
Arfan sudah selesai membujuk Amelia agar tidak marah marah lagi,karena tidak mungkin kan kalau mereka harus tetap berada di kantin?
"Ayo pergi kekelas sekarang ya,soalnya tidak mungkin kan kita menghindar terus?" tawar Arfan.
Amelia mendengus kesal membuat Kamila hanya bisa memberi kode agar Arfan segera pergi biar nanti dirinya dan juga Amelia menyusul,soalnya tadi Arfan sudah ada janji dengan kekasihnya yaitu Naura.
"Kamu pergi sana soalnya tadi Naura nyariin kamu,jadi jangan lama lama nanti kami bakal kena masalah dengan ulah pacar zombie kamu itu," ujar Kamila marah karena Arfan tidak bisa melepaskan Naura padahal wanita itu sangat mengerikan ketika diluar kampus dan juga membuat semua penghuni sekolah tidak suka dengan wanita itu.
Naura sangat membenci Amelia karena Arfan kekasihnya sangat peduli dengan wanita itu bahkan tidak suka ketika melihat Naura memusuhi Amelia,dan hal itu membuat kadar kebenciannya semakin bertambah dan ingin membuat Amelia menjauh dari Arfan.
"Kenapa kamu tidak bisa melupakan Arfan,kenapa tidak diganti saja dengan menyukai Daffa? " tanya Kamila heran.
Amelia menghela nafasnya kasar karena mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu,sebab menurutnya perasaan seseorang itu tidak bisa dipaksakan karena nantinya hanya akan membuat dirinya tersiksa akan semuanya.
__ADS_1
"Apa tidak ada orang lain didunia ini selain manusia satu itu jadi kamu terpaksa menyuruh aku dengan nya,apa kamu mau lihat setiap hari ada perang dunia antara aku dengan dia karena sama sama keras kepala?" Tanya Amelia tidak suka.
Kamila menatap tajam kearah sahabat nya itu karena menurutnya terlalu terpaku dengan seseorang sampai melupakan bahwa masih ada sosok lainya yang tidak kalah keren,apalagi Daffa yang terkenal cuek dan juga dingin selalu saja cari perhatian dengan Amelia dengan cara mencari masalah dengan wanita itu terus menerus ketika mereka bertemu.
"Kalau misalnya pertanyaan itu aku kembalikan kekamu yaitu apa tidak ada pria lain didunia sampai kamu harus menyukai pacar orang sekaligus sahabat kamu sendiri,padahal selama ini dia selalu saja memamerkan kemesraan dengan pacarnya tanpa sadar kalau kamu ikutan terluka? Maka dari itu aku harap kamu menyukai seseorang yang pasti akan menyukai kamu juga,daripada cinta bertepuk sebelah tangan," Jelas Kamila.
"Kalau misal aku sama Daffa terus kamu sama siapa? Bukankah kamu itu sangat menyukai Daffa,sampai disetiap sudut kamar kamu ada gambar pria itu?" tanya Amelia balik.
Karena biar bagaimanapun dirinya tidak mungkin menyakiti sahabatnya sendiri,karena yang ada ia malah menghancurkan persahabatan yang selama ini sudah dibangun.
"Kamu itu terlalu berpikiran sangat jauh,mana bisa aku marah jika Daffa berhubungan sama kamu? Lagian kami berdua itu berbeda dan tidak mungkin disatukan,kalau dia itu most wanted maka aku upik abunya," ujar Kamila sambil tertawa.
"Eh sahabatku paling keren jadi jangan sembarang buat mengeluarkan celotehan yang tidak jelas,pokoknya aku lebih nyaman begini dibandingkan begitu sa dan terkesan terlalu memaksakan diri," lirih Amelia sendu.
__ADS_1
Kamila sangat tidak setuju kalau sampe Amelia terlalu dalam menyukai Arfan,karena pria yang tidak pernah peka seperti itu lebih baik bersama dengan orang lain dan jangan bersama dengan Amelia.
Sementara itu Arfan sedang berdebat dengan Naura kekasihnya karena wanita itu melayangkan protes akibat Arfan yang terlambat menemuinya,padahal dari tadi ia sudah menunggu Arfan di rooftop sekolah namun pria itu malah sibuk dengan Amelia.
"Kamu kenapa sih lebih mementingkan dia di bandingkan aku,padahal kamu tau sendiri kan kalau yang menjadi pacar kamu itu aku bukan dia? Jadi seharusnya jangan terlalu sibuk dengan wanita itu dan akhirnya aku terabaikan,ah lebih baik tuh anak mati saja daripada hanya membuat pusing hubungan kita," sungut Naura membuat Arfan benar benar kesal dengan tingkah wanita itu.
"Apa kamu bilang,Mati? Wah enak sekali ya kamu mendoakan yang buruk buruk untuk Amelia,padahal tadi kan aku sudah minta maaf sebab Amelia memang tidak bisa ditinggalkan," sesal Arfan karena tidak menyangka kekasihnya sampai mendoakan yang buruk buruk tentang Amelia.
"oh jadi ceritanya aku tidak boleh mengeluh tentang apapun yang kamu lakukan diluaran sana jika itu tentang Wanita itu,dan membiarkan saja waktu kamu habis untuk mengurus dirinya?" Tanya Naura yang tidak terima sama sekali
Arfan mengusap wajah kasar karena selalu saja seperti ini sikap Naura jika dirinya telat datang hanya karena menolong Amelia.
"Bisa tidak kamu paham kalau Amelia itu merupakan teman baik yang aku miliki dari dulu,bisa tidak sekali kali kamu akui meskipun aku datang terlambat tapi tetap saja datang kan?" Tanya Arfan yang sudah sedikit melunak
__ADS_1
"Aku sudah mengerti bahkan karena terlalu mengerti sampai kamu terlena dan lupa akan status hubungan kita ini,selalu saja Amelia yang penting dan aku hanya menjadi orang kedua setelah dia pokoknya begitu saja selama ini yang terjadi diantara kita," sesal Naura bahkan ingin menangis.
"Aku tadi itu membujuk Amelia agar jangan bertengkar dengan Daffa yang arogan karena takutnya pria itu bakal menyakiti dia,jadi terpaksa aku ajak kekantin soalnya Amelia kalau marah tuh bawaannya Ingin makan terus." jelas Arfan sambil tersenyum membuat Naura benar benar membenci yang namanya Amelia putri Erlangga.