SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Tidak Terima


__ADS_3

Arga dari semalam tidak bisa tidur dengan nyenyak karena Entah mengapa dirinya seperti Tengah memikirkan sesuatu hal yang sangat penting tetapi dirinya juga bingung hal apakah itu, bukan ingin menjadi seseorang yang terlalu berlebihan dalam berpikir hanya saja terkadang hati nurani itu tidak bisa dibohongi dan juga menyiratkan kalau ada hal penting yang akan terjadi.


" Kamu kenapa sih mas dari semalam aku lihat kamu tuh kayaknya gelisah seperti memikirkan sesuatu, padahal kan Soal Kevin semua sudah beres Jadi sepertinya tidak perlu harus dipikirkan lagi kan? "tanya Adinda heran ketika melihat suaminya itu seperti tanaman cemaskan sesuatu hanya saja tidak jelas apa yang sedang dicemaskannya.


Arga terlihat menghembuskan nafasnya kasar soalnya mau menjawab apapun dirinya tidak tahu karena memang itu hanya Semata kecemasan yang dialaminya sendiri tanpa ia tahu sebab dan akibatnya, namun balik lagi ini semua sudah terjadi dan dirinya tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana agar istrinya itu tidak terlalu mengkhawatirkan sesuatu


" Ah tidak ada masalah kok mungkin hanya perasaan kamu saja! Oh ya anak-anak sudah siap maksudnya supaya kita Sekalian jalan daripada nantinya mereka telat, dan kalau memang kamu merasa tidak nyaman Lebih baik tinggal saja di rumah daripada nanti kenapa-napa di sana? " tawar Arga karena memang Adinda terlihat begitu kurang Fit .


" Tapi daripada aku di rumah sendirian lebih baik pergi saja kan nanti kalau ada apa-apa kan ada kamu di sana, Karena setelah dari sana kita harus singgah ke rumahnya Papa sama Mama soalnya tadi sudah dikasih kabar katanya Mama drop lagi jadi kita disuruh pergi untuk mengecek keadaannya, " jelas Adinda'


Arga menganggukan kepalanya karena memang dirinya sudah mendengar jika sebenarnya keadaan mertuanya sedang tidak baik-baik saja, dan Memang sebagai anak tunggal Adinda diwajibkan untuk selalu bisa memastikan keadaan orang tuanya dalam pantauan masih dan juga baik-baik saja serta tidak ada kendala yang mereka hadapi.


" sudah nanti kalau kita selesai agak cepat kita semua bakalan ke sana soalnya juga sudah lama saya tidak berkunjung ke rumahnya Papa sama Mama, semoga saja mereka selalu baik-baik saja dan juga tidak marah karena kita anak-anak tidak bisa selalu memantau keadaan mereka! "ujar Arga karena memang dirinya juga selama ini selalu merasa bersalah kepada kedua orang tuanya Adinda sebab tidak selamanya bisa berkunjung untuk memastikan keadaan mereka itu seperti apa.


Saat ini Amelia sudah sampai di sekolahnya kembali dan terlihat teman-temannya juga cuek Sikap mereka seperti biasanya Tidak terlalu ambil pusing dengan apa yang terjadi kemarin, membuat dirinya tidak perlu harus mencemaskan sesuatu secara berlebihan toh semua orang juga rasa-rasanya mungkin sudah kembali ke kesibukan mereka masing-masing.


Kamila yang sudah melihat sahabatnya itu sudah datang segera berlari menghampirinya karena dari tadi sih dirinya sudah menunggu namun Amelia belum muncul juga, dan setelah ia datang tidak ada salahnya juga kan kalau menyambutnya seperti itu soalnya kan mereka berdua itu istilahnya punya pemikiran yang sama.


"wah akhirnya kamu datang juga padahal dari tadi aku nungguin kamu loh, Memangnya kamu ngapain sih pagi-pagi begini kayak ibu-ibu rumah tangga yang sibuk ngurusin anak sama suami?" tanya Kamila penasaran membuat Amelia Mendengus kesal soalnya dirinya masih perawan ting ting kok dibilang seperti ibu rumah tangga.

__ADS_1


" Eh kalau mau nungguin sesuatu ya sudah tinggal tungguin saja tidak perlu harus pakai dengan segala macam embel-embel yang nggak jelas seperti itu, yang ada nantinya orang lain bakalan salah paham loh kalau Sebenarnya apa yang kamu katakan itu memang benar-benar merupakan kenyataan, "protes Amelia tidak terima ketika Kamila menyamakan dirinya dengan emak-emak berdaster yang kegiatan paginya ya seperti itu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena nantinya bisa menjadi satu kesatuan tanpa Penghujung.


" Ya kali kan aku hanya tanya saja kira-kira sesuai tidak dengan apa yang aku tanyakan tadi, kalau memang tidak ya sudah sikapnya biasa saja dong Nggak perlu ngegas gitu kan? Oh iya By the way waktu itu masalahnya kamu sudah tidak pikirkan lagi kan soalnya aku lihat juga Daffa dari tadi itu cuek saja tidak terlalu peduli, maka dengan begitu Aku yakin dia pasti sudah sadar diri jika sebenarnya Papanya Itu yang telah melakukan kesalahan bukan tante Adinda karena memang kenyataannya seperti itu tidak bisa dipungkiri Dan kita punya saksi mata yang cukup banyak"? Tanya Kamila penasaran dengan Respon yang diberikan oleh orang tuanya Amelia saat berada di rumah nantinya.


" Aduh kenapa sih kamu harus ungkit hal itu lagi nanti kalau ada orang lain yang dengar terus salah paham bisa berabe juga kan, Lagian kalau memang itu manusia cukup malas tahu ya sudah kita juga gantian malas tahu dong ngapain juga ambil pusing sih? "tolak Amelia karena menurutnya jika Dafa memang tidak ada niatan untuk mengganggunya yaitu malah lebih bagus maka dengan begitu tidak ada yang namanya pembahasan lanjutan dan juga tidak ada yang namanya saling menjatuhkan satu sama lain hanya karena apa yang dilakukan oleh Kevin kemarin-kemarin.


kamila menganggukkan kepala pertanda paham dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya tadi karena memang harusnya seperti itu, tidak perlu harus mereka memaksakan diri agar mau didengar dan juga dianggap orang lain Lebih baik seperti begini saja hidup lurus tanpa hambatan dan juga intinya tidak menyakiti siapapun.


" Ya maksudnya aku itu hanya ingin memastikan saja supaya Maksudnya kamu sadar kalau nantinya kamu lebih baik pindah kembali duduk bareng sama Arfan atau bilang terus sama aku saja, tidak usah lagi berdekatan sama itu cowok karena yang ada dia bakalan percaya diri kalau kamu sebenarnya itu ada rasa sama dia dan dengan begitu Mungkin dia bakalan bertindak semena-mena, "ujar Kamila yang ingin menyampaikan ketidaknyamanan dirinya ketika berhubungan dengan Daffa sebab menurutnya pria itu sangat keterlaluan.


Amelia mengganggukan kepala pertanda paham dan juga tidak masalah jika dirinya nantinya akan duduk dengan Kamila Tetapi kalau soal Arfan sudah ia katakan kalau dirinya tidak akan pernah mau kembali, karena mengingat betapa posesifnya Naura ketika dirinya berdekatan dengan kekasihnya itu bahkan kecurigaannya itu saja tidak berdasar seolah-olah Amelia ini merupakan wanita gampangan yang bisa saja berdekatan dengan siapapun.


daffa memilih untuk tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Arfan tadi sebab menurutnya itu merupakan haknya untuk ngobrol terus pergi begitu saja, dan hak dirinya adalah tidak usah mengguguri sama sekali tidak usah pedulikan keberadaan orang itu Dan intinya tidak usah menganggap bahwa Arfan itu merupakan orang terpenting di jagat raya ini.


"saya itu tadi sudah berusaha bersikap baik dan juga tidak kurang ajar Tetapi kalau kalian yang kurang ajar lebih dulu jangan harap saya bakalan tenang, karena seseorang Daffa Sanjaya itu tidak pernah terima dengan yang namanya penghinaan baik secara langsung maupun tidak, "sarkas Dafa yang begitu kasar dan tepat saat itu Amelia masuk ke dalam kelas.


Amelia memilih tidak ambil pusing dengan apapun yang dikatakan oleh Daffa sebab menurutnya itu merupakan hak pria itu untuk berbicara, kalau misalnya dirinya menahan ya Ya rasa-rasanya sepertinya sudah terlalu berlebihan mengingat kalau mereka berdua itu tidak punya hubungan Sedekat Itu Jadi untuk apa harus ambil pusing dan juga terlalu peduli serta mungkin bisa dibilang terlalu sibuk dengan urusan orang lain.


" Amelia kamu sebaiknya duduk bareng aku lagi deh ini semua barang-barang kamu sudah aku pindahkan supaya Maksudnya kamu bisa berdekatan dengan orang yang memang benar dari awal, aku hanya mewaspadai saja takutnya jangan sampai kejadian seperti kemarin bakalan terulang lagi dan akhirnya membuat kamu merasa tidak nyaman padahal ini merupakan hari-hari terakhir kita bakalan berada di tempat ini, "ajak Arfan membuat Amelia menatap tajam ke arahnya karena hal itu secara tidak langsung sudah mengingatkan kembali tentang kejadian yang kemarin dialami oleh maminya dan dirinya tidak ingin semua teman-teman di dalam kelas itu merasa tidak nyaman ataupun malah mendapatkan bahan obrolan untuk menggunjingkan namanya di luar sana.

__ADS_1


"terima kasih atas tawarannya Lebih baik aku duduk bareng sama Kamila saja karena kebetulan tadi Yosua katanya mau pindah barang duduk sama kamu, Oh iya satu lagi kejadian kemarin itu tidak ada sangkut paut dengan orang tuaku karena kebetulan itu mungkin hanya kerjaan orang yang tidak waras dan aku tidak ingin mengingat hal itu kembali, "tegas Amelia tidak peduli jika saat ini dia angkat tangan menatap tajam ke arahnya karena merasa tersinggung jika Amelia sudah bisa-bisanya menyindir papanya yang jelas-jelas hanya mungkin belum bisa melupakan wanita di masa lalunya.


Arfan jelas saja tidak terima ketika Amelia Lagi Dan Lagi menolak ajakannya Padahal maksudnya baik yaitu ingin membuat wanita itu selalu merasa nyaman dan juga tidak terintimidasi, tetapi sepertinya Memang dari awal Amelia itu adalah gadis yang sangat susah untuk diatur dan juga memiliki kepribadian yang sangat keras kepala dan juga satu lagi yaitu tidak Mudah terpengaruh oleh keadaan sekitarnya.


" Kamu kenapa sih akhir-akhir ini selalu menghindari aku memangnya aku punya kesalahan apa sampai-sampai membuat kamu melakukan hal itu, kalau memang aku salah Oke aku bakalan minta maaf tetapi aku tidak akan pernah tahu kesalahanku di mana Kalau kamu tidak mau ngomong? " tanya Arfan penasaran karena memang diabaikan oleh sahabat masa kecilnya itu rasa-rasanya sangat tidak menyenangkan namun balik lagi Amelia juga punya hak untuk tetap diam dan memilih untuk tidak mengobrol lebih dekat lagi.


kamilah mendorong Arfan sedikit menjauh karena tadinya pria itu harusnya sadar kalau Amelia benar-benar tidak ingin berbicara dengannya saat ini tetapi kenapa harus memaksanya terus, Kamila hanya ingin terbaik dan juga hanya ingin membuat sahabatnya itu merasa nyaman tidak terintimidasi dan serta membuat nantinya akan terjadi kesalahpahaman yang begitu besar di dalam kelas dan juga di satu lingkungan sekolah yang anak-anaknya masih berpikir kritis.


" kamu lebih baik setelah jam pelajaran berakhir pergi temui Naura Takutnya nanti dia bakalan salah paham kepadaku lagi dan aku tidak ingin dia bakalan mengeluarkan kata-kata kurang ajarnya, dan satu lagi kalau memang kamu tidak merasa nyaman ketika aku pindah duduk sendirian begini ya sudah nanti Saat kuliah lebih baik kita daftarnya di universitas yang berbeda biar tidak saling bertemu satu sama lain gitu! "tegas Amelia yang benar-benar menolak kalau sampai Arfan terlalu banyak ikut campur dengan urusannya padahal yang ada dalam pikirannya itu hanya ingin hidup dengan tenang menjalani masa sekolahnya dengan penuh kenyamanan.


Naura tidak suka ke arah Amelia yang menurutnya terlalu percaya diri sampai-sampai menolak Arfan padahal jelas-jelas pria itu bisa dibilang merupakan salah satu pria paling populer di sekolah itu, padahal dirinya saja setengah mati mengejarnya tetapi kenapa Amelia dengan begitu percaya dirinya malah menolak perhatian yang diberikan oleh Arfan yang jelas-jelas ia tidak pernah mendapatkannya sedikitpun.


"kenapa tidak kamu hampiri wanita itu saja Kemudian kamu Bung kamu mulutnya agar Jangan terlalu cerewet dan juga menghina Arfan, dan mungkin dengan begitu pacar kamu itu bakalan sadar kalau Sebenarnya kamu itu tidak suka ketika dia terlalu perhatian dengan wanita lain?" saran sosial yang kali ini berusaha untuk memprovokasi jalan pikirannya Naura agar maksudnya bisa bergerak lebih cepat lagi.


"ya apa yang dikatakan Cecil itu sangat benar kalau kamu harus bergerak dengan cepat supaya nantinya dia bakalan tahu siapa kamu sebenarnya, soalnya itu Arfan juga Kelihatannya kok bego banget sih sudah jelas-jelas wanita itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kamu tetapi kok masih mau saja mempertahankan? "Erina menimpali perkataan dari Sisil tadi membuat Naura menghafalkan tangannya menahan emosi karena tidak terima jika ada orang yang sudah berani-beraninya melebihi dirinya dan juga mengambil perhatiannya Arfan.


"Amelia kita perlu bicara dan sekarang juga Bila perlu langsung di depan teman-teman kamu dan juga di depan Arfan langsung, karena aku sudah capek sudah muak selama ini harus berpura-pura baik dan berpura-pura menjadi orang yang tidak tahu apapun Padahal selama ini kamu selalu menusukku dari belakang!" sarkas Naura dengan tatapan matanya yang nyalang membuat Arfan yang sedang frustasi karena Amelia yang tidak mau bersebelahan dengannya bertambah kesal karena menurutnya Naura itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.


amelia yang sedang sibuk melihat pekerjaan rumahnya yang belum beres hanya bisa memutar bola matanya malas ketika ada Naura yang selalu saja mencari masalah dengannya, padahal jelas-jelas Ia sudah menunjukkan kalau sudah menjauhi Arfan tetapi sepertinya wanita itu belum puas karena terbukti sekarang malah datang dan mengganggunya.

__ADS_1


__ADS_2