
Rossa dan juga Firman serta Anita pagi ini sudah bersiap-siap untuk pergi ke kediamannya keluarga Baratayuda, karena kebetulan di sana sedang akan dilaksanakan prosesi pernikahan pewaris tunggal dari keluarga tersebut.
Rossa sudah tidak mempermasalahkan lagi apa yang dilakukan oleh suaminya di luaran sana sebab menurutnya percuma juga kalau berdebat terus jika hasil akhirnya tetap bakalan sama, yang penting intinya apa yang dia inginkan berjalan sesuai dengan kemauannya dan dengan begitu dirinya tidak akan mungkin merasa cemas berlebihan.
Firman pun sudah menjelaskan segala macam permasalahannya mereka berdua selama ini Dan berharap agar wanita itu tidak menaruh dendam kepadanya, telah terbukti Firman lebih memilih Rossa dibandingkan Rani sebab pria itu sudah memberikan talak tiga secara langsung kepadanya jadi otomatis tidak ada yang namanya rujuk atau apapun lagi.
" Mas, sampai di sana kalau banyak yang bertanya tentang hubungan ini dan itu lebih baik kamu stop berbicara sama sekali! aku dari kemarin-kemarin berusaha untuk sabar tetapi sepertinya kesabaranku itu sudah kamu Uji sampai habis, maka dari itu jika mau pernikahan kita tetap langgeng tidak ada kendala di masa depan dan juga Intinya kita bakalan tetap utuh seperti ini Aku harap kamu mau menjaga lisan yang kamu keluarkan! " tegas Rosa ya Meskipun terkesan sebagai seorang wanita yang terlalu berani sampai-sampai melangkahi kepala keluarganya tetapi intinya setiap orang itu kan berbeda pola pikirnya.
Firman tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya itu sebab terlihat memang Rosa sangat tidak suka dengan Rani, ya Meskipun sampai sekarang tidak ada kata damai antara mereka berdua tetapi Biar bagaimanapun ketika bertemu pasti ada rasa tidak nyaman yang ada di dalam benak.
"astaga Mah, Papa juga pasti akan ingat soal status kami dan juga tidak akan mungkin membicarakan hal yang tidak perlu dibicarakan," sahut Firman yang tidak ingin istrinya itu terlalu saja berlebihan rasa marahnya terhadap dirinya dan juga Rani Padahal itu kan hanya permasalahan masa lalu mereka yang sudah selesai.
Rossa bukan merupakan sebuah hal penting kalau sebenarnya firman dan juga Rani itu menikah sah secara agama dan juga negara, dan ketika pria itu mentalak cerai Rani ya Otomatis urusan mereka belum selesai karena negara belum menyetujui perceraian mereka.
Rani jika dimata negara masih berstatus sebagai istri dari Firman yang sah meskipun sudah tidak ada yang namanya nafkah dan juga segalanya tetapi negara tidak pernah tahu menahu soal hal itu, kecuali sudah ada laporan yang jelas dari pihak terkait maka negara bisa memproses selanjutnya Seperti apa dari pernikahan mereka nantinya.
" pernikahan kalian itu belum selesai urusannya dan kalau bisa dibilang entah kapan selesainya, tetapi Satu yang pasti kalau aku tidak ingin kamu berhubungan dengan wanita itu lagi sampai kapanpun! Oh iya satu lagi aku juga tidak mau kalau Anita sampai mencoba untuk berhubungan kembali dengan anaknya itu, karena Biar bagaimanapun sesuatu yang menyangkut orang di masa lalu kamu aku tidak ikhlas sama sekali dia masuk ke dalam rumah ini! " tegas Rosa yang memang sangat tidak peduli dengan apapun yang terjadi kedepannya apalagi ini menyangkut masa depan Anita Ia mau adalah pria yang terbaik yang penting intinya tidak ada sangkut pautnya dengan suaminya.
"Iya pokoknya apa yang kamu katakan bakal Papa ikuti dan tidak akan pernah mengecewakan kamu lagi untuk kesekian kalinya, yang penting intinya Tolong kamu percaya kepada suamimu ini tidak hanya mendengarkan informasi dari sebelah pihak tanpa memastikan terlebih dahulu, " harapan itulah yang selalu ingin Firman tanamkan di dalam benak istrinya maksudnya agar istrinya itu tidak terlalu mencurigainya yang bukan-bukan dan alhasil rumah tangga mereka yang menjadi taruhannya.
Kevin hari ini benar-benar tidak bisa lagi menunggu karena ia ingin memastikan langsung keadaan anaknya di kediaman Baratayuda saat ini juga, kalau kemarin ya masih bisa mendengarkan Rani yang mencegahnya untuk tidak usah berangkat tetapi sekarang Percayalah rasa penasarannya itu begitu menyiksanya dari semalam.
" Kamu beneran mau pergi ke kediaman Baratayuda untuk memastikan keadaan anak kamu secara langsung, Padahal selama ini kita tidak pernah menganggap dia sama sekali? ibu itu malu kalau sampai kita ke sana Terus akhirnya ketahuan bahwa kamu itu adalah pria yang tidak bertanggung jawab seperti bapak kamu, ya alhasil kita yang sudah malu bakalan tambah malu lagi jadi lebih baik ibu sarankan Tidak usah saja! "bujuk Rani lagi sebab menurutnya anaknya itu hanya bermodalkan nekat untuk melakukan semuanya tetapi tidak punya kekuatan sama sekali.
Kevin tetap saja mempersiapkan dirinya Karena kebetulan ia sudah menyewa satu buah taksi yang mangkalnya tidak jauh dari perbatasan kampung itu, terserah ibunya mau melarang dengan cara apapun sebab hati nuraninya menolak semuanya sebab menurutnya ia punya tanggung jawab yang harus diselesaikan dan juga tidak mungkin membiarkan anaknya itu malah diklaim sebagai miliknya orang lain.
__ADS_1
" Kevin hanya ingin memastikan apa benar dia itu merupakan darah dagingnya Kevin atau tidak, kalau memang tidak ya sudah tidak usah dipaksakan Tetapi kalau memang iya ya biar bagaimanapun dia tidak boleh melarang untuk bertemu dengan anak itu! "jelas Kevin tetapi Rani tetap saja menggelengkan kepalanya sebab menurutnya ia sudah terlalu malu untuk harus muncul di keluarga itu lagi apalagi baru-baru dirinya dengan tega meminta uang hanya agar mereka memiliki Amelia seutuhnya tanpa melibatkan Kevin.
" tapi ini lain loh ceritanya, kamu tahu sendiri kan kalau Ibu sudah meminta uang kepada mereka dalam jumlah yang banyak? maka dari itu lebih baik kita belajar ikhlas soalnya kan kamu bisa mendapatkan keturunan dari wanita yang lain kan, untuk sekarang lebih baik kamu fokus belajar dan menjadi orang yang pintar serta menjadi orang yang kaya agar hidup kita tidak dianggap remeh lagi sama orang lain!" bujuk Rani yang memang tetap pada pendiriannya sebab wanita itu sepertinya sudah benar-benar merasakan malu Ketika Harus nanti muncul di depan keluarganya Adinda.
Nagumi yang dari tadi diam dalam kamar ternyata juga sudah bersiap-siap sebab dirinya mana mau ditinggalkan berdua dengan Rani, karena nanti yang ada wanita itu bakalan berteriak kepadanya sepanjang hari padahal Ia tidak melakukan kesalahan sama sekali.
wanita itu akan pergi kemanapun mengikuti Kevin meskipun ke ujung dunia sekalipun, sebab dirinya datang ke sini ya untuk bersama dengan pria itu bukan untuk bersama dengan ibunya.
kalaupun Kevin menolak pun tidak masalah itu merupakan hak dari pria itu tetapi intinya dirinya tetap pada pendirian dan tidak akan berubah pikiran, Lagian mereka juga pergi menggunakan taksi bukan berjalan kaki jadi Kevin bakalan merasa risih ketika berjalan berduaan dengannya.
Rani membulatkan matanya sempurna ketika melihat Nagumi yang sudah bersiap-siap seperti itu padahal tadi tidak diajak sama sekali, membuat wanita itu yang mau tidak mau mengikuti anaknya juga Soalnya percuma taksi sudah dibayar tetapi malah hanya menggunakan satu orang saja.
" Kalian mau melakukan apa, Kenapa harus ikut denganku juga? wah ini sama saja bohong kan Ketika masalah yang ingin aku selesaikan malah tambah banyak masalah lagi, apa tidak bisa menunggu di rumah saja sampai aku kembali lagi? "tanya Kevin kepada kedua wanita itu yang sepertinya memang tidak ada niatan untuk melihat hidupnya Tenang Walau Hanya sehari saja'
"ya Masa dia sebagai orang asing saja ikut Terus ibu Malah tinggal di rumah sendirian, lebih baik biar adil ya sudah kita semua berangkat biar Ibu juga bisa membela kamu ketika sudah sampai di sana," sahut Rani membuat Kevin menghela nafasnya kasar karena ternyata memang dari dulu sampai sekarang makhluk yang bernama wanita itu susah sekali untuk diatur pola pikirnya agar lebih pintar lagi dan juga tidak hobinya mengganggu kehidupan orang lain.
" loh di sini ada acara apa ya Kok bisa ada hiasan-hiasan seperti begini terus orang-orangnya juga banyak sekali, padahal kemarin dulu waktu Ibu ke sini tidak ada hal-hal seperti begini deh semuanya tenang sunyi dan juga pintu gerbang ini ditutup rapat? "tanya Rani penasaran Soalnya ini memang pemandangan yang sangat berbeda dari beberapa hari yang lalu ketika ia datang ke tempat ini.
Kevin sudah seperti orang kebingungan dan alhasil mencegat satpam yang kebetulan sedang berjaga di depan, jika dirinya diam saja ya Otomatis rasa penasaran ini akan semakin begitu menyiksa dan ia tidak ingin hal itu terjadi kepada hidupnya.
"maaf Pak, bolehkah saya bertanya sesuatu?" tanya Kevin sambil membungkukkan badannya.
"Iya Mas boleh, Ada apa ya?" Tanya satpam itu yang kebetulan di bawah dari keluarganya Erlangga sebab hari ini juga salah satu pewaris dari keluarga Erlangga akan menikahi yaitu Arga.
"di dalam ada acara apa ya Kok bisa ada hiasan seperti begini kemudian ramai sekali, padahal biasanya kan mereka jarang menerima tamu sebanyak ini di rumah? "tanya Kevin pelan meskipun matanya terus saja memindai perubahan yang begitu signifikan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Masnya ini temannya non Adinda dan juga Den Arga ya? Kalau temannya Kenapa tidak tahu bahwa di dalam itu mereka berdua akan menikah sebentar lagi soalnya penghulu belum datang, dan kebetulan Aden Arga dan juga keluarganya sedang dalam perjalanan ke sini maka dari itu sepertinya belum sampai? "penjelasan yang diberikan oleh satpam itu membuat Kevin merasa seperti tersambar petir di siang bolong karena tidak percaya.
" maksudnya Arga dan juga Adinda menikah hari ini?" tanya Kevin lagi memastikan.
belum lagi satpam itu menjawab mobil iring-iringan pengantin pria sudah datang, membuat dirinya dan juga Kevin mau tidak mau memilih untuk menepi karena kebetulan mereka berdua sekarang berdiri tepat di tengah-tengah pintu gerbang.
Arga sempat melihat siluet orang yang sangat ia kenali karena sudah bertahun-tahun mengikutinya selalu dari belakang, tetapi pria itu mencoba untuk tetap fokus dan berpikir mungkin hanya kebetulan sama persis tetapi intinya bukan pria itu yang bakalan nantinya merusak harinya.
"kenapa dia mirip sekali ya? Apa mungkin aku hanya salah lihat saja, Ah iya katanya kan dia lagi di Jepang Mana mungkin ada di sini! "batin Arga yang tetap merasa bahwa itu bukanlah Kevin.
" Nah itu kebetulan Aden Arga sudah sampai dengan orang tuanya, Kalau Mas mau masuk Ya sudah silakan saja kebetulan di dalam masih ada banyak tempat yang kosong! "jelas satpam tersebut Lalu membungkukkan tubuhnya dan memilih untuk segera pergi karena Biar bagaimanapun ada banyak pekerjaan yang harus ia lakukan.
Kevin benar-benar merasa lemah seketika dengan kabar yang baru saja ia terima ini dan juga kenyataan yang baru saja dirinya ketahui, bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Adinda padahal hasil akhirnya harus seperti begini.
Rani yang dari tadi berdiri sedikit menjauh dari Kevin memilih untuk mendekati anaknya itu kemudian memastikan Sebenarnya apa yang terjadi, sebab Ia juga tidak tahu pasti apa yang terjadi di dalam dan kenapa bisa ada dekor seperti orang yang mau menikah.
"Sebenarnya ada acara apa sih Kevin di dalam sana, soalnya di sini itu terlihat begitu aneh Tidak seperti biasanya? "tanya Rani penasaran.
"dia akan menikah dan akan menjadi miliknya orang lain serta menjadi istrinya orang lain pula dan aku tidak akan pernah bisa lagi kembali, mereka akhirnya bersama dan ternyata selama ini aku yang salah karena telah menjaga jodohnya orang! "jelas Kevin dengan tatapan matanya yang buram karena air mata yang tadi sudah berusaha ya tahan Entah mengapa tiba-tiba lolos begitu saja.
padahal awalnya Kevin berusaha untuk tetap tegar karena menurutnya hubungannya dengan Adinda itu sudah selesai, tetapi Percayalah di sudut hatinya masih terasa begitu nyeri dan ternyata akhirnya ia sadar jika perasaan itu memang masih ada di sana.
" Siapa yang mau menikah, Kevin? Memangnya Silvia dan juga Hendra punya anak siapa lagi yang mau menikah, Kalau Adinda kan tidak mungkin soalnya kan dia punya anak dan juga baru saja selesai hubungannya dengan kamu jadi mana mungkin dia sudah menemukan pengganti? "tanya Rani yang setengah tertawa karena tidak percaya dengan perkataan anaknya itu.
Kevin yang mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh ibunya itu langsung menatap tanpa ekspresi ke arahnya, membuat Rani langsung menghentikan tawanya karena sepertinya ada yang tidak beres saat ini.
__ADS_1
" Jadi maksud kamu Adinda yang akan menikah hari ini, memangnya dia mau menikah sama siapa Bukankah kalian itu baru berpisah atau beberapa bulan lamanya? " tanya Rani ya meskipun ada rasa tidak suka ketika Silvia dan juga Hendra selalu menghina anaknya tetapi Biar bagaimanapun ketika melihat Kevin terpuruk seperti ini sebagai seorang ibu yang harus bisa membesarkan hati anaknya agar bisa bangkit.