
Ryan sudah tidak ingin mengajak Kevin lagi karena nanti akhirnya tetap bakalan ditolak olehnya, Entah kenapa kehidupan pria itu semakin hari semakin miris saja mulai dari untuk makan saja Harus irit apalagi untuk gaya hidup lainnya terasa begitu mengenaskan karena hidupnya penuh dengan perhitungan.
kalaupun merasa bahwa kehidupannya tidak terlalu mulus-mulus amat seharusnya tidak perlu memaksakan diri kuliah di luar negeri cukup hanya mengandalkan budget yang di punya, mungkin dengan begitu tidak terlalu memaksakan keadaan dan alhasil menyengsarakan diri sendiri di negeri orang dan satupun tidak ada yang bisa menolongnya sampai kapanpun.
dirinya ingin membantu Kevin maksudnya hidupnya agar tidak terlalu Nelangsa amat tapi balik lagi kepada Kevin yang selalu menolak seperti itu, rasa-rasanya Rian itu memperlakukan dirinya sendiri seperti seorang gembel yang terlalu memperhatikan kehidupan orang lain sampai-sampai kehidupannya sendiri pun tidak diperhatikan.
"Ya aku kan hanya menawarkan saja siapa tahu memang kamu ada niatan untuk pergi ke sana, karena kamu tahu sendiri kan liburan musim panas itu lumayan lama loh bisa sampai 3 bulan dan tidak mungkin kamu di sini hanya untuk bekerja saja tidak mau melihat ibu kamu! "jelas Ryan tetapi sepertinya Kevin tetap pada pendiriannya yang kokoh dan tidak akan pernah tergoyahkan sampai kapanpun.
"terima kasih atas perhatian yang kamu berikan tetapi aku sekarang itu lebih baik fokusnya pada pekerjaanku karena tidak mungkin ada yang bakalan membantu masalah keuanganku, jadi daripada nanti pulang liburan terus akunya yang kesusahan ya sama saja jadi lebih baik aku bekerja untuk memenuhi kebutuhanku sampai kapanpun!"jelas Kevin berharap agar Ryan tidak terlalu tersinggung dengan sikapnya yang selalu menolak tawaran baik dari dia karena Biar bagaimanapun jangan terlalu bergantung hidup kepada orang-orang yang jelas-jelas tidak punya hubungan apapun dengan kita.
"Oh iya nanti sebentar kamu jadi pergi kerja, sedangkan kondisi kamu masih seperti itu?"Tanya Ryan memastikan karena dirinya juga tidak tega ketika melihat Kevin bekerja tetapi Kondisinya masih bisa dibilang ada luka di mana-mana.
"sepertinya aku memang harus pergi Soalnya kemarin sudah libur masa iya hari ini libur lagi, nanti yang ada aku bakalan diusir dan disuruh untuk tidak usah bekerja lagi memangnya siapa yang bakalan memenuhi kebutuhanku? "jelas Kevin membuat Rian hanya menganggukan kepalanya pertanda paham soalnya mau menyuruh agar pria itu istirahat dulu sampai kondisinya pulih pun tidak akan pernah didengarkannya soalnya memang kebiasaannya seperti itu.
"Ya sudah nanti kalau kerja hati-hati ya soalnya aku juga mau keluar mau mencari sesuatu yang menyangkut dengan tugas, ingat kalau bekerja terus kondisi kamu tidak baik-baik saja minta izin saja kepada bos kamu pasti mereka bakalan memberikan izin jika itu menyangkut alasan kesehatan! "tawar Rian lalu segera pergi dari situ sebab dirinya memang benar-benar sangat tidak tega ketika melihat Kevin harus memaksakan diri untuk bekerja sedangkan kondisinya itu bisa dibilang dalam keadaan yang begitu mengenaskan.
"Pokoknya aku harus bekerja dan mengumpulkan begitu banyak uang agar bisa mengirimkan kepada ibu, Sebab aku yakin keluarga Baratayuda yang sombong itu pasti tidak akan pernah membiarkan Ibu hidup dengan tenang lagi seperti dulu! "jelas Kevin dalam hati sebab dirinya bekerja siang malam bukan untuk kebutuhannya melainkan hanya memikirkan kondisi Ibunya.
Rani saat ini hanya bisa duduk dan juga menatap ke arah luar dengan tatapannya yang kosong, Jika ditanya kecewa jelas saja ia tentu kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Firman untuknya ketika mereka bertemu.
padahal dengan mengakui bahwa Kevin itu adalah anaknya Firman pun itu adalah hal yang lebih dari cukup yang diinginkan oleh Rani, tetapi sepertinya keinginannya itu tidak akan pernah menjadi kenyataan karena pada dasarnya Firman tetap pada pendiriannya yaitu menganggap Rani adalah orang asing dan mereka tidak pernah bertemu sebelum dan sesudahnya.
Ingin mengamuk pun rasa-rasanya sudah capek soalnya nanti tidak akan ada yang bakalan mendengarkan keinginannya itu, semua orang pada sibuk dengan urusan masing-masing begitu pula dengan firman yang terlihat sudah tinggi kekuasaannya karena ada orang-orang di sekitar yang bakal membelanya.
__ADS_1
"Hei kamu kenapa diam saja di situ? memangnya kamu tidak ada niatan untuk menjual hasil kebun kamu itu, atau kamu sudah punya uang jadinya mau milih hidup Melarat seperti ini? "tanya Ningsih yang kebetulan merupakan tetangga dekat dari Rani ketika masih berada di kampung eh lebih tepatnya saat ini.
Rani menoleh ke arah sumber suara dan ketika melihat sahabat curhatnya itu datang membuat pikirannya sedikit tenang karena ia bisa membagikan keluh kesahnya kepada wanita tersebut, ya Meskipun mereka berdua bisa dibilang Jalan hidupnya sama saja Kalau Ningsih ditinggal pergi suaminya untuk selama-lamanya dengan meninggalkan tiga orang anak berbeda dengan dirinya yang ditinggal pergi oleh suaminya demi wanita lain.
"ya kamu tahu sendiri kan kalau hasil kebunku itu ditolak oleh pengepul waktu itu kan mereka sempat ngomong kepada semua warga yang ada di sini, kalau aku dilarang untuk melakukan sesuatu jika tidak maka semua warga di sini bakalan kena imbasnya? "jelas Rani yang bernostalgia tentang Sikap yang ditunjukkan oleh Silvia dan juga suaminya ketika dulu datang di kampung tersebut hanya untuk mengatakan penolakan mereka terhadap hasil kebun dari Rani.
Ningsih hanya menghembuskan nafasnya secara perlahan karena kalau masalah seperti ini rasa-rasanya ia tidak punya kekuatan untuk membantu, yang meskipun Terkadang ada rasa iba namun percayalah kondisinya lebih mengenaskan dibandingkan Rani yang jelas-jelas sudah tidak punya tanggungan lagi karena tersisanya Kevin saja.
sedangkan dirinya Jangan ditanya lagi sudah memiliki tiga orang anak dalam keadaan yang masih kecil-kecil pula dan juga tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan serta untuk dijual,jadi ketika ingin memberikan solusi terhadap kehidupan orang lain rasanya sangat tidak etis karena sebenarnya kehidupannya itulah yang harus diberikan solusi.
"kalau soal itu aku minta maaf ya karena tidak bisa membantu kamu sedikitpun , soalnya kan kamu tahu sendiri kalau kehidupanku mah lebih hancur daripada kamu? "jelas Ningsih tidak enak hati ketika ada orang lain yang kesusahan namun Ia hanya bisa mendengarkan keluhan mereka tanpa bisa membantu sedikitpun.
"ya Sudah santai saja aku juga tidak ada niatan kok untuk membebani kamu, aku bakalan menjalani hidupku Ya seperti begini saja toh kalau memang alurnya hanya begini terus ya Aku pasrah Tetapi kalau ada perubahan ya aku bakalan menunggu perubahan itu. "sahut Rani yang mencoba untuk tetap menampilkan wajah optimisnya padahal sebenarnya Percayalah hatinya itu terdapat begitu banyak kegundahan.
"ternyata nasib kita begitu miris ya tidak seperti Nasib orang lain yang selalu senang dan juga happy tanpa beban pikiran sedikitpun, besok lusa mau melakukan apa mereka tidak pernah mengalami masalah Tidak seperti kita yang harus cari Jalan agar tetap bertahan hidup. "Ningsih meratapi nasibnya begitu miris dan bisa dibilang tidak seberuntung orang-orang di sekitarnya.
Ningsih mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Rani tadi, padahal setahunnya ya kalau wanita itu sudah statusnya sebagai janda yang ditinggal mati oleh suaminya layaknya dirinya saat ini.
"Jadi maksud kamu suami kamu itu sebenarnya masih hidup dan dia hanya meninggalkan kamu, tidak seperti rumor yang beredar selama ini Kalau suamimu itu sebenarnya sudah meninggal dunia? "tanya Ningsih penasaran.
"dia merupakan orang kaya dan bisa dibilang kalau misalnya kami berdua tidak ada salah paham yang terjadi akan hidup bahagia selamanya, dan aku juga tidak mungkin menderita seperti saat ini yang tidak punya apapun dan juga ketika menginginkan sesuatu hanya bisa ditahan saja!"Rani mencoba mengelabui semua orang yang ada di situ soalnya dirinya juga tidak mungkin mengakui siapa sosok pria yang pernah meninggalkannya itu.
Ningsih hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dirinya tidak habis pikir kalau Rani sampai menyimpan rahasia sebesar ini selama berpuluh tahun, Padahal kalau ngomong secara langsung pun rasa-rasanya semua orang tidak mungkin bakalan menjadi juri di dalam kehidupannya Sedangkan kehidupan mereka saja sudah susahnya minta ampun.
__ADS_1
"Ya ampun aku kalau jadi kamu maka aku pasti bakalan berusaha bertemu dengan pria itu dan juga meminta pertanggung jawabannya, daripada kamu hanya diam saja seperti ini dan tidak mendapatkan apapun yaitu sama saja enaknya di dia susahnya di kamu kan? "tanya Ningsih yang mulai mempengaruhi Jalan pikirannya Rani dan kebetulan mereka berdua itu adalah satu server semuanya sama-sama benalu dan juga bisa dibilang hobinya hanya memanfaatkan orang lain.
Rani jelas saja tertawa dengan ide yang diberikan oleh Ningsih barusan karena sebelum wanita itu mengatakannya dirinya sudah berpikir selama ini, tinggal caranya bagaimana merealisasikannya saja agar benar-benar menjadi kenyataan.
"sebelum kamu ngomong pun aku memang sudah dari awal Merencanakan hal itu, tinggal Nanti kamu lihat saja ketika aku datang dengan menggunakan mobil Mercy dan di situlah kamu bakalan sadar kalau aku sudah berubah baik dalam hal finansial maupun nasibku nantinya. "jelas Rani penuh antusias.
padahal tanpa wanita itu sadari jika saat ini harta kekayaan yang dipunyai oleh Firman adalah 100% milik istrinya yaitu Rossa, Jadi kalau misalnya pria itu mau memilih untuk meninggalkan istrinya saat ini artinya siap-siap saja untuk menjadi gembel di luaran sana dan bisanya hanya menumpang hidup doang.
"aku bakalan mendukung Apapun yang kamu lakukan di luaran sana yang penting Intinya kalau sudah menjadi orang sukses Jangan lupakan aku ya, soalnya biaya hidupku semakin besar dan juga belum lagi anak-anakku itu yang mulai minta ini dan itulah hanya membuat aku bingung! "Ningsih soalnya sudah capek harus hidup miskin seperti begini sedangkan tanggungannya sangat banyak belum lagi ada beberapa perut yang harus selalu siap sediakan untuk dirinya urus.
Rani tertawa Sumbang karena kebingungan Apakah benar-benar harus menjanjikan hal itu kepada Ningsih atau malah memilih untuk diam saja, karena menurutnya wanita itu tidak sadar kalau saat ini ia Tengah berakting untuk menjadi seseorang yang penting di tempat itu.
"Ya sudah kamu tenang saja pokoknya kamu bakalan orang pertama yang menerima kenikmatan duniawi yang aku dapatkan, jadi teruslah mendukungku dan ketika mendengar apapun gosip di luaran sana Jangan pernah kamu percayakan hal itu selagi mereka tidak ada niatan untuk menyakitiku! "jelas Rani.
"Mama Kenapa semenjak Anita pulang kok jadi diam seperti ini seolah-olah ada beban pikiran yang sedang kamu alami, kalau memang kamu menghargaiku sebagai seorang suami Ya sudah ceritakan saja siapa tahu aku bisa bantu? "tanya Firman penasaran karena dari tadi ketika mereka berada di tempat itu Rossa benar-benar menjadi pribadi yang tertutup setiap mau membicarakan sesuatu pasti hanya beberapa kata saja.
"mungkin hanya perasaan kamu saja tetapi aku yang seperti begini tidak berubah sama sekali kecuali kamunya, jangan ngomong sembarangan jika memang kenyataannya bukan seperti itu atau kamu hanya ingin memancing keributan! "tegas Rosa yang entah mengapa hari ini benar-benar merasa sensitif dengan apapun yang menjadi pembahasan suaminya tersebut.
"Ya sudah Papa minta maaf kalau memang sudah salah ngomong tadi dan juga minta maaf kalau sudah membuat mama jadi memikirkan sesuatu secara berlebihan, tetap dipercaya deh semakin hari semakin sayang sama Mama dan tidak akan pernah berubah sedikitpun! "Firman itu adalah seseorang yang bisa menjilat ketika takut posisinya akan terancam dan saat ini ia telah melakukan hal itu.
"Saya tidak tersanjung dengan segala macam pujian yang diberikan tetapi malas dan merasa terganggu, jadi tolong enyah dari hadapan saya Jangan pernah merasa dekat ataupun bisa menyelesaikan masalah yang telah saya hadapi saat ini! "tolak Rosa tegas membuat Firman terdiam soalnya menurutnya sepertinya wanita itu benar-benar tidak nyaman dengan orang-orang yang di dekatnya.
"Mama masih dendam soal masalah kemarin padahal Papa sudah menjelaskan ya loh kalau sebenarnya anak wanita itu dan Papa tidak ada hubungan sama sekali, jadi tolong kali ini percaya sekali saja kalau suami Mama ini adalah orang jujur dari awal maupun sampai nanti! "pinta Firman penuh permohonan namun istrinya itu memilih untuk pergi dari hadapannya karena Percayalah rasa kecewanya itu sudah seperti mendarah daging di dalam kehidupannya sampai kapanpun.
__ADS_1
Anita tertawa ketika melihat papanya yang sengsara itu dan ingin menggambarkan kepada pria yang sudah paruh baya itu kalau penolakan yang dilakukan Mama itulah yang seperti ia rasakan kemarin-kemarin, ketika ingin berjuang malah dipatahkan semangatnya dan lebih parahnya lagi diusir ke tempat yang sangat terpencil tanpa ada yang namanya kemajuan teknologi sedikitpun.
Anita tahu berakhirnya hubungannya dengan Kevin ada sangkut pautnya dengan firman, maka dari itu ia ingin menunjukkan kepada Papanya bahwa sebenarnya posisi mereka berdua itu tidak dalam keadaan baik-baik saja.