
Arga tidak mempermasalahkan jika ia meneeima wanita berstatus Janda anak satu sebab intinya ia melakukan semua itu berdasarkan ketulusan bukan sekedar tanggung jawab semata, apalagi selama ini dirinya memang sudah mau menerima Adinda apapun kekurangan dari wanita itu dan juga tidak pernah mengungkit masa lalunya sebab menurutnya setiap orang punya masa lalu yang harus dijalani.
apalagi kedua orang tuanya yaitu Felly dan Marcel tidak pernah mempermasalahkan ketika anaknya yang satu-satunya dalam keluarga mereka malah memilih untuk menikahi seorang janda beranak satu, karena menurut mereka anaknya Adinda itu sangat menggemaskan yaitu baby Amelia maka dari itu mereka menerima dengan begitu lapang dada dan juga tangan terbuka serta tidak ada penolakan sama sekali.
Feli terlihat begitu antusias menyiapkan segala-galanya untuk keperluan pernikahan Adinda dan juga Arga besok, sebab yang ia inginkan yaitu segala macam persiapan itu harus 100% dan juga sesuai yang diinginkan agar bisa mencerminkan kalau mereka itu bukan berasal dari keluarga yang tidak mampu.
" kamu tidak capek dari tadi hanya bergerak ke sana kemarin Memangnya kaki kamu itu tidak pegal atau apa sih, ya biarkan saja kalau sudah ada yang mengurusnya kita cukup memberikan arahan saja tidak perlu juga harus ikutan bekerja kan? "tanya Silvia yang merasa heran dengan tingkah Selly Yang sepertinya tenaganya tidak ada habisnya.
Feli tertawa ketika mendengar pertanyaannya dilontarkan oleh Silvia barusan, sebab menurutnya respon wanita itu terlalu berlebihan karena jika orang lagi senang apapun yang ia lakukan tidak bakalan membuat dirinya merasa capek.
" ya sebenarnya aku hanya ingin yang terbaik untuk semuanya dan juga intinya tidak membuat sebuah pesta yang malu-maluin nanti kalau misalnya ada orang yang datang, Jadi tidak ada salahnya dong kalau aku ingin agar Semua terlihat sempurna tidak ada yang kurang sama sekali kan? biar bagaimanapun ini adalah pernikahan anak kita dan kita sudah berusaha bekerja mati-matian selama ini hanya untuk mereka, tidak ada salahnya kalau mengeluarkan semua yang kita punya agar hari bersejarah dalam mereka itu terlihat begitu berkesan! " jelas sebab memang dirinya sepenuh hati mengurus semuanya tidak ada niatan yang setengah-setengah apalagi sampai-sampai terlihat hanya Begitu datang dan menonton.
Silvia hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan karena ia tahu Felly itu adalah tipe orang yang sangat keras kepala dan juga susah sekali untuk diatur, Biarkan saja dia bergerak mengikuti kemauannya nanti kalau capek pasti bakalan berhenti sendiri tetapi kalau misalnya belum Capek ya dia bakalan terus melakukannya sampai semuanya benar-benar terlihat beres dan sesuai dengan keinginan.
" Ya sudah terserah kamu saja mau melakukan apapun yang penting intinya Kalau merasa bosan dan kita capek berhenti ya jangan sampai nanti yang ada kamu bakalan merusak segalanya, karena kebiasaan orang kalau terlalu semangat nantinya pasti akan ada kesalahan yang ditimbulkan dan kalau misalnya kesalahannya itu sedikit saja tidak masalah tapi kalau fatal ya alhasil pernikahan besok pun bakalan diundur! " Silvia Bukannya tidak menghargai Feli sebagai seorang wanita dewasa hanya saja ia ingin membuat wanita itu sadar tidak selamanya apa yang kita lihat bisa kita kerjakan Terkadang ada orang lain yang lebih berhak untuk melakukannya dan kita harus menghargai hal itu.
mamanya Arga itu tentu saja mengacungkan kedua jempolnya pertanda sepaham dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu tadi, memang seharusnya seperti itu jika memang merasa tidak bisa melakukan sesuatu lebih baik tidak usah memaksakan kehendak karena nantinya akan membuat semua yang ada jadi hancur berantakan.
" Iya pokoknya kamu tenang saja aku tidak akan pernah mengajarkan apa yang sudah diusahakan dengan susah payah, Ya sudah sekarang kamu pastikan keadaan calon menantuku kira-kira dia lagi ngapain sih soalnya sepertinya Aku curiga kalau dia dan Arga diam-diam bertemu! "ya sebenarnya Adinda dan juga Arga dilarang bertemu selama seminggu ini dan alhasil mungkin mereka sedang mencuri Kesempatan Dalam kesempitan.
" Astaga itu anak berdua memang sangat keras kepala Ya dibilang sama orang tua, nanti kalau misalnya mereka terus melakukan kenekatan seperti itu lebih baik kita tidak usah kawinkan saja kita pisahkan saja mereka! "omel Silvia yang paling tidak suka jika anaknya Adinda sulit sekali untuk diatur.
__ADS_1
"kamu semalam ketemuan sama Arga, Wah kamu ini susah sekali ya diatur sama orang tua sendiri? memangnya tidak bisa bersabar soalnya kan besok kalian sudah salah menjadi suami istri Kenapa harus pakai acara berbohong segala sih, Memangnya mau Kalau kami sebagai orang tua berubah pikiran dan tidak akan menikahkan kalian besok? "tanya Silvia ketika masuk ke dalam kamarnya Adinda yang tengah menimang Putri kecilnya yaitu Amelia.
Adinda mengurutkan keningnya ketika mendengar mamanya yang baru datang tiba-tiba di dalam kamarnya terus marah-marah tidak jelas seolah-olah dirinya telah melakukan sebuah kesalahan, padahal Percayalah seminggu ini dirinya hanya berkabar dengan Arga melalui telepon tidak ada yang namanya ketemuan secara langsung.
" Mama dapat kabar burung itu dari mana sih, kalau tidak punya bukti sama sekali lebih baik jangan menuduh anak sendiri loh? aku selama seminggu ini kan Mama tahu aku ngapain saja di rumah, kenapa malah mencurigai kami yang bukan bukan seolah-olah kami ini adalah penjahat dan takutnya nanti kabur dari Lapas? "omel Adinda tidak terima.
Silvi yang memicingkan matanya menatap ke arah anaknya berusaha mendapatkan kebohongan tidak di dalamnya ternyata memang sih anaknya itu tidak berbohong, tetapi intinya dia tidak terima kalau sampai Adinda sengaja menampilkan wajah polosnya dan tidak tahu apapun Hanya untuk menutupi apa yang sudah dilakukan.
" Terserah mau Kabar Burung kek mau kabar unta kek mau kabar merpati kek pokoknya intinya kamu jangan pernah membohongi Mama lagi ya, kalau sudah dilarang tidak usah ketemuan ya sudah tidak usah ketemuan sama sekali dan juga ini semua dilakukan agar Apa yang kamu lakukan ke depannya itu selalu lancar! "Nah tuh kan kepercayaan tahayul apalagi yang sedang dibawa oleh Silvia membuat Adinda hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sebab menurutnya Mamanya itu terlalu lebay dalam berpikir masa iya segala sesuatunya harus seperti itu padahal sebenarnya tidak ribet-ribet amat.
"seharusnya nih kan kami yang menikah maka kami yang harus mengatur semuanya dan itu harus sesuai dengan keinginan kami bukan keinginan Mama ataupun siapapun itu, Tetapi kalian berbeda loh masa iya yang mengatur itu kalian sedangkan kami hanya terima bersihnya saja nanti kalau misalnya tidak sesuai dengan keinginan kamu Memangnya kalian peduli?" tanya Adinda Ketus karena dirinya juga ingin mengurus segala sesuatu keperluan pernikahannya.
Silvia tertawa ketika mendengar nada protes dari anaknya sebab menurutnya Siapa suruh dari awal sudah salah melangkah dan akhirnya seperti begini kejadian, Coba kalau misalnya dari awal menurut apa mereka katakan dan tidak sembarangan berhubungan dengan pria manapun Ya tentu saja sampai sekarang Adinda masih sekolah dan tidak akan pernah menjadi ibu muda seperti ini.
Adinda menatap kesabaran Mamanya itu sepertinya memang tidak punya beban sama sekali ketika memarahinya layaknya anak kecil, Padahal kalau misalnya dirinya merupakan anak kecil yang tidak mungkin ia menciptakan sebuah makhluk hidup yang baru ke dunia ini yaitu Amelia.
" Mama ih aku akan ngomong yang sebenarnya bukan malah menciptakan sebuah bahasa yang tidak penting, jadi orang tua kok tegaan amat sih sama anak sendiri? Sudah ah terserah kalian saja mau ngapain soalnya capek mau melayangkan protes juga sepertinya tidak punya tempatnya, mau diam saja juga Sepertinya kalian tidak akan pernah berhenti buat marah-marah tidak jelas! " Adinda memilih meninggalkan Silvia yang terlihat tertawa penuh kemenangan ketika sudah berhasil membuat emosinya mencuat ke permukaan seperti saat ini.
"Cantik,nanti besar jangan bego seperti Mami ya! Mami kamu itu dulu selalu saja hobi menyusahkan nenek, Makanya sekarang nenek waspada agar Amelia yang cantik ini tidak ikutan ya! " ujar Silvia sambil menimang cucunya dan terlihat baby Amelia tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu ya Meskipun sebenarnya setiap bayi kecil ketika diajak berbicara walaupun orang tersebut memarahinya pun tetap dia bakalan tertawa.
" Mama tolong jangan ajarin anaknya aku buat tahu semua Kelakuan buruk maminya di masa lampau dong, nanti kalau misalnya besar terus dia mengingat kata-kata yang seperti begitu kalau nanti aku menasehatinya Jangan harap loh dia bakalan mendengarkan apa yang kukatakan! " ujar Adinda namun Silvia memilih untuk tetap tidak peduli karena anak seharusnya mulai diajarkan dari kecil ya sebenarnya ajaran yang tidak terlalu berat-berat amat namun setidaknya saat besar nanti mereka bakalan sudah terbiasa mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang yang lebih tua.
__ADS_1
Arga uring-uringan di rumah karena dirinya dilarang keras untuk pergi ke kediaman Baratayuda, padahal dirinya juga yang akan menikah besok masa iya hanya memastikan semua dekornya aman kemudian kondisi calon istrinya serta anak mereka dalam keadaan baik-baik saja pun tidak bisa sama sekali karena dilarang keras oleh Selly dan juga Marcel.
"Papa sepertinya lebih baik kita pergi menyusul Mama di sana deh soalnya sampai sekarang belum pulang jangan sampai M yang wanita saja yang bekerja sedangkan pria Hanya enak-enakan duduk di sini tanpa mau melakukan apapun? "tawar Arga membuat Marcel tersenyum.
" Papa tahu ini hanya akal-akalan kamu supaya bisa bertemu dengan Adinda kan, dengan cara pergi ke sana Kemudian pura-pura untuk memastikan semuanya padahal sebenarnya mata kamu itu kurang ajar ke sana kemari? " tanya Marcel dengan tatapan menyelidik membuat harga hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ketahuan kalau tadi itu hanyalah modusnya saja.
" Papa macam tidak pernah muda saja ? dulu pasti seperti begini kan kejadiannya, Jadi kalau misalnya dulu Papa merasa tersiksa ya tolong dong jangan sekarang menyiksaku ! soalnya itu bukan ajang balas dendam, tetapi harusnya saling mengerti perasaan sesama pria? "bujuk Arga lagi.
" Nanti kalau sudah menikah kalian akan bertemu sampai puas bahkan menempel kepada Adinda terus pun tidak ada yang bakalan melarang, Jadi sekarang sepertinya ditahan dulu soalnya asal kamu tahu saja ya ini sesuai dengan pengalaman pribadi jika terlalu memendam rindu malam pertama permainannya bakalan sungguh hot! "ujar Marcel membuat Arga mendeley kesal karena menurutnya ia sedang berbicara apa tetapi Papanya malah nyambung ke arah lain.
" anak lagi stres malah diajarkan sesuatu hal yang tidak tidak, Nanti kalau misalnya ada apa-apa siapa coba yang bakalan bertanggung jawab? "omel Arga lalu memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan menghubungi Adinda saja ya Meskipun rindu terobati hanya lewat video call.
Rossa saat ini benar-benar Dilema ketika tahu bahwa suami dan juga anaknya pergi meninggalkan dirinya sendirian di rumah sebesar itu, meskipun ia marah dan sempat mengucapkan kata-kata sindiran seperti ingin mengusir tetapi ia juga tidak mungkin sampai hati melakukan semua itu.
" Bibi, temani aku makan Soalnya ini makanan tidak bisa aku habiskan sendirian! Oh iya satu lagi nanti jangan lupa simpankan makanan untuk mas Firman dan juga Anita, Siapa tahu sebentar mereka pulang dan kelaparan karena ya tahu sendiri kan mereka itu paling susah kalau disuruh makan di luar rumah! "ujar Rossa membuat asisten rumah tangga itu hanya bisa mengikuti perintah dari majikannya meskipun terasa begitu miris karena keluarga yang selama ini harmonis akhirnya hancur berantakan.
" Rani kamu memang sungguh hebat karena menghancurkan hidupku seperti ini, dan aku juga sangat mengakui kepintaran kamu itu sampai-sampai membuat masa lalu yang sudah Terpendam akhirnya terkuak juga! hanya saja aku boleh minta tolong lakukan kepada keluarga orang lain jangan kepada keluargaku, kami sudah sampai sejauh ini masa hancur berantakan hanya karena kehidupan kalian di masa lalu? " lirih Rossa dalam hati sampai-sampai makanan yang lezat di hadapannya pun rasa-rasanya terasa begitu hambar dan juga tidak bisa masuk ke dalam tenggorokannya.
Rossa bohong jika dirinya selalu kuat ketika menghadapi setiap masalah yang datang di dalam kehidupannya, karena Biar bagaimanapun dirinya hanyalah wanita biasa yang butuh perhatian dan juga kasih sayang dari orang-orang sekitarnya dan juga kepala keluarganya.
maka dari itu ketika ada masalah yang secara mendadak datang dirinya bingung harus mengambil langkah yang seperti apa, dulu yang merupakan seorang wanita yang susah diatur Yang meskipun sampai sekarang masih terbawa-bawa sikap seperti itu namun sudah semakin berkurang.
__ADS_1
Rossa masih membawa sikap temperamen yang sangat buruk dan paling tidak suka ketika apa yang ia Katakan Tidak ada orang yang menghargainya, dan hal itu yang tidak pernah IA sadari sampai-sampai membuat Firman merasa bahwa dirinya sebagai seorang kepala keluarga tetapi tidak dihargai sama sekali oleh istrinya.