SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Pasrah


__ADS_3

Lukas tentu saja dibuat kebingungan dengan semua kejadian yang terjadi pada hari ini sebab tidak sesuai dengan ekspektasinya, ya kalau misalnya semuanya sepaham dengannya dan juga sepemikiran tidak masalah tetapi kalau misalnya berbeda ya akhirnya bisa seperti ini kejadiannya.


mau mengeluh pun rasanya sudah tidak mungkin karena istri dan anaknya begitu ngotot agar dirinya bisa melaporkan apa yang terjadi antara keluarga Baratayuda dan juga keluarga mereka, padahal sejatinya yang salah adalah Putri mereka Tetapi entah mengapa Maria istrinya itu tetap pada pendirian jika Viola tidak bersalah sama sekali dan di sini Jadi mereka harus menuntut ganti rugi yang entah apa dan juga berapa yang mereka inginkan.


"Kenapa Papa wajahnya seperti itu, Emangnya tadi Om David ngomong apa sih? Pokoknya bagaimanapun caranya Om David harus bantu kita untuk bisa mendapatkan hasil visum yang memberatkan mereka, karena aku tidak ingin mereka lolos soalnya kan besok mereka sudah pulang dan otomatis kesempatan kita ya malam ini saja! "ujar Viola yang benar-benar tidak ingin jika membiarkan Adinda dan juga keluarganya lolos pergi kembali ke Indonesia begitu saja.


Lucas adalah orang yang paling kebingungan saat ini karena satupun keluarganya tidak ada yang mendukung dan juga memilih untuk melupakan semua masalah yang terjadi, sampai-sampai istrinya yang tidak tahu apapun ikut-ikutan memojokannya dan juga memaksa dirinya agar melakukan semua yang direncanakan Viola dan juga wanita itu.


"kamu Kenapa diam saja, Jawab dong apa yang ditanyakan oleh Viola tadi? kalau kamu diam seperti ini aku yakin kalau kamu tidak bisa menyelesaikan masalah yang seperti sudah-sudah, dan kebiasaan Kamu adalah lari dan tidak akan pernah peduli dengan apa yang terjadi di dalam rumah ini! "sarkas Maria yang begitu kasar yang sepertinya tidak pernah peduli ataupun menghargai posisi Lukas di situ sebagai seorang kepala keluarga yang jelas-jelas harus dihargai dan juga tidak boleh dipermainkan sampai segitunya.


Lukas terlihat mengusap wajahnya kasar lalu akhirnya memilih untuk masuk ke dalam kamar dan mengistirahatkan tubuhnya yang dari tadi benar-benar terlalu diporsi untuk berpikir, biarlah kedua wanita yang berada di luar itu mau melakukan apapun yang penting intinya ia sudah tidak ingin ikut campur sama sekali dengan segala macam permasalahan mereka.


"Mama Tahun berapa itu kenapa sih selalu saja seperti ini jika ada masalah yang menimpa keluarga kita? katanya tidak tega lah ataupun tidak enak hati lah dan pokoknya sebagainya lah, yang penting intinya membuat dia tidak akan pernah merasa malu tetapi kita yang selama ini sudah dipermalukan masa iya dia tidak peduli sama sekali dengan perasaan kita berdua? "sebenarnya permasalahan di dalam rumahnya Lukas yaitu berasal hanya dari Viola dan juga Maria yang memiliki temperamen yang sangat buruk dan juga tutur kata yang tidak ada sopan santunnya sama sekali.


Maria tersenyum Devil karena menurutnya jika dirinya yang bergerak jangan salahkan maka ia bakalan melakukan dengan caranya, padahal tanpa ya ketahui sebenarnya saat Lukas selesai menelpon David tadi pria itu langsung menelpon Taylor dan mengatakan rencana yang diberikan Lukas kepadanya hanya syukurlah tadi dirinya sempat menolaknya dan tidak ingin bekerja sama-sama sekali dengan pria itu.


"ya David, ada apa sampai malam-malam seperti begini kamu menelponku? Padahal tadi nanti besok baru kita berjanji untuk bertemu, Memangnya ada masalah serius apa yang membuat kamu terpaksa harus menghubungiku di malam seperti ini? "tanya Taylor tertawa kecil.


"Anda pasti tahu Tujuan saya untuk menghubungi di malam-malam seperti ini karena saya hanya ingin mengabarkan kalau sebenarnya tadi Lukas itu sudah sempat menelpon saya, lalu dia membujuk agar bisa membantunya mendapatkan hasil visum dari anaknya yaitu Viola untuk bisa segera digunakan saat ini juga! "jelas David membuat Taylor ingin sekali tertawa sebab menurutnya orang-orang itu sangat lucu sifatnya dan menurutnya sangat tidak masuk akal.


"Terus apa yang kamu katakan kepada mereka, Apa kamu mau membantu dan membuat mereka mendapatkan apa yang diinginkan? " tanya Taylor penasaran.


"Tentu saja saya tidak ada niatan untuk membantu mereka Tuan Sebab saya tahu mereka melakukan itu semua untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan sendiri, maka dari itu saya menolaknya mentah-mentah dan segera mematikan ponsel ketika mereka masih berbicara! "jelas David sebab memang seperti begitulah kenyataannya kalau ia tidak pernah menghiraukan panggilan yang berasal dari Lukas sedikitpun.

__ADS_1


"Oh ya sudah kalau begitu saya sangat berterima kasih dengan apa yang kamu lakukan, maka dari itu ya sudah matikan saja panggilan ini karena saya yang bakalan menghancurkan pria itu karena sudah berani-beraninya mengatakan sesuatu yang tidak tidak! "Taylor akan menghadapi Lukas secara langsung kalau memang pria itu punya kekuatan Maka jangan salahkan Ia pun akan mengeluarkan kekuatannya.


setelah pembicaraan yang dilakukan oleh David dan juga Taylor selesai terlihat pria itu menghadap ke semua orang yang tengah menunggu kepastian darinya, kebetulan masih ada Olivia dan juga keluarga Baratayuda saat ini di tempat itu Sebab mereka ingin sekali mendengarkan kira-kira apa yang direncanakan oleh Lukas setelah pulang ke rumah.


"apa yang pria itu di seberang katakan kepada kamu tadi, apa memang mereka benar-benar mau melakukan sesuatu untuk melawan kita? "tanya Silvia penasaran bahkan dirinya saja tidak peduli ketika suaminya terlihat begitu santai dan seolah-olah tidak terjadi apapun.


"Ah tidak ada masalah penting soalnya kan aku yakin kalau para anak buahku itu merupakan orang yang paling Tulus, dan mereka akan melaporkan Apapun yang terjadi kepadaku tanpa terkecuali maka dari itu kalian jangan pernah merasa khawatir sedikitpun! "jelas Taylor sambil tersenyum membuat semua orang bernafas lega bukan karena takut dengan luka hanya saja sebenarnya mereka tidak ingin masalah di tempat itu menjadi berlarut-larut dan akhirnya keluarga Baratayuda batal pulang ke Indonesia.


Rani saat ini sebenarnya Sedang pusing soalnya tadi ia sudah melakukan apapun untuk membuat wanita segera pergi dari rumah itu, sampai-sampai membawa datang makhluk aneh yang pastinya ditakuti oleh kaum wanita dan dimasukkan ke dalam kamarnya Kevin tetapi ya balik lagi terlihat wanita itu seperti tidak histeris di dalam sana.


"Aku harus bagaimana caranya ya bisa membuat dia pergi dari rumah ini, soalnya jangankan keluar menambahkan wajahnya saja tidak sama sekali mengeluarkan suaranya pun tidak? Lagian Kenapa sih orang tuanya sampai tidak sadar kalau anaknya sudah pergi, Kalau sudah seperti begini memangnya harus apa yang aku lakukan? "tanya Rani kesal tetapi tidak bisa melakukan apapun soalnya mau berteriak dengan cara yang bagaimana terlihat Anita sepertinya tetap akan kokoh berada di situ.


Rani ingin sekali berteriak kepada semua orang agar segera mengeluarkan Anita dari rumahnya, Tetapi kalau misalnya semua orang pada datang kemudian mencari tahu penyebab Anita bisa terdampar di situ lalu wanita aneh itu ngomong yang tidak jelas bisa bahaya juga kan urusannya.


maka dari itu ia memilih untuk mencari cara yang terbaik agar Anita bisa keluar tanpa ada yang namanya kerusuhan dan juga paksaan dari dirinya, dan juga bisa dibilang atas keinginan wanita itu sendiri.


Akan tetapi pertanyaannya Bagaimana caranya agar Anita bisa keluar karena kalau misalnya Rani menggunakan kekerasan sepertinya tidak mungkin, karena biarpun baru berhubungan dengan Anita beberapa bulan Kevin sangat tahu bagaimana sikap wanita itu yang bisa dibilang sangat keras kepala dan juga susah sekali untuk diatur.


Ryan yang melihat perubahan mood dari sahabatnya itu menjadi heran sendiri, sebab biasanya Kevin terlihat begitu santai Meskipun banyak orang yang tidak suka dengannya tetapi ia memilih tidak ambil pusing.


akan tetapi saat ini begitu berbeda terlihat begitu gelisah dan juga seperti Tengah memikirkan sesuatu secara berlebihan, padahal setahunya pria itu tidak terlibat dalam masalah apapun saat ini dan juga tidak terlibat dengan urusan dengan pihak manapun.


"kamu kenapa hari ini terlihat begitu berbeda, dan juga seperti ada memikirkan sesuatu yang begitu penting? "tanya Rian penasaran tetapi Kevin menggelengkan kepalanya karena menurutnya masalahnya itu merupakan masalah keluarganya tidak untuk konsumsi umum.

__ADS_1


"kamu tenang saja karena sekarang aku baik-baik saja tidak ada masalah apapun yang sedang aku alami, jadi lebih baik kamu fokus dengan kuliah kamu karena aku juga akan mau selesai nih semua Tugasku dan setelah itu aku bakalan pulang Soalnya hari ini harus masuknya sedikit tempo! "Kevin masih tetap bertahan bekerja di minimarket itu meskipun sekarang dirinya merupakan salah satu pramusaji di klub malam yang terkenal.


"aku sih biasa saja setelah dari ini langsung pulang tidur tetapi kamu karena Setelah dari ini pasti bekerja lagi, maka dari itu Aku pastikan kamu jangan terlalu memikirkan sesuatu ingat juga dengan kondisi kamu yang sebenarnya belum sehat betul. "Rian Bukannya ingin terlalu ikut campur dalam urusan Kevin sebab Biar bagaimanapun pria itu bukan anak kecil lagi hanya saja dirinya merasa tidak suka ketika mengingatkan seseorang tetapi sepertinya perhatian yang kita berikan itu tidak dihargai sama sekali.


"mantan pacarku itu sekarang sedang ada di rumah Ibuku dan dia tidak mau pulang padahal kami berdua tidak ada hubungan apa-apa, dan kebetulan Ibuku itu juga sangat tidak cocok dengan dia maka dari itu tadi sempat menelponku untuk mencari solusi yang terbaik agar Bagaimana caranya wanita itu bisa pergi dari sana. "jelas Kevin membuat Rian tertawa.


"Wah kamu memang pria yang sangat beruntung di dunia ini bro, buktinya kamu sudah meninggalkan wanita itu tetapi dia malah mengejar-ngejar kamu dan sekarang lebih parahnya lagi pergi ke rumah ibu kamu!" ujar Rian membuat Kevin Mendengus kesal.


"Kamu pikir aku lagi bercanda apa, Ini benar-benar masalah serius soalnya nanti orang-orang di kampungku bakalan berpikiran yang tidak-tidak dan mereka akan menggosipkan Ibuku sesuatu hal yang tidak pernah terbayangkan! "Kevin tidak pernah memikirkan soal Anita karena dalam pikirannya hanyalah tentang bagaimana keselamatan berani dan juga kenyamanan ibunya itu sendiri.


"ya Kenapa tidak kamu hubungi wanita itu saja Kemudian kamu janjikan sesuatu tetapi ada pakai persyaratannya yang mungkin dengan begitu dia bakalan paham, soalnya kan tidak mungkin juga kan kalian bakalan bertemu kamu sekarang ada di Jepang sedangkan dia ada di Indonesia! "tawar Rian membuat Kevin mengacungkan kedua jempolnya pertanda suka sekali dengan ide yang diberikan.


"Nah kalau seperti begini kan beres masalahnya, tidak perlu harus pusing-pusing lagi Oke aku bakalan telepon dia sekarang. "ujar Kevin begitu antusias sedangkan Ryan menggelengkan kepalanya.


"katanya pintar tapi urusan soal wanita saja tidak tahu sama sekali harus dikasih tahu dulu baru Paham, ternyata di dunia wakanda semakin hari semakin parah urusan anak mudanya melebihi urusan orang-orang yang sudah berumah tangga?"ledek Rian membuat Kevin hanya tertawa saja.


"kamu kan tidak pernah berada di Posisiku jadi kamu tidak akan pernah merasakan, aku coba kalau misalnya kamu sudah pernah merasakannya pasti bakalan bingung seperti yang kurasakan tadi. "sahut Kevin dan berlalu dari situ.


Kevin sebenarnya sudah memblokir nomor ponselnya Anita tetapi karena demi untuk membuat wanita itu bisa pergi dari rumahnya, pria itu mau tidak mau membuka blokirannya dan sekarang langsung menghubungi Anita tanpa banyak berbicara lagi.


Anita begitu bahagia ketika mendapat panggilan dari Kevin dan menurutnya ini merupakan sebuah pertanda yang baik , dirinya dari tadi sudah merasa gelisah kira-kira keberadaannya di situ bisa membuahkan hasil atau tidak Ternyata memang usaha tidak pernah menghianati hasilnya.


"Ya ampun Kevin Kamu ke mana saja sih selama ini Menghilang bagi Ditelan Bumi Padahal aku cariin kamu kemana-mana loh seperti orang gila, Ayolah kamu pulang soalnya sekarang aku ada di rumah kamu dan kamu tahu tidak dari tadi ibu kamu itu mengusirku terus? "Anita merajuk sedangkan Kevin hanya menghela nafasnya kasar karena bukan Sekarang saatnya mendengar segala macam tingkah manja dari wanita itu yang menurutnya terlalu mengganggu.

__ADS_1


"kamu kalau sekarang ada di rumah lebih baik sekarang kamu keluar soalnya kalau kamu seperti begitu terus aku yakin Ibu pasti tidak akan pernah menyetujui hubungan kita, kamu tidak mau kan hal itu terjadi dan membuat kita tidak bisa bersatu selamanya soalnya Ibuku itu orangnya tidak suka terlalu banyak keramaian! "bujuk Kevin membuat Anita langsung mengemas pakaiannya sebab dirinya juga takut kalau misalnya Rani tidak memberikan Restu ya Otomatis Kevin pun akan menolak dirinya.


"Ya sudah aku bakalan membereskan semua barang-barangku tetapi ingat kamu tidak boleh mematikan panggilan ini sama sekali, aku ingin selalu berbicara dengan kamu sampai kapanpun dan setelah ini aku bakalan pergi! "ujar Anita membuat Kevin menghembuskan nafasnya lega dan akhirnya memilih mengalah untuk bisa memastikan Apakah wanita itu sudah pergi dari rumahnya atau belum.


__ADS_2