SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Pulang


__ADS_3

Anita terus saja berceloteh antusias ketika tahu bahwa saat ini di seberang Kevin masih berbicara dengannya, ya Meskipun bisa dibilang kalau wanita itu yang sebenarnya asik sendiri sedangkan Kevin sepertinya tidak peduli sama sekali dengan apapun yang dikatakannya.


sebab menurutnya mau Kevin berbicara atau tidak yang penting intinya pria itu mendengarkan suaranya pun itu sudah lebih dari cukup, dengan Kevin yang bisa dihubungi seperti ini dan juga mau berbicara serta memperhatikannya pun itu sudah lebih dari apa yang ia harapkan.


Anita tahu kalau Kevin selama ini ingin menghindar darinya Dan juga mungkin kecewa dengan apa yang dilakukan oleh orang tuanya, namun ia berjanji bakalan berusaha untuk membuat kedua orang tuanya meminta maaf kepada Rani hanya demi mempertahankan cintanya kepada Kevin.


"aku sudah selesai berbenah dan sekarang aku mau keluar tetapi kalau boleh tahu kamu sekarang itu sebenarnya ada di mana sih, kenapa selama ini susah sekali untuk dihubungi padahal kamu tahu kan kalau aku itu sangat merindukan kamu? kalau memang kedua orang tuaku membuat kalian kecewa Oke aku sebagai anak meminta maaf secara langsung mewakili mereka , tetapi aku janji bakalan membantu kamu agar bisa mendapatkan hak sebagai seorang anak kalau memang kamu itu merupakan anak kandung dari papaku! "jelas Anita membuat Kevin hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan sebab menurutnya ini adalah kesempatan emas ketika perjuangannya dengan sang ibu benar-benar akan membuahkan hasil.


akan tetapi Kevin bukanlah tipe orang yang suka berhutang Budi kepada orang lain dan takutnya nanti Anita bakalan menagih secara terus-menerus serta mengganggu kehidupannya, Sudah Cukup selama ini ia terlalu susah dengan segala macam kebutuhan hidupnya dan kali ini tidak ingin diganggu lagi oleh siapapun dan juga kapanpun.


"Aku sekarang sedang fokus kuliah dan Posisiku tidak ada di Indonesia serta tidak ingin diganggu oleh urusan apapun, kalau kamu berniat untuk menggangguku terus lebih baik kita sudahi saja pembicaraan ini! Tolong hargai privasiku dan juga tolong hargai semua keinginanku, karena yang aku inginkan hanyalah yang namanya bernafas dengan tenang tidak terganggu oleh apapun dan juga tidak punya hutang body dengan siapapun!"tegas Kevin berharap agar Anita paham Karena Wanita itu kan bukan anak kecil jadi Segala sesuatu harus diajar.


Anita menghela nafasnya secara perlahan karena sebenarnya wanita itu tengah merasakan kekecewaan, hanya saja tidak mungkin dirinya melayangkan protes kepada Kevin karena yang ada pria itu pasti bakalan memarahinya seperti yang sudah-sudah ketika dirinya terlalu ngotot dan menginginkan sesuatu secara berlebihan padahal dari awal Kevin sudah memberikan ultimatum..


"Ya sudah kalau memang itu kemauan kamu tetapi kalau misalnya aku ingin menghubungi kamu kapan-kapan saja kamu pasti tidak akan keberatan kan untuk berbicara denganku, karena aku pasti akan merindukan kamu suatu saat nanti dan juga tidak mungkin bakalan hidup dengan tenang jika tidak mendengarkan suara kamu? "pinta Anita memelas membuat Kevin ingin sekali berteriak memarahi wanita itu yang menurutnya sudah sangat terlalu berlebihan dalam bersikap.

__ADS_1


"kalau kamu sudah ada di luar sekarang Tolong kasih ponsel kamu ke rumah Ibu soalnya aku mau berbicara dengannya, ingat ya jangan banyak membantah ataupun memberikan permintaan yang aneh-aneh atau aku bakalan memblokir nomor kamu sampai kapanpun! "perintah Kevin tegas membuat Anita hanya pasrah dan akhirnya memberikan ponselnya ke Rani yang tengah menatap tajam ke arahnya.


"kenapa malah memberikan ponsel kamu kepada saya, Memangnya kamu mau menyuruh saya ngomong sama siapa? kalau sama mas Firman Saya mau Tetapi kalau sama mama kamu maka jangan harap saya akan melakukannya, jadi lebih baik kamu pergi segera dari sini soalnya berdekatan dengan kamu hanya membuat pasokan oksigen saya terasa begitu berkurang! "omel Rani tetapi wanita hanya menggelengkan kepalanya karena menurutnya wanita itu terlalu kasar hari ini padahal maksud dan tujuannya begitu baik tidak ingin mencari masalah dengan siapapun.


"ini yang mau ngomong itu Kevin bukan orang lain, sembarangan saja kalau mau berbicara Memangnya kamu pikir Papa mau ngomong sama kamu? "omel Anita yang jelas-jelas didengar oleh Kevin tetapi pria itu memilih untuk bersikap lebih tenang soalnya yang sekarang mereka inginkan adalah Anita segera pergi dari rumah ibunya.


"ya Kevin, Ada apa nak?


"Ibu tenang saja itu Anita bakalan pergi dari rumah sekarang juga, jangan stres lagi ya Kalau bisa nanti ada tamu yang datang dicek dulu kira-kira siapa baru bisa mengijinkan mereka masuk! "saran Kevin.


"Iya tadi itu saat dia masuk secara tiba-tiba membuat Ibu kaget Padahal kalau tahu itu merupakan dia ya Jangan harap bakalan dibukakan pintu, tetapi syukurlah Sekarang dia sudah keluar dengan begitu kehidupan Ibu bakalan lebih tenang lagi dan kamu juga Tenang saja karena Ibu juga bisa menjaga diri dan tidak akan membiarkan penjahat berkeliaran di mana-mana! "jelas Rani yang tidak ingin putranya itu terlalu mencemas karena secara berlebihan dan akhirnya mengorbankan kesehatan sendiri hanya demi membuat ibunya itu tetap berpikiran positif dan juga tidak sampai terpuruk.


Rani tahu tujuan Kevin mengatakan hal tadi yaitu agar dirinya tidak boleh meminta tolong kepada Anita agar bisa dipertemukan dengan Firman, ya sebenarnya tadi dirinya juga punya maksud seperti itu tetapi ketika mendengar apa yang dikatakan Kevin membuat wanita itu mengurungkan niatnya.


"Iya Ibu juga paham kok tidak akan pernah meminta tolong kepada siapapun yang berasal dari keturunannya Firman tanpa kamu Jadi kamu jangan merasa khawatir ya takut nanti jangan sampai Ibu melakukan hal itu. "jelas Rani Lalu setelah mematikan panggilan tersebut dan kini tatapannya tertuju kepada Anita.

__ADS_1


"Kamu kenapa masih ada di sini, Padahal tadi kan kamu dengar sendiri kalau anak saya itu sudah menyuruh kamu pergi dari rumah saya kan? Jadi kalau misalnya kamu itu adalah orang yang punya malu ya maka dari itu kamu harus segera melakukannya, tetapi kalau misalnya kamu itu memang orang yang tidak punya malu sama sekali Terserah mau melakukan apapun yang penting Intinya kamu puas. "ujar Rani yang begitu putus selalu segera mendorong tubuh Anita agar segera enyah dari hadapannya.


Anita Sebenarnya masih ingin melakukan negosiasi dengan Rani hanya saja Ia juga merasa segan jangan sampai wanita itu malah berteriak kepadanya, ya kalau misalnya teriakannya itu biasa saja tidak masalah tetapi kalau teriakannya itu sampai luar biasa itu nanti bisa menimbulkan masalah dan takutnya juga jangan sampai Rani marah menghubungi anaknya.


"jangan marah-marah dong aku juga bakalan pergi nih, tetapi tolong ya ngomong sama Kevin untuk segera pulang dan mengurus pernikahan kami karena aku tidak mau menikah dengan orang lain Jika bukan dirinya. "permintaan Anita penuh permohonan membuat Rani merasa muak.


"Kenapa sih kamu jadi orang terlalu ngotot seperti Mama kamu itu, kalau sekali anak saya bilang dia ingin kuliah apa kamu harus bertanya-tanya seperti itu lagi? kalau jadi wanita itu Usahakan punya harga diri yang begitu tinggi agar jangan dipermainkan dan dianggap terlalu berlebihan, kalau punya malu pastinya Kamu paham dengan apa yang saya katakan tidak perlu harus berbuat sesuka hati kamu lagi kan?"tanya Rani dengan nadanya yang sudah sedikit meninggi karena kalau ia terlihat biasa saja jelas-jelas Anita bakalan terus membuat dirinya merasa emosi dan jika hal itu terjadi tentu saja dirinya tidak akan menerima dengan begitu baik.


"Saya kan anaknya Mama Rosa ya saya jelas saja segala macam kelakuannya harus saya ikuti, Tenang saja saya ini bukan tipe orang yang terlalu ngotot ataupun berlebihan meminta sesuatu tetapi ini kan hanya untuk kebaikan saya dan juga Kevin. "sahut Anita yang seperti ini tidak ada perubahan sama sekali dengan apa yang ia katakan itu.


"Ya Tuhan kamu ini semakin ke sini semakin membuat emosi saya ingin meledak kepramukaan, lebih baik kamu pergi sekarang juga daripada memancing emosi saya dan akhirnya kamu bakalan saya buat jadi perkedel! "usir Rani sambil mengibaskan tangannya membuat Anita mau tidak mau pergi dari situ padahal sebenarnya dirinya masih mau Bertahan.


Ningsih yang baru saja datang untuk melihat keadaan sahabatnya menjadi heran sendiri Ketika ada seorang wanita cantik yang baru keluar dari rumahnya Rani dengan menyeret kopernya yang begitu besar, sudah begitu ada sebuah mobil mewah yang terparkir di halaman rumahnya Rani padahal setahu nya tidak ada kenalan Rani yang memiliki mobil seperti itu.


"Rani, itu siapa sih kok bisa datang ke sini? jangan bilang dia itu merupakan keturunannya Firman yang ada di kota seperti yang kamu kasih tahu itu, ya ampun Astaga kenapa tidak kamu sekap saja anaknya dengan begitu Siapa tahu orang tuanya bakalan datang ke sini? "tawar Ningsih membuat Rani Mendengus kesal.

__ADS_1


"Aduh kamu kalau tidak tahu tentang wanita itu lebih baik kamu jangan berbicara sekalian karena hanya membuat Kepala saya pusing, Biarkan saja dia pergi Nanti urusan orang tuanya itu merupakan urusan saya dengan mereka tidak melibatkan siapapun! "omel Rani dan membiarkan Anita pergi begitu saja soalnya memang dirinya itu membutuhkan Firman bukan Rossa apalagi keturunan dari wanita itu Jadi untuk apa berurusan dengan anaknya yang masih baru kencur yang hobinya hanya membuat orang lain merasa kesusahan.


"ya tadi itu kan hanya memberikan saran saja kalau memang kamu terima ya syukur kalau tidak tidak masalah, hanya takutnya jangan sampai kamu Ternyata sudah mengambil langkah yang begitu salah dalam kehidupan kamu." sahut Ningsih lalu berlalu dari situ.


__ADS_2