
Devon kini sudah sampai di rumah sakit tempat di mana Adinda baru saja selesai melahirkan, wanita cantik itu tersenyum ketika melihat sahabat masa kecilnya itu datang dengan membawa begitu banyak kantong belanjaan sampai-sampai tubuhnya pun tidak terlihat.
Adinda tentu saja hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat aksi kocak yang sedang disuguhkan oleh Devon itu, dirinya sampai bingung kira-kira pria itu mengeluarkan uang seberapa banyak sampai-sampai Terasa seperti satu supermarket di borongnya bawa pulang ke rumah sakit saat ini juga.
"kamu ceritanya mau borong satu supermarket atau gimana sih sampai-sampai ini barang-barang sebanyak ini, Terus menurut kamu Memangnya Amelia bakalan bisa memakainya? kamu jangan mengada-ngada deh hanya membuat pemborosan karena membeli sesuatu yang sebenarnya belum bisa Amel gunakan, padahal hari esok masih ada loh Sayang kalau uangnya sekarang kamu hamburkan terus nanti besok-besok kamu harus bekerja keras untuk mencarinya lagi?"ujar Adinda yang kebetulan semua orang lagi pergi ke kantin karena biar bagaimanapun keadaan wanita itu kan sudah baik-baik saja sedangkan keadaan perut mereka sedang tidak baik-baik saja.
Devon menatap heran ke sekelilingnya sebab tidak ada orang yang lain lagi selain Adinda dan juga anaknya, padahal seharusnya mereka itu saling bergantian untuk menjaga Adinda karena Siapa tahu jangan sampai wanita itu sedang membutuhkan bantuan mereka.
"aku itu berniat memang ingin membelikan princess ku apapun yang aku pikirkan selama ini, jadi kamu tenang saja karena aku tidak akan pernah bangkrut karena kalau misalnya aku suatu saat bakalan bangkrut ya tinggal kerja lagi kan dan mengumpulkan semuanya kembali ? "ujar dewan Sambil tertawa karena baginya uang itu sebenarnya bukan merupakan sebuah permasalahan yang begitu besar di dalam hidupnya.
"Astaga ada orangnya seperti kamu pemikirannya kuno kulot sekali, sudah berusaha kerja keras sebaik mungkin Tetapi malah membiarkan diri sendiri sengsara? Anak aku ini merupakan tanggung jawabku karena Biar bagaimanapun yang membuat Dia hadir ke bumi ini adalah aku, tolong jangan pernah memberikan kemudahan seperti ini karena takutnya Jangan sampai aku melupakan tanggung jawabku sebagai orang tua!"tolak Adinda karena Bukannya tidak menghargai kerja keras dan juga perhatian yang diberikan oleh orang lain hanya saja takutnya jangan sampai perhatian itu yang secara berlebihan membuat Ia lupa akan tanggung jawabnya.
"tidak selamanya semua anak itu punya pemikiran seperti itu terkadang malah mereka lebih memahami kondisi orang tuanya, hanya kamunya saja yang terlalu curiga berlebihan Takutnya nanti anak Kamu itu tidak tahu berterima kasih. "jelas Devon sebab Biar bagaimanapun kekhawatiran Adinda itu sebenarnya masuk akal hanya saja kalau terlalu berlebihan itu rasa-rasanya sangat tidak baik karena nanti membuat diri sendiri yang bakalan kebingungan.
Pria itu mulai menyusun apapun yang ia beli ke tempat yang sudah berada di situ tanpa peduli dengan tatapan Adinda yang tidak suka dengan kelakuannya, soalnya masa iya barangnya sudah dibeli itu bukannya dipajang ataupun digunakan malah dilepaskan begitu saja ya namanya mubazir kan?
"tolong ya kalau mau memajang segala sesuatunya tidak masalah tetapi jangan sampai berlebihan karena Ingat masih ada orang lain yang bakalan melakukan hal yang lebih gila daripada yang kamu lakukan, dan satu lagi usahakan itu yang lain kamu bawa pulang saja deh nanti kalau Amel Sudah pulang ke rumah baru kamu Cicil bawa ke sana soalnya nanti kalau mau dibawa pulang sekalian rasanya sangat ribet!"perintah Adinda karena ia paling tidak suka yang namanya menyusahkan diri sendiri dan juga membuat rumahnya itu menjadi penuh dengan sesuatu yang sebenarnya tidak penting sama sekali untuk saat ini.
"Oh tentu tidak bisa seperti begitu Nyonya karena apa yang sudah aku belikan ini menjadi hak miliknya tanpa ada yang bisa mengambil darinya, jadi nanti kalau memang kamu merasa saat membawa pulang akan kesulitan Tenang saja karena aku yang bakalan bertanggung jawab untuk semuanya. "jelas Devon yang terus saja melakukan kegiatannya memasang ini menempel itu pokoknya sesuka hatinya lah.
"Ya ampun Astaga kamu itu ternyata manusia sangat ribet dan juga keras kepala, ini kan anakku ya Otomatis Terserah dong aku mau melakukan apa? kalau kamu seperti begini terus aku sungguh bakalan mengusir kamu dari ruangan ini sekarang juga, supaya kamu Cepat pulang dan tidak usah mengurusi hal-hal yang tidak perlu Kamu urus. "omel Adinda.
Arga yang sudah sampai memilih langsung terbang ke Jerman untuk menyusul Adinda dan juga keluarganya yang sudah lebih dulu berbulan-bulan menetap di sana, dirinya sudah minta izin kepada kedua orang tuanya dan tentu saja mereka mengijinkan jika itu soal Adinda dan juga anaknya yang jelas-jelas sangat mereka sayangi karena Biar bagaimanapun Adinda itu adalah gadis yang sangat mereka dukung jika Sampai menikah dengan Putra mereka itu.
__ADS_1
meskipun sekarang mereka sangat tahu bagaimana status dan juga keadaan adindat yang terbaru tetapi Biar bagaimanapun apa yang sudah mereka rasakan dari awal rasanya tidak akan pernah salah, lagi yang Adinda itu mereka kenal bukan tipe gadis yang selalu hobinya keluyuran malam kemudian melakukan sesuatu yang melanggar norma yang sudah ditetapkan pokoknya intinya ia sering merupakan gadis baik-baik saja hanya hubungannya itu dengan pria yang bernama Kevin yang bisa dibilang tidak baik-baik saja.
"ingat ya kalau sudah sampai di sana Sampaikan salam Mama untuk Adinda dan katakan kalau dia untuk cepat pulang ke sini, maafkan kami karena tidak bisa menyusul ke sana soalnya pekerjaan papa kamu itu memang benar-benar lagi banyak-banyaknya di sini. "pesan Selly yang merupakan Mama dari Arga dan juga wanita yang selama ini menunggu kabar kepastian dari Adinda kapan bakalan kembali ke Indonesia Sebab mereka selalu merindukan keceriaannya kemudian kehebohannya di manapun setiap kali ia berada.
Arga langsung pergi saat itu juga karena menurutnya orang tuanya itu selalu saja mendukung apapun yang ia lakukan selama itu semua menjurus ke hal-hal yang baik, dan juga tidak akan pernah menyusahkan orang lain serta intinya Adinda selalu merasa nyaman ketika berada di dekatnya karena itu hanyalah harapan Selly selama ini tidak pernah memikirkan soal menjodohkan anaknya itu dengan orang lain.
Arga setelah menempuh perjalanan berpuluhan jam lamanya akhirnya dirinya tiba di rumah sakit tempat Adinda melahirkan, pria itu dari tadi berusaha untuk tetap tenang kemudian berusaha juga untuk tidak terlihat panik sebab takutnya jangan sampai setelah menghilang beberapa bulan lamanya dirinya malah diusir oleh Adinda.
"Permisi suster, Boleh saya tahu pasien yang bernama Adinda Putri? kira-kira dia menginap di ruangan yang mana ya, soalnya Setelah dia berhari-hari di sini saya baru sempat datang sekarang dan ketika dihubungi nomor ponselnya juga tidak aktif! "Arga kali ini lebih cerewet padahal biasanya ia selalu bertanya seperlunya saja setelah itu langsung memilih untuk bungkam tidak perlu harus sampai segitunya juga.
setelah diberitahukan oleh suster tersebut Arga pun langsung menyusul di ruangan di mana Adinda berada, langkah kakinya begitu cepat berharap agar cepat sampai dan memastikan keadaan wanita itu bagaimana.
Sesampai di sana Arga berusaha untuk tetap tenang soalnya kan biar bagaimanapun ini adalah pertemuan mereka setelah beberapa bulan dirinya menghilang Dan harapannya Semoga semua orang tidak merasa kecewa kepadanya, Soalnya dari awal dirinya lah yang mengurus Adinda tetapi sekarang malah wanita itu melahirkannya ia tidak ada sama sekali di tempat bahkan bisa dibilang menemaninya pun tidak.
Tok tok tok
"masuk saja tidak dikunci pintunya! "ujar Silvia.
Ceklek
Arga langsung masuk ke dalam ruangan tersebut ketika mendengar Silvia memberikan perintah secara langsung, pria itu tersenyum ke arah semua orang yang terlihat sepertinya terkejut dengan kehadirannya tetapi berbeda dengan seseorang yang tengah menggendong Amelia saat ini.
"Arga? Astaga setelah beberapa bulan lamanya kamu menghilang ternyata kamu baru muncul sekarang, Memangnya kamu berkata di planet mana sih sampai-sampai tidak bisa dihubungi sama sekali?"tanya Silvia antusias bahkan kini sudah mendekati pria tersebut dan memukul pelan bahunya karena memang Silvia itu sangat dekat dengan Arga dibandingkan Devon mungkin karena selama ini Arga lah yang lebih lama bersama dengan mereka.
__ADS_1
"Iya Tante, Adinda nya mana ya? "Tanya Arga ketika saat masuk dalam ruangan itu tidak ada Adinda sama sekali padahal yang ia harapkan ketika bertemu nanti wajah wanita itulah yang bakalan dilihatnya.
"Oh adindanya lagi di kamar mandi, sini Ayo duduk daripada kamu hanya berdiri saja? Terus itu muka kamu kenapa sih kok gosong seperti itu seolah-olah kamu berhabis menjadi buruh bangunan, malah sekarang itu lihatnya kulit kamu bukan eksotis lagi tetapi seperti benar-benar hangus terbakar api dengan maksimal 200 derajat celcius? "tanya Silvia karena memang ia Sangat hafal bagaimana kepribadian dan juga apa yang dimiliki oleh Arga jadi sekarang berubah tentu membuat dirinya bertanya-tanya kira-kira apa gerangan yang terjadi terhadap pria itu.
Arga hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika Silvia menanyakan hal itu tepat dihadapan semua orang, dan lebih parahnya lagi ada beberapa orang asing yang tidak ia kenal selama ini Tetapi malah terlihat lebih akrab dengan baby Amel yang ada di dalam gendongan seorang pria yang dari tadi seolah Acuh dengan keberadaannya.
Adinda sebenarnya sudah selesai buang air dari tadi dan ia hanya bisa terpaku di depan pintu sambil menitipkan air matanya, dirinya tidak percaya jika pria yang selama siang malam selalu mengganggu pikirannya eh tau-taunya sudah muncul di hadapannya dengan tanpa berdosa sama sekali.
"loh Adinda kamu kok malah berdiri di situ, sini dong biar bisa istirahat Memangnya kamu tidak capek?" tanya Devon dengan suaranya yang mendayu-dayu membuat Arga hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan karena kalau memang Adinda sudah menganggap pria itu berarti ya otomatis dirinya entah masih punya kesempatan lagi atau tidak.
Adinda bukannya pergi mendekati Devon dan juga anaknya tetapi kini malah berjalan mendekati Arga, lalu wanita itu memeluk erat tubuh sahabatnya itu yang selama berbulan-bulan ini sangat di rindukannya karena Biar bagaimanapun Arga itu selalu ada saat dirinya pertama kali mengalami yang namanya morning sickness dan juga ngidam serta ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.
"Kamu itu kenapa sih baru kembali sekarang? Memangnya kamu pikirkan kami berdua tidak merindukan kamu, Memangnya kamu pikir kami sudah melupakan kamu? kamu itu jadi orang tega sekali loh membiarkan kami berduaan sendiri di sini tanpa ada yang menemani, padahal siang dan malam yang kami tunggu itu adalah kamu yang merupakan Daddy dari Amelia!"ujar Adinda yang terkesan seperti Tengah merajuk.
Duarr
Devon benar-benar terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Adinda tadi seolah-olah wanita itu memang melupakan keberadaannya, karena terbukti posisi yang selama ini ia harapkan ternyata sudah Adinda berikan kepada pria itu yang entah siapa dirinya juga tidak tahu sama sekali.
Silvia dan Hendra hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya itu ketika menyangkut Daddynya, padahal dari awal Devon sudah mengincar posisi itu karena jika Adinda merupakan momennya Amelia ya Otomatis dirinya adalah Daddy nya.
"Ayo dekati Amelia Sepertinya dia sedang menunggu kamu loh, Itu dia sering digendong sama papa Devon pasti kamu tahu dong siapa pria Buluk ini yang dulu selalu saja menjadi sasaran kemarahan kamu. "ujar Amelia antusias sedangkan Arga sepertinya belum terlalu paham dengan situasi ini karena Entah mengapa tiba-tiba ia bisa berubah menjadi Daddynya Amelia dan itu merupakan sebuah hal yang tidak pernah diduga sebelumnya.
"Maksudnya dia ini Devon Taylor yang merupakan anak dari Tante Olivia dan juga Horizon, Kok bisa dia sudah sebesar ini padahal dulu kan badannya kecilnya minta ampun seperti orang yang kena penyakit cacingan?"Arga bukan tipe orang yang hobi bercanda tetapi memang kenyataannya seperti begitu kalau Devon itu anaknya dulu sangat kecil badannya kemudian susah sekali untuk dibawa kemana-mana karena kalau kena hujan sakit kemudian Tertusuk Duri pun lukanya tidak mau sembuh-sembuh juga pokoknya aneh-aneh lah.
__ADS_1
"kamu puas sudah mendapatkan posisi yang paling terbaik dari Adinda dan membuat aku iri, padahal kamu tahu kan selama berbulan-bulan terakhir ini aku yang selalu menemani dia siang malam?"tanya Devon tidak terima ketika posisi Arga lebih kuat darinya.
Arga hanya mengangkat bahunya pertanda ini semua bukanlah dirinya yang mengatur Tetapi semua ini terjadi atas kemauan yang Adinda, jadi kalau mau protes sebenarnya harusnya kepada wanita itu bukannya kepada dirinya yang jelas-jelas baru muncul dalam hitungan detik Kalau sudah seperti begini mah mau disalahkan juga tentu saja ia tidak ikhlas dan juga tidak mau menerimanya Karena Adinda yang dengan sukarela dan juga sadar melakukan semua itu.