
Daffa tidak ingin terlalu dikekang dan juga tidak ingin masa mudanya itu diatur-atur oleh kedua orang tuanya, lebih tepatnya adalah sang papa yang selama ini selalu mengaku kalau dia tidak pernah menikah dengan mamanya Daffa sebab terbukti pemuda itu tidak pernah melihat kedua orang tuanya tidur dalam satu kamar.
Amelia dan juga Kamila kini sudah berada di dalam kelas mereka bercerita tentang apa yang mereka lakukan selama weekend, yang penting intinya sesuatu yang sangat menyenangkan tetapi suasana mendadak menjadi sunyi ketika kedatangan Daffa yang paling tidak suka jika teman-teman satu kelasnya terlalu banyak berbicara dan mengganggu keheningan di dalam tempat itu.
Daffa terlihat memindai satu persatu semua anak-anak yang ada di dalam kelas itu Dan Terakhir tatapannya tertuju kepada Amelia, Pemuda yang merupakan ketua OSIS di tempat itu dan juga sekaligus satu tingkat dengan Amelia yang kebetulan sudah kelas 3 SMA menyeringai dibalik senyumannya ketika melihat Amelia hanya menundukkan kepala tidak berani menatap ke arahnya.
" apa sudah kamu lakukan perintah saya kemarin yaitu memasang foto saya sebagai wallpaper di ponsel kamu, kalau belum cepat pasang Sebelum saya melakukan sesuatu yang tidak akan pernah kamu duga sebelumnya? "ancam Dafa membuat Kamila ingin sekali berteriak memarahi pria itu tetapi Amelia menahan tangan sahabatnya sebab dirinya tidak ingin nantinya Gadis itu bakalan disusahkan.
" perasaan itu kan fotonya Kamu kenapa harus aku yang memasang di wallpaper ponselku Kenapa bukan punya kamu saja, Terus satu lagi aku tidak ingin keluargaku salah paham hanya karena memasang wajah seorang pria di ponselku! "jelas Amelia yang begitu santai sebab menurutnya ia harus bisa mencontoh sikap maminya yaitu Adinda yang selama ini tidak pernah ingin ada yang diintimidasi oleh lawannya dan kalau misalnya ada lawan yang berani kepadanya maka ia bakalan melawan balik bukan malah duduk tenang dan hanya nangis doang serta menerima kekalahan.
" Jadi ceritanya kamu menolak perintah yang sudah saya berikan, kamu berani membantah saya? " tanya Dafa dengan tatapannya yang tidak suka sebab Ia paling senang ketika Amelia yang tersudut kan dan juga tidak bisa melawan apapun perintah yang diberikan olehnya.
__ADS_1
" Memangnya kamu punya hak melarang saya untuk menyampaikan pendapat, Sudahlah saya itu ingin bersekolah dengan tenang dan menghabiskan masa-masa menjadi siswa SMA dengan damai tanpa ada gangguan dari siapapun! kalau memang kamu mau mencari lawan yang sepadan Ya sudah langsung pergi cari di anak-anak kuliahan saja, soalnya mereka itu paling suka sama brondong seperti kamu tetapi kalau aku maaf ya tidak berminat sedikitpun! " ujar Amelia yang sudah capek karena selama Dafa pindah dari Jepang ke sini anak itu selalu saja mencari masalah dengan dirinya.
Dafa menggebrak meja karena ia tidak suka ada yang berani membantah semua perintahnya, begitu pula dengan Amelia yang tidak mau kalah dari pria itu sebab menurutnya keturunannya itu bukanlah keturunan yang penakut yang mau saja ditindas oleh orang asing.
" kamu berani macam-macam sama saya, belum cukup apa yang saya lakukan kepada kamu kemarin? "tanya Dafa dengan tatapannya yang tajam karena ia paling tidak terima Jika seorang wanita berani-beraninya membantah perintah yang sudah diberikan kepadanya.
" oh kemarin itu kamu lagi beruntung tetapi sekarang sepertinya tidak deh, soalnya Manusia Bodoh mana yang mau saja harga dirinya diinjak-injak dan mau saja dipermainkan dengan tidak ada perasaan seperti itu? "ujar Amelia yang terlihat begitu santai seolah-olah apa yang dia katakan itu bukanlah sebuah beban yang berat yang harus membuat diarynya berpikir siang malam untuk bisa mengeluarkannya.
Amelia tidak terima ketika Arfan menarik tangannya begitu saja padahal urusannya dengan Daffa belum selesai, seharusnya ia bisa membungkam mulut pria itu supaya berhenti berbicara dan juga berhenti mempermainkannya di depan semua orang.
" Arfan, Kenapa sih kamu malah menarik tanganku keluar padahal urusanku dengan manusia satu itu belum selesai loh? pokoknya kamu lepaskan tanganku sekarang karena aku harus bisa menyelesaikan masalah dengan manusia satu itu, kalau tidak setiap hari dia bakalan terus menginjak-injak diriku kemudian menggangguku tanpa henti sampai dia merasa puas! "ujar Amelia tidak terima karena dirinya memang masih ingin melampiaskan emosinya kepada Dafa yang menurutnya sudah sangat keterlaluan sebagai seorang manusia.
__ADS_1
Arfan menggelengkan kepalanya karena sampai kapanpun ia tidak akan pernah membiarkan Amelia menghadapi Daffa lagi, sebab Ia tidak ingin sahabat karibnya itu harus diperlakukan dengan tidak begitu sopan padahal Amelia dikenal sebagai gadis yang baik-baik di sekolah itu.
" Amelia dengarkan aku baik-baik ya, Aku tidak ingin dapat memberlakukan kamu dengan begitu buruk maka dari itu lebih baik menjawab saja! tidak masalah jika kita menjadi orang yang seperti terlihat begitu bego karena ketika diinjak diinjak malah hanya diam saja, karena memang itulah yang membuat kita terlihat begitu berkelas tidak ada yang namanya menjatuhkan orang lain hanya demi agar kita dikenal oleh orang banyak! " Arfan dan juga Kamila merupakan sahabat dekatnya Amelia mereka selalu ada disaat Amelia butuh dan begitu pula sebaliknya maka dari itu Amelia Tentu saja tidak akan membantah apa yang dikatakan oleh Arfan tadi.
" Ya sudah kalau begitu kebetulan tadi karena marah-marah aku jadi lapar, kalau bisa Kamu traktir aku ya soalnya tadi lupa ambil uang di ATM habisnya pagi-pagi sekali Arkan sama mami marah-marah tidak jelas! "ujar Amelia cemberut membuat Arfan tersenyum karena dirinya sangat tahu apa yang membuat Adinda memarahi putrinya itu.
"pasti masalah wallpaper kamu ada fotonya Daffa kan, ya habis mau bagaimana lagi Kamu sih pakai acara taruhan segala dengan manusia itu! "omel Arfan membuat Amelia mendengus kesal karena bukannya membela dirinya kini pria itu malah sekarang terkesan memojokannya seolah-olah yang terjadi ini merupakan kehendaknya sendiri.
" Ah sudahlah jangan dibahas lagi pokoknya intinya aku ingin belajar dengan begitu baik Lalu setelah itu kuliah dan bisa membahagiakan papa dan juga mama, kamu tahu kan mereka itu pengen sekali kalau aku sama Arkan itu sekolah yang tinggi ya kalau misalnya Arkan menjadi pilot artinya aku harus menjadi Seorang kontraktor hebatlah seperti itu padahal aku juga pengen lho jadi dokter seperti mereka! "ujar Amelia dan Arfan tidak mungkin malah menjatuhkan sahabatnya itu sebab menurutnya semua orang kan punya keinginan masing-masing ya tapi terkadang seiring berjalan waktu terkadang keinginan itu bisa berubah dengan sendirinya
" Ih kalian itu memang sahabat yang tidak punya akhlak masa iya aku ditinggalkan sendiri di dalam kelas terus malah membiarkan aku mendengarkan itu si kambing congek marah-marah tidak jelas, dan kali berhenti saja sudah tidak usah lagi menghiraukannya mungkin dengan begitu dia bakalan capek dan tidak akan pernah melakukannya lagi? " kamilah menjadi korban terakhir ketika Amelia dan juga Arfan memilih pergi dari tempat itu sampai-sampai mereka melupakan keberadaan gadis tersebut.
__ADS_1