
Arga saat ini tengah mengajak istrinya Berpacu Dalam kenikmatan sampai-sampai lupa jika tanggung jawab mereka dalam dunia Ini sebenarnya belum selesai, karena masih ada Arkan dan juga Amelia yang berstatus sebagai pelajar yang harusnya diperhatikan oleh kedua orang tuanya eh mereka berdua malah senang-senang sendiri setelah masalah yang terjadi di sekolahnya Amelia tadi.
adinda yang berada di bawah kukungan suaminya juga sepertinya ngeblank tidak berpikir ke arah kedua buah hati mereka yang entah nanti bagaimana akan panik jika melihat kedua orang tuanya tidak pulang juga, otak mereka itu seperti yang sering tidak berfungsi Karena sekarang pemikiran mereka hanya bagian daerah tertentu yang harus segera bisa dituntaskan.
" ah sayang terima kasih banyak kamu itu memang istri paling ternikmat yang pernah aku rasakan dan juga satu-satunya dalam hidupku yang membuat aku merasakan kepuasan yang Hakiki, Sepertinya kita harus menambah lagi Arga dan juga Adinda Junior di dunia ini soalnya rumah kita masih terasa begitu sepi! " ujar Arga membuat istrinya hanya menggelengkan kepala karena menurutnya usianya yang hampir kepala 4 rasa-rasanya sudah tidak pantas untuk hamil lagi sebab netizen auto julid mulutnya paling kurang ajar melebihi emak-emak berdaster yang kalau lagi mau menggosipkan tetangga yang sedang melakukan kesalahan yang begitu fatal.
" sudah ah Memangnya kamu pikir saat melahirkan itu tidak sakit, tahu tidak Pinggangku rasa-rasanya patah dan terbelah bagian 6! jadi jangan merencanakan tanpa harus memikirkan perasaan istri sendiri, Sumpah aku benar-benar tidak sanggup jika harus mengulangi Kejadian beberapa tahun silam! " ya ceritanya Adinda itu adalah seorang dokter otomatis dirinya ingin mensukseskan program pemerintah dua anak Cukup.
Arga kini mengajak istrinya untuk ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya, dan tidak lama terdengar kembali dengan ponsel yang bergetar membuat Adinda menepuk jidatnya setelah mengecek ternyata ada begitu banyak puluhan panggilan yang masuk dari Arkan dan juga Amelia.
Adinda pun kembali mengecek ponsel suaminya dan itu pun terjadi hal yang sama yaitu ada begitu banyak panggilan yang masuk dari anak-anak mereka berdua itu, membuat Adinda dan juga Arga hanya tertawa sepertinya memang karena sekali-kali mendapatkan waktu berdua akhirnya mereka berdua lupa akan tugas dan kewajiban sebagai orang tua.
" Ya Tuhan, Mas Sepertinya kita langsung pulang! Soalnya aku yakin pasti Arkan sudah membuat kehebohan dan juga sudah mempengaruhi kakaknya agar ikutan panik, Soalnya kamu tahu sendiri kan kebiasaan anak itu pasti bakalan dilanda overthinking ketika merasa bahwa kita tidak kembali dalam waktu yang begitu lama! "ujar Adinda yang mulai membereskan segala sesuatu kekacauan yang sudah mereka ciptakan dan setelah memastikan penampilan mereka baik-baik saja keduanya pun keluar dari dalam hotel sambil tertawa cekikikan karena memang merasa lucu.
" Oh jadi ini kelakuan Mami sama papi membiarkan anak di rumah sudah seperti orang stress tapi kalian malah tertawa bahagia, Ngomong dong biar kita tidak cemas kita juga tidak bertanya-tanya serta lebih baik memilih untuk tidur siang daripada kepo sama urusan orang tua! "omel Arkan yang entah bagaimana ceritanya sekarang sudah berdiri tepat di lorong Di mana kamar yang tadi disewa oleh Adinda dan juga Arga berada.
sepasang suami istri itu benar-benar terkejut karena sekarang di hadapan mereka itu tengah ada dua sosok anak manusia yang menatap tajam ke arah mereka berdua, dan tatapan mereka itu menyiratkan rasa tidak suka dan juga emosi di saat yang bersamaan karena mungkin merasa dipermainkan atau mungkin merasa tidak ada kejelasan sama sekali.
" Iya benar sekali bahkan sekarang Lihatlah kami berdua itu tidak berganti pakaian sama sekali dan langsung pergi mencari Papi dan juga Mami, karena Arkan mendramatisir keadaan katanya kalian akan mengakhiri hidup dan meninggalkan kami di dunia sendirian karena masalah tadi! "Amelia menimpali perkataan adiknya tadi membuat Adinda dan juga Arga benar-benar tidak percaya jika pikiran kedua anak mereka itu sangat lucu dan juga tidak masuk akal.
__ADS_1
Arga maju kemudian memegang kepala anaknya sebab antara ingin tertawa dan juga kasihan kini tengah dirasakan oleh pria mapan itu, hanya saja dominannya rasa ingin tertawa karena masa iya dirinya dan juga sang istri memiliki pikiran sepicik itu dengan masalah yang sepele memilih untuk mengakhiri hidup meninggalkan rasa tanggung jawab mereka dan juga beban hidup yang harusnya mereka lakukan selama ini.
"Apa kamu pernah lihat tapi sama Mami kamu itu menyerah ketika menghadapi sebuah problem dalam hidup, Apakah kamu pernah melihat kami Banyak mengeluh hanya karena tidak tahu lagi harus mencari jalan keluar seperti apa? Oh iya menurut kamu pria yang tadi itu lebih keren dari Papi begitu, Boy Sepertinya kamu memang tidak tahu apapun karena tadi tapi sudah menghajarnya sampai Bonyok lalu membiarkan dia pergi begitu saja! "ujar Arga membuat Arkan mendengus kesal karena orang yang lagi panik kok malah diberikan kata-kata penuh percaya diri seperti itu kan rasa-rasanya sangat menyebalkan.
Amelia dari tadi tersenyum ke arah maminya karena dirinya bersyukur karena Adinda baik-baik saja, sebab tadi dalam mobil dirinya sedang mengkhawatirkan wanita itu Takutnya mungkin Adinda bakalan frustasi soalnya selama ini hidupnya Adinda kan selalu berjalan mulus tanpa kendala tanpa masalah Jadi kalau misalnya tiba-tiba seperti ini kan Rasanya sangat mengkhawatirkan.
" Hello my girl, mau ikutan marah seperti adikmu? ya sudah silakan saja selagi kuping Papi belum mau lepas dari tempatnya, lebih baik kamu ikutan juga sudah biar kalau sampai di rumah tidak ada pembahasan lanjutan lagi? "tawar Arga tanpa beban membuat Amelia ingin sekali marah-marah sambil berteriak karena memang hari ini dirinya sangat kesal tetapi ditahannya saja sebab Biar bagaimanapun tadi itu Papinya sangat keren Karena menghajar Papanya Daffa mungkin sekarang pria itu pasti Tengah mengobati lukanya yang terasa begitu mengerikan.
Arga mengecup pelan kepala anak gadisnya itu sebab Amelia adalah kesayangannya dari dulu sampai sekarang begitu pula dengan Arkan yang merupakan jagoannya penerusnya kelak dan yang akan menjaga Mami serta kakaknya saat dirinya tidak ada di dunia ini lagi, anak yang akan melanjutkan bisnis dari keluarga Erlangga yang akan melanjutkan segala macam kejayaan mereka dari perjuangan Papi dan juga kakeknya yang sudah susah payah mengumpulkan semuanya dalam waktu yang begitu lama hanya untuk agar masa depannya selalu baik-baik saja tidak ada yang namanya kesusahan ataupun kemiskinan di dalamnya.
" kalian lebih baik pulang ke rumah saja Soalnya Mami sama papi ada jadwal operasi hari ini, nanti kalau misalnya kami pulangnya telat Kakak tolong urus makan kamu sama adik ya Ingat tidak boleh terlalu main gadget nanti biji mata kalian itu bakalan berwarna seperti matahari! "perintah Adinda tegas membuat Amelia dan juga Arkan langsung menganggukkan kepala karena dari dulu sampai sekarang ketika Adinda sudah menaikkan sedikit intonasi nada berbicaranya pertanda bahwa wanita itu sedang tidak bercanda dan anak-anaknya tentu saja tidak akan pernah membantah karena resiko membantah Adinda itu sangat besar yaitu yang pertama maminya tidak akan pernah mau berbicara dengan mereka dan Papinya bakalan kena batunya juga.
Rani yang kebetulan tinggal bersama dengan Kevin hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat anaknya datang dalam keadaan babak belur, Padahal tadi Saat pergi Kevin terlihat begitu mempesona dengan tubuh atletis pada usianya yang sudah tidak muda lagi namun sekarang Lihatlah Baru beberapa jam pergi kembali malah dalam keadaan seperti ini.
"kamu kok bisa seperti ini? Memangnya ada perampok yang menghentikan mobil kamu di tengah jalan atau gimana, tetapi Kayaknya tidak mungkin deh soalnya jalanan dari rumah kita ke sekolahnya Daffa itu kan lumayan ramai masa iya tiba-tiba ada orang nekat? "tanya Rani yang sedang berusaha mengompres wajah anaknya itu yang terlihat begitu mengenaskan.
"tidak apa-apa Ibu karena sejatinya seorang pria itu harus merasakan rasa sakit baru bisa mendapatkan apa yang dia mau, pokoknya Ibu tenang saja karena aku bukanlah pria lemah yang hanya karena luka sedikit seperti ini langsung teler!" Kevin berusaha menenangkan hati Rani agar jangan terlalu panik sebab dirinya saja responnya biasa saja tidak terlalu berlebihan dan satu lagi dia tidak mau terlalu ada yang memperhatikannya.
Rani menggelengkan kepalanya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya tadi sebab menurutnya terlalu berlebihan dan hanya ingin menyakiti diri sendiri, dan ia sendiri sedikit bingung dengan perkataan anaknya yang begitu ambigu tadi tentang harus tersakiti dulu baru mendapatkan sesuatu sekarang pertanyaannya Apa yang sedang diincar oleh Kevin sampai rela disakiti seperti itu?
__ADS_1
" Tunggu dulu sepertinya Ibu bingung dengan kata-kata kamu tadi, maksudnya apa ya kamu harus merasakan sakit dulu baru mendapatkan yang kamu inginkan? Apa sih yang sedang kamu kejar di dunia ini Bukankah semua sudah kamu punya, hanya yang belum Kamu punya yaitu pasangan hidup dan Ibu juga bingung harus mengingatkan soal umur kamu itu sampai kapan karena kamu tidak pernah paham? "Rani terkadang harus lebih keras kepada anaknya yang menurutnya semenjak kembali dari Jepang begitu banyak perubahan yang diberikan.
Daffa yang sudah selesai membersihkan dirinya memilih untuk bergabung dengan papa dan juga neneknya yang sepertinya Tengah berdebat, karena terbukti nada bicara Rani sedikit meninggi Tidak seperti biasanya wanita itu lebih lemah lembut dan juga kebanyakan mengalah ketika menghadapi Papanya.
Kevin bahkan meringis kesakitan ketika ibunya itu sengaja menekan lukanya begitu kuat, mungkin ingin menyalurkan rasa kesalnya karena tidak dipedulikan setiap kata-katanya.
" masa iya segala macam urusanku Ibu harus tahu padahal aku kan sudah dewasa sudah punya anak segede itu, harusnya Ibu biarkan aku sendiri berpikir bagaimana caranya agar bisa menyelesaikan semua masalahku? "tanya Kevin yang sedikit Jengah karena terlalu didikte seperti anak kecil.
" dia itu bukan anak kamu kalau misalnya anak kamu ya Ibu tidak masalah, menikah saja belum Dan kamu juga harus ingat kalau dia itu merupakan anaknya Anita Terserah dia mau tersinggung atau tidak yang penting Intinya ibu sudah ngomong! " tegas Rani karena dirinya tidak ingin Kevin lupa kalau Daffa itu bukanlah darah dagingnya melainkan anak yang beruntung Karena Kevin yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri.
" Iya apa yang nenek bilang itu sangat benar kalau aku ini bukanlah anak Papa jadi seharusnya Papa itu punya anak kandung Ya maksudnya biar lebih terasa sebagai seorang pria sejati, tetapi Tenang saja pokoknya aku tetap ada di samping Papa sampai kapanpun kecuali kalau misalnya papa mengusirku dan tidak menganggapku sebagai anak lagi! "Daffa tidak pernah tersinggung dan juga tidak pernah marah ketika statusnya selalu Disinggung oleh sang nenek sebab menurutnya itu adalah suatu kebenaran yang tidak terbantahkan.
" Ya ampun Daffa, nenek tadi itu tidak bermaksud Sampai segitu lho nak! Oke nenek akui salah karena sudah salah ngomong tetapi kamu jangan tersinggung ya, soalnya selama ini yang lebih peduli sama nenek kan kamu tidak seperti papa kamu yang kalau sudah bekerja akan lupa sama rumah lupa sama waktu dan bahkan lupa sama diri sendiri! "ujar Rani mau buat Daffa tertawa karena dirinya tahu neneknya memang sangat menyayanginya bahkan ketika dirinya sakit wanita paruh baya itu tidak tertidur sama sekali hanya untuk mengurus dirinya.
"aku sama nenek kan Besti, jadi dalam Susah senang kita harus hadapi bersama tidak peduli jika ini orang selalu menghilang! Iya asal nenek tahu saja ya itu luka yang Papa dapatkan bukan karena dipukul perampok bukan karena Papa lagi memberantas Penjahat di dunia ini, melainkan orang lain yang ingin memberantas Papa dari muka bumi! "jelas Dafa yang sedikit menjeda ucapannya kira-kira Bagaimana Respon yang diberikan oleh nenek nantinya.
Rani membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya ada yang sudah mencoba untuk menyakiti anaknya Sampai separah ini, padahal dirinya sebagai seorang yang sudah melahirkannya tidak pernah menyakiti Kevin sampai segitunya Kenapa seseorang malah dengan tega melakukan semua itu.
" apa kamu bilang? ada orang yang sudah berusaha untuk menyakiti papa kamu, kalau kamu kenal orangnya sekarang ngomong biar nenek yang bakalan pergi untuk membinasakannya dari muka bumi ini! soalnya bagaimanapun keadaannya dan juga kejadiannya sebuah masalah itu tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan, Bukankah ada mulut dan juga ada otak untuk berpikir bagaimana caranya agar semua masalah itu bisa beres! "omel Rani yang tidak terima ketika anaknya disakiti dan bisa dibilang ini sudah sangat keterlaluan sebab sepertinya wajah Kevin itu bakalan bengkak selama seminggu ke depan dan itu artinya anaknya itu tidak akan bisa bekerja sebab sungguh sangat mengerikan yang ada pasien bakalan tewas karena terkejut dengan wajah dokternya.
__ADS_1
"ini semua gara-gara mamanya Amelia yang bernama Adinda....