
Adinda itu rasa-rasanya sudah tidak mau mendengar ocehan setiap orang yang ada di sekitarnya, karena Percayalah rasa sakit yang mereka rasakan itu tidak sebanding dengan yang ia rasakan saat ini bahkan rasa Iba yang sedang mereka Tunjukkan itu menurut Adinda tidak berguna sama sekali karena tidak bisa membuat rasa sakit di pinggangnya itu mereda yang ada malah bertambah parah.
bukannya menolong dirinya mereka semua Malah menciptakan drama yang menurutnya sangat tidak masuk akal dan membuat pusing kepala, seolah-olah apa yang terjadi kepada Adinda itu merupakan sesuatu hal yang biasa saja tidak dipermasalahkan sama sekali.
dan lebih parahnya lagi Silvia sempat-sempatnya memberikan beberapa ultimatum kepada Olivia padahal jelas-jelas wanita itu merupakan dokter yang berpengalaman, jadi untuk mengurusi pasien seperti Adinda itu merupakan perkara yang mudah maka dari itu ketika Silvia mengatakan semuanya itu terasa seperti salah orang dan juga salah tempat.
"Oh jadi ceritanya aku dibiarkan begini saja tidak diberi pertolongan sama sekali, atau kalian ingin melihat Aku pingsan dulu baru kalian mulai melakukan sesuatu huru-hara dan menimbulkan kegiatan yang sangat mencolok di mata orang lain dan alhasil mempermalukan diriku? "tanya Adinda sambil Tidak berhenti-hentinya mengomel soalnya rasa sakit di pinggangnya itu seperti mendukung dirinya melakukan hal tersebut.
Olivia tau apa yang dirasakan oleh Adinda makanya dirinya tidak mempermasalahkan ketika wanita itu melayangkan protes secara langsung, maka dari itu ia memberikan kode kepada asisten perawatnya untuk segera membawa Adinda ke ruang pandangan karena katanya wanita itu ingin melahirkan secara normal.
"kamu kalau tidak sanggup lebih baik lakukan secara operasi saja, karena sekarang itu sebenarnya tidak terlalu ribet juga sebab teknologi kan sudah canggih! "bujuk Olivia yang merasa kasihan kalau sampai Adinda harus mengeluarkan tenaga ekstra hanya untuk mengeluarkan sebuah kehidupan yang baru dari dalam inti tubuhnya itu.
Adinda menggelengkan kepalanya mendengar tawaran yang diberikan seperti itu bukan membuat dirinya merasa sedikit terbang atau Tetapi malah merasa tertantang, karena kata orang di luaran sana ketika wanita melahirkan maka kaki sebelahnya berada di rumah sakit sedangkan di sebelahnya lagi berada di kuburan dan ia ingin membuktikannya lagi supaya hanya tidak didengar tetapi sudah pernah terjadi dalam kehidupannya.
"dokter ini rasa sakitnya melebihi apapun yang ada di dunia ini jadi tolong jangan memberikan pilihan yang jawabannya sudah didapatkan dari awal, dan untuk kamu usahakan saat aku selesai melahirkan kamu tidak pernah menampakan batang hidungmu di tempat ini soalnya gara-gara gerakanmu yang terlalu lambat membuat aku harus merasa kesakitan sepanjang jalan! "omel Adinda yang memang benar ingin menyalurkan rasa sakitnya itu lewat perkataannya maka saat ini jangan salahkan kalau dia kan akan menjadi sasaran empuk kemarahannya.
Devan hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena Lagi Dan Lagi dirinya harus menjadi korban sasaran kemarahan dari Adinda yang selalu saja setiap saat muncul ketika berdekatan dengannya, padahal Ia saja selalu mengikuti kemauan wanita itu hanya saja Kenapa sih harus seperti begini keadaannya dan juga kenapa harus dirinya yang selalu disalahkan.
__ADS_1
Olivia hanya tersenyum karena memang orang mau melahirkan itu emosinya sedang tidak stabil Jadi kalau misalnya kita ikut terbawa Ya sepertinya kita seseorang yang sangat bodoh dan juga tidak mengerti keadaan, maka dari itu dirinya tidak pernah mempermasalahkan jika telepon selalu saja diperlakukan tidak baik oleh Adinda karena memang kebiasaan kedua sahabat itu ya seperti begitu.
"Ya sudah nanti Devon sebentar tante bakalan usir biar tidak usah dekat sama kamu lagi bahkan mungkin selama sebulan lebih tidak bisa menampakan wajahnya di hadapan kamu, supaya nantinya mungkin hidup kamu bakalan lebih nyaman Soalnya bukan kamu saja yang tidak merasa nyaman tante juga kok karena orangnya itu sangat menyebalkan dan juga merusak pemandangan yang ada di dunia ini! "perkataan Olivia itu tentu saja membuat Devon tidak terima karena menurutnya Mamanya itu sepertinya sengaja mengatakan hal itu agar Adinda semakin menjauh dari padanya.
"Mama kok ngomongnya kayak gitu sih bukannya mendukung anak sendiri Eh malah tambah menjadi kompor gas, nanti kalau memang Adinda tidak ingin melihatku selamanya Siapa yang mau tanggung jawab? Jadi orang kok tega sekali sih sama anak sendiri padahal anak kalian di dunia itu hanya aku sendiri loh tidak ada orang lain lagi, jadi seharusnya Apapun yang aku lakukan kalian harus mendukungnya supaya mungkin masalah bisa segera beres?"sungut Devon yang tidak terima tetapi Olivia sudah menutup pintu ruangan untuk segera membantu Adinda melahirkan karena menurutnya ketika ia menggubris Devon itu sama saja melupakan dengan nyawa yang sedang menjadi taruhan di atas meja persalinan tersebut.
"Sabar saja soalnya memang Adinda itu seperti itu kalau memang dia tidak menyukai sesuatu terus kita yang lain memaksakannya dia bakalan bentrok, Kamu sepertinya melupakan kebiasaannya itu sampai harus mengubah apa yang seharusnya terjadi?"bujuk Silvia karena dirinya tahu Devon selama beberapa bulan terakhir ini selalu saja menemani Adinda kemanapun Wanita itu pergi Meskipun terkadang harus ada drama yang dilewati tetapi ketika pria itu merasa nyaman maka ia akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang harus ia dapatkan.
"Aku kan tidak ada salahnya sama sekali, hanya ingin menjaga mereka berdua? Soalnya kan sebagai seorang pria ya harus menjaga seorang wanitanya, hanya saja Adinda sepertinya merasa tidak nyaman Kalau ada aku di dekatnya padahal kesalahanku di mana coba selama ini kan selalu bersikap manis?"Devon masih tetap pada pendiriannya yaitu penolakan yang dilakukan oleh Adinda itu terasa begitu menyiksa batin dan juga pikirannya.
"sabar saja karena orang sabar itu akan menjadi subur Ya siapa tahu mungkin besok lusa kamu bakalan menyusul seperti Adinda yaitu memiliki keturunan, jadi jangan pernah patah semangat ya karena hari esok kita tidak tahu apa yang bakalan terjadi yang penting Intinya kamu lakukan saja aktivitas yang harusnya kamu lakukan Soalnya ada banyak nyawa juga yang bergantung di bawah kepemimpinan kamu!"kali ini Hendra ikut menimpali apa yang dikatakan oleh istrinya itu terhadap Devon karena menurutnya pria itu memang sudah sangat berguna untuk mereka selama ini.
"Ya sudah Om sama Tante kalau begitu aku permisi kembali ke kantor dulu nanti kalau ada apa-apa tolong kabari saja, dan juga kalau memang Adinda sudah melahirkan juga Tolong dikasih tahu soalnya aku penasaran kira-kira princess kecil kami wajahnya seperti siapa! " Devon itu terlalu percaya diri dan mengatakan kalau anaknya Adinda itu merupakan anaknya mereka berdua makanya ia selama ini ngotot kalau anak yang dilahirkan Adinda bakalan wajahnya mirip dengannya membuat Adinda merasa kesal dan selalu mengusirnya karena menurut Adinda semua pria itu sama saja maunya enak doang saat susah tidak akan pernah mau mendekat.
"Ya ampun Devon kamu jangan mulai lagi deh nanti Tante yakin Adinda pasti bakalan marah-marah kalau kamu sampai ngotot seperti ini, kamu sendiri itu kan tahu kalau dia memang dari awal tidak suka kalau kamu mengatakan anaknya itu wajahnya bakalan mirip dengan kamu tetapi kenapa sih masih saja keras kepala? "tanya Silvia Sambil tertawa kecil karena memang lucu ketika pria yang tidak menyumbangkan benihnya malah merasa diri kalau sebenarnya wajah anaknya Adinda itu bakalan sama dengannya karena selama ini kemauan ngidam wanita itu dan juga segala kebutuhan bayi serta kebutuhan Ibunya Devon lah yang selalu memenuhinya.
"ya kalau berharap sesuatu yang berlebihan kan tidak masalah tante yang penting intinya tidak sampai terlalu yang sebagaimana mungkinlah, karena aku juga sadar diri boro-boro berharap Anaknya mirip mendekati ibunya saja sudah liarnya minta ampun!"setelah mengatakan hal itu Devon pun memilih untuk pergi Soalnya kalau berlama-lama di situ rasa-rasanya ia tidak akan pergi kemanapun dan memilih untuk menunggu sampai proses kelahiran dari Adinda selesai soalnya menunggu sesuatu tanpa kepastian itu Percayalah rasanya sangat tidak menyenangkan dan juga sangat menyebalkan sekali
__ADS_1
Silvia dan Hendra hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap ke arah punggung Devon yang semakin menjauh, mereka salut dengan kegigihan pria itu mendekati Adinda Apalagi setelah mengetahui masa lalu wanita itu yang sangat tidak menyenangkan dan juga pria yang tidak bertanggung jawab serta mencampakkan Adinda begitu saja.
padahal Jika dipikir-pikir dengan Nalar perpisahan Adinda dan juga Kevin itu sebenarnya ada sangkut pautnya dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Silvia dan juga Hendra kepada Kevin selama ini, pria mana yang tidak bakalan terusik harga dirinya ketika setiap kali bersinggungan dengan calon mertuanya pasti yang dibahas hanyalah soal kekayaan dan juga masa lalu yang jelas-jelas harus dimiliki oleh setiap orang tanpa diminta karena itu akan mengalir sesuai dengan yang diatur dari Yang Kuasa.
siapapun jika berada di posisi Kevin pasti memilih untuk mempertahankan harga dirinya tetapi tidak jarang pula sih ada orang yang rela mengalah hanya demi mempertahankan wanita yang ia cintai, karena menurutnya setiap hubungan itu tidak selamanya berjalan mulus dari awal pasti menunggu kendala dan juga lika-liku yang sangat tidak gampang maka dari itu menjadi pria yang berusaha pengertian terhadap pasangannya adalah sesuatu yang paling langka sejauh ini.
"sepertinya memang Adinda kayaknya sedang trauma dengan pria-pria yang ada di sekelilingnya Papa, apa karena kesalahan kita yang sudah dekat memisahkan mereka sampai-sampai Adinda harus mengalami hal ini? " tanya Silvia pelan karena Biar bagaimanapun Ia juga seorang wanita dan ketika mengetahuinya anaknya sepertinya sangat menjaga jarak dengan yang namanya pria itu sangat menyakitkan dan juga ia tidak bisa mempercayainya dengan begitu baik.
Hendra mengusap pelan bahu istrinya itu sebab biar bagaimanapun semua sudah terjadi kalaupun menyesalinya rasa-rasnya sudah sangat tidak mungkin, karena menurutnya jika memang Kevin bersungguh-sungguh kepada Adinda ia tidak mungkin bakalan kejadian seperti ini dan juga tidak mungkin kan mereka bakalan tetap berkeras hati tidak menyetujui hubungan keduanya.
"jangan seperti itu dengan menyesali segala sesuatu yang sudah terjadi, Hidup itu harus dijalani kalau terpaku terlalu dengan masa lalu Laras rasanya kita tidak akan pernah berjalan maju! kalau memang kejadiannya harus seperti ini ya sudah dinikmati saja tidak usah mengeluh sama sekali, toh takdir dan juga tujuan hidup semua sudah ada yang atur tinggal menjalaninya saja dan juga tinggal membawa arah ke mana sesuai dengan apa yang kita inginkan! "jelas Hendra yang selalu bersikap santai untuk menanggapi segala macam permasalahan yang terjadi di dalam keluarganya karena menurutnya Ia merupakan kepala keluarga Jadi kalau terlihat panik dan berlebihan menyikapi sesuatu maka anggota keluarganya akan berlari ke mana untuk Meminta perlindungan dan juga kata-kata penguatan.
"Adinda ayo Nak Tarik nafas lewat hidung dan buang lewat mulut ya! ingat kalau misalnya sudah mulai merasa sakit lagi ngomong sama Tante biar kamu langsung Tante arakan Bagaimana caranya agar bisa melahirkan dengan normal, jangan menangis karena kalau kamu menangis ya Otomatis kekuatan kamu bakalan hilang karena biar bagaimanapun persalinan normal itu juga membutuhkan tenaga yang ekstra! "perintah Olivia sambil mengusap pelan keringat yang mengucur deras di wajahnya Adinda sedangkan wanita itu hanya menganggukan kepala pertanda paham karena menurutnya tidak masalah mengalami semua ini tidak masalah pinggangnya mau dibagi menjadi beberapa bagian yang penting intinya anaknya bisa segera lahir dan ia bisa meminta maaf secara langsung.
Adinda selalu merasa bersalah beberapa bulan terakhir ini karena dari awal telah mengabaikan anak yang ada di dalam kandungannya sampai-sampai anak tersebut entah nanti Bagaimana perasaan kepada dirinya Karena Biar bagaimanapun ikatan batin antara seorang ibu dan juga anak begitu kuat maka ketika ibunya mengecewakan anaknya Maka jangan menyesal hubungan mereka berdua layaknya orang asing yang tidak bisa disatukan.
Setelah perjuangan hampir 2 jam lebih akhirnya seorang bayi mungil yang begitu cantik dan juga kulitnya yang kemerah-merahan terlahir ke dunia, Adinda bernafas lega sambil menitipkan air mata karena tidak percaya One Night stand yang ia alami bersama dengan Kevin melahirkan seorang buah hati yang begitu manis yang tidak akan pernah diketahui oleh Ayah kandungnya.
__ADS_1
"my god Welcome to the world my princess, jadi anak yang manis dan selalu menyayangi Ibumu dan juga jangan pernah mengeluh Karena perjuangan ibumu sangat mengagumkan menghadirkanmu ke dunia ini! "lirih Olivia sambil mengecup pelan kepala Adinda yang sangat kelelahan sedangkan Adinda hanya tersenyum sambil menggapai Putri kecilnya yang terlihat begitu kemerah-merahan dan sangat manis.
"Selamat datang anakku, Selamat datang Amelia Putri tersayang! Jangan menangis ataupun Jangan berkecil hati karena di dunia ini hanya kita berdua, Percayalah ada orang lain yang akan kamu panggil sebagai sebutan Daddy hanya saja dia sekarang sedang menghilang!" Gumam Adinda.