SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Jalan Jalan


__ADS_3

Devon yang mendengar Adinda tidak menggubris apapun yang ia katakan memilih untuk diam saja, soalnya sama saja mau dirinya berbicara panjang lebar pun wanita itu rasa-rasanya enggan membuka mulutnya untuk menjawab walau hanya sekata doang.


padahal seharusnya ketika baru bertemu begini mereka Harusnya bisa bersenda gurau seperti biasa yang dulu mereka lakukan, tapi mau bagaimana lagi sekarang Adinda tidak nyambung jadinya Devan memilih untuk tetap tenang dan juga bersabar serta tidak mengeluh sama sekali.


"enaknya kita jalan-jalan ke mana ya, soalnya di sini ya seperti itu saja tidak ada yang terlalu spesial dan aku juga bosan! "ujar Devon yang mencoba untuk membuat agar Adinda bisa mengeluarkan suaranya walau hanya sedikit saja.


Adinda menatap Ketus ke arah depan karena menurutmu pria itu terlalu berlebihan dalam menyikapi apa yang akan mereka lakukan nantinya, maka dari itu ia memilih untuk tidak menggubris setiap yang dikatakan oleh pria tersebut agar mungkin kalau capek pasti bakalan berhenti sendiri.


Bukan namanya Devon jika mau mengalah dan membiarkan tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka berdua, maka dari itu pria tersebut memilih banyak berbicara supaya Adinda juga mau berbicara dan menyampaikan pendapatnya supaya Devan tidak menerka-nerka dan juga mengambil keputusan sendiri yang nantinya mungkin tidak disukai oleh Adinda?


"Jadi gimana kita tujuannya sekarang itu ke mana dan juga apa yang kamu inginkan, supaya saat kita pergi nanti bakalan sekalian mencarinya supaya tidak bolak-balik kamunya Kasihan juga sih kandungan kamu itu? "tanya Devon yang sebenarnya juga sangat penasaran kira-kira siapa sih sebenarnya suami Adinda karena seharusnya yang menemani wanita itu mengecek kandungannya ya adalah pria yang berstatus sebagai suaminya bukan malah Silvia.


"cukup jalan saja dan juga cukup Tutup mulut kamu itu jangan banyak berbicara soalnya aku mumet mendengarnya, kalau ada yang membuat aku tidak nyaman saat ini Ya jelas itu merupakan kamu karena sungguh sangat menyebalkan! "omel Adinda memilih untuk mempercepat langkah kakinya sampai-sampai membuat Devon sedikit merasa cemas Karena sekarang Adinda itu bukan berbadan langsing ataupun berbadan sendiri Karena Wanita itu Tengah dalam keadaan mengandung jadi otomatis ada kehidupan yang lain sedang ia bawa.


"ya tidak bisa seperti begitu dong kita kan mau jalan sama sama ya Otomatis keputusan juga harus sama-sama diambil, soalnya kalau misalnya ini semua mendengar dari keputusanku nantinya kalau kamu tidak senang atau pun kamu keberatan? "bujuk Devon lagi dan dirinya sangat terhibur dengan semua yang terjadi saat ini karena Biar bagaimanapun memang kebiasaannya setiap kali bertemu dengan Adinda ya pasti bakalan terjadi perdebatan setiap waktu.


"Ya sudah kalau begitu kita pergi ke minimarket tolong belikan aku jajanan ringan ya mungkin bisa mengganjal perutku ini, Soalnya dari tadi mendengar kamu mengoceh terus tidak pernah berhenti membuat di dalam tiba-tiba merasa kelaparan!"Devon tentu saja senang ketika Adinda mulai menyampaikan pendapatnya seperti itu dan Percayalah itu merupakan kebahagiaannya tersendiri ketika apa yang ia harapkan benar-benar menjadi kenyataan sebab sekarang ternyata Adinda terlihat lebih ramah nada bicaranya dan juga sepertinya mungkin sedang memikirkan anak yang di dalam kandungannya tidak seperti tadi yang responnya terlalu berlebihan.


Adinda sudah tidak terlalu mempermasalahkan kehadiran Devon di dekatnya toh menurutnya pria itu juga bukan merupakan seorang penjahat yang pantas untuk dia takuti, Jadi kalau misalnya dirinya marah-marah pun sepertinya tidak terlalu ada masalah juga.


Ketika bertemu dengan Arga pun dirinya melakukan hal yang sama yaitu jika pria tersebut mencoba memancing emosinya jangan menyesal kalau Adinda pun bakalan terpancing, maka dari itu Arga selalu saja mencoba untuk tetap tenang meskipun ada laut kecewa dan juga emosi tergambar jelas di guratan wajahnya itu.

__ADS_1


kini keduanya sudah masuk di dalam minimarket yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah sakit karena kebetulan kedua nya untuk berjalan kaki tidak menggunakan mobilnya Devon, sebab ini semua merupakan keinginan Adinda yang memang hanya menginginkan jalan-jalan sebentar lalu bakalan kembali dan meminta Mamanya untuk segera pulang.


"Oh my God Devon! setelah kamu menolakku bulan lalu ternyata sekarang kamu malah membawa istri orang kabur, Wah kalian berhubungan Sudah berapa lama sampai perut wanita itu rasa-rasanya mau meledak? "tanya Viola yang merupakan wanita yang selama ini mengejar-ngejar Devon Dan berharap untuk berhubungan serius dengannya tetapi pria itu selalu menolaknya mentah-mentah berharap bahwa Viola sadar diri karena ia tidak menyukai tipe wanita yang terlalu berani seperti itu.


Devon menatap tidak suka ke arah Viola sedangkan Adinda mengepalkan tangannya menahan emosi , Memangnya statusnya itu sudah jelas sebagai istrinya orang sampai-sampai wanita itu mencurigainya sedemikian rupa.


"Maksud kamu ngomong seperti itu apa? memangnya terbukti kalau dia ini punya suami, terus Memangnya terbukti kalau aku merupakan pria Kurang ajar dan tidak tahu bertanggung jawab? Lagian ini negara bebas terserah aku mau berbuat apapun dan juga dengan siapapun karena kita berdua tidak ada hubungan sama sekali, toh kalau misalnya kita punya hubungan kalau aku merasa bosan ya jangan salahkan aku kalau mencari yang lain! "ujar Devon yang sebenarnya tidak sesuai dengan sikapnya selama ini hanya saja tidak ada salahnya kan kalau dirinya bersikap seperti seorang maniak padahal itu jauh sekali daripada kenyataannya.


"aku tidak terima kalau kamu menduakanku hanya karena wanita seperti dia, lagi yang dia ini sebenarnya dari mana sih tidak pernah kulihat berkeliaran di dekat kamu tetapi sekarang malah tiba-tiba muncul dan merebut kamu dariku? "sarkas Viola kasar sampai-sampai ia ingin menarik rambut Adinda Ya jelas aja Adinda yang dulunya energi kemudian menguasai sabuk hitam karate kemudian hobinya bertarung Ya jelas tidak terima dong kalau harga dirinya di injak-injak seperti itu.


"kamu kalau sampai kurang ajar denganku lagi jangan menyesal kalau aku bakalan menghajar kamu juga kali ini, jangan kaget Meskipun aku hamil begini tapi gerakanku bakalan lebih cepat daripada kamu jadi sebelum hal itu terjadi lebih baik enyah dari hadapanku sekarang juga! "tegas Adinda yang sudah mulai tersulit emosinya Lagian semua kan sudah tahu mood-nya ibu hamil itu Kadang baik kadang tidak jadi jangan coba dipancing karena jika mereka sudah terpancing urusannya bakalan lebih ribet.


Devon hanya menggelengkan kepalanya karena menurutnya siola itu bukanlah lawan yang sepadan dengan Adinda, sebab dirinya sangat tahu meskipun sahabatnya itu Tengah berbadan dua tetapi jangan salahkan jika aliran beladiri itu sudah mendarah daging di dalam tubuhnya.


"aku bakalan aduin hal ini ke Tante Olivia, karena aku yakin dia tidak akan pernah mendukung anaknya menikah dengan seorang janda yang ditinggal hamil oleh suaminya! "teriak Viola membuat semua orang menatap heran ke arah ketiganya yang jelas-jelas membuat wajah Adinda memerah karena malu.


Plak


"Attitude itu dijaga nona, jangan hanya mendapatkan pendidikan tinggi tapi tidak tahu menghargai orang lain! Saya dari tadi diam bukan karena takut tetapi saya hanya ingin membuat anda agar sadar kalau sebenarnya semua kebohongan anda itu tidak akan pernah digubris, tetapi sepertinya apa saya lakukan itu membuat anda tambah besar kepala dan alhasil itulah balasan yang akan diterima! "Adinda mengatakan hal itu sambil memasang tatapan mengintimidasi karena dirinya sudah berhasil mendaratkan satu tamparan manis di pipinya Viola membuat wanita itu wajahnya sampai berpaling ke arah sebelah karena Adinda melakukan itu dengan mengeluarkan tenaganya yang ekstra.


Viola jelas saja tidak terima karena yang pertama ia merasa bahwa Devon sudah direbut oleh Adinda, yang kedua ia sudah merasa dipermalukan di depan umum dengan apa yang dilakukan oleh Adinda kepadanya itu.

__ADS_1


"ini merupakan penghinaan terbesar di dalam hidupku dan pokoknya aku tidak bakalan tinggal diam, aku bakalan bilang ke papa untuk menjebloskan kalian berdua ke penjara karena sudah berani kurang ajar! "sebelum Viola pergi ternyata Adinda sudah menarik kuat tangan wanita itu dan kini Viola mau tidak mau mereset masuk mendekati Adinda yang tengah memasang tahapan horornya.


" Sebelum kamu melakukan hal itu saya sudah melakukannya yaitu melaporkan kamu kepada polisi dengan tuduhan perbuatan yang tidak menyenangkan, di negara saya menganut paham fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan dan apa yang sudah kamu lakukan itu memang benar-benar sangat keterlaluan dan juga benar-benar melukai harga diri saya sebagai seorang wanita! "tegas Adinda membuat Devon memegang bahu wanita itu pelan berharap agar Adinda jangan terlalu tersulut emosinya karena takutnya bisa berpengaruh pada kehamilannya.


"kalau memang kamu suka dengan pria Ini ambil saja karena memang kami tidak punya hubungan sama sekali, saya juga tidak akan merasa rugi ataupun menangis meraung-meraung akibat kamu yang merebutnya dari saya! maka dari itu kalau memang kamu mau mengambil Ya sudah diambil saja saya Ikhlas kok tidak pernah mempermasalahkannya, tetapi intinya sebelum melakukan hal itu kamu harus tanya dulu sebenarnya kami punya hubungan apa bukan langsung ambil kesimpulan sepihak seperti tadi seolah-olah kamu itu cenayang yang bisa membaca pikiran seseorang! "omel Adinda yang merasa moodnya sudah hancur dari awal padahal tujuannya datang ke sini itu untuk mengenyangkan perutnya bukan malah menguras emosinya.


Viola mengerutkan keningnya ketika mendengar penjelasan singkat dari Adinda tadi, sampai-sampai keram di pipinya pun tidak dirasakannya akibat terlalu bingung mencerna semua yang terjadi di hadapannya secara tiba-tiba seperti ini.


"Jadi maksudnya kamu tidak ada hubungan sama sekali dengan Devon? Tetapi kok kalian bisa jalan sama-sama, Padahal selama ini aku mau mengajaknya dengan cara apapun jangan harap dia bakalan menurutinya? "tanya Viola lagi dengan wajah yang penuh penasaran dan menuntut jawaban yang ingin diberikan oleh Devon saat ini juga.


Devon sebenarnya ingin membantah jawaban yang diberikan oleh Adinda tadi karena itu sama saja bakalan mau memicu rasa keingintauan Viola mencuat lagi di permukaan, padahal yang ia harapkan saat ini adalah ketenangan kemudian Viola pergi dari hadapannya Lalu setelah itu bisa berduaan dengan Adinda sepanjang waktu dan juga melayani semua keinginan wanita itu tanpa terkecuali.


"mau saya menjelaskan tentang hubungan kami seperti apapun rasanya tidak akan pernah berpengaruh dengan kamu, jadi sebelum tenaga kamu terkuras habis percuma Lebih baik saya sarankan seperti tadi yaitu pergi dari hadapan kami dan jangan pernah sibuk dengan urusan orang lain!"ujar Devon santai dan kini dirinya menarik tangan Adinda agar menuju ke bagian rak cemilan soalnya kasihan dari tadi dirinya berjalan dari rumah sakit ke tempat ini dengan Adinda hanya untuk menuntaskan rasa ngidamnya wanita itu.


"Aku sepertinya tidak jadi menginginkan hal itu, jadi Bisakah kamu mengantarkanku pulang ke mama lagi supaya kami pulang ke rumah saja deh? Atau Kalau mungkin kamu masih ada urusan dengan dia Ya sudah kalian lanjutkan saja biar aku bisa pulang sendiri, jaraknya kan juga tidak terlalu jauh dan juga tidak mungkin ada penjahat di siang hari seperti ini kan? "tawar Adinda yang mencoba mengerti kondisi dan juga keadaan yang sedang dihadapi oleh Devon.


Devon benar-benar merasa gemas dengan semua Sikap yang ditunjukkan oleh Adinda dan belum lagi wanita itu seperti menjodoh-jodohkannya dengan Viola, padahal dari awal Adinda pasti sudah mendengar penolakan yang ia lakukan secara terus-menerus kepada wanita itu tetapi sepertinya Adinda sengaja melakukannya entah apa maksud dan tujuannya.


"Kamu sengaja melakukannya biar saya berduaan dengan wanita Macan itu, ayolah Tolong jangan sampai melakukan hal yang membuat aku bakalan merasa terancam Posisiku di sini? "bujuk Devon frustasi sedangkan Viola dari tadi Bukannya pergi Tetapi malah menonton percakapan antara dirinya dan juga Adinda seolah-olah wanita itu ingin sekali tahu semuanya.


"Kamu ngapain Masih di situ? masih mau cari tahu urusan orang lain atau ingin mendengar semua percakapan romantis antara kami berdua, Ya sudah silakan saja pokoknya intinya siapkan mental dan tidak ada yang namanya tersinggung ataupun sakit hati karena aku tidak pernah memaksa kamu untuk berada di sini! "sinis Devon yang merasa jumlah ketiga gerakannya harus selalu dibatasi oleh wanita-wanita yang tidak tahu diri padahal sudah ditolaknya berkali-kali tetapi mereka selalu ngotot.

__ADS_1


"ternyata kamu di sini Flamboyan juga ya, sampai-sampai setiap Kaki melangkah semua wanita hanya menoleh ke arah kamu saja? saya Jadi curiga sebenarnya selama ini apa sih yang kamu lakukan sampai-sampai mereka seperti itu, ingat ya Bung senjata kamu itu hanya satu bukan ada dua jadi jangan dibanggakan karena nanti penyakit sendiri yang bakalan tanggung! "bisik Adinda lalu segera berjalan keluar dari minimarket tersebut.


__ADS_2