
Di pantai
Alfian melangkah sendu di temani temaram lampu jalan di pantai, hari ini ia mendapati patah hati yang membalut jiwanya. Jelas kepergian Vira adalah penolakan untuknya, 3 bulan kebersamaannya dengan Vira tak membekas dan berarti apa apakah buat Vira?
Selintas wajah Vira dan segala kenangan itu muncul satu persatu selayaknya photo kolase.. Alfian duduk di bibir pantai, teringat pula dengan kenangan ia bersama Vira dan anak anaknya. Namun kali ini tak ada rasa amarah, Alfian merasa lega sudah melakukan yang maksimal untuk mendapatkan hati Vira
Di rumah Bara
Bara masuk ke dalam rumah dengan wajah muram, segera mungkin ia masuk ke kamar
"Mas gimana dah ketemu Mba Vira?" tanya Dwi Bara tak menjawab dan bergegas mengambil koper dan membereskan bajunya
"Saya mau balik lagi ke Jogja" Ujar Bara tanpa melihat mereka berdua
"Loh ko mas tii.." belum sempat Dwi melanjutkan omongannya sudah di tarik Agung. Seperti nya Agung faham betul Bara sedang marah dan kurang mood
15 menit kemudian
Vira sampai di rumah Bara dan tergopoh gopoh menanyakan di mana Bara, Agung memberitahukan Bara ada di kamarnya
__ADS_1
Tokk.. tookk.. tokkkk..
Vira membuka pintu kamar, Bara menoleh namun tetap diam
"Loh Mas Bara mau kemana?" tanya Vira
"Mau balik lagi ke Jogja" Jawab Bara seraya menurunkan kopernya dari atas kasur
"Kenapa? ko malah balik lagi kesana? Mas kan baru datang" tanya Vira bingung Bara duduk di pinggir kasur lama terdiam Vira pun ikut serta duduk di sana
"Aku rasa gak ada lagi yang perlu aku lakuin di sini ra, aku..aku.. aku gak bisa lihat kamu di sini sama Alfian"
"Apa maksudmu Mas?"
Balas Bara Vira tersenyum kecil
Akhirnya dia ungkapin juga bathinnya berkata
"Aku sudah berusaha menahan diriku untuk gak banyak berharap padamu, tapi semakin ku buang semakin sulit rasanya. Aku sampai sampai rela berjauhan dari kamu demi membangun rumah yang bagus dan layak buat kamu, buat kita, buat anak anak"
__ADS_1
"Aku begitu kecewa ternyata kamu di sini sudah sedekat itu sama Alfian, maaf ra aku gak bisa. Sudah cukup semua perasaanku terjawab sendiri dengan kejadian tadi. Aku ini gak punya siapa siapa ra, sejak kecil aku tinggal di Panti Asuhan. Hidup serba sendiri semenjak SMA karena SMA aku memutuskan hidup sendirian dan tak lagi tinggal di Panti. Sejak itulah aku menyukai musik, mengumpulkan orang orang untuk bermain musik, sampai akhirnya aku ke Jakarta dan membuat team dan mulai bermain ke ranah akustik dan cover Youtube. Itulah kehidupan ku yang sebenarnya, sampai kamu hadir bukan cuma kamu tapi juga anak anakmu, orangtuamu, aku merasa aku seperti kembali punya keluarga" Bara menjelaskan panjang lebar mata Vira mulai berkaca kaca
"Lalu kenapa Mas Bara mau pergi kalau sudah menganggap aku dan keluargaku itu keluarga nya Mas Bara?" tanya Vira Bara menoleh
"Ra, aku gak mau selamanya ada di sampingmu tapi hanya sebagai temanmu, aku sudah tak sanggup membiarkan kamu jauh dari jangkauanku apalagi... sudah ada Alfian yang menemani kamu, jadi untuk apa aku masih disini??" jawabnya Vira mulai mengambil tangan Bara, Bara terkejut
"Dari tadi apa sih yang kamu omongin hm? siapa yang punya hubungan sama Alfian? hehe kamu salah faham deh kayanya"
"Apa maksudmu? jelas jelas tadi kamu pulang sama Alfian. Sejak kapan kamu deket sama dia?" tanya Bara bertubi tubi Vira tertawa
"Hei, aku serius kenapa jadi malah tertawa"
"Mas Bara ini lucu kalo marah sama cemburu. Biasanya kan selalu bicara halus, lemah lembut sama aku. ini daritadi ketus terus ngomongnya"
"Ya ngapain aku lemah lembut, orang kamunya aja selingkuh Sama Alfian" tukas Bara seraya melipat tangannya sambil buang muka
Vira yang dari tadi gemas melihat tingkah cemburu Bara. reflek mencium pipi Bara yang menengok ke tembok Bara tercekat, rasanya tengggorakannya kelu ia memegang pipinya
"Kamu salah sangka, aku sama Alfian gak ada hubungan apa apa. Dia meminta bantuanku untuk menyembuhkan depresinya, aku hanya membantunya ko.." Kemudian Vira menceritakan kisah Alfian tanpa ada yang terlewat sedikitpun Bara merasa iba mendengarnya
__ADS_1
"Itulah mengapa aku bareng sama dia, karena memang setiap hari kita bareng bareng. Habisnya kamu menghilang gak ada kabar huftt......"
Bara tersenyum dengan cepat ia mengecup bibir Vira........