
Silvia sebenarnya tidak ingin melakukan pengobatan karena obatnya hanya satu yaitu bertemu dengan anak dan juga cucunya, Percuma saja melakukan pengobatan jika akhirnya tubuhnya tetap tidak akan merespon apapun pengobatan yang diberikan sebab itu sama saja dengan membuang biaya dan juga membuang tenaga untuk sesuatu yang percuma dan hanya memaksakan diri saja.
ya Meskipun semua orang di sekitarnya memaksanya untuk melakukan pengobatan itu adalah untuk kebaikan dirinya sendiri sebab mereka sangat menyayanginya dan takut kenapa-napa, hanya saja Silvi yang merasa bahwa umurnya sudah tidak panjang lagi jadi yang ia inginkan adalah putrinya selalu berada di sampingnya kemudian menemaninya sampai kapanpun.
" kalau misalnya Mama sudah tidak ada di sini tolong kamu perhatikan papa kamu jangan terlalu fokus pada suatu hal yang bertitik pada tujuan tertentu dan melupakan tujuan kamu yang lain, jagalah cucu-cucu mama dan jika mereka nakal bicara saja dengan sewajarnya tanpa melakukan kekerasan!" Adinda menatap tidak suka ke arah mamanya yang sempat menurutnya perkataan seperti itu rasa-rasanya berkaitan yang ingin mengatakan kalau ia tidak akan pernah baik-baik saja ke depannya dan membuat Adinda Ya jelas saja merasa tidak nyaman di dalam benaknya ketika orang terpenting dalam hidupnya terlihat begitu menyerah dengan keadaan yang ada saat.
" Mama akan baik-baik saja dan begitu juga sampai kapanpun tidak boleh menyerah dan jangan memberikan nasihat yang panjang lebar dan tidak akan pernah aku lakukan sedikitpun, karena yang aku inginkan Mama selalu ada di sini sampai melihat Amelia memiliki anak dan juga mama akhirnya memiliki cicit pokoknya intinya tidak ada yang boleh pergi! " Adinda sudah mulai merasakan kegelisahan ketika mendengar kata-kata penuh kepasrahan yang dimiliki oleh mamanya dan feeling seorang anak itu sebenarnya tidak ada yang salah sama sekali Kalau ternyata Mamanya itu sedang berusaha membesarkan hatinya agar saat nanti kalau misalnya ya pergi tidak ada yang terpuruk terlalu jauh.
" kita manusia itu boleh merencanakan tentang perjalanan hidup kedepannya dan tentang planning Apa yang harus dilakukan ketika sudah direncanakan dari tahun-tahun berikutnya, hidup manusia itu di dunia hanya titipan saja jadi jangan pernah merasa kalau sakit yang dialami itu tidak akan pernah sembuh intinya optimis dan percaya kalau ada orang banyak yang begitu menyayangi dan tidak ingin berpisah! "ujar Adinda yang sampai-sampai melupakan kalau sekarang merupakan jam untuk menjemput Amelia dan juga Arkan.
" kamu jangan seperti itu nak karena Belajar mengikhlaskan itu terkadang sangat berat tetapi harus dijalani, kurang hidup itu hanya sekali tidak ada yang namanya kedua kali karena kalau misalnya ada ya Otomatis bumi ini sudah penuh dong! "Silvia sempat-sempatnya tertawa membuat wajah tirusnya itu semakin menyedihkan.
Hendra dari tadi memilih untuk tidak mengganggu ruang gerak ibu dan anak itu dalam berbicara Sebab mereka Pasti sangat merindukan satu sama lain, dan dirinya tidak bisa berbuat banyak ketika melihat kedua wanitanya yang sama-sama merasa sedih tetapi berusaha menutupi dengan tetap tersenyum meskipun senyum itu terasa begitu hambar karena terlalu dipaksakan.
" mama bisa berhenti tidak untuk berbicara yang aneh-aneh seperti itu soalnya aku datang ke sini pun mendengar kabar Mama yang baik bukan malah memberikan salam perpisahan yang tidak jelas, ya Meskipun aku tahu hidup di dunia ini hanya sementara saja tidak ada yang namanya Abadi tetapi setidaknya jangan terlalu membuat diri sendiri merasa terbebani dan akhirnya merasa bahwa ajal itu sedikit lagi Bakalan datang! "tolak Adinda membuat Mamanya itu hanya bisa tertawa karena ia sangatlah betul ketika anaknya menolak meletakkan segala sesuatunya.
" kamu jangan seperti itu dong masa iya seorang dokter tetapi tidak bisa mengakui yang namanya kematian, Memangnya kamu pikir bumi kita ini mampu menampung Berapa banyak orang kalau sampai tidak ada satupun yang meninggal? " tanya Silvia yang masih berusaha membuka pola pikir anaknya itu agar tidak terlalu terpuruk tidak terlalu berharap yang berlebihan dan juga serta berharap yang muluk-muluk sampai-sampai meminta sesuatu hal yang sangat mustahil untuk dikabulkan oleh manusia biasa.
__ADS_1
adinda memilih untuk bungkam sudah capek dari tadi berdebat dengan mamanya tetapi tetap ada pendiriannya dan juga berpamitan yang tidak jelas, padahal Adinda sampai merelakan cuti hari ini hanya untuk menemani ibunya melakukan perawatan apapun itu.
" papa kenapa sih berdiri di pojokan seperti itu bukannya membantu aku untuk membujuk Mama agar dari tadi jangan ngomong yang aneh-aneh, Aku saja belum bisa memberikan kebahagiaan untuk kalian Tetapi malah memberikan aku sesuatu rasa yang sangat menyakitkan seperti ini? "tanya Adinda yang berusaha untuk tetap tegar dan juga kuat ya meskipun ada perasaan yang tidak nyaman tetapi mau bagaimana lagi ketika semua itu sudah terjadi di depan mata mau membantah Silvia dan marah-marah tidak jelas pun rasanya percuma karena orang kalau sakit selalu pikiran mereka aneh-aneh dan mencurigai sesuatu secara berlebihan.
" Memangnya kamu tidak tahu kebiasaan Mama kamu seperti apa jika sudah merasa sesuatu dia pasti bakalan membahas itu sampai kapanpun dan aku, jadi lebih baik didengarkan saja Nak Intinya kita banyak berdoa Kalau memang masih diberi kesempatan untuk berkumpul Ya kita harus optimis Tetapi kalau tidak ya sudah kita hanya bisa pasrahkan sesuatu di dalam doa! "ujar Hendra yang mencoba untuk tidak menyalahkan istrinya ketika berbicara yang aneh-aneh dan juga tidak ingin semua orang mendengarkannya tetapi intinya ia tahu kalau anaknya itu merasa tidak nyaman ketika ada pembahasan yang mengarah kepada yang namanya perpisahan.
" ya papa kan sebagai suaminya otomatis harus membesarkan perasaan istri sendiri supaya tidak merasa sendirian di dunia ini Dan akhirnya merasa putus asa, meskipun Papa terkesan mungkin memaksa agar mama bisa tetap ada keinginan untuk sehat tetapi memang kalau harus melakukannya ya tidak ada yang salah dong? "ujar Adinda yang tidak suka ketika orang tuanya terlihat begitu pasrah dengan keadaan Padahal semua dokter di dunia itu sudah disiapkan berbagai macam spesialis Kenapa tidak menuju kepada mereka kemudian menanyakan pengobatan apa yang tepat karena dirinya juga merupakan seorang dokter yang selalu menangani pasien yang ada keinginan untuk hidup itu begitu besar.
" jangan menjadikan profesi kamu itu sebagai tolak ukur dalam kehidupan orang lain, karena tidak selamanya orang-orang itu dapat kesempatan yang namanya kesempatan kedua selalu saja dipercobaan kali pertama langsung gagal dan Saat itu pula kebesaran hati seseorang diuji! "ujar Silvia Wanita itu sudah tidak asing lagi namanya percobaan dalam kehidupan ada orang yang ingin sembuh Tetapi malah tidak diberikan kesembuhan dan ketika ada orang yang sudah mulai pasrah dengan keadaan malah dibiarkan begitu saja.
ini sudah tidak ada lagi pembahasan yang saling menunjukkan kekesalan satu sama lain karena Ibu dan juga anak itu memilih untuk berdamai dengan keadaan, toh Terkadang manusia itu hanya merencanakan saja tetapi segala sesuatunya sudah ada yang mengatur jadi lebih baik dinikmati kalau memang nantinya ini merupakan Saat Terakhir.
sedangkan Amelia Di sekolah masih berusaha menghindari Arfan sampai-sampai jam istirahat Siang pun ia memilih untuk nongkrong bersama dengan Daffa ya Meskipun tingkah aneh pria itu terkadang menyebalkan namun tidak terlalu buruk juga sih ketika diperhatikan.
arfan merasa Jengah sendiri ketika diabaikan oleh sahabatnya sebab selama ini Amelia tidak pernah melakukan hal itu kepadanya, maka dari itu jalan satu-satunya-satunya adalah memastikan secara langsung kepada kamilah berharap agar sahabatnya itu mempunyai jawaban yang sangat berarti baginya.
" kamilah Aku ingin menanyakan hal penting jadi tolong Jawab dengan jujur, Sebenarnya apa yang membuat Amelia sengaja menghindariku seperti begini dan berbuat seolah-olah kami ini tidak pernah dekat sebelumnya? "tanya Arfan dengan menuntut jawaban sebab dia sudah sangat merasa tidak suka dengan kedekatan antara Dafa dan juga Amelia yang menurutnya sangat menyiksa dirinya dan ia paling tidak suka merasakan perasaan seperti itu karena selama ini selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik.
__ADS_1
Kamila terlihat menghembuskan nafasnya kasar karena sepertinya memang Arfan tidak tahu sama sekali penyebab sampai-sampai Amelia menghindarinya seperti itu, dan ia sebenarnya ingin menjelaskan secara langsung hanya sayang Amelia mencegahnya untuk tidak boleh melakukan hal itu sebab Ia ingin agar Arfan yang menyadari sendiri tentang perubahan sikap Amelia yang jelas-jelas sedang menjaga jarak agar tidak ada hati yang tersakiti.
" ya Misalnya kalau kamu saja tidak sadar akan hal itu terus kenapa malah bertanya kepadaku Memangnya kamu pikir aku tahu, Sudahlah Biarkan saja mungkin Amelia sedang ingin mencoba mencari suasana baru atau mungkin yang lebih ekstrem dari itu soalnya daripada membenci Dafa pun rasa-rasanya percuma karena pria itu terlihat begitu imut ketika Amelia sedang memarahinya! " ujar Kamila sambil tersenyum cengengesan membuat Arfan mendengus kesal karena Percuma saja Bertanya kepadanya jika tidak ada jawaban yang berarti yang bisa diberikan.
" eh lemot jangan bilang kamu sedang menghindar dari sahabat songong kamu itu hanya karena tidak ingin melihat pacarnya menjadi cemburu kepada kamu, ya Meskipun sebenarnya aku juga merasa aneh dengan hubungan kalian itu katanya sahabatku perhatiannya sampai segitunya padahal kamu tidak ada yang perlu dibanggakan semuanya rata semua tidak ada yang bisa dipegang! "ujar Dafa membuat Amelia menatap tak percaya ke arah pria itu karena aku bisa-bisanya ya mulutnya lemes dan juga jujur sejujur-jujurnya.
" Astaga Amelia Kamu harus sabar sepertinya untung juga ini semua gara-gara menghindar dari Arfan gara-gara kelakuan wewe gombel itu kalau tidak mau kemana mau dekat sama pria songong bin ajaib ini yang kerjaannya hanya membuat aku darah tinggi terus! " gumam Amelia dalam hati yang ingin menangis secara langsung tetapi nantinya Daffa bakalan berbangga diri karena sudah berhasil membuat dirinya kalah dan tentu ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi ferguso
" sekarang ke pertanyaannya kalau aku melakukan hal itu kerugian di kamu itu apa ya sampai-sampai Kamu kepo sekali semua urusanku, Oh ya Songong dengar baik-baik ya lebih baik kamu enyah dari hadapanku beberapa menit lamanya soalnya setiap kali berdekatan dengan kamu rasa-rasanya udaraku terlalu boros soalnya mungkin karena kamu yang saking serakahnya! " ujar Amelia membuat Daffa menatap tak percaya ke arahnya sebab Ia sedang berbicara kejujuran Kenapa wanita itu malah sangat sensitif dan tidak terima terkesannya.
" Jadi ceritanya di sini kamu malah mempersalahkanku dengan apa yang sudah kamu alami begitu, Hey Nona Kamu harus bersyukur dari tadi itu aku berakting seolah-olah bucin kepada kamu dengan begitu membuat pria yang tidak berguna itu bakalan sadar kalau dia sedang mempunyai saingan! Lain kali kalau merasa diri tidak bisa menahan perasaan lebih baik tidak usah deh yang namanya bersahabatan dengan seorang pria, karena dari dulu sampai sekarang itu fakta dalam kehidupan tidak ada seorang pria dan wanita bersahabat tanpa melibatkan perasaan," jelas Dafa soalnya dirinya mana mau disalahkan Amelia sampai segitunya padahal Ia saja sedang berusaha agar tidak memarahi wanita itu dan selalu bersikap manis agar Arfan sadar kalau saingannya itu sangat berat.
" Wah jadi ceritanya kamu nyolot nih dan menyalahkan tentang apa yang aku lakukan, Ya sudah pergi menjauh sana Kamu duduk di sampingnya pun tidak masalah tetapi jangan sok tahu deh dengan kehidupan orang-orang dasar pria sombong tidak berguna! "nah tuh kan baru saja beberapa jam yang lalu mereka akur Eh tahu-tahu sekarang sudah error kembali pertanyaannya kira-kira Bagaimana ya kalau misalnya mereka berhubungan entah perang dunia yang ke berapa setiap harinya terjadi di dalam kehidupan mereka.
" Ya sudah terserah kau saja Nona Manis mau melakukan apapun yang penting Intinya jangan sampai melibatkan aku di dalam masalahmu jika tidak ingin aku memaksa kamu untuk berpacaran denganku saat ini juga, Terserah kamu mau mengatakanku sebagai pria gila atau apapun itu tetapi intinya aku tetap tidak akan berubah pikiran jika sampai kamu membuat aku rugi besar! "macam Daffa membuat Amelia menatap tidak suka ke arahnya sebab menurutnya pria itu tidak punya hati nurani sama sekali karena sesama manusia tidak bisa punya rasa saling tolong menolong.
" terserah kau saja mau melakukan apapun yang penting intinya mau memaksa hubungan dengan kamu itu tidak akan pernah terjadi, karena sebelum kamu Merencanakan hal itu mulutmu yang bakalan aku jahit biar stop bicara! " ujar Amelia yang dari tadi sudah merasa sangat emosi dengan kelakuan Daffa yang kalau sekali berbicara nyolotnya minta ampun.
__ADS_1