
Kevin tidak pernah menoleh ketika dirinya pergi dari kediamannya Baratayuda karena menurutnya Anita merupakan masa depannya, toh Apa yang terjadi kepada Adinda merupakan Keinginan mereka berdua Jadi kalau memang sekarang merupakan waktunya wanita itu menanggung semuanya kan tidak ada salahnya sama sekali.
Karena seorang ayah itu sebenarnya tidak terlalu terikat dengan janin yang masih ada di perut maka menurutnya Tidak ada salahnya kalau ia menempatkan anak tersebut pada calon ibunya saja, Lagian dulu ibunya Rani yang ekonominya susah saja bisa menjaganya sampai besar apalagi orang seperti keluarganya Baratayuda pasti apapun bisa mereka lakukan.
"kamu yakin meninggalkan Adinda dalam keadaan seperti begitu, Apa tidak sebaiknya kamu masuk ke dalam terus berbicara dengan orang tuanya Adinda meminta maaf atas sikap kamu selama ini? "tanya Rani memastikan jangan sampai anaknya itu berubah pikiran soalnya apa yang terjadi pada Adinda sebenarnya Kevin juga ikut campur tangan di dalam nya.
Kevin yang mendengar perkataan Mamanya itu yang mendadak jadi bingung, soalnya dari awal mereka sudah membicarakan ini semua Jadi sepertinya tidak ada pembahasan lagi tentang hal ini.
jadi sekarang jika Rani menyuruhnya untuk berubah pikiran rasa-rasanya sudah sangat tidak tepat waktu apalagi sekarang sudah ada Anita di sampingnya, wanita itu bahkan tidak pernah mempermasalahkan status Kevin di masa lalu dan juga masalah apa yang tengah dihadapinya sebab terlihat begitu welcome dan juga tidak banyak menuntut.
"Mama kok jadi berubah pikiran seperti itu padahal Dari awal kan kita sudah ngomong kalau aku tidak akan pernah mau direndahkan oleh keluarga itu, tetapi kalau berubah seperti begini rasa-rasanya Ibu tidak pernah memikirkan perasaanku sedikitpun yang nantinya kalau tetap kembali ke rumah itu entah Harga Diriku nanti diperlakukan seperti apa."Jelaskan Kevin yang Bukannya ingin menjadi seseorang yang egois tapi ya sebenarnya masuk di situ juga sih karena kalau dirinya tidak egois ya pasti apapun yang bakalan terjadi akan tetap maju terus pantang mundur sebelum mendapatkan apa yang diinginkan.
Anita dari tadi memilih untuk menyetir mobil dalam keadaan yang slow tidak ada niatan untuk menimpali apa yang menjadi pembicaraan antara Ibu dan juga anak di jok belakang tersebut, sebab menurutnya mau mereka berbicara seperti apapun yang penting intinya Anita sebagai pemenangnya dan Adinda tidak akan pernah bisa memiliki Kevin lagi.
"Ya tidak masalah Seseorang itu harus dari yang buruk dulu baru kemudian mendapatkan yang baiknya, Tetapi kalau kamu inginnya hanya yang mulus saja tidak ada keinginan untuk menemui sesuatu yang terjal atau apapun itu sama saja kamu bukan seorang pria sejati! Pria sejati itu definisinya mau menghadapi Apapun masalahnya tanpa harus lari daripada kenyataan, apa yang ia perbuat bakalan dipertanggung jawabkan!"Reni Bukannya ingin agar harga diri anaknya itu selalu diinjak-injak tetapi untuk saat ini Kevin memang harus melakukan hal tersebut demi Adinda dan juga demi anak mereka Tetapi kalau memang Kevin tidak mau toh dirinya juga tidak bisa melakukan apapun lagi sebab yang menjalani adalah mereka bukan dirinya Maka sebagai orang tua ia Hanya mengingatkan saja sekarang tergantung kepada anaknya mau mengikuti sarannya atau malah mengikuti pemikirannya sendiri.
"Tante Tenang saja deh pokoknya aku bakalan setia sama Kevin dan juga tidak akan melakukan apapun yang membuat kalian malu, ya tapi tergantung lagi kepada Si Kevin yang mau tetap setia atau tidak kalau memang dia hanya mau main-main denganku jangan menyesal kalau sikapku bakalan lebih sadis daripada orang tua dari wanita itu!"Rani Sebenarnya masih bingung dengan kata-kata ambigu yang dilontarkan oleh wanita yang tengah berada di balik kursi kemudi itu.
sebab terlihat wanita itu sebenarnya orangnya sangat misterius dan juga jati dirinya entah bagaimana ceritanya sampai bisa bertemu dengan Kevin dan mereka berdua mulai menjalani kedekatan, namun yang ia sayangkan takutnya jangan sampai anaknya itu berbuat jauh dan setelah mengetahui jati diri wanita tersebut tidak ada waktu lagi untuk melangkah kembali.
Bukankah penyesalan itu selalu datang terlambat sehingga membuat orang terkadang melakukan kesalahan itu tanpa disadari, padahal sebenarnya sebelum melakukan kesalahan dirinya bisa berpikir dengan baik dulu baru mau melakukan sesuatu apa yang diinginkan berjalan sesuai dengan rencana.
"Kamu tenang saja karena aku ini merupakan tipe pria yang paling setia di dunia ini pokoknya intinya hanya ada kamu di dalam kehidupanku, Sebab aku sudah menemukan wanita yang pantas yang mau menerima aku apa adanya tidak pernah meminta lebih karena dia tahu bahwa aku tidak bisa memenuhi apa yang ia inginkan. "jelas Kevin padahal sebenarnya dirinya baru saja melakukan sesuatu yang sangat menyakitkan pada Adinda beberapa jam yang lalu tetapi sekarang malah memberikan janji kepada wanita lain.
__ADS_1
...****************...
Arganya duduk di tempat menatap tanpa ekspresi ke arah Adinda yang dari tadi hanya menangis saja, pria itu sebenarnya ingin memarahi Adinda karena menurutnya berhenti di awal lebih baik daripada setelah menjalani dan juga sudah sampai tahap selanjutnya barulah mereka berpisah.
Namun karena ia melihat Adinda sepertinya masih ingin mengeluarkan semua unek-unek yang tengah ia rasakan makanya dibiarkan saja, sebab biasanya kalau orang sudah merasakan puas mengeluarkan semua yang ia rasakan bakalan terasa lebih lega pikirannya dan juga tidak akan pernah merasa terbebani lagi karena apapun yang ia ingin sampaikan didengarkan oleh orang-orang sekitarnya.
Hendra dari tadi posisinya hanya diam sambil melihat ke arah anaknya yang sedang dibujuk oleh Silvia agar bisa tenang dan juga segera berhenti menangis, dirinya sedang memikirkan Langkah apa yang terbaik untuk membuat Kevin lenyap dari hadapan Adinda agar ketika bertemu suatu saat nanti anaknya tidak terpuruk lagi seperti itu.
"kamu bisa diam tidak? kalau mau berakting menangis lebih baik cari tempat yang sesuai karena rumahku bukan untuk tempat menampung air mata orang-orang yang sedang kecewa seperti kamu, kalau kamu menangis pria Brengsek itu bilang saja biar hari ini juga papa bakalan melenyapkan dia dan membawa kepalanya untuk diberikan kepada kamu supaya kamu puas!"tanya Hendra dengan ada bicaranya yang sudah tidak bisa dikompromi lagi membuat Adinda sedikit merasa waspada karena biasanya kalau Papanya sudah mengeluarkan kata-kata seperti itu artinya emosi pria itu memang benar-benar sedang diambang batas maka dari itu lebih baik ikuti saja apa yang ia inginkan.
Hendra sebenarnya hanya menggertak Adinda saja karena tidak mungkin juga kan ia bakalan melenyapkan nyawa seseorang yang sebenarnya belum dipanggil oleh penciptanya, dan Kita sebagai manusia meskipun apapun kesalahan orang-orang di sekitar kita sebenarnya membunuh itu adalah suatu perbuatan yang memang sangat dilarang jadi untuk mengancam itu sebenarnya sudah sangat keterlaluan Tetapi kalau memang harus dilakukan ya Tidak ada salahnya kan mencoba.
"Papa sama Mama keterlaluan karena tidak mengikuti apa yang aku inginkan tadi di rumah sakit, coba saja kalau kalian mengiyakan apa yang aku minta kepada dokter itu ya mungkin aku tidak akan menanggung malu ke depannya saat pergi kuliah ataupun pergi ke manapun! kalian itu sebenarnya menyayangiku atau tidak sih sampai-sampai tiga melakukan hal ini kepadaku, kalau memang aku salah iya benar aku salah karena sudah melakukan sesuatu yang dilarang tetapi itu sudah terjadi tidak mungkin dong aku harus memperbaiki diri lagi. "teriak Adinda frustasi dan mungkin karena hormon kehamilan yang sedang tidak stabil membuat wanita itu langsung jatuh pingsan dan Arga yang berada di sampingnya otomatis langsung Sigap menangkap tubuh mungil wanita itu.
"aku bakalan membalaskan dendammu kepadanya kalau memang kamu menginginkannya Tetapi kalau memang kamu hanya ingin hidup lurus seperti ini, aku pasti akan mengabulkannya dan juga tidak akan pernah membiarkan kamu sendirian serta menanggung semua beban penderitaan seperti ini. "batin Arga karena dirinya benar-benar merasa frustasi ketika melihat keadaan Adinda yang begitu terpuruk seolah-olah tidak punya semangat untuk melanjutkan hidupnya padahal hidup itu hanya sekali saja kalau masalah datang ya dihadapi setelah itu pasti masalah itu bakalan pergi tidak mungkin bakalan tinggal terus.
"Papa Apa yang harus kita lakukan kalau keadaan Adinda harus seperti begini terus dan juga sudah seperti orang yang stres, padahal Papa tahu sendiri kan kalau hanya Dia anak yang satu-satunya kita punya Jadi tidak mungkin dong kita harus membiarkan dia seperti begini keadaan ini? "tanya Silvia yang sebenarnya dari tadi sudah tidak bisa menahan tamunya dan kini wanita itu menangis di dalam pelukan suaminya dengan hati yang benar-benar terluka..
"Papa belum tahu harus mengambil langkah yang tepat itu seperti apa untuk membuat Adinda Tetap tenang dan juga tidak terlalu terpuruk dengan masalah yang tengah ia hadapi, yang penting intinya kita jangan terlalu menekan anak itu karena Takutnya nanti psikisnya bakalan terganggu akibat masalah yang ia hadapi kemudian respon Kita sebagai orang tua yang selalu saja menyalakannya atau bisa dibilang memojokkannya itu bisa bahaya nantinya!"Hendra bukanlah tipe seorang kepala rumah tangga yang bakalan tidak akan pernah mengakui kesalahan yang dilakukan oleh para anggota keluarganya.
maka dari itu Hendra memilih untuk tetap berpikir yang positif kemudian mencari jalan keluar yang terbaik untuk anaknya ke depan, kalaupun memang salah satu anggota keluarganya dalam keadaan tidak baik-baik saja jangan menyesal kalau ia bakalan melakukan semampunya baik dengan cara halus maupun dengan menggunakan kekerasan.
"Ya tetap saja mau kita terlambat atau bagaimanapun semua sudah terjadi jadi lebih baik kita kirim dia saja ke tempat yang dari awal kita sudah rencanakan untuk Adinda melanjutkan kuliah, karena kalau di sana semua orang tidak pernah sibuk dengan urusan orang lain ya mereka akan hidup dengan dunianya masing-masing tidak seperti di negeri kita ini yang apapun keadaannya pasti bakalan membuat orang satu Jagat menjadi kepo. "saran Silvia karena memang harusnya seperti begitu Adinda Butuh sesuatu ketenangan di dalam hidupnya dan juga agar bisa sedikit melupakan masalah yang tengah ia hadapi bersama dengan anak yang ada dalam kandungannya itu.
__ADS_1
dari awal memang Hendra dan juga Silvia sudah berencana bahwa akan mengirimkan Adinda ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah di sana, sebuah perencanaan awal mereka yaitu ingin menjauhkan anak mereka satu-satunya itu dari Kevin makanya Tidak ada salahnya kan kalau sekarang mereka melakukannya.
"nanti saja setelah kondisinya bisa dibawa pergi jauh maka kita akan langsung mengantarkannya ke sana membiarkan dia menjadi wanita Mandiri gambar, karena dengan cara begitulah kita bisa mengajarkan Adinda menjadi wanita yang bisa bertanggung jawab dan juga bisa mengatur kehidupannya sendiri meskipun masih tetap dalam pengawasan kita juga." dan keputusan Mereka pun sudah bulat bahwa Adinda mau atau tidak tetap akan mereka kirim ke luar negeri untuk melanjutkan sekolah di sana.
Ketika keduanya di ruang tamu tampak dokter yang menjadi langganan keluarga tersebut datang untuk memeriksa keadaan Adinda, karena tadi Hendra sudah menghubunginya menyuruhnya untuk datang sekarang juga dan karena memang pria itu bekerja pada keluarga Baratayuda ya Otomatis tidak punya alasan untuk menolak semua yang diperintahkan oleh Hendra.
"Kalau boleh tahu di mana keberadaan Nona Adinda nya tuan, supaya saya bisa memastikan keadaannya secara langsung dan juga bisa mengetahui apa yang terjadi kepadaNya?" tanya Dokter tersebut memastikan.
Silvia mengikuti apa yang dikatakan oleh Dokter itu untuk menunjukkan arah di mana kamar Adinda, ketika sampai di sana ternyata Adinda masih belum sadarkan diri dan juga masih ada Arga yang ada di situ.
"Ga,apa dia sudah sadar atau belum?" Tanya Silvia Penasaran.
"Belum Tante, habisnya dari tadi seperti ini saja!" jelas Arga.
"Apa saya boleh memeriksa keadaan Nona Adindanya,karena dia harus di berikan ruang gerak yang cukup agar lebih nyaman!" Dokter itu melakukan sesuatu yang memang seharusnya ia lakukan.
Terlihat Dokter menyingkap bajunya Adinda membuat Arga menahan tangannya, pertanda tidak setuju dengan apa yang di lakukan oleh pria itu.
"Jangan pernah menyentuh nya,atau aku bakalan mematahkan tangan mu!" Ancam Arga dengan tatapan tajamnya.
Silvia ingin sekali tertawa ketika melihat apa yang di lakukan oleh Arga,karena sangat konyol dan tidak masuk akal serta membuat orang orang di sekitar menjadi tidak percaya.
"Arga tolong jangan macam-macam seperti itu Nak,nanti bagaimana cara dokter memeriksa keadaan Adinda kalau kamu bersikap begitu?" Tanya Silvia yang merasa kasihan melihat kekecewaan di wajah dokter yang sudah meninggalkan pekerjaannya malah tidak di biarkan memeriksa pasiennya.
__ADS_1
"Tapi dia jangan sampai seperti itu,asal menyentuh sembarangan padahal itu bisa lewat luar baju kan?" Tanya Arga lagi.