mungkin yang harus mempermalukan diri sendiri karena memang kenyataannya seperti begitu jika telepon sangat tidak menyukai keberadaan dirinya di sekitar pria itu.
"Oh jadi ceritanya Devon itu cinta mati kepada kamu sampai-sampai Dia pergi meninggalkan kamu tanpa peduli dengan siapa nanti kamu akan pulang , padahal sebenarnya pria yang sangat setia dan juga menyayangi pasangannya tidak mungkin akan meninggalkan pasangannya itu sendirian di tempat keren dan seperti ini dan juga banyak pria yang kurang ajar berkeliaran di mana-mana?" Tanya Claire sinis lebih parah.
"Astaga kalian berdua Ini kenapa sih? bukannya datang kemudian bersenang-senang seperti tadi rencana kita dari awal eh melihat bertengkar seperti ini, lihat tuh semua orang pada menatap ke arah kita padahal musik lagi keren ya lo! "omel Miranda kesal.
Viola memilih untuk pergi dari situ daripada terlalu meladeni semua orang yang sok baik hanya akan membuat harga dirinya semakin jatuh, karena memang kenyataannya seperti begitu jika Devon dari tadi sudah mempermalukannya hanya saja Ia adalah orang yang sudah tebal muka sampai-sampai tidak peduli dengan penghinaan yang dilakukan oleh orang lain padahal memang itulah kenyataan yang terjadi.
Claire adalah orang yang menganggap Viola itu adalah sahabatnya dan tidak mungkin membiarkan wanita itu dihina, hanya saja sepertinya sahabatnya itu enggan mendapatkan perhatian darinya karena terlihat setiap nasehat yang diberikan tidak pernah digubris sama sekali.
kalaupun didengar tentu tidak pernah IA laksanakan seolah-olah mungkin apa yang mereka katakan itu bukanlah sebuah hal yang baik, tetapi hal yang hanya menjerumuskan Viola ke arah yang tidak baik dan juga bisa dibilang membuat wanita itu merasa seperti orang bodoh.
"Sudahlah Biarkan saja dia mungkin mau menenangkan diri yang penting Intinya kita tidak malah memprovokasi dia nantinya, kamu sendiri kan tahu sikap Viola itu seperti apa kalau sampai apa yang dia inginkan kita yang lain malah membantahnya? "jelas Miranda berharap agar semuanya paham tidak terlalu terbawa emosi karena memang tujuan mereka datang ke klub malam yaitu untuk bersenang-senang bukan malah bertengkar di tempat yang tidak tepat seperti ini.
__ADS_1
Viola yang sudah suntuk memilih untuk menuju ke rumah orang tuanya Devon, meskipun ia tahu kalau Olivia tidak pernah menerima kehadirannya sama sekali Tetapi wanita itu tetap kokoh pada pendiriannya.
biasanya kan orang akan menolak dulu nanti setelah itu pasti bakal menyayanginya sepenuh hati, dan kalau memang rasa sayang itu sudah dirinya dapatkan dengan mudah bakalan bisa ditakluk kan hatinya Devon yang sudah membatu.
Devon kali ini memilih untuk tidak pulang karena pikirannya yang sedang tidak baik-baik saja membuat dirinya memilih untuk menginap di hotel, meskipun terkesan lebay tetapi selagi ia sedang tidak ingin berbuat masalah dan juga tidak ingin menampakan kalau sedang tidak baik-baik saja yang mau tidak mau harus memilih untuk menghindar sementara waktu.
Adinda malam ini memilih untuk duduk santai di taman belakang rumah dari tempat tinggal mereka saat ini, karena ingin menikmati suasana di situ terakhir kalinya setelah nanti dirinya bakalan Kembali ke tempat di mana segala macam kehancurannya Bermula.
Arga dari tadi hanya bisa memantaunya dari jauh karena tidak mungkin juga kan harus selalu merecoki Adinda di manapun wanita itu berada, sebab Biar bagaimanapun Adinda itu butuh kebebasan butuh mengeluarkan ekskresi yang selama ini ia pendam di dalam dirinya sendiri.
"Kamu kenapa hanya di sini saja? Kalau memang ingin berbicara Empat Mata dengannya ya mungkin sekarang memang waktunya, Jangan membuat diri kalian itu semakin menjauh padahal katanya ingin melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi kan? "tanya Silvia heran ketika Arga sepertinya enggan untuk mendekati Adinda Padahal selama ini di mana ada Adinda di situ ada Arga dan Begitupun sebaliknya.
Arga hanya menggelengkan kepalanya bukan karena tidak berani mendekati Adinda hanya saja ia sedang memberikan waktu kepada wanita itu agar bisa berpikir dengan jernih, tetapi bukan karena ingin membiarkan Adinda memilih masa lalunya kembali hanya saja tidak terlalu ingin mengekang kebebasan wanita itu karena kalau untuk membiarkan Adinda kembali kepada Kevin itu merupakan sebuah hal yang mustahil.
"Biarkan saja dia seperti itu tante, mungkin dia sedang membutuhkan yang namanya ketenangan dan juga mungkin sedang ingin bernostalgia dengan tempat ini? "ujar Arga dan Silvia memilih untuk meninggalkan keduanya yang entah mengapa Tetapi malam ini terlihat begitu terasa perbedaannya.
"kamu sejak kapan di situ dan juga Sejak kapan kamu tidak pernah nongol di hadapanku saat aku sedang sendiri, mau mencoba menghindar atau mau mencoba untuk minggat lagi?"tanya Adinda yang ternyata dari tadi memang sudah sadar kalau ada Arga di sekitarnya hanya saja wanita itu sengaja untuk membiarkan saja kira-kira pria itu memilih untuk mendekat atau menghindar.
Arga tertawa ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Adinda tadi, sebab dipikirannya kalau wanita itu tidak tahu jika dirinya ada di sekitarnya tetapi ternyata memang kepekaan yang dialami oleh Adinda itu bisa dibilang sangat bagus.
"aku tuh hanya ingin memberikan waktu kira-kira kamu lagi ingin memikirkan masa depan atau Masa Lalu, nanti kalau sudah selesai baru aku dekat Tetapi kalau belum ya Kasihan anak orang masih mau ingin galau terus aku malah menghalanginya ? "ledek Arga membuat keduanya tertawa.
"Besok adalah hari terakhir kita ada di sini dan lusa kita bakalan pulang ke Indonesia, kalau misalnya saat sampai di sana terus aku membawa kamu ketemu sama Papa dan juga Mama kira-kira kamu mau tidak? "tanya Arga penasaran.
__ADS_1
"Ya jelas mau lah, Bukankah mereka itu adalah calon mertuaku? kecuali saat datang ke sana dan kamu memperkenalkan aku ini sebagai adik kamu Ya sudah aku bisa apa, tidak mungkin kan seorang janda memaksa seorang perjaka untuk menerima keadaannya? "tanya Adinda sampai tertawa tetapi Arga merasakan ada kegetiran dengan nada bicara wanita itu.