
Nagumi sudah tidak peduli lagi dengan keberadaan Kevin di situ, karena sama saja ketika dirinya peduli terlalu berlebihan yang ada hanya membuat pria itu merasa bosan maka dari itu lebih baik tidak usah terlalu ikut campur dengan segala urusannya.
wanita itu hanya sekedar menyapa Kevin Lalu setelah itu memilih untuk menjauh darinya, dan bersyukur ketika ia melakukan seperti itu Kevin pun akhirnya sedikit melunak dan nada bicara pria itu juga tidak seperti kemarin-kemarin.
dan akhirnya membuat dirinya sadar kalau sebenarnya tetap tidak bisa bertahan karena mau memaksakan kehendak pun rasanya sudah sangat tidak mungkin, jadi lebih baik seperti ini saja toh tidak ada yang dirugikan sama sekali Kan kalau ia melakukan semuanya dan juga masih banyak orang yang mungkin lebih menghargai keberadaannya?
__ADS_1
" kamu sudah capek mengejar-ngejar Kevin dan akhirnya sekarang memilih Yakuza, ya saranku Memang harusnya seperti begitu dari awal daripada kamu tidak mendapatkan kepastian hanya membuat capek hati dan juga pikiran! " ujar Rian ketika bertemu dengan Nagumi.
Nagumi tersenyum ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan seperti itu untuk dirinya, sebab menurutnya ya bukan capek bukannya juga pesimis tetapi istilahnya hanya memberi jeda sampai mungkin bisa ada celah yang untuk yang masuki dengan begitu tidak terlalu kecewa seperti yang ia rasakan saat ini.
" ya menurutku biasa saja tidak ada yang spesial juga kan, Intinya kalau sudah seperti begini ya dijalani nanti kalau misalnya kami benar-benar berjodoh ya aku mau pergi Sejauh apapun tetap bakalan kembali! "jelas Nagumi yang tetap optimis kalau semuanya bakalan sesuai dengan keinginannya hanya sekarang Biarkan saja ikuti alurnya yang ada.
__ADS_1
" Nah harusnya seperti begitu dari awal yang kamu lakukan tidak perlu harus seperti pengemis kan, toh kalau misalnya jodoh tentu tidak akan pergi kemanapun hanya Intinya kamu dituntut untuk lebih bersabar dan juga jalani saja hubungan kamu dengan yang susah Siapa tahu memang dia itu sebenarnya adalah jauh dari masa depannya kamu kita kan tidak tahu! "ujar Rian lalu segera pergi mengikuti Kevin yang ketika berbicara dengan lawan jenis selalu saja sesingkat-singkatnya tidak pernah meluber ke mana-mana seolah-olah waktunya itu 80% untuk bekerja kemudian berbicara hanya 5% saja setelah itu istirahat.
" Hei Kevin, aku lihat kamu kok sepertinya Tengah memikirkan sesuatu? Memangnya masalah baru apalagi yang sedang mengganjal dalam pikiran kamu, padahal baru pulang ketemu sama ibu Tetapi kok perubahannya makin parah dari sebelumnya? kalau memang masalah kamu di sana belum habis Kenapa memaksakan diri untuk pulang, jika akhirnya terbawa-bawa kan sampai di sini? " tanya Rian karena Entah mengapa setelah kemarin mau minta Kevin membelikan makanan di restoran yang ternama di situ sepulang dari tempat itu sahabatnya itu terlihat murung bahkan berbicara pun hanya seperlunya saja.
" mungkin hanya perasaan kamu saja tetapi aku memang dari kemarin-kemarin Ya seperti begini, Lagian apa juga sih yang mau dibahas Bukankah Tidak ada masalah yang terlalu rumit yang harus mendapatkan solusinya?" Kevin sebenarnya berbohong Karena sejujurnya dirinya masih rasa terganjal ketika bertemu Adinda dan juga suaminya membawa baby Amelia bersama mereka.
__ADS_1
anak yang dirinya yakin merupakan darah dagingnya tetapi sepertinya terasa begitu jauh dan juga sulit untuk dijangkau, ketika penyesalan datang seperti ini tidak ada lagi jalan keluar yang bisa ditempuh maka dari itu Kevin memilih memendam perasaan kecewa dan juga penyesalan yang begitu dalam kepada dirinya sendiri tanpa berbagi kepada orang lain.