
Di Toilet Kantor
Vira menangis sejadi jadinya sambil terus mengusap usap bibirnya di depan wastafel. Hari ini dia benci sekali pada Alfian. Alfian kali ini betul betul keterlaluan
Sementara di luar toilet Alfian diam dengan wajah penyesalan mendengarkan Vira menangis tersedu sedu, Ia merasa amat bersalah dengan apa yang Ia perbuat tadi, maafkan aku Vira
8 jam kemudian
Hp Vira bergetar bunyi 1 pesan Whatsapp Vira bingung dari mana Alfian tau nomornya
62813-0871-xxxx
Vira aku Alfian. Sepulang kerja bisa kita bertemu sebentar? (16.50)
Vira menghela nafasnya lalu membalas
Mau apa? (16.51)
Ingin menjelaskan semuanya, mengapa aku begini. Aku mohon kasih aku 1 kesempatan sekali aja, setelah itu kau bisa mengambil kesimpulan sendiri tentang aku (16.53)
Kali ini apalagi yang akan Alfian lakukan? fikir Vira cukup lama
Viraaa 😢. (17.05)
__ADS_1
Baiklah kita ketemu di keramaian, biar kalo kamu macam macam sama saya, saya mudah teriak dan bawa kamu ke kantor polisi😈. (17.08)
Alfian tertawa kecil di ruang kerjanya
Di Cafe Cyntia
Vira memutuskan bertemu Alfian di Cafe milik Cyntia karena di sini dia merasa aman, khawatir Alfian akan macam macam lagi padanya
"Apa yang mau kamu jelasin?" tanya Vira dingin. Kemudian Alfian mengeluarkan dompetnya, ia menarik sebuah foto dan memberikan ke Vira. Vira mengernyitkan dahinya
"Apa ini maksudnya?" tanyanya seraya memegang foto seorang wanita dengan senyum yang manis tanpa kaki kiri
"Itu Almira, pacarku" jawab Alfian tertunduk Vira masih bingung
"Almira adalah korban tabrak lari Papa dan Aku, tadinya dia gadis normal tapi karena Papa dan Akulah yang sudah menghancurkan semuanya masa depannya, kaki Almira remuk saat tabrakan itu.
Papa membungkam semuanya dengan memberikan jaminan yang layak untuk Almira dan ibunya dengan uang yang sangat banyak. Tapi kondisi Psikis Almira tetap tak juga membaik mungkin karena ia kehilangan kakinya" Vira masih diam menyimak kata kata Alfian
"Saat itu, aku yang ikut bersama Papa pada kecelakaan, merasa sangat bersalah pada hidup Almira tapi aku hanya anak SMA yang tak bisa berbuat banyak.
Awalnya aku ber inisiatif menawarkan diriku untuk menyembuhkan luka bathinnya. Siapa yang sangka kalau kami malah saling jatuh cinta dan berpacaran selama 3 tahun" Ada senyum bahagia tersembul dari wajahnya Alfian
"Lalu kenapa ia bunuh diri?" Vira memberanikan diri bertanya
__ADS_1
"Karena Papa gak suka aku berhubungan terus dengan Almira. Sejak hari itu, hari dimana aku menawarkan diriku menjaganya, aku tidak mau kuliah itulah yang buat Papa murka selain itu karena Almira Cacat. Setelah 3 tahun Papa memintaku untuk sekolah di Luar Negeri, Papa janji akan merawat dan menjaga Almira selama aku sekolah di sana. Tapi semua itu hanya kebohongan 5 Bulan setelah aku sekolah di sana Almira mengirimku video ini" Alfian memberikan ponsel miliknya ke Vira, Vira membuka sebuah Video dan terkejut
Alfian sayang
Saat kamu menonton video ini, itu artinya aku sudah tidak ada di dunia ini..
Aku sudah memaafkan Papamu dan kamu Fian, berhentilah menjadi orang yang berdosa lagipula ini bukan salahmu. Terimakasih sudah hadir di duniaku, jika kamu tak ada aku sudah lama pergi dari kehidupan yang fana ini. Aku hancur Fian, karena kaki kiriku sudah tak ada aku tak bisa ikut beasiswa dari Atlet Futsal untuk masuk ke Universitas
Tapi hadirmu selama 3 tahun membuatku bahagia dan melupakan kalo aku ini wanita berkaki satu. Kamu yang terindah Fian, tapi Papamu tak akan pernah bisa menyetujui hubungan kita. Setelah kamu pergi, aku yang harus bersiap pergi dari sini dan meninggalkan kamu. Sungguh aku tak sanggup menghadapi teror ini, Ibuku sudah pulang kampung Fian karena tidak tahan lagi. Di sini aku ingin bertahan, namun akhir aku pun juga tidak tahan bagaimana aku mampu pergi tanpa dirimu? Selamat tinggal Alfian, aku menunggumu di keabadian.....
Video berdurasi 15 menit berakhir dengan Almira menjatuhkan dirinya di atas balkon, Vira tercengang menutup mulutnya dengan tangan. Bagaimana bisa ini di alami Alfian? Apa karena itu sikap nya kasar tanya dalam hati Vira melihat Alfian yang berduka
"Setelah aku lihat video itu, aku seperti orang gila.. Tak ku fikirkan apapun aku pulang kembali kesini. Ku datangi Papaku, aku menghajarnya hingga babak belur Om Rudi yang melerai dan membawaku pergi"
"Setelah itu, aku tinggal di rumah Om Rudi yang memang masih sendiri. Aku depresi, aku seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat. Entah berapa kali aku mencoba untuk menyusul Almira. Kepribadianku berubah total, aku si penakut ini berubah menjadi orang kasar, kurang ajar dan tak bisa mengendalikan diri seperti yang kau lihat sekarang ini" Ujar Alfian lagi
"Lalu apa yang terjadi lagi?" Vira mulai merasa iba dengan hidupnya Alfian
"Lalu Suamimu meninggal dunia, dan Om Rudi merekrutku untuk menggantikan posisi Suamimu. Padahal aku di kantor tak pernah melakukan apapun, hanya mengganggu karyawan saja dan sampai akhirnya kamu hadir di kantor. Aku penasaran dengan sifatmu yang dingin dan cuek, Aku fikir kamu wanita yang gampang aku takhlukkan ternyata tidak" seru Alfian lagi Vira diam
"Aku hanya ingin kamu bantu aku jadi Alfian yang dulu, beri aku rasa tenang. Karena hanya rasa tenanglah yang membuat aku perlahan bisa berubah. Aku mohon Vira, aku sangat menyukaimu aku berharap aku bisa jadi bagian kamu, tapi jika itu tak bisa pun aku tak akan memaksa. Aku hanya mengharap bantuan dari kamu sebagai teman" Alfian mengatupkan kedua tangannya
Vira bingung menjawabnya lalu kemudian dia mengangguk
__ADS_1
"Baiklah aku terima pertemanan ini" jawab Vira, tapi hatinya sedikit sakit merasa sedang mengkhianati Bara