SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Memperhatikan Vira


__ADS_3

Didepan kantor


Alfian mengamati vira yang memasuki pekarangan parkiran dengan sebatang rokok di tangannya, melihat vira nampak oleng membawa motornya


"Duh, kenapa sih masih gak lancar aja udah setahun padahal" gerutu Vira setengah oleng mengendarai motornya lalu tiba tiba...


"Whoo whoo whooo, KYAAA....." Vira menjerit merasa ia akan jatuh lagi dari motor tetapi ada tangan yang menahannya, Vira menoleh Alfian rupanya, tangan Alfian yang satunya lagi setengah memeluk Vira, Vira merasa risih. Alfian memahami ketidaknyamanan Vira lalu membantu agar Vira tak jatuh dari motor


"Udah turun, sini biar gue yang bawa motornya" sahutnya Vira menuruti Alfian yang menuntun motornya sampai ke depan parkiran kantor


"Eng, makasih ya Pak Alfian"


"Loe udah berapa lama sih bawa motor?" tanya Alfian


"Setahun lebih.." jawabnya Alfian menengok


"Kenapa masih oleng aja bawa motornya? kayanya motornya kegedean tuh, loe kan kecil mungil kurang cocok bawa motor kaya gini"

__ADS_1


"Tapi, motor ini punya Alm. Suami.." jawab Vira menunduk


Alfian diam tak meneruskan omongannya dan mereka pun telah sampai


"Makasih ya Pak Alfian udah bantu saya tadi" seru Vira tersenyum seraya membuka helm dan berlalu masuk ke kantor, Alfian melihatnya sambil sesekali menghisap rokoknya


3 jam kemudian


"Hoooaaaam, gue bosen cuy ah" Alfian tengah menguap didepan meja kerjanya dan bangkit dari kursi


"Heh, brandal loe mau kemana?" tanya Chandra tanpa menoleh pada Alfian


"Dasar brandal gemblung, ana ana bae" tukasnya dengan logat jawa medok.


Alfian celingukan mencari dimana meja Vira, dilihat nya Vira sedang di ajari yuli didepan komputer


"Ngapain loe kesini?" tanya Yuli sebal Vira melirik sebentar lalu melanjutkan kembali mengetik

__ADS_1


"Mang kenapa sih Yuli? gak boleh gue main main kemari"


"Vira, makan siang nanti loe bawa bekel gak?" Vira mengangguk tanpa melihat wajah Alfian


"Eh, bocah loe yang sopan. Vira ini lebih tua dari loe tau, dari gue juga" celetuk Yuli


"Aah, masa? tapi ko mukanya kaya tuaan loe sih yul ?" timpal Alfian songong lalu ngeloyor pergi, Yuli hampir melempar kalkulator di tangannya


"Dasar bocah kaga punya aturan, Mba Vira kalo dia ganggu Mba Vira laporin aja ke Pak Deni biar dia di mutasi ke proyek aja tuh dasar mentang mentang keponakan Bos suka seenaknya aja" gerutu Yuli kesal Vira sedikit kaget mendengarnya tapi tetap diam saja


"lanjut lagi ya Mba Yul....."


"Oh iya, sampai mana tadi?" tanya Yuli melanjutkan


Jam 5 sore


Vira selesai membereskan kertas kertas di meja nya dan bergegas keluar dari kantor hari ini jadwal nya menyanyi di Cafe milik Cyntia, setelah ia di terima bekerja di kantor Vira mengurangi semua kegiatan menyanyinya, dia hanya ambil jadwal menyanyi seminggu 3 kali di cafe Cyntia saja sepulang kerja dan weekend di hari minggu untuk wedding singer karena bagaimanapun menyanyi adalah hobbi dan dunianya tak bisa dia tinggalkan begitu saja.

__ADS_1


Sesampainya di parkiran Vira memperhatikan motornya, sudah setahun memang menggunakan nya tapi Vira masih suka oleng. Vira memikirkan lagi kata kata Alfian, apa benar kata Alfian motor ini terlalu besar untuknya


"Aah, tapi motor ini masi bagus kenapa aku harus menggantinya" gumamnya sendirian seraya memakai helm dan menstater motornya lalu ia melaju keluar parkiran. Dan tanpa Vira sadari Alfian sudah mengikutinya dari belakang.


__ADS_2