
Arga tahu pasti Adinda takut jangan sampai nanti saat bertemu dengan kedua orang tuanya mereka bakalan menolak kedatangannya ataupun kedekatan mereka, ya secara dipikir dengan logika orang tua mana yang bakalan ikhlas melihat anaknya yang masih bujangan malah berhubungan dengan wanita yang berstatus sebagai janda anak satu dan lebih parahnya lagi status janda itu tidak ia dapatkan setelah menikah melainkan hamil di luar nikah.
kalaupun mereka setuju pun tidak mungkin mereka ikhlas lahir batin jika memiliki menantu seperti Adinda, Yang pastinya pemikiran kedua orang tua Arga berpikir jika wanita itu dulu sangat liar di luaran sana sampai-sampai harus mengalami hal seperti itu.
Hanya saja yang Arga inginkan agar Adinda sadar dan juga tahu bahwa yang menjalani kehidupan itu adalah mereka berdua tidak ada urusan dengan kedua orang tua mereka, yang bisa dilakukan oleh kedua orang tuanya ya hanyalah memberikan Restu Lalu setelah itu ia yang bakalan bekerja keras untuk membuat agar anak dan istrinya tidak akan pernah kelaparan dan intinya berharap agar doa orang tuanya selalu menyertainya.
Nanti kalau misalnya mereka sudah menjamin bahwa kehidupan rumah tangga mereka sudah berbahagia tanpa ada yang namanya gangguan sedikitpun, otomatis Pasti segala macam gangguan segala macam prahara dan juga ketidak percayaan diri di antara mereka berdua pasti akan lenyap begitu saja dan memilih untuk fokus mengurus anak.
"Kamu takut kalau Papa sama Mama bakalan menolak kedatangan kamu ke rumah sebab status kamu itu, sekarang pertanyaannya Kamu pernah mendengar kalau mereka mengatakan bahwa aku tidak boleh berhubungan dengan wanita seperti kamu? Kalau Lain kali itu hanya menjadi pemikiran kamu saja lebih baik tidak usah dipikirkan, karena belum tentu orang lain bakalan mengikuti apa yang kamu pikirkan itu jangan sampai mereka berbeda ?" tanya Arga yang membuat Adinda memaksakan senyuman di wajahnya walau sebenarnya Percayalah kalau senyuman itu adalah sebuah hal yang ia paksakan untuk saat ini.
Adinda sebenarnya tidak ada niatan untuk menjawab karena menurutnya nanti kalau misalnya ia menjawab pasti Arga bakalan salah paham, dan berpikir kalau dirinya itu sudah mencurigai kedua orang tuanya yang bukan bukan padahal kenyataannya tidak seperti itu.
"Kenapa diam? tidak enak kepadaku atau mungkin nanti merasa bersalah karena sudah mencurigai Papa sama Mama, tidak masalah akunya itu yang penting Intinya kamu tetap tenang merasa aman dan juga nyaman ketika berada di dekatku sebab itu adalah hal yang paling penting! "jelas Arga membuat Adinda hanya tertawa karena semua yang ia pikirkan bisa dibaca dengan jelas oleh pria itu tanpa ditutup-tutupinya.
"Ya habisnya mau bagaimana lagi, wajar kan kalau manusia biasa sampai memikirkan hal itu? kamunya saja yang tidak pernah memikirkan apa perasaanku saat ini kemudian apa yang aku rasakan jika sampai orang lain membenciku, aku tahu yang menjalani semua adalah kita berdua kemudian yang memulai sesuatu dari nol pun adalah kita berdua tetapi sebelum ada kita berdua kan ada orang lain seperti orang tua kamu Dan juga keluarga kamu! "jelas Adinda karena biasanya status janda itu merupakan hal yang paling tamu dan juga dianggap sebelah mata ketika status jandanya itu seperti Adinda yaitu hamil diluar nikah tanpa ada ikatan jelas.
"Anggap saja kalau kita itu sedang menguji yang namanya kesabaran kalau misalnya orang-orang di luar sana tidak suka dengan kedekatan kita ini, yang penting Intinya kita bahagia Tidak ada orang lain yang dirugikan kemudian tidak ada rumah tangga yang kita rusak akibat hubungan kita ini kan? "tanya Arga yang selalu berpikiran positif kalau mau mencurigai sesuatu yang tidak menjadi kenyataan yaitu sama saja dengan berdosa soalnya setiap manusia itu punya keinginan untuk berpikir.
"Ya sudah kalau memang keinginan kamu seperti itu yang penting intinya aku sudah mau waspadainya dari awal, kalau memang nanti Saat jalan terus ada kendala yang harus kita ketemu kan Ya sudah aku harap kamu tidak pernah meninggalkan aku sampai kapanpun! "jelas Adinda karena Biar bagaimanapun yang ia butuhkan saat ini adalah dukungan orang-orang terdekatnya dan juga perhatian yang tulus serta tidak ada yang namanya pura-pura hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
"kalau dari dulu aku sudah menembak kamu ya pasti hubungan kita sudah melangkah lebih maju ya, tetapi karena aku takut mendapatkan penolakan ya akhirnya seperti ini? "ujar Arga Sambil tertawa membuat Adinda mendengus kesal karena menurutnya pria itu sudah sengaja menyindir soal hubungannya dengan Kevin yang bisa dibilang hubungan yang dijalani secara Toxic.
__ADS_1
"kamu tuh Kenapa sih harus menyindir soal itu, kami berdua kan sudah tidak ada hubungan apalagi terus kalau misalnya dia muncul tunjangan harap lho aku bakalan mau? jadi kalau misalnya dia datang terus Ngomongnya aneh-aneh kamu hajar pun aku bakalan ikhlas, Tetapi kalau misalnya dia mau merebut aku dari kamu jangan coba-coba ya memberikan aku secara cuma-cuma karena aku tidak akan pernah mau kembali dengan sesuatu yang sudah aku buang! "jelas Adinda.
Amelia saat ini benar-benar anteng karena mungkin ya paham ketika Mommy dan juga Daddy nya berbicara harus diberikan waktu setenang mungkin, sebab biasanya ikatan batin anak tersebut dengan kedua orang tuanya itu begitu kental jadi dia bisa mengetahui suasana hati dari mereka.
"nanti kalau misalnya sampai di sana kedua orang tuanya Arga datang melamar Adinda, kira-kira Papa ikhlas atau setuju tidak jika mereka berdua akhirnya melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat?"tanya Silvia penasaran karena selama ini dirinya tidak pernah mendengar kalau suaminya itu menyetujui hubungan yang dijalankan oleh Arga dan juga Adinda.
hendra menatap heran ke arah istrinya itu yang entah ada angin apa sampai menanyakan pertanyaan seperti itu, ya jelas aja dirinya setuju Kalau ada pria yang mau membangun komitmen dan juga mau bertanggung jawab dengan kehidupan anaknya ke depan serta tidak ada yang namanya pembahasan kesalahan di masa lalu.
"Papa jalan saja setuju kalau memang Arga mau bertanggung jawab dengan kehidupan Adinda, tetapi dengan catatan tidak ada yang namanya pembahasan masa lalu tidak ada yang namanya saling menyalahkan serta merasa diri paling benar! "tegas Hendra karena memang hanya itulah yang diinginkan oleh seorang ayah kepada anaknya.
Malam ini semua orang sudah berkumpul mulai dari para pegawai kantornya Hendra sampai kepada semua asisten rumah tangganya, mereka semua akhirnya berada di rumah mewah milik Hendra yang ada di kota Berlin Jerman untuk barbequean dalam rangka acara perpisahan keluarga konglomerat itu kembali ke tanah air.
Adinda dari tadi hanya menggendong Amelia yang menjadi pusat perhatian semua orang karena wajah anak kecil itu benar-benar sangat menggemaskan perpaduan antara wajah oriental dari Kevin dan juga Sunda asli dari Adinda, namun ketika ditelisik lebih baik sebenarnya wajah Amelia itu lebih mirip Arga dan semua orang pun mengira Kalau pria itu adalah Papa dari Amelia.
"ya rezeki setiap orang kan berbeda terkadang sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya eh muncul begitu saja, jadi menurut saya ikuti saja alurnya soalnya kalau memang sudah mendapatkan giliran kita ya pasti semuanya bakalan terjadi! dia ini merupakan cucu pertama dari keluarga kami dan otomatis merupakan kebanggaan untuk kami semua, saya juga Rencananya mau pensiun tetapi belum Soalnya anak saya belum ada niatan untuk melanjutkan semua bisnis yang saya miliki! "jelas Hendra karena memang dari awal membujuk Adinda pun rasa-rasanya sangat susah apalagi anaknya itu ada niatan untuk melanjutkan sekolahnya lagi.
"Ya mau bagaimana lagi Sekarang kan pemikiran anak-anak itu berbeda dengan pemikiran orang dewasa, terkadang kita ingin membawa mereka ke arah yang lain tetapi mereka tidak pernah mau dan bahkan bisa dibilang Selalu menentang. "jelas pria yang tidak muda lagi itu.
"Nah maka dari itu saya tidak pernah memaksakan diri agar anak saya mau melakukan Seperti yang saya lakukan saat ini, Mungkin ada orang lain dan bakalan melanjutkan dan bisa saya berikan kepercayaan untuk semua ya Jadi ya ikuti saja prosesnya kalau memang nanti Seperti apa barulah tinggal di jalankan saja! "sahut Hendra.
Devan sebenarnya enggan untuk bersiap diri mengikuti kedua orang tuanya pergi ke rumahnya Adinda, karena hatinya itu rasa-rasanya belum siap untuk bertemu wanita itu dan belum lagi nantinya ketika melihat kedekatan yang terjalin antara Arga dan juga Adinda.
__ADS_1
Kalaupun Mungkin ia datang hanya dijadikan sebagai obat nyamuk saja melihat kemesraan yang terjadi antara pasangan itu, dan hanya membuat dirinya merasa iri serta sakit hati dan juga kecewa di saat yang bersamaan itu Percayalah terasa begitu menyiksa.
"kamu kenapa belum bersiap, kamu mau kita menjadi orang yang terlalu angkuh sampai-sampai tidak datang ke pestanya orang lain? Jadi orang jangan seperti itulah, kalau hanya mau menghindar daripada masalah yang terjadi karena itu sangat tidak sopan sebab selama ini kan kamu yang selalu menuju ke sana bukan kami kan? "tanya Olivia sebab selama ini Devon lah yang selalu pergi pulang ke kediamannya Hendra di Berlin itu alasannya untuk bertemu dengan Adinda dan juga anaknya.
Devon hanya menatap tanpa ekspresi ke arah Mamanya itu sebab menurutnya Olivia itu tidak ada niatan untuk membantu dirinya agar bisa dekat dengan Adinda, seharusnya Mama itu bisa mengeluarkan kata-kata penghiburan yang seperti apalah yang membuat dirinya merasa seperti dihargai kehadirannya di situ.
"kalau mau pergi ya sudah silakan saja tidak perlu harus memaksaku untuk ikut kan, lagian itu kan hanya acara perpisahan yang dihadiri oleh semua orang jadi kalau misalnya aku tidak datang pasti tidak ada yang menanyakan ataupun menyadarinya? "omel Devon tidak terima soalnya Kenapa harus mengatakan dirinya penakut dan juga lari daripada masalah serta tidak Gentleman karena tidak mau mengakui bahwa tidak selamanya apa yang ia inginkan harus didapatkan.
"bukan seperti itu juga kan? Semua orang datang ke sana agar Hendra dan juga Silvia merasa bahwa memang kita ini adalah teman dekat, tidak selamanya kalau memang Adinda tidak membalas perasaan kamu terus hubungan silaturahmi ini menjadi putus kan? "tanya Olivia yang heran masa iya anaknya itu merupakan salah satu lulusan cumlaude di Universitas ternama di tempat itu Tetapi malah pikirannya sepicik dan juga tidak jelas.
akhirnya saat ini keluarga Taylor tiba di kediamannya Silvia dan juga Hendra serta disambut oleh pasangan suami istri itu sambil tersenyum, mereka bahagia karena ternyata undangan mereka itu dihargai oleh keluarga tersebut membuat Silvia dengan antusias menyambut sahabatnya itu.
"Ya Tuhan, Olivia akhirnya kamu datang juga aku pikir kalian itu tidak jadi datang! soalnya tidak pernah loh kalian tetap lambat ini kalau misalnya ada kegiatan atau apapun itu, Memangnya tadi sebelum ke sini ada masalah atau gimana sih sampai-sampai kalian telat? "tanya Silvia memastikan soalnya tidak enak juga kan kalau memaksakan orang lain datang ke acara mereka sedangkan kondisi keluarga mereka bisa dibilang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"ya biasalah seperti yang kamu tahu kalau orang lagi patah hati itu perasaannya kayak gimana, padahal sudah dibilang berulang kali Tetapi kalau pikirannya masih kayak anak kecil ya tetap begitu saja!" sindir Olivia kepada Devon yang memilih untuk tidak peduli.
"Ya sebenarnya sih kalau jadi aku pun perasaanku sama saja yaitu malu dan juga ya pokoknya campur aduk deh, Tetapi kan silaturahmi tidak boleh terputuskan harus tetap terjalin soalnya untuk hari esok kan kita tidak tahu harus seperti apa! "jelas Silvia.
Adinda dan juga Arga yang tadi sudah bersiap-siap harus mengganti pakaian mereka kembali karena Silvia protes, sebab dandanan Adinda itu sudah seperti mama-mama Memang sih kenyataannya seperti itu tetapi kan umur tidak boleh dipungkiri kan.
"Oh iya Adinda nya di mana ya? Soalnya dari tadi selama aku di sini pun tidak kelihatan sama sekali, sedangkan itu Amelia bareng sama calon suaminya kan?"tanya Olivia sambil menunjuk ke arah Arga yang baru saja turun dan menggendong Amelia yang begitu manis dan juga imut.
__ADS_1
Devan menoleh ke arah yang ditunjukkan Mamanya itu membuat dirinya merasa panas dan seperti ingin terbakar saat itu juga, Bagaimana tidak terlihat pakaian yang dikenakan oleh Arga itu sama dengan yang dikenakan oleh Amelia membuat ada perasaan cemburu ketika dirinya berbeda dari mereka.
"kenapa kamu itu selalu di depan dan aku selalu kalah dan Kenapa juga kamu muncul di saat yang tidak tepat, Padahal aku yakin kalau semakin didekati pasti Adinda bakalan menerima keadaanku dan juga mau menjalin hubungan denganku? "ujar Devon yang benar tidak suka dengan keberadaan Arga di sekitar Adinda yang menurutnya sangat mengganggu.