SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Mata itu..


__ADS_3

Kevin akhirnya mengikuti langkah Kaki Dafa yang sudah menuntunnya agar masuk ke dalam Aula tempat di mana orang tua yang lain sudah berkumpul, kedua pria dewasa itu sebenarnya sedang memikirkan seseorang tetapi dalam versi yang berbeda karena Biar bagaimanapun apa yang ada sekarang itu sungguh membuat rasa penasaran begitu berkecamuk di dalam benak.


jika Kevin Tengah memikirkan Kenapa bisa bertemu dengan Adinda dan sebenarnya siapa yang membuat wanita itu berhasil datang ke sini, Apakah anak mereka berdua dulu sudah besar dan sekarang merupakan belajar dari kelas 12 SMA maka dari itu Adinda datang untuk bertemu dengan guru seperti dirinya.


Daffa memiliki pemikiran yang berbeda yang merasa Curiga dengan papanya kenapa bisa sampai menatap Adinda dengan begitu Intens tanpa berkedip seolah-olah Tengah menaruh minat, dan belum lagi tatapan terluka dari Papanya untuk wanita itu membuat dirinya bertanya-tanya Seberapa pentingkah wanita itu sampai membuat seorang Kevin Sanjaya yang terkenal galak dan juga dingin serta datar dan juga cuek sampai-sampai terlihat begitu merindukannya.


wanita saat ini telah berada di Jepang karena wanita itu memilih untuk menjadi seorang fashion designer, Ia melakukan semua itu demi bisa mengobati Rindunya terhadap Kevin karena belajar di sana terus tapi ketika dirinya susu pria itu malah mengusirnya.


Amelia Datang Terlambat maka dari itu kini dirinya terlihat celingukan mencari keberadaan maminya yang dari tadi belum terlihat, Daffa begitu antusias ketika melihat ada Amelia yang berdiri tidak jauh dari mereka dan dirinya yakin pasti Gadis itu mencari keberadaan orang tuanya namun yang pasti dah kok belum tahu siapa sebenarnya orang tua dari Amelia.


" Amelia kamu lagi cari siapa sih, siapa tahu aku bisa bantu? "tanya Daffa membuat Amelia menatap tidak suka ke arahnya dan memilih untuk fokus ke arah lain tetapi saat itu pula ada Arkan yang datang.


" kamu lagi cari tante Adinda kan tuh dia ada di sana duduk dekat dengan Mamaku, mau aku antar maksudnya biar kita sekalian soalnya kan kita searah? "tawar Arfan tetapi Amelia menggelengkan kepalanya ketika dirinya sudah berhasil menemukan tempat duduk Maminya.


" sepertinya tidak perlu karena aku sudah melihatnya secara langsung daripada kamu membuang-buang tenaga untuk sesuatu hal yang percuma ya lebih baik dilakukan saja untuk kepentingan kamu, Oh iya Satu lagi sana lihat wajah kekasih kamu yang begitu marah hanya karena kita berdua Tengah berbicara padahal tidak ngapa-ngapain juga sih kenapa ya wanita itu malah terlihat begitu emosi? "omel Amelia karena ia paling membenci sikap Naura yang menurutnya terlalu berlebihan padahal ini tempat umum Memangnya Apa sih yang dia lihat antara Arfan dan juga Amelia.


Arfan terlihat menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya juga sebenarnya tidak nyaman dengan sikap posesifnya Naura yang menurutnya sangat mengganggu, setidaknya wanita itu sadar kalau dirinya bukan anak kecil yang segala sesuatunya harus dibilang padahal Ia bisa menentukan masa depannya sendiri itu harus seperti apa nantinya.


" Mami terlalu kekecilan deh sampai-sampai aku tidak bisa lihat, Lain kali kalau merasa diri paling pendek lebih baik duduk di depan soalnya nanti kayak tadi aku carinya susah loh! " omel Amelia membuat Adinda ingin sekali tertawa dan akhirnya mencubit gemas hidung minimalis milik anaknya itu.


" kamunya saja yang sibuk berbicara dengan pria tampan tadi sampai-sampai lupa Kalau Mami dari tadi sudah memberikan kode Kalau Mami itu sebenarnya duduknya di sebelah sini, makanya lain kali kalau ada orang tua jangan ngapa-ngapain kan biar tidak ketahuan kalau sebenarnya apa yang dikatakan oleh Adik di rumah itu sangat-sangat benar dan juga sesuai kenyataan! "ejek Adinda membuat Amelia hanya menggelengkan kepalanya karena tadi itu ia hanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Daffa bukan mereka berdua berbincang santai layaknya seorang sahabat dekat.

__ADS_1


" Permisi tante dan juga Amelia boleh kan kami duduk di samping, soalnya tempat semua hampir penuh dan tidak ada tempat yang lain lagi! " ujar Daffa membuat Adinda tersenyum sedangkan Amelia menoleh ke arah lain Sebab dirinya tidak suka ketika dakwah selalu saja mengikuti dirinya.


adinda yang fokus pada ponselnya hanya bisa melakukan kepalanya karena ia harus berbalas pesan dengan sang suami saat ini, membuat dirinya Terasa seperti seorang ABG labil yang mau pergi ke mana pun harus lapor dan juga harus mengatakan dengan jelas setelah itu membuat dengan siapa saja dirinya duduk agar suaminya itu bisa merasa puas.


" silahkan sejenak kebetulan masih ada dua kursi kosong di samping tante, ya Soalnya di tempat lain kan sudah penuh karena kita orang yang datang dari belakangan ya mau tidak mau dapat tempat yang seperti ini! "ujar Adinda santai sampai-sampai tidak sadar jika saat ini seseorang Tengah lewat di hadapannya membuat wanita itu merasa tidak asing dengan parfum yang dipakai oleh pria itu.


"Kenapa wanginya masih sama ya, Apa itu dia? Ah tidak mungkin dia kan lagi di Jepang membuka Klinik di sana, dan katanya di situ sudah menikah dengan Anita Jadi tidak mungkin dong Dia ada di sini Lagian kalau sudah menikah anaknya juga tidak mungkin langsung besar seperti Amelia kan? "batin Adinda yang masih mencoba untuk berpikir positif dan juga tidak ingin menyamakan seseorang itu dengan seseorang di masa lalunya yang sudah dengan tiga-tiganya mencampakkan dirinya tidak pernah mau memperhatikannya sama sekali.


" papa aku duduknya di dekat mamanya Amelia deh nanti papa di sebelah sana, Kenapa sih harus ngotot maunya duduk di sebelah sini Memangnya ada apa coba? "tanya Daffa yang sengaja sedikit membesarkan suaranya maksudnya ia ingin melihat kira-kira Respon yang diberikan oleh Adinda itu seperti apa.


" Astaga Daffa kamu bisa diam tidak sih? Mana ada ketua OSIS yang seperti kamu hobinya ngomong terus ngoceh tidak berhenti-berhenti, orang lain merasa terganggu tahu tidak aku saja yang jaraknya beberapa meter dari kamu saja merasa sangat terganggu apalagi orang-orang yang di dekat kamu? "omel Amelia kesal karena Daffa terlalu mengganggu kehidupannya dan juga sangat banyak bicara ketika berada di dekatnya Padahal kalau berada di dekat orang lain pria itu kebanyakan memilih untuk diam dan juga tidak peduli dengan suasana di sekitarnya sama sekali.


" papa lebih nyaman duduk di sini jadi biar kamu yang di sebelah sana! " sahut Kevin yang matanya menoleh terus ke arah Adinda.


Adinda yang tadi sibuk dengan ponselnya mendadak langsung merasa kaku karena dirinya sangat mengenali suara tersebut yang begitu tidak asing di pendengarannya, tanpa ya pastikan pun dirinya sudah bisa menebak sebenarnya siapa yang tengah berada di sampingnya saat ini.


" Ya Tuhan tolong aku Sumpah aku tidak pernah Ingin Bertemu Dengannya bukan karena masih ada perasaan tetapi aku tidak ingin dia tahu kalau Amelia sudah besar, Tuhan Amelia adalah anakku dan juga Mas Arga karena hanya kami berdua yang selalu ada di sampingnya dan dia tidak pernah diakui dari awal saat kehadirannya pertama kali ke dunia ini! "batin Adinda yang berusaha untuk bersikap biasa saja tidak terprovokasi sedikitpun dengan keberadaan Kevin di sampingnya'


" Bagaimana keadaan kamu Din? "bisik Kevin yang masih bisa didengar oleh Adinda Tetapi wanita itu malah memiringkan tubuhnya ke arah Amelia dan akhirnya membelakangi Kevin saat itu.


" Amel kamu tolong ngomong dong sama Mamanya Arfan dan juga sama Arfan sendiri kalau mama mau pindah deh di tempat itu, soalnya di sini tidak nyaman sekali rasanya kayak ada penyakit begitu yang mendekat dan kamu tahu sendiri kan kalau mama alergi? "bujuk Adinda membuat Kevin hanya bisa menghela nafasnya karena ia yakin wanita itu benar-benar ingin menjaga jarak darinya Dan juga terbukti semua dari kata-kata yang dikeluarkannya tadi.

__ADS_1


" ya kalau misalnya mami tidak nyaman di situ biar gantian sama aku saja, daripada nantinya lebih jauh ke sana kan ribet kalau ada apa-apa? "tawar Amelia membuat Adinda lebih parah lagi menggelengkan kepalanya karena mana mau menempatkan dirinya dan juga sang putri di dekat Kevin yang menurutnya sangat tidak pantas untuk didekati oleh keluarganya.


"hai Kamu anaknya Adinda ya , perkenalkan saya Kevin Sanjaya Papa dari Dafa! "ujar Kevin ingin menyodorkan tangannya tetapi segera ditepis oleh Adinda karena ia paling tidak suka ketika Amelia bersinggungan dengan orang-orang di masa lalu mereka yang harusnya dilupakan bukan untuk malah dibahas lagi.


" tidak usah merespon orang-orang yang tidak penting Mel, kamu tahu sendiri kan tadi Papi pesan apa sebelum pergi tidak boleh berhubungan dengan orang asing tidak boleh berbicara dengan siapapun yang tidak ada kepentingan dengan keluarga kita? " tanya Adinda membuat Amelia mengerutkan keningnya karena sebenarnya Arga tadi tidak berpesan sampai segitunya tetapi ketika melihat maminya yang merasa tidak nyaman berada di dekat papanya ada apa membuat dirinya yakin kalau sebenarnya ada sesuatu yang tidak beres.


" Ah iya benar sekali Amelia hampir melupakan hal sepenting itu kalau sebenarnya Papi itu paling tidak suka jika Mami bertemu ataupun ngobrol dengan orang asing, jadi maaf ya Om kami bakalan pindah ke sebelah dan satu lagi salam kenal saya harap Om tidak tersinggung dengan apa yang kami lakukan! "setelah mengatakan hal itu Amelia dan juga Adinda berganti tempat dengan orang tuanya Arfan yang kebetulan saling mengenal dekat maka dari itu tidak masalah jika Adinda meminta untuk tukar posisi.


Daffa dari tadi dipenuhi dengan ribuan pertanyaan di dalam benaknya ingin sekali agar acara ini cepat selesai dan dirinya bisa menelpon Anita untuk memastikan semuanya, di sana mamanya sendirian tanpa hubungan yang pasti dengan papanya tetapi di sini Papanya malah melakukan hal tersebut yang selama ini tidak pernah IA jumpai di dalam hidupnya.


" Papa terlalu agresif sampai-sampai membuat maminya Amelia jadi tidak nyaman kan karena terbukti sekarang mereka malah pindah tempat, coba tadi kalau misalnya Papa biasa saja tidak terlalu berlebihan ya mungkin saja mereka bakalan tetap ada di sini tidak malah berpindah ke arah sana? "bisik Daffa tetapi Kevin terlihat tidak peduli karena dirinya masih fokus menatap ke arah Amelia dan juga Adinda secara bergantian.


jika ditelusuri baik-baik wajah Adinda dan juga Amelia itu sudah seperti kembaran membuat dirinya yakin kalau Amelia itu memang benar-benar merupakan anak dari Adinda, dan kalau anak dari Adinda itu artinya anaknya juga tetapi kenapa tidak ada sedikitpun kesamaan wajahnya dengan wajah anak itu malah mengarah Lebih banyak ke arah Arga.


Kevin saat ini dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan tidak ingin menerka kalau Amelia merupakan anaknya sebab tidak ada sedikitpun tanda fisik darinya yang ada pada tubuh gadis itu, membuat dirinya merasa yakin kalau anaknya dan juga Dinda dulu tidak bisa diselamatkan dan ini merupakan anaknya dengan Arga.


" atau jangan-jangan Memang dari awal dia mengandung anaknya Arga tetapi datang dan menuduhku yang menghamilinya, ternyata dulu kamu tidak sepolos yang terlihat dan aku bersyukur akhirnya tidak jadi menikah dengan wanita seperti kamu! "batin Kevin yang akhirnya mulai merubah pola pemikirannya untuk Adinda tidak mengagumi wanita itu tetapi tanpa sadar sudah berhasil memenuhi semua isi hatinya.


" Mami aku kok merasa tidak nyaman ya dengan tatapannya bapaknya Daffa terus-menerus ke arah kita berdua, Ya Tuhan Kalau tahu seperti begini mendingan Tadi kita ke arah mana gitu atau tidak usah mengijinkan mereka duduk biar lebih nyaman? " Amelia benar-benar tidak ingin maminya menjadi bahan perhatian oleh semua orang sebab Takutnya nanti Arga tidak akan pernah mengizinkan Adinda untuk bergaul apalagi untuk datang ke sekolahannya sebab dari pagi saja sudah terjadi kehebohan di rumah.


Adinda sebenarnya merasakan seperti yang dirasakan oleh Amelia hanya saja dirinya memilih untuk mengabaikannya, toh nanti kalau misalnya acaranya Sudah dimulai ya pasti pria itu akan fokus ke arah lain tidak mungkin mengganggu mereka berdua lagi.

__ADS_1


"Biarkan saja dia mau ngapain soalnya nanti kalau capek pasti bakalan berhenti sendiri kan, kita tidak mungkin mau melarang orang agar Jangan menatap ke arah kita! jadi Biarkan saja tidak usah pedulikan sama sekali nanti kalau Papi tahu bisa bahaya urusannya, kamu tahu sendiri kan sikap Papi Kamu itu seperti apa kalau sampai tahu ada hal ini yang terjadi? " ujar Adinda sambil menggelengkan kepalanya membuat Amelia Hanya bisa pasrah sebab dirinya takut jangan sampai nanti ada masalah lanjutan dan juga ia paling tidak suka dengan pria mata keranjang.


"pantesan saja anaknya juga mengerikan Orang papanya saja seperti itu, ah bersyukur tadi kita sempat pindah tempat ya Coba kalau misalnya kita dekat dengan mereka terus rasanya pengen Aku tonjok itu wajah Pak Tua!" ujar Amelia yang didengar jelas oleh Adinda mau buat wanita itu hanya tertawa karena menurutnya tinggal anaknya itu seperti dirinya dulu yang selalu saja tidak suka menjadi buahan perhatian oleh siapapun karena menurutnya itu sangat mengganggu dan juga membuat dirinya merasa tidak nyaman.


__ADS_2