
Anita saat ini tengah disembunyikan oleh Mamanya itu di salah satu perkebunan milik keluarga mereka di perkampungan yang tanpa listrik maupun sinyal, padahal Rosa seharusnya sadar kalau semua ini ia lakukan dengan cara mengorbankan anaknya sendiri sebab tidak ingin kalau suaminya berhubungan kembali dengan wanita di masa lalunya apalagi anak mereka.
padahal sebenarnya mau Rosa bekerja keras atau tidak tetaplah hubungan darah itu tidak akan pernah hilang apalagi mati Meskipun mereka tidak bertemu selama puluhan tahun, terkadang karena ego yang terlalu besar sampai-sampai mengorbankan darah daging sendiri hanya untuk membuat diri sendiri tetap dalam posisi aman kemudian status tidak diambil oleh orang lain pokoknya intinya untuk kepentingannya lah.
Anita sebenarnya sangat tidak nyaman dan memang itu dirinya berani bersumpah Sebab Dia yang sudah terbiasa hidup di daerah perkotaan dengan segala macam fasilitas mewah, tiba-tiba disuruh menjadi rakyat jelata yang tidak punya apapun serta bisa dibilang meninggalkan semua kemewahannya demi mengikuti apa yang diinginkan oleh Mamanya itu.
di tempat itu ia hanya ditemani oleh penjaga rumah yang selama ini selalu disinggahi oleh Rossa dan juga Firman ketika berada di tempat itu tetapi Percayalah pasangan suami istri itu tidak pernah menginap, selain karena fasilitasnya tidak memadai mereka juga tidak betah berada di rumah yang bisa dibilang sudah sangat tidak pantas dengan status sosial mereka kalau memang orang biasa ya menganggap rumah ini termasuk salah satu golongan yang mewah.
mau mengeluh pun rasa-rasanya sudah tidak ada yang mau mendengarkannya sebab tenggorokannya pun sampai meledak satu orang tua pun tidak ada yang nongol dan membawanya pulang, hal ini membuat Anita benar-benar tidak percaya hanya karena berhubungan dengan Kevin yang jelas-jelas merupakan pria yang sangat ia cintai orang tuanya sampai nekat melakukan semua ini kepadanya memperlakukannya layaknya orang asing yang tidak pantas untuk mendapatkan perhatian apalagi kasihan dari mereka yang harusnya memberikan bahu untuk bersandar.
kalau yang dilihat oleh semua orang bahwa Rossa dan juga Firman sangat menyayangi anak mereka itu Ya jelas memang karena Anita adalah satu-satu penerus dari keluarga Mahapatih, hanya saja kesalahannya karena berhubungan dengan wanita di masa lalunya Firman ya Otomatis Rosa sebagai mamanya jelas-jelas saja tidak terima yang pertama Karena Wanita itu merasa cemburu dan yang kedua karena dirinya sangat benci dengan orang-orang yang sudah mencoba untuk mengambil posisinya.
"Mama aku tidak mau di sini Aku ingin pulang kenapa sih Kalian tega meninggalkan aku di tempat yang seperti ini, ini itu bukan rumah yang untuk ditinggali tetapi ini layaknya kuburan yang sudah lama terbengkalai oleh pemiliknya. "pinta Anita sesaat setelah Rosa dan juga para anak buahnya mengantarkan dirinya ke tempat itu.
"mama sudah bilang kamu akan Mama bawa pulang kalau sudah melupakan pria itu beserta semua yang menyangkut tentang dirinya, Tetapi kalau kamu masih tetap ada pendirian kamu ya Mama juga tetap ada pendirian mama ya itu tidak akan pernah membawa kamu pergi dari sini!" Ujar Rossa tegas bahkan tidak ada rasa bersalahnya sama sekali.
Anita menatap tak percaya ke arah wanita yang sudah melahirkan nya itu, kok bisa dengan teganya membuang anak sendiri.
Seharusnya tidak perlu berbuat sejauh ini karena mengingat jika Anita adalah anak kandung mereka, hanya kesalahan yang ia lakukan sampai-sampai hubungan mereka itu rasa-rasanya dilupakan begitu saja Bahkan bisa dibilang tidak ada artinya sama sekali.
__ADS_1
"memangnya apa yang salah antara hubunganku dengan Kevin, dia itu anak baik-baik dan juga berprestasi serta memiliki pendidikan yang bisa dibilang lumayan tinggi? Mamanya juga sepertinya orang baik kenapa sih Kalian harus membenci keluarga itu hanya karena masa lalu Papa yang tidak jelas, seharusnya yang Mama salahkan itu suami tercinta Mama itu bukan malah menyalahkanku yang jelas-jelas tidak ada sangkut pautnya dengan semua masalah ini tanda tanya " omel Anita tetapi yang namanya Rossa hatinya itu selalu terbuat dari batu tidak akan pernah peduli dengan keadaan orang lain yang ia pikirkan hanyalah keadaannya sendiri.
Anita itu akhirnya ditinggalkan sendirian di situ Percayalah wanita itu benar-benar merasa sunyi dan juga hampa serta tidak ada teman ngobrol sama sekali, padahal Ia ingin sekali berkeluh kesah dan mencurahkan isi hatinya Tetapi rasa-rasanya semua orang tidak mendengarkannya dan mungkin mereka menyangka bahwa perkataannya ini hanyalah sebuah lelucon yang pantasnya dijadikan bahan bercandaan.
"Permisi Neng ini Bapak ada bawa singkong rebus nanti makannya dicocol pakai sambal terasi Sama ikan asin ya, maaf Di sini tidak ada makanan enak soalnya akses ke kota itu sangat jauh sekali kira-kira setengah hari perjalanan!"ujar penjaga rumah itu sambil memberikan sepiring singkong rebus Yang asapnya masih mengepul dan juga sambal terasa serta beberapa potong ikan asin membuat Anita bergidik ngeri kalau seperti begini lebih baik dirinya mati sekalian daripada dibiarkan hidup tetapi enggan kemudian dibiarkan mati tetapi tak mau.
"Bapak Terima kasih banyak tetapi Apakah tidak ada nasi soalnya sepertinya Makanan ini tidak bisa masuk ya di tenggorokanku, Apakah mama tidak meninggalkan bekal untukku selama tinggal di sini mungkin snack atau apalah itu?"tanya Anita penasaran Soalnya kalau disuruh dirinya melakukan pekerjaan apapun yang tidak masalah tetapi untuk kebutuhan lambungnya rasa-rasanya dirinya merupakan seorang pemilih makanan tetapi Rossa seolah melupakan hal penting itu.
"Nasi ada tetapi lauknya yang tidak ada makanya saya berpikir untuk memberikan Enengnya ini saja karena, soalnya kan tidak mungkin Enengnya makan nasi tapi tidak ada lauknya?"jelas pria itu membuat Anita hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sepertinya mau tidak mau ya ya harus makan nasi kosong lagi seperti yang sudah-sudah entah sudah hari keberapa dirinya berada di sini tetapi satupun tidak ada yang datang menjemputnya.
"Memangnya di sini tidak ada warung yang menjual makanan atau apalah itu Pak, karena mama tidak mungkin membiarkan aku mati kelaparan di sini tanpa memberikan makanan ataupun uang seperti itu? "tanya Anita lagi yang masih berharap ada kebaikan hati dari Rossa untuknya.
" Ya sudah nanti tolong ditelepon mamanya dan katakan kalau aku tidak akan pernah berhubungan dengan orang dari luar manapun itu dan siapapun, dan katakan kepadanya kalau aku juga bakalan menjadi seorang suster biarawan saja supaya mungkin dengan begitu dia bakalan puas dan artinya tidak akan pernah melihat anaknya ini menikah seumur hidupnya sampai mati sekalipun! "ujar Anita yang sudah habis kesabarannya karena orang-orang di sekitarnya itu selalu menjadi orang-orang yang egois tidak pernah memikirkan perasaan orang lain bahkan bisa dibilang perasaan merekalah yang harus dipikirkan mau dirinya menangis darah sampai bagaimanapun tetap saja seperti itu tetap akan menjadi manusia yang egois.
pria yang bernama Asep itu hanya menganggukkan kepalanya dan menyetujui apa yang dikatakan oleh Anita tadi bahwa dirinya akan menelpon Rossa saat ini juga, karena dirinya juga sebenarnya tidak tega melihat Anita yang malam tidak bisa tidur akibat tidak ada penerangan dan belum lagi kegerahan karena biasanya pakai AC sekarang boro-boro AC kipas angin pun saja tidak punya.
"kalau begitu Bapak permisi dulu ya mau menelpon Nyonya Rossa dan mengatakan kalau enengnya ingin pulang dan tidak akan berhubungan dengan orang di masa lalu, maaf ya Jika selama ini Bapak tidak mengatakan hal itu karena ini semua perintah dari Nyonya secara langsung dan Bapak tidak punya kuasa untuk menolak semua perintah itu! "Rosa adalah wanita yang menganut sistem diktator dan juga otoriter artinya setiap perkataannya harus didengarkan oleh siapapun tidak ada yang boleh membantah apalagi membelokkan menjadi kemauan mereka karena keputusannya adalah mutlak sedangkan Firman pun tidak bisa berbuat apapun untuk menolong anaknya karena ini semua dibawa perintah dari istrinya.
Anita bernafas lega karena akhirnya ia bisa keluar dari sini tetapi yang menjadi permasalahannya apa yang sudah ia katakan Mamanya itu pasti bakalan mengingat dengan begitu baik, bahwa dirinya tidak akan kembali berhubungan dengan Kevin Padahal selama ini ia sangat membenci para pria yang berada di dekatnya barulah ketika bertemu dengan Kevin semua rasa benci itu berubah menjadi cinta yang tidak pernah ada habisnya.
__ADS_1
"Mama kenapa tega melakukan hal ini kepadaku memangnya aku ini anak mama atau siapa sih, seharusnya orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya tetapi Mama berbeda yang Mama inginkan yaitu kebaikan untuk mama sedangkan orang lain terserah? "gumam Anita frustasi karena hidupnya itu sudah seperti di cucuk hidungnya kemanapun diarahkan oleh mamanya ia hanyalah mengikutinya tanpa Banyak mengeluh apalagi mengeluarkan nada-nada protes.
Kevin tidak pernah merindukan yang namanya Adinda dan juga Anita karena mereka itu adalah manusia di masa lalu yang tidak pantas untuk ia ingat, apalagi status mereka yang sangat tinggi berbeda jauh dengan dirinya yang hanyalah seorang anak yatim karena yang ia punya di dunia ini hanyalah Ibunya dan lebih parahnya lagi Ibunya itu adalah orang yang sangat tidak mereka harapkan untuk hadir di dalam kehidupan mereka.
Adinda adalah wanita masa lalunya yang paling berkesan karena dirinya sudah berhubungan dengan Adinda selama bertahun-tahun, Namun semua itu Kandas karena keegoisannya dan juga karena Adinda yang tiba-tiba datang meminta tanggung jawab karena kehamilannya padahal jelas-jelas Kevin merasa bahwa satu kali saja melakukan hubungan badan belum tentu bisa membuat wanita itu hamil.
namun tanpa ia sadari Sebenarnya waktu mereka melakukan semua itu Adinda dalam posisi sumur jadi tidak ada salahnya kan kalau sekali kerja langsung ada hasilnya, Namun karena keegoisannya kemudian penghinaan yang dilakukan oleh Silvia dan Hendra makanya Kevin memilih untuk pergi dan memberi hukuman kepada kedua orang tua itu agar sendirian mengurus anak serta cucu mereka yang merupakan darah dagingnya Kevin.
kalau mau dibilang dirinya egois Ya terserah karena memang dari awal ia sudah ingin merubah diri menjadi orang seperti itu, tidak ingin diperintah dan juga tidak ingin dipermainkan hanya karena tidak mempunyai apapun di dalam kehidupannya.
"Kevin Kamu hari ini ada kerjaan tidak di luar sana, soalnya kebetulan di tempat aku kerja yaitu di club sedang membutuhkan pramusaji? "tawar Riyan yang kebetulan juga mempunyai pekerjaan di salah satu klub malam terkenal di tempat itu karena dirinya bosan berada di dalam rumah saja padahal sebenarnya ia tidak kekurangan uang dari orang tuanya.
Kevin tentu saja menyambut dengan begitu antusias karena dirinya memang benar-benar membutuhkan pekerjaan paruh waktu yang begitu banyak untuk bisa menyambung hidup di tempat itu, karena Percayalah dirinya tidak mendapatkan transferan barang sepeserpun dari ibunya karena memang sekarang saat ini Rani tidak mempunyai apapun yang bisa Ia berikan kepada anaknya itu.
"ya sudah aku mau karena Kebetulan aku juga lagi free soalnya kan pekerjaanku di minimarket itu kan hanya beberapa jam saja, jadi Mungkin setelah dari situ aku bakalan bisa langsung ke kelas untuk langsung bekerja dan tolong katakan kepada manajer di sana kalau aku mau untuk bekerja di tempat itu! "ujar Kevin semangat.
"Kamu ini sebenarnya wajah kamu itu tidak asing Seperti aku pernah bertemu dengan seseorang tetapi di mana Aku lupa Hanya saja tampang kamu ini bukan tampang orang miskin, tetapi Kok bisa ya kamu bekerja banting tulang seperti ini hanya ingin mempertahankan tetap hidup di negara orang Padahal jelas-jelas dari awal kamu sudah tahu kalau hidup di luar negeri itu tidak gampang! "ujar Rian yang merasa miris dengan keadaan dari teman satu kamarnya itu Karena Kevin terlihat selalu wara-wiri mencari pekerjaan hanya untuk bisa makan dan juga tidur dengan tenang di tempat itu.
"tidak selamanya orang yang memiliki wajah sepertiku ini nasibnya sangat baik bahkan terkadang Mungkin dia lebih parah lagi daripada aku, kamu jangan memujiku seperti begitu karena aku tidak akan pernah tersanjung karena garis hidupku itu sudah ada ditentukan jadi tidak akan pernah ada baiknya kecuali aku sendiri yang merubahnya! "sahut Kevin.
__ADS_1
"Ya seperti aku bilang tadi kalau memang kamu itu tidak asing di dalam penglihatanku, kalau memang kamu merasa bahwa apa yang aku katakan terlalu berlebihan Terserah dari kamu yang penting intinya Jangan Pernah Patah semangat hanya karena ekonomi kita yang tidak menunjang. "Rian adalah orang yang saling mengerti dengan kondisi Kevin karena ia juga tahu bagaimana sepak terjang pria itu hanya untuk bisa pergi ke kampus tanpa memikirkan ongkos dan sebagainya.