
Adinda ingin sekali memarahi Devon karena menurutnya pria itu sepertinya selalu saja layaknya benalu yang muncul tanpa diundang dan setelah melakukan kesalahan langsung menghilang begitu saja, padahal jelas-jelas dirinya sedang tidak ingin berdebat hari ini karena Entah mengapa dari tadi pagi perutnya itu mules tapi sesekali saja Lalu setelah itu menghilang.
akan tetapi ia tidak ingin memberitahukan kepada Silvia karena Biar bagaimanapun Mamanya itu ada urusan di luar yang tidak bisa ditinggalkan, kasihan juga kan kalau Silvia setiap hari harus terpaku pada satu tempat hanya karena merasa khawatir dengan keadaannya yang sebenarnya menurut Adinda tidak ada masalah sama sekali.
semua orang tidak menyadari dengan Apa yang dirasakan oleh Adinda makanya mereka membela Devon dan mengatakan bahwa pria itu tidak ada salahnya jika datang dan menunjukkan Perhatian Kepada Adinda, mengingat kebersamaan mereka selama 4 bulan ini Devon tidak pernah Alfa sedikitpun untuk mengunjungi Adinda memastikan keadaannya dan juga bayi di dalam kandungannya.
"kamu mau kan aku yang anterin kamu untuk pergi check up kandungan, Ya daripada kamu jalan sendiri dan membuat kedua orang tua kamu tidak tenang dan juga aku yang berada di kantor juga pasti bakalan lebih tidak tenang lagi? "tanya Devan pelan karena tidak mungkin juga kan memaksakan kehendak sedangkan Adinda menolak mentah-mentah apa yang ia inginkan itu.
"aku tuh ingin sendirian dan aku harap kamu mengerti dong dengan keinginanku itu, karena sebenarnya tidak ribet dan juga tidak sulit juga untuk dimaklumi! "ujar Adinda sebab Devon itu bukan merupakan suaminya Jadi ia juga terkadang merasa malu ketika wanita yang memuja dewasa tersinggung ketika pria tersebut memberikan perhatian berlebihan padahal jelas-jelas Adinda itu bukanlah istrinya.
"Aku justru karena mengerti makanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua dan juga aku karena mengerti selama ini selalu saja berusaha memberikan yang terbaik dan juga mengerti dengan penolakan yang kamu lakukan terus-menerus, Padahal aku melakukan semua ini hanya semata kamu merupakan orang yang aku kenal dan juga merupakan orang yang dulu hidup di masa lalu dan juga merupakan orang yang dekat denganku sampai saat ini! Harapanku hanya satu yaitu kamu menghargai kepedulian yang aku berikan kemudian menghargai keputusan yang aku ambil, karena kamu percaya ataupun kamu tidak percaya pun tidak masalah tetapi aku melakukan semua itu dengan kejujuran dan juga ketulusan serta tidak ingin membuat orang lain merasa tidak nyaman dan juga merasa dirugikan! "tegas Devon Toh kalau memang Adinda merasa tidak suka dengan keputusannya yaitu terserah kepada wanita tersebut karena baginya Ia hanya ingin memberikan yang terbaik tidak ingin menyesal di kemudian hari karena terlambat melakukannya.
Adinda hanya menghela nafasnya kasar karena Percayalah saat ia berbicara tadi kakinya itu rasa-rasanya sudah tidak mampu menopang berat tubuhnya lagi, karena pinggangnya itu rasa-rasanya mau patah semuanya soalnya rasa mules itu mulai muncul secara teratur.
Devon memicingkan matanya karena merasa aneh dengan perubahan mimik wajah dari Adinda Yang sepertinya sedang menahan sakit, dan pertanyaannya jangan sampai wanita itu saat ini sudah waktunya untuk melahirkan tetapi mungkin karena belum tahu harus melakukan apa makanya memilih untuk menahan sakitnya saja.
"kamu baik-baik saja atau ada yang kamu rasakan seperti tidak nyaman di anggota tubuh kamu, kalau begitu kita pergi ke rumah sakit sekarang ya tidak usah adanya penolakan yang terlalu berbelit-belit yang akhirnya menyusahkan diri sendiri! "ajak Devon membuat Silvia dan Hendra langsung menoleh ke arah Putri mereka yang memang benar-benar terlihat seperti Tengah menahan sakit membuat keduanya langsung mendekat dan memastikan keadaan Adinda yang sebenarnya.
__ADS_1
"kamu Kenapa Nak? Ada bagian apa yang kamu merasakan sakit, atau mungkin kamu Sekarang sudah saatnya mau melahirkan tapi kan Perkiraannya masih seminggu lagi kan? "tanya Silvia benar-benar penasaran dan juga sedikit merasa cemas sampai-sampai ia tidak memikirkan lagi kegiatan yang bakalan dihadirinya dan juga Hendra karena menurut mereka keadaan Adinda itu lebih penting daripada urusan duniawi yang menurut mereka bisa diulang kembali tahun-tahun berikutnya tetapi untuk urusan anak mereka itu hanya terjadi seumur hidup sekali terkecuali sekarang Adinda sudah mempunyai suami ya otomatis ada suaminya yang bakalan mencemaskannya dan juga ada persalinan berikutnya lagi.
"Aku tuh dari tadi pagi sudah mulai merasakan sakit di pinggang dan juga perutku tetapi tidak terus sih hanya beberapa kali saja namun ya rasanya sama saja sakitnya itu, jadi aku pikir mungkin aku salah makan tetapi kok semakin ke sini semakin cepat ya rasa sakit itu bahkan Pinggang aku ini rasa-rasanya Mau patah semua! "ujar Adinda yang ingin sekali menangis bahkan karena sakit yang ia rasakan itu sampai-sampai dirinya begitu membenci Kevin yang sudah memberikan kesakitan seperti begitu sedangkan pria itu sekarang enak-enakan menggapai bahagia bersama dengan wanita Pilihannya yang entah jadi dirinya nikahi atau tidak.
semua orang Saling pandang karena mendengar penjelasan dari Adinda mereka yakin kalau sekarang merupakan waktu mau melahirkan bagi wanita tersebut, syukurlah karena Silvia dan juga Hendra belum pergi kalau tidak maka bisa dipastikan Devon akan seperti orang gila karena belum berpengalaman soal itu dan juga ia dan juga Adinda belum terlalu dekat selama ini.
"kita ke rumah sakit sekarang Dan tolong Bibi ambilkan tas yang sudah saya simpan di ujung lemari dalam kamarnya Adinda segera bawa turun ke sini, dan kamu Devon Tolong hubungi Mama kamu untuk mengatakan bahwa kita sedikit lagi Bakalan membawa Adinda ke rumah sakit! "Silvia adalah orang yang masih sedikit Waras di situ karena Hendra sudah seperti orang kebingungan karena berjalan ke sana kemari tujuannya tadi untuk memanggil sopir eh tahu-tahunya sudah ke depan Balik lagi dengan tidak melakukan apapun.
Devon lebih parah lagi karena pria itu disuruh menghubungi mamanya oleh Silvia dirinya malah mencari nomor kontak Mamanya itu ya tulis dengan sebutan apa, dan alhasil Silvia sampai menatap heran ke arah pemuda yang berdiri tidak jauh darinya itu karena sampai keringat dingin dan juga menetes tidak kunjung berbicara dengan Olivia membuat wanita itu merasa heran kira-kira itu Devon yang mengakunya kaya punya pulsa buat nelpon tidak.
"saya tadi suruh kamu apa Devon? kenapa dari tadi tidak menghubungi Mama kamu Eh kenapa juga malah bengong seperti itu, ya ampun kamu ini kok jadi orang tidak berguna sama sekali sih? "omel Silvia kesal karena dia pendeta itu tidak melakukan pekerjaan apapun seperti yang ingin suruh dan lebih parahnya lagi suaminya Malah berdiri bengong kemudian Hanya menggaruk-garuk pelipisnya seperti Tengah memikirkan sesuatu tetapi hasilnya tidak ada sama sekali.
"Ya Tuhan Devon tinggal kamu lihat saja kan itu nama id-nya sebagai Mama Olivia atau apalah itu yang biasa kamu hubungi, Percuma saja punya tampang kece badai membahana Tetapi kalau otaknya tidak bisa digunakan dalam keadaan Genting seperti ini! "omel Silvia kesal dan alhasil mau tidak mau memapah tubuh Adinda yang semakin lemas ke dalam mobil sedangkan Hendra Malah berdiri ingin sekali menangis ketika melihat keadaan anaknya yang sangat mengenaskan seperti itu.
"Woi tuan Hendra Bratayuda, ini anak kamu mau melahirkan dan dia lagi kesakitan Kenapa kamu di situ yang mau menangis kapan baru bantu dia untuk pergi ke rumah sakit? "teriak Silvia kesal karena menurutnya dua orang pria yang badannya besar seharusnya bisa diandalkan tetapi yang ada malah membuat dirinya yang sibuk sendiri.
akhirnya Hendra menyadari kesalahannya dan memilih untuk menggendong putrinya meskipun dalam keadaan perut besar ia tidak merasa berat sedikitpun, karena saking sayangnya dan juga pedulinya dan juga takut anaknya itu kenapa-napa makanya biar Ia yang merasakan beban beratnya mungkin dengan begitu Adinda sedikit merasa lega dan juga nyaman.
__ADS_1
"kamu tenang saja ya nak kami bakalan membawa kamu ke rumah sakit sekarang, kalau kamu merasakan sakit yang berlebihan sebut saja nama papa dan juga Mama pasti kamu bakalan merasa lega! "ujar Hendra pelan tetapi Adinda sudah tidak peduli lagi soalnya menurut Adinda kata-kata Papanya Itu hanya penghiburan belaka di ujung lidah adanya tetapi sesungguhnya tidak akan mempan sama sekali dengan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
"papa tolong jangan menghiburku di saat tidak tepat seperti ini, karena aku tidak akan pernah terhibur sedikitpun Yang ada malah Tersiksa Dalam rasa sakit brengsek yang tidak tahu diri! "ujar Adinda yang berusaha untuk tetap membuka matanya tidak ingin pingsan karena menurutnya dirinya bukan melawan wanita yang lemah yang apa-apa selalu saja fisiknya tidak bisa diandalkan sama sekali.
silvia mengikuti asisten rumah tangganya yang sedang meletakkan tas pakaian bayi di dalam mobil yang mereka tumpangi nantinya yaitu mobilnya Devon, soalnya sopir mereka itu sedang mengantar istrinya yang kebetulan sakit tetapi katanya dalam perjalanan pulang Hanya saja karena Hendra yang terlambat mengabarinya mungkin pria itu sedikit terlambat.
"Devon tidak usah lagi menghubungi Mama kamu biar nanti Tante yang menghubunginya tetapi sekarang Tolong kamu masuk ke dalam mobil terus kita pergi ke rumah sakit, kalau kamu masih tidak berguna saat ini juga Maka jangan harap tante bakalan tegur kamu seumur hidup karena sudah membuat Adinda kenapa-napa!"ujar Silvia dengan tatapan mengancam membuat Devon sedikit bergidik ngeri dan akhirnya memilih untuk tetap sadar dalam keadaan apapun dan juga memilih untuk tetap tenang tidak boleh gegabah ataupun nantinya bakalan merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Maaf Tante efek belum punya istri jadi loadingnya terlalu lambat, tapi Tenang saja Devon yang pengertian dan juga sangat tangkas gerakannya sudah mulai kembali lagi kepada habitatnya! "sempat-sempatnya Devon mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal dan juga nyeleneh tetapi hari ini semua orang memilih untuk tidak menggubris apa yang ia katakan karena semua dalam keadaan panik dan juga pikirannya mereka hanya tertuju kepada kondisi Adinda yang terlihat semakin lemas bestie.
Kevin yang berada di Jepang hari ini benar-benar merasakan pinggangnya sedang tidak bisa diajak kompromi sebab saat ini ia Tengah mengikuti mata kuliah yang diambil oleh dirinya saat berada di sana, pinggangnya itu rasa-rasanya melepas dari tempatnya dan ingin berpindah entah ke mana sampai-sampai duduk pun sudah tidak bisa lagi membuat Kevin yang tengah menahan sakit itu wajahnya sampai pucat.
kebetulan teman sebangkunya itu begitu respect kepadanya sehingga menatap heran ke arah Kevin yang tidak seperti biasanya selalu bersemangat mengikuti mata kuliah Karena sekarang pria itu tampaknya seperti Tengah menahan sakit, membuat wanita Jepang bermata sipit tersebut dan berambut pendek langsung memegang tangan pria tersebut membuat Kevin langsung begitu terkejut dengan Respon yang diberikan oleh temannya itu.
"kamu baik-baik saja kan, atau mungkin ada sesuatu yang membuat kamu merasa tidak nyaman, kalau memang iya bagaimana kalau kamu izin saja kepada dosen mungkin dengan begitu kamu bisa beristirahat sedikit di UKS? "tawar wanita tersebut yang sebenarnya menggunakan bahasa Jepang tetapi daripada pembahasannya panjang kali lebar ya Kenapa tidak menggunakan bahasa Indonesia saja karena lebih praktis dan juga tidak perlu kamu serta tidak perlu harus memanipulasi kata-kata lebih banyak lagi kan?
"aku baik-baik saja kok hanya saja Entah mengapa Pinggangku mendadak menjadi sangat sakit dan juga seperti baru habis melakukan pekerjaan berat, tapi kamu tenang saja aku memang dalam keadaan baik-baik saja dan juga tidak perlu harus mencemaskan sesuatu secara berlebihan seperti tadi! "sahut Kevin yang tidak enak hati karena dirinya datang ke sini itu adalah sebagai seorang siswa yang mendapatkan beasiswa jadi harusnya sadar diri dan juga tidak perlu harus berlagu seperti apapun.
__ADS_1
karena merasa perkataannya itu tidak direspon ya wanita itu kembali fokus dengan pelajaran sedangkan Kevin semakin sengsara sampai-sampai ingin buang air di tempat karena saking sakitnya, hanya sebagai seorang pria dirinya tidak mungkin dong mempermalukan diri sendiri dan juga ia harus bisa menjaga image sebaik mungkin karena ini harus ia jalani selama 4 tahun ke depan Maka dari itu harus bisa meninggalkan kesan yang terbaik.
"Oh Tuhan Sebenarnya apa yang terjadi kepadaku saat ini, Perasaan dari pagi baik-baik saja tetapi kenapa sekarang Pinggangku malah terasa begitu mules seolah-olah istriku akan melahirkan! "omel Kevin dalam hati karena kebetulan pria itu mengambil jurusan di bagian kedokteran jadi dia sangat tahu apa itu yang ia alami dan juga intinya yang bersangkutan tentang orang-orang yang mau melahirkan ya dirinya sudah bisa membacanya dengan begitu baik.